Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI KOPI ARABIKA BAJAWA (Studi Kasus Pada Ksu Fa Masa Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur) Nosi, Lusia Ermelinda Yasinta; Nendissa, Doppy Roy; Un, Paulus; Adar, Damianus
Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE) Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Agricultural Socio-Economics (JASE)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jase.v3i2.18970

Abstract

Kopi Arabica Bajawa telah menjadi kopi yang diminati masyarakat pencinta kopi di Indonesia. Hadirnya Koperasi Serba Usaha (KSU) “Fa Masa” sebagai ukuran respon permintaan terhadap produk agroindustri kopi Arabica Bajawa cenderung meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis pendapatan agroindustri kopi Arabika Bajawa; 2) Menganalisis penggunaan modal, dan 3) Menganalisis kelayakan finansial. Penelitian dilakukan di KSU Firma “Fa Masa”, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Pemilihan responden menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis input-output, perbandingan biaya investasi dan modal kerja untuk mengetahui tingkat penggunaan modal. Kelayakan finansial menggunakan analisis NPV, IRR, Net B/C dan Payback Period selama 5 tahun umur ekonomis dengan tingkat bunga 9% per tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa: agroindustri kopi Arabica Bajawa di KSU “Fa Masa” memperoleh pendapatan sebesar Rp. 37.547.545 per bulan dengan rata-rata pendapatan per tahun sebesar Rp. 450.570.540. Tingkat penggunaan modal sebesar 77,73 % per tahun. Sedangkan untuk kriteria kelayakan finansial, di peroleh hasil NPV sebesar Rp. 5.668.106.257 bernilai positif, IRR sebesar 9,2%, Net B/C sebesar 19,89 dan Payback Period sebesar 2 tahun 6 bulan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa agroindustry kopi Arabica Bajawa menguntungkan dan layak dikembangkan.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Panti Rehabilitasi Penyakit Kusta Desa Naob-Kefamenanu melalui Budidaya Tanaman Hortikultura Berbasis Teknologi Irigasi Tetes Bunganaen, Wenseslaus; Nampa, I Wayan; Koehuan, Verdy; Adar, Damianus; Selan, Rima
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.382

Abstract

Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam rangka mendorong peningkatan usaha budidaya produksi tanaman hortikultura di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timur Tengah Utara.Kegiatan aplikasi teknologi Sistem Irigasi Tetes (SIT)dalam kebun Hortikultura dan teknis budidaya tanaman hortikultura. Kegiatan ini melibatkan lima orang Mahasiswa dari prodi Teknik Mesin dalam kegiatan magang terintegrasi dan program KKN tematik Undana periode semester Genap tahun 2022/2023. Aplikasi irigasi tetes pada lokasi mitra dengan luas lahan 500 m2 (ukuran 25 m x 20 m). Bedengan dibuat dalam 15 baris bedengan dengan ukuran masing-masing 25 m x 0,7 m, jarak antar bedengan 60 cm. Sistem irigasi tetes ini menggunakan sistem pompa dari sumber bak air kemudian dialirkan secara gravitasi ke bedengan. Sebelum air dialirkan ke tanaman, terlebih dulu melalui filter air irigasi tipe Y disk, venturi injector pupuk, pipa utama (PVC 1,0 inch), pipa pembagi (PVC 0,75 inch) dan selang drip (0,75 inch) serta selang piping (17 mm).
Penerapan Teknologi Irigasi Tetes pada Kebun Green House untuk Tanaman Hortikultura di Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Koehuan, Verdy A.; Dwinanto, Matheus M.; Adoe, Dominggus. G.H.; Adar, Damianus; Selan, Rima N.
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.413

Abstract

Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam rangka mendorong peningkatan usaha budidaya produksi tanaman hortikultura di desa Bea Kakor, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai, di propinsi Nusa Tenggara Timur, dilakukan dengan teknologi Sistem Irigasi Tetes (SIT) dalam kebun green house melalui pelaksanaan PKM Undana yang dilaksanakan pada bulan Mei–Juli tahun 2023. Kegiatan ini juga melibatkan Mahasiswa (6 orang dari prodi Teknik Mesin dan 1 orang dari prodi Agrobisnis) dalam kegiatan magang terintegrasi dan program KKN tematik Undana periode semester Genap tahun 2022/2023. Sistem irigasi tetes yang diaplikasikan menggunakan sistem gravitasi dimana air dari sumber dipompa ke tower penampung (1100 liter) kemudian dialirkan secara gravitasi ke setiap lajur tanaman, terdapat 6 lajur dengan panjang per lajur 5 m dengan jarak tanaman 0,3 m, sehingga terdapat 96 pohon tanaman yang ada dalam green house. Namun sebelumnya dialirkan melalui filter air irigasi tipe Y disk, venturi injector pupuk, pipa utama (PVC 1 inch), pipa pembagi (PVC 0,75 inch) dan selang drip (0,75 inch) serta selang piping (17 mm) ke setiap pohon (tanaman).
VALUE ADDED OF BIRD'S EYE CHILI (CAPSICUM FRUTESCENS L.): A CASE STUDY OF THE INTEGRATED VILLAGE ECONOMIC TRANSFORMATION PROGRAM IN GOLO ROPONG VILLAGE, WEST SATARMESE DISTRICT, MANGGARAI REGENCY Suryani, Maria Karlina; Suek, Johanna; Bani, Aplonia; Adar, Damianus
Buletin Ilmiah Impas Vol 26 No 3 (2025): Volume: 26 No.: 3 November Edition 2025
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v26i3.28326

Abstract

Bird's eye chili (Capsicum frutescens L.) is a horticultural commodity that plays an important role in influencing inflation and is classified as a leading commodity with high economic value. This study aimed to analyze the added value of bird's eye chili powder as part of the Integrated Village Economic Transformation Program (TEKAD) in Golo Ropong Village, West Satarmese District, Manggarai Regency. Specifically, this study identified the additional economic value generated by processing fresh chili into chili powder and evaluated its contribution to increasing the income of farmers and local business actors. Data were collected through direct observation, interviews, and questionnaires. The data were analyzed using the Hayami method, supported by calculations of labor days (HOK) and depreciation costs to obtain a comprehensive estimate of added value. The results show that the processing of bird's eye chili into chili powder generated positive added value. The added value from this processing reached IDR 236,630, indicating that converting fresh chili into powdered chili provided a significant increase in economic value. The value-added ratio was 48.75%, while profit from sales reached IDR 66.87, with a profit rate of 70.65%. These findings indicate that the TEKAD program has an important role in promoting village economic transformation through horticultural product processing, although farmers still face challenges in profit distribution and production facilities.
ANALYSIS OF INCOME AND FEASIBILITY OF CORN FARMING IN OEBOLA VILLAGE, FATULEU SUBDISTRICT, KUPANG REGENCY Matildis, Angelina; Adar, Damianus; Nainiti, Selfius P. N.; Nurwiana, Ida
Buletin Ilmiah Impas Vol 26 No 3 (2025): Volume: 26 No.: 3 November Edition 2025
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v26i3.28329

Abstract

This study aimed to determine the income and feasibility of corn farming. The research location was selected using purposive sampling, namely Oebola Village, Fatuleu Subdistrict, Kupang Regency. Respondents were determined using a simple random sampling method involving 40 respondents. The data used in this study consisted of primary and secondary data. The analytical methods applied were: (1) income analysis to determine the income generated from corn farming in Oebola Village, Fatuleu Subdistrict, Kupang Regency; and (2) corn-farming feasibility analysis to determine the feasibility of corn farming in the same location. The results showed that the average income from corn farming in Oebola Village was IDR 2,856,737.50 per farmer, or IDR 4,552,569.70 per 0.64 ha of land. Meanwhile, the revenue obtained was IDR 3,809,375.00. The income earned by corn farmers remains relatively low compared with its potential income. Based on the feasibility analysis, the R/C ratio was 6.3; the break-even point (BEP) of production was 190.5 kg per farmer and 297.7 kg per hectare. Meanwhile, the BEP price was IDR 1,430.88 per kg per farmer and IDR 2,280.30 per kg per hectare. Based on the results of this analysis, it can be concluded that corn farming in Oebola Village is feasible to operate and profitable.