Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Tentang Strategi Adaptasi Karyawan untuk Mengatasi Tantangan Pekerjaan di Perumda Tirta Musi Palembang Hurriyati, Dwi; Farza Marshela, Cindy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v4i2.7249

Abstract

Transformasi digital yang pesat menuntut karyawan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan sistem dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi karyawan serta strategi adaptasi yang diterapkan dalam konteks organisasi penyedia layanan publik. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan pelaksanaan workshop adaptasi di Perumda Tirta Musi Palembang.Hasil penelitian menunjukkan tantangan utama yang dihadapi karyawan meliputi ketidaksiapan menghadapi perubahan teknologi, kecemasan kerja, dan resistensi terhadap sistem baru. Selain itu, kurangnya keterampilan digital di antara karyawan juga berkontribusi terhadap kesulitan dalam beradaptasi. Strategi yang diterapkan mencakup pelatihan keterampilan digital, penguatan dukungan sosial di tempat kerja, serta pengembangan mindset berkembang.Temuan ini menekankan pentingnya intervensi berkelanjutan berbasis psikologi organisasi dalam mendukung adaptasi karyawan terhadap tantangan pekerjaan di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi manajemen dalam merancang program pelatihan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Hubungan Regulasi Emosi dengan Resiliensi pada Peserta Lari di Clujb Jasdam II Sriwijaya Wijaya, Risko; Hurriyati, Dwi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 8 No. 1 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v8i1.1833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada peserta Club Lari Jasdam II Sriwijaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 119 peserta yang dipilih melalui purposive sampling dari total 200 populasi. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang terdiri dari Skala Resiliensi (53 aitem valid) dan Skala Regulasi Emosi (40 aitem valid), yang telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara regulasi emosi dan resiliensi, dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,994 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 (p<0,05). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,987 mengindikasikan bahwa regulasi emosi memiliki kontribusi sebesar 98,7% terhadap resiliensi. Temuan ini menegaskan bahwa regulasi emosi merupakan faktor kunci yang signifikan dalam membentuk resiliensi peserta, dengan sisa 1,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Workshop Stres Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang Hurriyati, Dwi; Safitri, Adelia; Asmanita, Asmanita; Afriyudi, Afriyudi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1216

Abstract

perusahaan BUMN yang bertanggung jawab untuk menyediakan, mengatur, dan mengurus jasa angkutan kereta api di Indonesia, sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, perusahaan BUMN juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas karena sumber daya manusia memiliki peran penting dan dapat mempengaruhi pertumbuhan perusahaan. Sehingga, sumber daya manusia yang ada harus dikembangkan, dioptimalkan, dan digunakan dengan benar agar dapat memberikan hasil kinerja terbaik bagi suatu perusahaan. metode kegiatan yaitu dengan pelaksanaan workshop. hasil kegiatan Kegiatan workshop stres kerja yang telah diberikan kepada peserta berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan memberikan hasil yang memuaskan bagi para peserta. Hal ini dapat dilihat dari antusias yang diperlihatkan oleh seluruh peserta dalam ketertarikan dan semangat mengikuti kegiatan ini yang dibuktikan oleh keaktifan peserta dalam menyimak materi
Penangan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Selatan Hurriyati, Dwi; Diego Miranda, Muhammad; Laili, Reni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3279

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga yang sebagaimana telah disinggung di atas juga dapat menimbulkan akibat kumulatif yang tidak sederhana, seperti dapat mengurangi kepercayaan diri perempuan, menghambat kemampuan partisipasi perempuan, mengganggu kesehatan perempuan, hingga mengurangi hak otonomi Perempuan seperti hak ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Pada saat yang sama, KDRT juga merupakan masalah yang cukup penting untuk disoroti di negeri ini, mengingat angka KDRT yang dilaporkan menunjukkan peningkatan dari tahun ketahun. metode yang digunakan yaitu dengan Assessment (Penilaian) tentang kondisi psikologis klien yaitu dengan melakukkan wawancara merupakan alat utama dalam mengungkap kasus, selain itu melakukan tindakan observasi untuk mengetahui pola perilaku yang ditunjukkan oleh klien. kesimpulan kekerasan yaitu penggunaan kekuatan fisik atau kekuasaan secara disengaja, ancaman atau tindakan, terhadap seseorang atau sekelompok orang atau masyarakat yang menyebabkan atau kemungkinan besar menyebabkan luka, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan atau perampasan hak.
Debunking the Illusion of Adolescents: Analyzing the Relationship between Personal Fable and Smoking Behavior in Adolescents Shalsabilla, Riski Yanti; Hurriyati, Dwi
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Volume 12, Issue 3, September 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.16905

Abstract

Smoking behavior has become a hot topic of conversation because it is very common, especially among teenagers. Smoking behavior can have negative impacts such as health, social, psychological and economic problems. It can trigger criminal acts for smokers who do not yet have an income such as teenagers. This study aims to reveal the relationship between personal fable and smoking behavior in junior high school male teenagers who smoke. The method in this study uses quantitative correlation with 110 junior high school male teenagers who smoke as research subjects, the research sample was taken using a simple random sampling technique with a 5% error rate, This study uses a measuring instrument from a smoking behavior scale with a total of 49 valid items with a validity value of 0.325 and a reliability value of 0.908 and a personal fable scale with a total of 50 valid items with a validity value of 0.330 and a reliability value of 0.911. The results of this study indicate a significant positive correlation between personal fable and smoking behavior in junior high school male teenagers who smoke at a level of 35%. The practical implication of this study is that personal fable has an effective role in triggering smoking behavior in junior high school-level male adolescents, so adolescents are advised to be smart in making decisions related to behavior and socializing because the influence of the environment and peers also plays a major role in the behaviors that adolescents develop.Perilaku merokok menjadi marak pembicaraan karena sudah sangat lumrah dilakukan terlebih di kalangan remaja. Perilaku merokok dapat memberikan dampak negatif seperti permasalahan kesehatan, sosial, psikologis dan ekonomi. Mampu terpicunya tindakan kriminal bagi pelaku merokok yang belum memiliki penghasilan seperti kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan yang ada dari personal fable dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki setingkat SMP yang merokok. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasi dengan 110 remaja laki-laki setingkat SMP yang merokok sebagai subjek penelitian, sampel peneitian diambil dengan teknik simple random sampling dengan taraf kesalahan 5%, Penelitian ini menggunakan alat ukur dari skala perilaku merokok dengan jumlah 49 aitem valid dengan nilai validitas 0.325 dan nilai reliabilitas 0.908 dan skala personal fable dengan jumlah 50 aitem valid dengan nilai validitas 0.330 dan nilai reliabilitas 0.911. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara personal fable dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki setingkat SMP yang merokok dengan taraf 35%. Implikasi praktis dalam penelitian ini adalah personal fable memiliki peran efektif dalam memunculkan perilaku merokok remaja laki-laki setingkat SMP, sehingga remaja disarankan dapat cerdas dalam mengambil keputusan terkait dengan perilaku dan bersosial karena pengaruh dari lingkungan dan teman sebaya juga berperan besar bagi perilaku-perilaku yang ditimbulkan remaja.
Counseling Methods for Handling Sexual Harassment Cases: Analysis Of Steps In Supporting Victims At DPPPA Palembang Hurriyati, Dwi; Rachmadi, Muhammad Nazrey; Diana, Diana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v5i2.2265

Abstract

Purpose: The purpose of this study is to analyze the factors analyzing the effectiveness of procedures for handling sexual harassment cases, evaluating the supporting and inhibiting factors in the process of handling sexual harassment cases because the victim feels embarrassed and afraid to be shunned because of the sexual harassment that befalls the victim, then afraid of the opposite sex because the victim feels traumatized by what he has experienced, feels afraid to speak because the victim has been threatened by the perpetrator who committed the harassment. Method: The method used is counseling, which is the process of providing assistance carried out by an expert to individuals experiencing a problem with three stages, namely building confidence, providing assistance that leads to solving the problems faced by clients. action stage. Practical Applications: The outcomes of this community service benefit victims of sexual violence and communities with similar experiences. By improving counseling skills, this activity (community service) contributes to community development efforts especially for victims of sexual abuse. Conclusion: This study underscores the importance of appropriate counseling interventions in helping victims like RNA overcome trauma and restore their psychological health, paving the way for further research in this area.
Psychological capital in increasing perceived organizational support in traffic police members Fadilah, Amaliah; Hurriyati, Dwi
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 4 No 2 (2023): Vol. 4 No. 2 December 2023
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v4i2.7079

Abstract

Traffic police are responsible for maintaining order and safety on the roads, which involves a series of tasks that are not always easy to perform. Despite this, members of the traffic police remain loyal in carrying out their crucial duties because of the positive psychological conditions that members have, giving rise to positive perceptions of the traffic police in carrying out their duties. This study is intended to determine the relationship between psychological capital and perceived organizational support in police members in the traffic unit. The method used by researchers is quantitative with a sampling technique, namely simple random sampling. One hundred five traffic police members became participants in this study. Data analysis of the results of this study was carried out using a simple regression test, which showed acceptance of the proposed hypothesis. Based on the results of the data analysis, there is a relationship between psychological capital and perceived organizational support for police officers in the traffic unit. These results can be seen from the contribution value between psychological capital and perceived organizational support, which is 53%. This research confirms the importance of one's positive psychological state to increase perceived organizational support.
The role of work engagement in achieving work-life balance in organic workers Fitri, Risqika Lailati; Hurriyati, Dwi
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol 5 No 1 (2024): Vol. 5 No. 1 June 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v5i1.7097

Abstract

A high workload without being balanced with efforts to balance work life will lead to problems in the world of work. This study aims to determine the relationship between organic workers' work engagement and work-life balance. This research is a correlative quantitative study with the participants being organic workers at PT Pertamina Patra Niaga Regional Southern Sumatra, totaling 146 people. The sampling technique used in this study was simple random sampling. Data collection was done using Work-life Balance and Work Engagement Scales. This study uses simple linear regression test analysis techniques. The results showed a significant relationship between work engagement and work-life balance (r = .476, p < .01). Work engagement's practical contribution to work-life balance is 22.7%, and other factors influence the remaining 77.3%.
Bridging Emotional Intelligence and Problem solving Ability: A Case Study on the Sandwich Generation Ismanto, Dhea; Hurriyati, Dwi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.16912

Abstract

The sandwich generation is recognized as a group with dual responsibilities, namely fulfilling the needs of both children and parents simultaneously. This condition often leads to significant financial and emotional pressures. This study aims to analyze the relationship between emotional intelligence and problem-solving abilities among retail store employees in the sandwich generation in Seberang Ulu, Palembang. The research employs a quantitative correlational method involving 147 respondents selected using purposive sampling techniques. Data were collected using emotional intelligence and problem-solving scales, analyzed through simple regression tests. The results indicate a significant relationship between emotional intelligence and problem-solving abilities, with a correlation coefficient of R = 0.577 (p < 0.01) and an emotional intelligence contribution of 33.3% to problem-solving. These findings suggest that individuals with high emotional intelligence tend to be more effective in addressing problems. The implications of this study highlight the importance of training and interventions to develop emotional intelligence in the workplace, enhancing the problem-solving abilities of the sandwich generation so they can adapt better to the pressures and demands of dual roles. Generasi sandwich dikenal sebagai kelompok yang memiliki tanggung jawab ganda, yaitu memenuhi kebutuhan anak-anak dan orang tua secara bersamaan. Kondisi ini seringkali memunculkan tekanan finansial dan emosional yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dan kemampuan pemecahan masalah pada pegawai toko retail generasi sandwich di Seberang Ulu, Palembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan 147 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala kecerdasan emosional dan problem solving, yang dianalisis menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan problem solving dengan koefisien korelasi R = 0,577 (p < 0,01) dan kontribusi kecerdasan emosional sebesar 33,3% terhadap problem solving. Temuan ini menunjukkan bahwa individu dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih efektif dalam menghadapi masalah. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya pelatihan dan intervensi pengembangan kecerdasan emosional di tempat kerja untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah generasi sandwich, sehingga mereka dapat lebih adaptif dalam mengelola tekanan dan tuntutan peran ganda.
Sosialisasi Membangun Motivasi Kerja Dalam Menciptakan Prestasi Kerja Pada Karyawan PT. Kereta Api Indonesia (PERSERO) Divisi Regional III Palembang Hurriyati, Dwi; Fatimah, Anggun; Ernawati, Yeni
DEDIKASI PKM Vol. 5 No. 3 (2024): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v5i3.40699

Abstract

Karayawan dan organisasi memiliki hubungan yang saling berkontribusi. Suatu organisasi sangat memerlukan karyawan yang memiliki karakter sesuai dengan yang dibutuhkan organisasi tersebut untuk kelangsungan organisasi tersebut. Namun sebaliknya karyawan juga memiliki motivasi tersendiri. yang dilakukan karyawan berupaya meningkatkan produktivitas perusahaan sesuai dengan yang diharapkan, dengan memberikan kinerja yang diharapkan. metode yang digunakan sosialisasi dengan pemberian materi motivasi kepada pegawai. hasil sosialisasi, peserta mengalami peningkatan kinerja, keterampilan serta berwawasan yang luas, serta dapat menjadi pekerja yang mampu efektif dan efensien dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawab pada saat bekerja. Serta menambah dorongan untuk lebih percaya diri dalam melakukan kegiatan yang mampu menciptakan prestasi kerja. Peserta juga mengalami peningkatan adaptasi pada saat kegiatan sosialisasi berlangsung.