Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Education Curiosity

Pengembangan Media Powerpoint Interaktif Pada Pembelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri Mojokrapak 2 Azzahra’, Fatimah; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sebuah media pembelajaran yaitu powerpoint interaktif pada pembelajaran matematika dengan materi keliling dan luas bangun datar. Adapun penelitian ini didasari oleh permasalahan yang terjadi, diantaranya 1) Media pembelajaran untuk materi ini masih kurang 2) Pemahaman yang kurang baik terhadap materi tersebut. Sehingga dikembangkanlah media berikut ini yang didesain sedemikian rupa dengan memadukan gambar, animasi, audio, warna dan materi yang menjadi satu kesatuan sehingga menarik perhatian peserta didik. Penelitian ini dilakukan terhadap 31 peserta didik kelas IV SD Negeri Mojokrapak 2 dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, angket dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini diantaranya, 1) Menghasilkan media pembelajaran powerpoint interaktif 2) Mengetahui tingkat ketertarikan peserta didik terhadap media yang telah dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah RnD (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation Evaluation). Subjek penelitian ini yaitu ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, guru wali kelas IV dan subjek uji coba yaitu peserta didik kelas IV SD Negeri Mojokrapak 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media powerpoint interaktif memiliki tingkat kevalidan yang dibuktikan dari hasil validasi ahli materi 77,5% (baik), hasil validasi ahli bahasa 87,5% (sangat baik), hasil validasi ahli media 89,7% (sangat baik), hasil guru wali kelas IV 92,5% (sangat baik). Hasil uji lapangan menunjukkan tingkat kemenarikan media mencapai 94,8% (sangat menarik). Sehingga hasil yang didapatkan adalah media yang dikembangkan ini memenuhi kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran dengan kriteria sangat baik dan menarik untuk peserta didik kelas IV di SD Negeri Mojokrapak 2.
Peran Program Jam Tambahan Calistung Dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca dan Menghitung Siswa Kelas 1 SDN Bluru Kidul 2 Putri, Dwi Laili Kirana; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran di sekolah, baik guru maupun siswa tentu berharap untuk mencapai hasil yang optimal. Namun, kenyataannya, harapan tersebut tidak selalu tercapai karena masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar mencakup berbagai jenis kendala seperti mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, berpikir, dan berhitung. Hambatan-hambatan dalam proses pembelajaran ini bisa disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Terdapat berbagai jenis kesulitan belajar yang dihadapi. Oleh karena itu, program jam tambahan calistung hadir untuk membantu mengatasi hambatan yang selalu dihadapi oleh guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Fokus utama penelitian ini untuk memberikan deskripsi mendalam tentang peran program jam tambahan Calistung dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun kesulitan belajar yang dialami beberapa siswa Kelas 1 SDN Bluru Kidul 2 yang mengikuti program jam tambahan calistung merupakan hasil pengamatan dan wawancara dengan guru kelas 1, yakni kesulitan dalam mata pelajaran matematika yaitu menghitung, serta kesulitan membaca baik itu huruf, suku kata maupun kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran program Jam Tambahan Calistung dijalankan dengan baik, menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan mendukung. Respons positif dari siswa terhadap program ini, dengan beberapa siswa mencatat peningkatan dalam kemampuan membaca dan menghitung, menegaskan peran penting program tersebut dalam membantu siswa mengatasi kesulitan belajar. Kolaborasi antara fasilitator, siswa, dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang suportif dan inklusif. Dengan demikian, upaya kolaboratif dari semua pihak terlibat menjadi krusial dalam memastikan keberhasilan program tersebut dan memberikan dampak positif bagi perkembangan akademik siswa.
Analisis Faktor-Faktor Rendahnya Kemampuan Literasi Siswa Kelas IV Di SDN Jaddih 4 Amilia, Ratih; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab yang mempengaruhi dalam pengembangan kemampuan literasi di Indonesia, sehingga kedepannya di dapatkan alternatif solusi untuk menentukan kebijakan pengembangan literasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jumlah responden adalah 28 siswa yang terdiri dari 14 laki-laki dan 14 perempuan. faktor penyebab rendahnya kemampuan lilterasi siswa kelas IV SDN Jaddih 4 yaitu terdapat 2 faktor. Faktor Internal: 1. Rendahnya minat baca siswa. 2. Membaca buku atas perintah guru. 3. Kurangnya kesadaran siswa untuk meluangkan waktu membaca. Faktor Eksternal: 1. Lingkungan sekolah yang kurang mendukung. 2. Kurangnya motivasi guru dan orang tua. 3. Tidak adanya mading sekolah. 4. Tidak memiliki sarana membaca selain perpustakaan. 5. Program literasi belum berjalan secara maksimal. 6. Pengaruh penggunaan handphone.
Analisis Kemampuan Literasi Membaca Pemahaman Peserta Didik Kelas 4 SDN Tajungan Andini, Dita Dwi; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi tentunya memiliki peranan yang sangat penting untuk dapat meningkatkan kualitas di dunia pendidikan dan dapat memberikan efek yang sangat luas baik bagi individu maupun kelompok. Sebelum menuju ketahap membaca pemahaman tentunya erta didik harus dapat membaca tanpa adanya hambatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif yang mana teknik pengambilan data dengan observasi dan wawancara. Melalui teknik pengambilan data tersebut. ditemukan bahwasanya peserta didik kelas 5 merupakan kelas yang aktif dan dapat mengikuti intruksi dari guru ketika pembelajaranserta melalui hasil analisis nilai tes AKM yang mana rata-rata nilai peserta didik diatas 70
Analisis Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas 1B SDN Gulbung 1 Maulidina, Nurul; Harsiwi, Nova Estu; Kiptiyah, Mariyatul
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran, kemampuan membaca memiliki peran penting karena dapat meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan seseorang, serta mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan yang akan datang. Dengan demikian, penguasaan keterampilan membaca menjadi sangat penting di semua mata pelajaran, terutama pada tingkat awal pendidikan di sekolah dasar. Mengetahui kesulitan belajar membaca permulaan yang dialami oleh siswa kelas 1B SDN Gulbung 1 merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan merupakan penelitian lapangan. Subyek penelitian adalah 9 siswa kelas 1B yang mengalami kesulitan membaca permulaan serta wali kelas 1B. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Telah ditemukan beberapa jenis kesulitan membaca permulaan dari hasil observasi dan wawancara pada 9 siswa kelas 1B SDN Gulbung 1, yaitu: 1) Belum mampu mengenal huruf, 2) Belum mengenal huruf diftong dan digraf, 3) Sulit membedakan huruf yang hampir sama, 4) Sulit membaca kalimat yang panjang, 5) Sulit mengeja, dan 6) Membaca masih terbata-bata. Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1B SDN Gulbung 1 meliputi: 1) Kurangnya motivasi dari keluarga, 2) Tidak bersekolah di Taman Kanak-Kanak, dan 3) Kurangnya minat membaca siswa.
Penggunaan Media Permainan Edukatif Wordwall Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 5 SDN Kare 02 Roudhotul, Alifia; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan media edukatif Wordwall guna meningkatkan hasil belajar matematika pada bidang materi bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri Kare 02 Madiun pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data diperoleh melalui penggunaan teknik penilaian standar dan protokol observasi sistematis. Analisis data tes menunjukkan bahwa siswa secara konsisten menunjukkan meningkatnya hasil belajar pada kedua siklus, dibandingkan dengan hasil belajar yang terlihat pada tahap pendahuluan. Pelaksanaan kegiatan pada kedua siklus juga berhasil memenuhi kriteria keberhasilan. Bukti observasi lebih lanjut memperlihatkan bahwasanya pemakaian media dinding kata bisa membuat peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, seperti yang terlihat dari pencapaian skor aktivitas yang meningkat. Penelitian menunjukkan bahwa memasukkan media Wordwall ke dalam pengajaran matematika meningkatkan hasil belajar serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika.
Identifikasi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Pecahan Kelas IV Amelia, Nanda; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada siswa dan wali kelas IV UPTD SDN Telang 1, terdapat materi yang sulit dipahami oleh siswa yaitu pecahan. Sehingga siswa kerapkali salah dalam mengerjakan soal pada materi tersebut. Padahal materi pecahan sudah lama dipelajari dan dijelaskan berulang-ulang oleh guru. Maka dari itu, peneliti ingin mengidentifikasi kesalahan siswa dalam mengerjakan soal matematika materi pecahan pada kelas IV. Tujuannya untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan siswa dalam mengerjakan soal pecahan, sehingga dapat menjadi acuan guru dalam mengajar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan wawancara pada siswa. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini peneliti mengidentifikasi tiga kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal matematika materi pecahan. Kesalahan tersebut yaitu kesalahan fakta, konsep, operasi, dan prinsip. Berdasarkan acuan tersebut, maka diperoleh hasil penelitian bahwa tiga kesalahan tersebut yaitu kesalahan fakta, konsep, dan operasi. Kesalahan fakta terjadi karena siswa tidak memahami perbedaan simbol-simbol yang biasa digunakan pada operasi bilangan. Kesalahan konsep terjadi karena siswa tidak memahami betul cara menyelesaikan operasi bilangan pecahan, seperti cara menghitung operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Kesalahan operasi terjadi karena siswa kurang teliti dalam menghitung, seperti salah menjumlahkan atau mengurangkan bilangan.
Dukungan Guru, Teman, dan Lingkungan terhadap Minat Belajar Anak Slow Learner pada Siswa Kelas 1 di SDN 1 KAMAL Anggraeni, Vidiya; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan guru, teman dan lingkungan sekolah dalam minat belajar pada anak slow learner di SDN 1 Kamal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan dua orang guru, observasi kegiatan pembelajaran di sekolah dasar reguler, serta dokumentasi selama proses penelitian. Semua data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan guru, teman dan lingkungan sekolah dalam minat belajar pada siswa slow learner sangat berpengaruh dalam untuk meningkatkan pontensi akademiknya. Pada dukungan dari guru dapat meningkatkan rasa keterhubungan dan kompetensi siswa, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi intrinsik untuk belajar. Selain itu, dukungan dari teman sekelas sangat berguna bagi siswa slow learner karena membuatnya merasa tidak sendirian dan tidak kesulitan saat di sekolah. Pada dukungan lingkungan sekolah dapat bekerja sama dengan warga sekolah yang berkomitmen untuk mendukung anak slow learner dapat meningkatkan minat belajar mereka secara signifikan, memberikan mereka kesempatan lebih besar untuk mencapai potensi penuh dalam pendidikan. Maka dari itu, dukungan yang diberikan oleh guru, teman sebaya, dan lingkungan sekolah secara keseluruhan membantu siswa slow learner mengatasi kesulitan mereka, menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
PICA pada Siswa Tuna Grahita: Studi Kasus di SLB Karya Bakti Surabaya Ermono, Ervina Ayulia Yunitasari; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku memakan benda yang bukan makanan, dikenal sebagai pica, merupakan salah satu isu yang sering dihadapi oleh anak-anak dengan kebutuhan khusus. Di SLB Karya Bakti Surabaya, misalnya, terdapat seorang siswa kelas 4 yang secara rutin memakan pensil warna hingga habis. Kasus ini menunjukkan bahwa pica bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah pendidikan yang kompleks. Tantangan ini memerlukan pendekatan multidisiplin untuk memahami dan mengatasi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh siswa tuna grahita kelas 4 di SLB Karya Bakti Surabaya yang memiliki kebiasaan memakan pensil warna hingga habis. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ini terkait dengan faktor-faktor internal seperti kondisi medis dan gangguan sensorik, serta faktor eksternal seperti kurangnya pemahaman orang tua dan guru tentang kebutuhan khusus siswa. Intervensi melalui pendekatan terapi perilaku dan peningkatan kesadaran di lingkungan sekolah dan rumah disarankan untuk mengatasi masalah ini. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya pengaruh faktor medis & lingkungan dan solusi intervensi yang efektif dalam mengatasi perilaku pica.
Analisis Proses Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita di SLB Negeri Keleyan Kelas V Pratama, Rafi Arya Putra; Harsiwi, Nova Estu
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 3 (2024): April-Juli 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua warga negara berhak mengakses pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus, misalnya siswa penyandang tunagrahita. Anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya. Oleh karena itu, pemerintah mendirikan berbagai sekolah luar biasa untuk memberikan pendidikan yang memadai kepada anak berkebutuhan khusus, hal yang sulit dicapai di sekolah umum. Oleh karena itu peneliti ingin mempelajari proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus khususnya anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2024 di SLB Negeri Keleyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SLB Negeri Keleyan menggunakan kurikulum mandiri dan pembelajaran berdiferensiasi. Strategi pengajaran yang diterapkan guru kelas ketika mengajar anak tunagrahita lebih menitikberatkan pada hubungan praktis antara siswa dan mata pelajaran, karena anak tunagrahita sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep teoritis dan memerlukan pendekatan yang lebih langsung dan tepat sasaran.