Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Siallagan, Renhad Pebfrianto; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana; Hutabarat, Ida M.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat literasi di Kabupaten Lanny Jaya, dengan angka buta aksara mencapai 68,56%, serta tuntutan transformasi pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran bermakna di SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi guru bersertifikat pendidik dengan masa tugas minimal dua tahun, kepala sekolah sebagai pengelola, serta siswa Orang Asli Papua (OAP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik. Guru mampu menguasai materi, mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa, serta menerapkan pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru memahami karakteristik dan cara belajar siswa, serta berupaya mengintegrasikan kurikulum secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keprofesian berkelanjutan telah dilakukan, meskipun masih terbatas oleh fasilitas, akses pelatihan, dan beban administratif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama antar guru. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Implementasi kompetensi profesional guru berdampak positif terhadap pembelajaran bermakna, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru yang kontekstual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi kunci terwujudnya pembelajaran bermakna.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Prayitno, Prayitno; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Lumbantobing, Happy; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8253

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya mengeksplorasi model kepemimpinan di wilayah dengan tantangan ekstrem, di mana keterbatasan infrastruktur berupa status blank spot internet dan ketersediaan listrik tenaga surya yang hanya sebesar 500 watt menuntut resiliensi manajerial agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN Tiomneri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan telaah dokumen Subjek penelitian ini melibatkan delapan informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari satu orang Kepala Sekolah (KS), satu orang Wakil Kepala Sekolah (WK) bidang kurikulum, dan enam orang guru . Analisis data dilakukan dengan model interaktif (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan), sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta didukung member check dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan kepemimpinan pembelajaran melalui lima tanggung jawab utama, yaitu: 1) mendefinisikan dan mengkomunikasikan visi misi sekolah dengan menyelaraskan arah program sekolah, penegasan target kerja, dan penguatan komitmen guru agar pembelajaran tetap berorientasi pada tujuan; 2) mengoordinasikan kurikulum melalui fasilitasi perencanaan perangkat ajar, rapat/kerja kurikulum, koordinasi lintas mata pelajaran, serta dorongan inovasi pembelajaran yang kontekstual; 3) melaksanakan supervisi pembelajaran melalui kunjungan kelas, umpan balik, pendampingan, dan tindak lanjut perbaikan perangkat serta praktik mengajar; 4) memantau kemajuan belajar peserta didik melalui evaluasi hasil belajar, pembahasan capaian, serta program remedial dan pengayaan sebagai dasar perbaikan pembelajaran; dan 5) memelihara iklim belajar positif dengan penguatan disiplin, budaya kolaborasi, komunikasi kerja, serta dukungan pembinaan yang mendorong guru terus berkembang. Faktor pendukung mencakup dukungan komite/orang tua, komitmen guru, forum MGMP sekolah, pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar, dan motivasi peserta didik. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan praktik kepemimpinan pembelajaran pada konteks SMAN Tiomneri sebagai sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN KEAHLIAN LULUSAN PADA SMK YAPIS MIMIKA PROVINSI PAPUA TENGAH Galib, Hariyati; Lumbantobing, Happy; Budiarti, Indah S.; Mataputun, Yulius; Kusdianto, Kusdianto; Irianto, Petrus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan keahlian dan keterampilan lulusan di SMK Yapis Mimika, yang meliputi kompetensi teknis, kesesuaian dengan kebutuhan dunia kerja, keterampilan komunikasi, dan kemampuan kerja sama tim. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, serta dampak dari strategi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yang terdiri atas kepala sekolah, guru produktif, alumni, serta perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilaksanakan secara terencana dan berorientasi pada kebutuhan DUDI melalui pembelajaran berbasis praktik industri, teaching factory, kelas industri, Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta sinkronisasi kurikulum dan uji kompetensi. Strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis siswa sekaligus memastikan kesesuaian lulusan dengan tuntutan dunia kerja. Selain itu, penerapan Project-Based Learning, kegiatan praktik, serta pembinaan karakter mampu mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim siswa.
PENERAPAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SISWA S, Syahril Rizal; Irianto, Petrus; Kurniawan, Diki; Kusdianto, Kusdianto; Tanta, Tanta; Masreng, Robert; Mataputun, Yulius
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10797

Abstract

Complex sociocultural challenges and ethnic heterogeneity in the vocational high school environment in Papua often trigger the emergence of violence between students. This study aims to analyze in depth the implementation of multicultural leadership of the principal to prevent violence at SMKS YPK TIK Serui, Yapen Islands Regency. The focus of the study includes the development of democratic attitudes, internalization of the diversity paradigm, enforcement of anti-discrimination principles, and development of gender sensitivity. The research method used is a mixed method explanatory sequential design through the distribution of questionnaires to fifty student respondents and interviews with nine key informants. Quantitative findings show that multicultural leadership indicators are in the moderate category, with an anti-discrimination score of 66.91%, diversity paradigm 63.20%, gender sensitivity 62.80%, and democratic attitudes 58.60%. The novelty of this study lies in the integration of Papuan local wisdom, namely Three Stones One Furnace, into the school managerial system. Supporting factors include foundation support, while obstacles include the influence of alcohol. As a result, physical violence was successfully reduced by 62.7%, but a new challenge emerged in the form of digital violence, which increased by 67%. The study's conclusions confirm that multicultural leadership based on restorative justice is highly effective in significantly reducing physical aggression. However, educational institutions need to strengthen systemic multicultural digital literacy strategies to address the increasingly complex dynamics of violence in the digital era and to create sustainable school harmony. ABSTRAK Tantangan sosiokultural dan heterogenitas etnis yang kompleks di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan wilayah Papua sering kali memicu munculnya fenomena kekerasan antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural guna mencegah kekerasan di SMKS YPK TIK Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Fokus kajian meliputi pembangunan sikap demokratis, internalisasi paradigma keragaman, penegakan prinsip anti-diskriminasi, serta pengembangan sensitivitas gender. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran desain sekuensial eksplanatori melalui penyebaran angket kepada lima puluh responden siswa dan wawancara sembilan informan kunci. Temuan kuantitatif menunjukkan indikator kepemimpinan multikultural berada pada kategori sedang, dengan skor anti-diskriminasi 66,91%, paradigma keragaman 63,20%, sensitivitas gender 62,80%, serta sikap demokratis 58,60%. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Papua yakni Tiga Batu Satu Tungku ke dalam sistem manajerial sekolah. Faktor pendukung melibatkan dukungan yayasan, sementara hambatan mencakup pengaruh minuman keras. Dampaknya, kekerasan fisik berhasil ditekan hingga tingkat 62,7%, namun muncul tantangan baru berupa kekerasan digital sebesar 67%. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan multikultural berbasis keadilan restoratif sangat efektif dalam mereduksi agresi fisik secara signifikan, akan tetapi institusi pendidikan memerlukan penguatan strategi literasi digital multikultural yang sistemik untuk menghadapi dinamika kekerasan di era digital yang semakin kompleks demi terciptanya harmonisasi sekolah secara berkesinambungan.    
Systematic Review: Local Wisdom in Interactive E-Modules for Primary Education Haryanto, Nathania Janani; Marmoah, Sri; Kusdianto, Kusdianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109850

Abstract

The integration of local wisdom into interactive e-modules has emerged as an important strategy to provide contextual and meaningful learning in primary education. This study aims to examine its application in module development and use through a Systematic Literature Review (SLR) of relevant studies. Findings reveal that such e-modules are mainly implemented in science and social studies, embedding students’ real-life environments and cultural values to enhance motivation, cultural identity, conceptual understanding, and active engagement, while also contributing to character building. These results highlight the potential of local wisdom-based e-modules to support culturally responsive and student-centered learning. However, the review is limited by the scarcity of long-term studies evaluating their sustained effectiveness.
Sustaining The Culture of Excellence: A Systematic Review of High-Performance School Grants Utilization in Maintaining Educational Achievements Rustiana, Dhinar Sri; Subiyantoro, Slamet; Kusdianto, Kusdianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.117909

Abstract

In recent years, education policies globally have shifted towards performance-based funding (PBF) schemes, rewarding high-performing schools with additional grants to sustain their quality. In Indonesia, this is manifested through the BOS Kinerja Prestasi. However, limited research synthesizes how these rewards are strategically utilized to maintain a culture of excellence rather than merely funding short-term activities. This study aims to systematically review global literature on the utilization of achievement-based school grants and identify managerial strategies that effectively sustain educational achievements. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA protocol. Data were sourced from Scopus, ERIC, and Google Scholar (2020–2025) using keywords: "performance-based funding," "school reward grants," "sustaining school improvement," and "high-performing school culture". Twenty articles meeting the inclusion criteria were analyzed. The synthesis reveals three dominant themes in effective grant utilization: (1) Investment in sustainable human capital development through teacher training, (2) Strengthening the school ecosystem and climate to foster student engagement, and (3) Digital transformation for talent management. Schools that allocate grants for long-term capacity building show higher sustainability in achievement compared to those spending on consumable resources. It is concluded that financial rewards act as a catalyst, but managerial prudence in allocation determines the sustainability of excellence.
Pengembangan Bahan Ajar IPA Pada Materi Perpindahan Kalor Terintegrasi Kearifan Lokal Bakar Batu Papua Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V SD Irman, Muhamad; Budiarti, Indah Slamet; Kusdianto, Kusdianto
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 3 (2023): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v11i3.82417

Abstract

Bahan ajar yang efektif adalah bahan ajar yang relevan dengan alam sekitar dan pendekatan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk bahan ajar IPA yang terintegrasi dengan kearifan bakar batu Papua, menganalisis kelayakan produk, dan menganalisis peningkatan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini yaitu R&D dengan metode Borg and Gall. Jumlah sampel 30 peserta kelas V.A dan V.C. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan tes. Instrumen yang digunakan yaitu intrumen wawancara, lembar validasi ahli media, materi dan bahasa, kuesioner, dan tes pretest-posttest. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi ahli materi, dan ahli bahasa, dan validasi guru kategori sangat valid. Respon peserta didik pada uji kelas terbatas diperoleh kategori sangat valid, serta diperoleh peningkatan nilai. Penelitian ini menunjukkan bahan ajar IPA terintegrasi kearifan lokal bakar batu Papua layak digunakan dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.