Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Proteksi Radiasi Pada Mahasiswa Saat Praktik Di Laboratorium Radiologi Stikes Maluku Husada: Analysis of Determinant Factors Related to Radiation Protection Among Students During Radiology Laboratory Practicum Stikes Maluku Husada Jarna Suneth; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Rifai
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1611

Abstract

Latar Belakang: Dalam dunia medis, radiasi berperan penting sebagai alat diagnostik yang revolusioner. Penggunaan radiasi pengion seperti Sinar-X, Computed Tomography (CT), dan Positron Emission Tomography (PET) scan memungkinkan dokter untuk melihat struktur internal tubuh manusia tanpa melakukan tindakan pembedahan invasif. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor determinan yang berhubungan dengan perilaku proteksi radiasi pada mahasiswa saat praktik di Laboratorium Radiologi STIKes Maluku Husada. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross‑sectional. Populasi 101 Mahasiswa, Sampel 81 Mahasiswa. Data dikumpulakan melalui koesioner dan observasi. Hasil: Hasil analisis antara pengetahuan Kurang Baik dengan perilaku proteksi radiasi yaitu Kurang Baik sebanyak 38 respoden (65.5%), Pengetahuan Baik dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 2 responden (8.7) dan perilaku proteksi baik 21 responden (91.3%). Hasil analisis antara Sikap negatif dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik 28 respoden (80,0%), dan Baik 7 respoden (20.0%). Sikap Positif dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 12 responden (26.1%) dan baik 34 responden (73.9%). Hasil analisis antara ketersediaan alat tidak tersedia dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik sebanyak 30 respoden (88.2%), dan Baik 4 respoden (11.8%), Ketersediaan alat tersedia dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 10 responden (21.3%) dan baik 37 responden (78.7%). Hasil analisis antara kedisiplinan yang tidak disiplin dengan perilaku proteksi radiasi Kurang Baik 30 respoden (75.0%), dan Baik sebanyak 10 respoden (25.0%), Kedisplinan yang disiplin dengan perilaku proteksi radiasi kurang baik 10 responden (24.4%) dan baik 31 responden (75.6%). Berdasarkan Hasil analisis uji chi square di peroleh nilai p = 0.000 (< 0.005%) maka secara stastistika ketersediaan alat, Pengetahuan, sikap dan kedisiplinan dengan perilaku proteksi radiasi berhubungan secara signifikan Kesimpulan: hasil penelitian terdapat Hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan alat dan kedisiplinanan dengan perilaku proteksi radiasi pada mahasiswa saat praktik di laboratorium.
Efektivitas Media Leaflet Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Siswi Sma Negeri 1 Kabupaten Halmahera Tengah: The Effectiveness of Leaflets in Improving Knowledge and Attitudes Regarding Reproductive Health Among Female Students at SMA Negeri 1, Central Halmahera Regency Sukri Hi Samsudin; Muh. Ilyas Nur; Sukirno Kasau
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1613

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja memerlukan pendidikan kesehatan yang mudah diakses dan sesuai karakteristik usia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi pada siswi SMA Negeri 1 Halmahera Tengah. Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest dan dilaksanakan pada Juni-Juli 2026. Seluruh siswi kelas X sebanyak 90 orang dijadikan sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data berpasangan tidak berdistribusi normal. Sebelum intervensi, 77 siswi (85,6%) memiliki pengetahuan baik dan 13 (14,4%) memiliki pengetahuan kurang; sesudah intervensi, pengetahuan baik meningkat menjadi 87 siswi (96,7%) dan pengetahuan kurang menurun menjadi 3 (3,3%). Sikap positif meningkat dari 82 siswi (91,1%) menjadi 88 siswi (97,8%). Uji Wilcoxon pada pengetahuan menunjukkan 56 positive ranks, 5 negative ranks, dan 29 ties dengan p<0,001. Pada sikap terdapat 22 positive ranks, 1 negative rank, dan 67 ties dengan p<0,001. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan menggunakan leaflet. Leaflet dapat digunakan sebagai media edukasi kesehatan reproduksi di sekolah dan sebaiknya dipadukan dengan diskusi interaktif serta penguatan berkala.
Analisis Penerapan Higiene Sanitasi Pangan Pada SPPG Darul Mujaddin Di Kabupaten Halmahera Tengah Dalam Mendukung Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis: Analysis of Food Hygiene and Sanitation Implementation at SPPG Darul Mujaddin, Central Halmahera Regency, in Support of Food Safety for the Free Nutritious Meal Program Rifayanti Kusuma Wardani; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi S
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1615

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan penerapan higiene sanitasi pangan yang konsisten untuk melindungi penerima manfaat dari risiko penyakit bawaan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan higiene sanitasi pangan, kepatuhan terhadap prosedur dan regulasi, serta hambatan pengelolaan pangan pada SPPG Darul Mujaddin Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif pada tahun 2026. Enam informan dipilih secara purposif, terdiri atas satu informan kunci, empat informan utama, dan satu informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan content analysis. Hasil menunjukkan higiene sanitasi telah diterapkan sejak penerimaan dan penyimpanan bahan hingga pengolahan, pengemasan, dan distribusi. Higiene personal, pemisahan bahan mentah dan matang, sanitasi peralatan, serta monitoring suhu telah dilakukan, tetapi konsistensi praktik dan dokumentasinya belum optimal. Kepatuhan prosedural relatif baik karena SOP tersedia dan disosialisasikan, APD digunakan, serta pengawasan internal dan eksternal berjalan. Kelemahan masih terdapat pada pencatatan suhu, kartu stok, buku sanitasi, konsistensi perilaku tanpa pengawasan langsung, penyelesaian IPAL, dan verifikasi status sertifikat laik higiene sanitasi. Hambatan dominan berada pada dokumentasi administratif dan infrastruktur sanitasi, sedangkan faktor geografis lebih merupakan potensi risiko rantai pasok. Penguatan monitoring, dokumentasi, pelatihan berkala, penyelesaian sarana, dan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menjamin keamanan pangan Program MBG secara berkelanjutan.
Faktor Terkait Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kolono: Factors Associated with Health Service Utilization at Kolono Puskesmas Ulfa Nur Arsy; Muh. Ilyas Nur; Healthy Hidayanti
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1627

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan layanan kesehatan primer di beberapa daerah masih belum optimal. Tujuan: Mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pasien JKN rawat jalan di Puskesmas Kolono. Metode: Penelitian analitik dengan desain potong lintang (26 Juli–15 Agustus 2025) pada 60 responden dewasa yang dipilih secara purposive dan telah menggunakan layanan setidaknya sekali dalam tiga bulan terakhir. Variabel independen meliputi pengetahuan, sikap, motivasi, dan akses informasi kesehatan; variabel dependen adalah pemanfaatan layanan (baik vs kurang). Analisis menggunakan uji Chi-square pada α=0,05. Hasil: Pemanfaatan baik sebesar 55,0% dan kurang 45,0%. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p=0,020), sikap (p=0,002), motivasi (p=0,001), serta akses informasi (p=0,007) dengan pemanfaatan layanan. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, motivasi, dan akses informasi berhubungan signifikan dengan pemanfaatan layanan di Puskesmas Kolono. Program intervensi perlu menitikberatkan literasi kesehatan, pembentukan sikap positif, penguatan motivasi, dan penyebaran informasi yang terarah.
Analisis Kesenjangan Kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) Dalam Pelaksanaan Program Kesehatan Di Puskesmas Ampana Barat Kabupaten Tojo Una Una: Gap Analysis of the Primary Service Integration (ILP) Policy in the Implementation of Health Programs at the West Ampana Community Health Center (Puskesmas), Tojo Una-Una Regency Asriani Asriani; Muh. Ilyas Nur; Diana Mirja Togubu; Sitti Nurfaizah; Rahmawati Rahmawati
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1630

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer yang bertujuan mengintegrasikan pelayanan berdasarkan siklus hidup. Dalam pelaksanaannya di Puskesmas Ampana Barat masih ditemukan kesenjangan antara kebijakan dan kondisi di lapangan, terutama terkait sumber daya, komunikasi dan koordinasi, serta dukungan sistem organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan implementasi kebijakan ILP dalam pelaksanaan program kesehatan berdasarkan aspek ketersediaan sumber daya, komunikasi dan koordinasi, disposisi, serta struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data yang digunakan bersifat induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan paling dominan terdapat pada ketersediaan sumber daya. Komunikasi dan koordinasi antarklaster cukup baik, tetapi sosialisasi kepada staf dan masyarakat belum merata serta integrasi sistem informasi belum optimal. Pada aspek disposisi, tidak ditemukan kesenjangan berarti karena pimpinan dan tenaga kesehatan mendukung dan berkomitmen terhadap penerapan ILP. Struktur birokrasi telah tersedia, namun masih terdapat kendala dalam pendokumentasian SOP dan integrasi aplikasi pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa implementasi ILP di Puskesmas Ampana Barat telah berjalan dan meningkatkan koordinasi serta kemudahan pelayanan, tetapi belum sepenuhnya sesuai kebijakan. Kesenjangan terutama disebabkan keterbatasan sumber daya, komunikasi dan sistem informasi yang belum optimal, serta kendala administratif. Disposisi pelaksana menjadi faktor pendukung dalam penerapan ILP.
Analisis Perencanaan, Pengadaan, Dan Pendistribusian Sumber Daya Manusia Kesehatan Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai: Analysis of the Planning, Procurement, and Distribution of Health Human Resources at the Sinjai Regency Health Office Andi Rasmah; Muh. Ilyas Nur; Sukirno Kasau
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) menentukan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyediakan layanan yang bermutu dan merata. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pengadaan, dan pendistribusian SDMK, mengidentifikasi kendala pelaksanaannya, serta mengkaji upaya perbaikan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sebanyak 13 informan dipilih secara purposif, terdiri atas dua informan kunci, enam informan utama, dan lima informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, pengodean, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan temuan diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan SDMK telah dilakukan setiap tahun secara berjenjang dari fasilitas pelayanan kesehatan ke Dinas Kesehatan dengan memanfaatkan Analisis Beban Kerja dan dokumen Rencana Kebutuhan. Namun, realisasi pengadaan melalui ASN, PPPK, dan penugasan khusus belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan karena keterbatasan formasi, kemampuan fiskal, dan ketergantungan pada kebijakan pemerintah. Pendistribusian telah mempertimbangkan kebutuhan pelayanan, kompetensi, beban kerja, dan kondisi geografis, tetapi pemerataan belum tercapai; beberapa fasilitas masih kekurangan profesi tertentu dan menerapkan tugas rangkap. Upaya yang dilakukan meliputi pembaruan data, koordinasi lintas sektor, redistribusi, optimalisasi tenaga yang tersedia, serta pelatihan. Temuan ini bermanfaat sebagai dasar penguatan kebijakan ketenagaan kesehatan daerah. Disimpulkan bahwa pengelolaan SDMK telah berjalan sesuai tahapan, tetapi efektivitasnya memerlukan integrasi perencanaan berbasis data dengan dukungan formasi, anggaran, dan kebijakan distribusi yang lebih responsif terhadap kebutuhan wilayah.
Analisis Pengaruh Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Dan Sarana Prasarana Terhadap Implementasi Pengelolaan Limbah Medis Padat Di UPTD Puskesmas Andeo Kabupaten Konawe Utara: Analysis of the Influence of Knowledge, Attitudes, Practices, and Facilities on the Implementation of Solid Medical Waste Management at the Andeo Community Health Center, North Konawe Regency Misnayati Misnayati; Muhammad Rifai; Muh. Ilyas Nur
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1644

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat penting untuk mencegah penularan infeksi, pencemaran lingkungan, dan pajanan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan pengetahuan, sikap, perilaku, serta sarana dan prasarana terhadap implementasi pengelolaan limbah medis padat di UPTD Puskesmas Andeo Kabupaten Konawe Utara. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang dilaksanakan pada Mei–Juni 2026 dan melibatkan seluruh 31 tenaga kesehatan melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat serta regresi linier berganda. Hasil multivariat menunjukkan pengetahuan (β=0,253; p=0,037), sikap (β=0,318; p=0,006), serta sarana dan prasarana (β=0,503; p<0,001) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan perilaku tidak signifikan setelah dikontrol bersama (β=0,084; p=0,487). Model signifikan (F=23,545; p<0,001) dan mampu menjelaskan 78,4% variasi pengelolaan limbah medis (R²=0,784). Sarana dan prasarana merupakan faktor paling dominan. Pemenuhan fasilitas, peningkatan kompetensi berkelanjutan, dan penguatan penerapan prosedur operasional standar perlu menjadi prioritas.
Analisis Determinan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Messa Kabupaten Halmahera Tengah: Analysis of Household Environmental Sanitation Determinants of Stunting Among Children Under Five in the Working Area of ​​Messa Community Health Center, Central Halmahera Regency Chalid Abd Halek; Muh. Ilyas Nur; Muhammad Khadafi S
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1648

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita yang berkaitan erat dengan kecukupan gizi, penyakit infeksi, dan sanitasi lingkungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan akses air bersih, kepemilikan jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, dan kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Messa Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional dengan 77 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi sanitasi rumah tangga, dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil univariat menunjukkan 12 balita (15,6%) mengalami stunting dan 65 balita (84,4%) tidak stunting; 87,0% rumah tangga memiliki akses air bersih baik, 81,8% memiliki jamban layak, 76,6% mengelola sampah dengan baik, dan 76,6% memiliki kondisi SPAL baik. Analisis bivariat menunjukkan akses air bersih, kepemilikan jamban, pengelolaan sampah, dan kondisi SPAL masing-masing berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,000). Proporsi stunting lebih tinggi pada akses air bersih kurang baik (80,0%), jamban kurang layak (57,1%), pengelolaan sampah kurang baik (50,0%), dan SPAL kurang baik (55,6%). Sanitasi lingkungan rumah tangga merupakan komponen penting dalam pencegahan stunting sehingga perbaikan air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan SPAL perlu diintegrasikan dengan intervensi gizi dan kesehatan balita.