Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Dan Uji Aktivitas Antiradikal Bebas Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) Menggunakan Metode DPPH Murniyati Murniyati; Windah Anugrah Subaidah; Agus Dwi Ananto
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5491

Abstract

ABSTRAKEkstrak daun bidara memiliki IC50 sebesar 4,9379 ppm dan daun bidara mengandung senyawa fenolik sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan alami penangkal radikal bebas serta memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai kosmetik salah satunya adalah sediaan gel. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi sediaan gel ekstrak etanol daun bidara dan menguji aktivitas antiradikal bebas menggunakan metode DPPH. Daun bidara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Gel dibuat dengan konsentrasi ekstrak 4%, 5% dan 6%, selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun bidara dapat diformulasikan menjadi sediaan gel antioksidan dengan variasi konsentrasi ekstrak 4%, 5% dan 6%, dimana sediaannya memenuhi persyaratan sifat fisik yang baik. Gel ekstrak etanol daun bidara memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda-beda berdasarkan variasi konsentrasi ekstrak. Peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan perbedaan kemampuan pelepasan zat aktif yang ditunjukkan dengan nilai IC50 yang berbeda untuk sediaan 4%, 5% dan 6% yaitu masing-masing sebesar 1679,874 ppm, 1203,636 ppm dan 998,736 ppm. Berdasarkan nilai IC50, intensitas aktivitas penghambatan radikal bebas pada sediaan gel ekstrak etanol daun bidara tergolong lemah Kata kunci: Aktivitas Antiradikal Bebas; Daun Bidara; Gel; DPPH. ABSTRACTBidara leaf extract has an IC50 of 4.9379 ppm and bidara leaves contain phenolic compounds so that they can be used as natural antioxidants to ward off free radicals and have the potential to be developed as a cosmetic, one of which is a gel preparation. The purpose of this study was to formulate a gel preparation of bidara leaf ethanol extract and to test its anti-free radical activity using the DPPH method. Bidara leaves were extracted using maceration method with 70% ethanol as solvent. Gels were made with extract concentrations of 4%, 5% and 6%, then evaluated for physical properties including organoleptic, homogeneity, pH test, spreadability test, and adhesion test. Antioxidant activity was tested by DPPH method. The results show that the ethanol extract of bidara leaves can be formulated into an antioxidant gel preparation with variations in extract concentrations of 4%, 5% and 6%, where the preparation meets the requirements of good physical properties. The ethanol extract gel of bidara leaves has different antioxidant activities based on variations in the concentration of the extract. Increasing the concentration of the extract caused differences in the ability to release the active substance as indicated by different IC50 values for 4%, 5% and 6% preparations, which were 1679,874 ppm, 1203,636 ppm and 998,636 ppm, respectively. Based on the IC50 value, the intensity of free radical inhibitory activity in the ethanol extract gel preparation of bidara leaves is classified as weak. Keyword: Free Antiradical Activity; Bidara Leaf; Gel; DPPH.
Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Kacang Panjang (Vigna unguiculata) dengan Metode Spektrofotometri UV-Visible Lalu Aang Robby Dewantara; Agus Dwi Ananto; Yayuk Andayani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 1 (2021): JANUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i1.3759

Abstract

ABSTRAKKacang panjang (Vigna unguiculata) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan karena mengandung metabolit sekunder hampir di seluruh bagian tanamannya, seperti pada daging buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar fenolik total ekstrak etanol dan ekstrak air daging buah kacang panjang dengan metode spektrofotometri UV-Visible. Sampel daging buah kacang panjang dimaserasi menggunakan dua pelarut berbeda, yaitu pelarut etanol 96% dan pelarut air. Analisis kadar fenolik total dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Visible. Kadar fenolik total dinyatakan dalam gallic acid equivalent (GAE). Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar fenolik total ekstrak etanol kacang panjang sebesar 40,4173 ± 4.2303 mg GAE/g dan kadar fenolik total ekstrak air kacang panjang sebesar 60.6062 ± 2,8533 mg GAE/g. Ekstrak etanol dan ekstrak air dari daging buah kacang panjang berpotensi sebagai antioksidan dilihat dari parameter kadar fenolik totalnya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kadar fenolik total ekstrak air lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol daging buah kacang panjang. Kata kunci : Kacang panjang (Vigna unguiculata); Spektrofotometri UV-Visible; Kadar fenolik total.ABSTRACTCowpea (Vigna unguiculata) is one of the vegetables that have antioxidant potential due to it contains some secondary metabolites that scattered on every part of the Cowpea, such as the pod coat. The aimed of this study was to determine total phenolic content of Cowpea pod coat ethanolic extract and aqueous extract using UV-Vis spectrophotometry method. Cowpea pod coats were macerated using two different solvents, ethanol 96%, and aqueous.  Total phenolic content was showed as gallic acid equivalent (GAE). The analysis results showed that total phenolic content of ethanol extract of cowpea was 40,41732 ± 4.2303 mg GAE/g and total phenolic content of aqueous extract of cowpea was 60.6062 ± 2,8533 mg GAE/g. The ethanolic extract and aqueous extract of cowpea pod coat have antioxidant potential in terms of total phenolic content parameter. Based on the research, the total phenolic content of cowpea pod aqueous extract higher than cowpea pod coat ethanolic extract.Keywords : Cowpea (Vigna unguiculata); Spectrophotometric UV-Visible; Total phenolic content.
Pembuatan Paper Kit Test Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Untuk Identifikasi Formalin Pada Makanan Ni Made Detia Suryadnyani; Agus Dwi Ananto; Rizqa Fersiyana Deccati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5494

Abstract

ABSTRAKTemuan makanan berformalin di Indonesia khususnya provinsi NTB masih dijumpai. Analisa makanan berformalin membutuhkan biaya yang mahal sehingga tidak terjangkau untuk semua kalangan. Ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) berpotensi sebagai indikator formalin pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat paper kit test ekstrak etanol bunga telang untuk identifikasi formalin pada makanan. Teknik pembuatan paper kit test adalah dengan immobilisasi reagen dengan cara merendam paper kit test ke suatu reagen. Ekstrak etanol bunga telang dan dalam bentuk paper kit test dilakukan uji pada dua kelompok kontrol yaitu kontrol positif (sampel makanan berformalin) dan kelompok negatif (sampel makanan tanpa formalin). Hasil pengujian paper kit test dibandingkan dengan test kit formalin pasaran untuk melihat perbedaan hasil uji.  Interpetasi hasil dilihat berdasarkan perubahan warna pada ekstrak maupun paper kit test. Hasil positif ditunjukkan dengan perubahan warna dari biru gelap menjadi biru cerah. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan yaitu ekstrak etanol bunga telang mampu mendeteksi kandungan formalin pada makanan, sedangkan dalam bentuk paper kit test belum mampu mendeteksi karena belum berhasil dibuat. Paper kit test belum dapat dibuat karena tidak terabsorbsinya antosianin pada Whattman.Kata kunci: Formalin; Ekstrak bunga telang; Paper kit test.ABSTRACTFormalin’s foods in Indonesia, especially in the province of NTB are still found. Analysis of formalin’s food is expensive so it’s not affordable for all people. Ethanol extract of butterfly pea (Clitoria ternatea L.) has potential as an indicator of formalin in food. The purpose of this research is to make paper kit test of butterfly pea ethanol extract to detect formalin in food. The technique of making a paper kit test is reagent immobilization by immersing paper into reagent. Extract and paper kit test were tested on two control groups, positive (food contains formalin) and the negative (food without formalin). The results of the paper kit test was compared with the formalin test kit on the market to see the difference in test results. The interpretation of the results was seen based on the color changes on instruments. A positive result is indicate by a color change from dark blue to bright blue. In this study, it can be concluded that the ethanol extract is able to detect the formalin in food, while the paper kit test hasn’t been able because it hasn’t been successfully made. Paper kit test hasn’t been successfully made because anthocyanin couldn’t absorbs in Whattman.Keyword: Formalin; ethanol extract of butterfly pea; paper kit test.
WORKSHOP PELATIHAN KIMIA KOMPUTASI BAGI GURU DAN MAHASISWA DI MATARAM agus dwi ananto
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v4i2.1084

Abstract

Kegiatan Telah dilaksanakan workshop penggunaan media berbantuan komputer bagi guru dan siswa serta mahasiswa terkait sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pembelajaran ilmu kimia di SMKN 3 Mataram. Workshop tersebut dilakukan sebagai upaya melakukan inovasi dalam proses pembelajaran guna pemahaman kimia lebih lanjut. Proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer dirasa mampu menjawab tantangan susahnya mempelajari kimia baik ditingkat sekolah maupun universitas. Kimia komputasi adalah salah satu cabang ilmu kimia yang menggunakan komputer sebagai perantaranya. Pemahaman sasaran kegiatan tentang struktur molekul suatu senyawa diharapkan menjadi lebih meningkat setelah mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini tidak hanya sekedar memberikan pemahaman saja bagi sasaran kegiatan, akan tetapi juga sasaran kegiatan memporoleh skill dalam penggunaan salah satu program kimia komputasi melalui kegiatan pelatihan yang disampaikan oleh pakar yang ahli dibidang kimia komputasi
Variasi Metode Ekstraksi dan Penetapan Nilai SPF Ekstrak Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) Yuyun Ramdani; Agus Dwi Ananto; Wahida Hajrin
Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo Vol 9 No 1 (2021): Acta Pharmaciae Indonesia : Acta Pharm Indo
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.api.2021.9.1.4001

Abstract

Rumput laut merah (Eucheuma cottonii) memiliki kemampuan tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang ditunjukkan oleh nilai SPF (Sun Protective Factor). Kandungan senyawa rumput laut merah dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode ekstraksi yang optimal agar diperoleh nilai SPF paling tinggi yang digunakan sebagai bahan aktif sediaan lotion serta melakukan evaluasi sifat fisik sediaan lotion. Metode ekstraksi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu maserasi, soxhletasi, dan sonikasi. Penentuan nilai SPF dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Data diolah secara kuantitatif dengan analisis statistik SPSS dan hasil evaluasi sediaan lotion dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh rendemen ekstrak maserasi, soxhletasi dan sonikasi secara berturut-turut yaitu 41,96%, 17,11%, dan 33,26%. Hasil nilai SPF ekstrak maserasi, soxhletasi, dan sonikasi dengan konsentrasi 20.000 ppm secara berturut-turut yaitu 31,147; 16,817; dan 17,908. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan nilai SPF ekstrak maserasi berbeda signifikan dengan nilai SPF ekstrak sonikasi dan soxhletasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode ekstraksi mempengaruhi aktivitas tabir surya rumput laut merah. Hasil sifat fisik dari sediaan lotion yaitu berwarna putih keabuan, aroma lilin dengan sedikit aroma khas rumput laut, pH 6,67, daya sebar 5,16, daya lekat 1,06 detik serta sediaan yang homogen. Hasil SPF sediaan lotion diperoleh 6,010 dengan tipe proteksi ekstra.
Pelatihan Kimia Komputasi untuk Guru dan Mahasiswa di SMKN 3 Mataram Agus Dwi Ananto; Handa Muliasari; Agus Saputra
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 2 No. 2 (2020): Maret
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.451 KB)

Abstract

Pelatihan penggunaan media berbantuan komputer bagi guru dan siswa serta mahasiswa sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pembelajaran ilmu kimia di SMKN 3 Mataram telah berhasil diselenggarakan. Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan sebagai penerapan inovasi dalam proses pembelajaran guna pemahaman kimia lebih lanjut. Proses pembelajaran dengan menggunakan media komputer mampu menjawab tantangan kesulitan siswa dan mahasiswa dalam mempelajari kimia baik ditingkat sekolah maupun universitas. Pelatihan ini dilaksanakan menggunakan metode demonstrasi dan simulasi yang diikuti dengan sasaran kegiatan melakukan pembuatan struktur dan melihat bentuk geometri struktur molekul tersebut. Pemahaman sasaran kegiatan tentang struktur molekul suatu senyawa meningkat setelah mengikuti kegiatan ini. Hal ini terbukti dengan 90% sasaran kegiatan berhasil menjawab post test yang diberikan diakhir acara.
ANALISIS KANDUNGAN HIDROKUINON DAN MERKURI DALAM KRIM KECANTIKAN YANG BEREDAR DI KECAMATAN ALAS Diantama Hiraswari Rahmadari; Agus Dwi Ananto; Yohanes Juliantoni
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 3 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v3i1.3279

Abstract

Hidrokuinon dan merkuri merupakan bahan yang sering ditambahkan dalam krim kecantikan dengan tujuan untuk memutihkan kulit. Mekanisme hidrokuinon dan merkuri dalam memutihkan kulit pada prinsipnya yaitu dengan menghambat produksi melanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidrokuinon dan merkuri serta menentukan kadar hidrokuinon yang terkandung dalam krim kecantikan yang beredar di Kecamatan Alas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dimana sebanyak 10 sampel krim kecantikan yang beredar dikecamatan Alas diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Identifikasi hidrokuinon dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan pereaksi FeCl3, sedangkan identifikasi merkuri menggunakan pereaksi KI. Penentuan kadar hidrokuinon dalam sampel dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan perhitungan parameter validasi, diperoleh persamaan y = 0,0308x + 0,1262, nilai linearitas dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9912, LOD sebesar 0,2925 ppm, LOQ sebesar 0,9749 ppm dan presisi dengan nilai RSD sebesar 0,3884%. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, sebanyak 8 sampel krim kecantikan positif mengandung hidrokuinon dengan kadar sampel A sebesar 2,7108%; sampel C 1,8530%; sampel D 2,3843%; sampel E 2,9227%; sampel F 2,7166%; sampel G 1,5161%; sampel I 4,0043%; sampel J 2,3793%. Uji kualitatif merkuri menggunakan pereaksi KI menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampel krim positif mengandung merkuri.
ANALISIS KANDUNGAN HIDROKUINON DALAM KRIM PEMUTIH YANG BEREDAR DI BEBERAPA PASAR KOTA MATARAM DENGAN SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL Syarah Megianti Fahira; Agus Dwi Ananto; Wahida Hajrin
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 3 No. 1 (2021): Januari - Juni 2021
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v3i1.3299

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa turunan benzena yang dapat menghambat produksi melanin sehingga mengurangi pigmentasi pada kulit dan mengatasi hiperpigmentasi serta digunakan sebagai pewarna kuku dan rambut. Namun penggunaan senyawa ini pada kulit dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi, vitiligo, okrosisis endogen, kulit menghitam secara permanen bahkan kanker kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menentukan kadar hidrokuinon dalam krim pemutih yang beredar di Kota Mataram menggunakan spektrofotometri ultraviolet-visibel. Metode yang digunakan pada penelitian ini secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3, sedangkan secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri ultraviolet-visible. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 10 sampel terdapat 8 sampel yang positif mengandung hidrokuinon dengan kadar yaitu sampel B 3,438%, sampel C 3,130%, sampel D 3,594%, sampel E 4,156%, sampel F 4,096%, sampel H 4,292%, sampel I 4,086%, sampel J 4,184%. Nilai presisi yang diperoleh sebesar 0,91%, nilai koefisien korelasi (r2) sebesar 0,998, nilai LOD 0,328 ppm dan nilai LOQ sebesar 1,095 ppm. Dapat disimpulkan bahwa kadar hidrokuinon 8 sampel krim pemutih tidak memenuhi persyaratan yang diperbolehkan BPOM yaitu sebesar 0%.
Desain Senyawa Turunan Meisoindigo Baru Sebagai Anti Kanker Payudara Agus Dwi Ananto; Handa Muliasari; Saprizal Handisaputra
Majalah Farmaseutik Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.758 KB) | DOI: 10.22146/farmaseutik.v16i1.43072

Abstract

Senyawa turunan meisoindigo merupakan senyawa yang diharapkan mampu berikatan dengan enzim Cyclin Dependent Kinase 4 (CDK4) yang berperan dalam siklus sel sehingga mencegah pembelahan sel. Desain model senyawa turunan meisoindigo menggunakan metoda semiempiris secara insilico telah berhasil dibuat. Desain model senyawa terbaik turunan meisoindigo sebagai antikanker payudara tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui model terbaik berdasarkan hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas seyawa turunan meisoindigo. Hasil permodelan tersebut akan digunakan untuk desain senyawa baru turunan meisoindigo. Metode yang digunakan untuk penentuan model terbaik senyawa turunan meisoindigo menggunakan metoda semiempirik AM1. Pemilihan model matematika terbaik dilakukan dengan analisis statistik regresi multilinear terhadap data-data perhitungan yang diperoleh.
The Study of Potential Antiviral Compounds from Indonesian Medicinal Plants as Anti-COVID-19 with Molecular Docking Approach Baiq Ressa Puspita Rizma; Agus Dwi Ananto; Anggit Listyacahyani Sunarwidhi
Journal of Molecular Docking Vol 1 No 1 (2021): Journal of Molecular Docking
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.135 KB) | DOI: 10.33084/jmd.v1i1.2307

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) is a new strain of coronavirus called SARS-CoV-2, which was identified in Wuhan, China, in December 2019. The rapid transmission of COVID-19 from human to human forced researchers to find a potent drug by setting aside the time-consuming traditional method in drug development. The molecular docking approach is one a reliable method to screening compound from chemical drug or by finding a compound from Indonesian herbal plants. The present study aimed to assess the potency of compounds from five medicinal plants as potential inhibitors of PLpro and 3CLpro from SARS-CoV-2 using molecular study. The molecular docking was performed using Protein-Ligand Ant System (PLANTS) to analyze the potential compounds by the docking score. Remdesivir triphosphate was used as a standard for the comparison of the test compounds. The docking score obtained from the docking of PLpro with native ligand, remdesivir triphosphate, curcumin, demethoxycurcumin, bisdemethoxycurcumin, luteolin, apigenin, quercetin, kaempferol, formononetin-7-O-glucuronide, andrographolide, and neoandrographolide were -111.441, -103.827, -103.609, -102.363, -100.27, -79.6655, -78.6901, -80.9337, -79.4686, -82.1124, -79.1789, and -97.2452, respectively. Meanwhile, docking score with 3CLpro for the same ligand were -64.0074, -86.1811, -81.428, -87.1625, -78.2899, -73.4345, -70.3368, -71.5539, -68.4321, -72.0154, -75.9777, and -93.7746. The docking score data suggest that curcumin was the most potential as a PLpro inhibitor, while neoandrographolide was the best as a 3CLpro inhibitor.
Co-Authors Agus saputra Anjar Purba Asmara Baiq Ressa Puspita Rizma Baiq Ressa Puspita Rizma Baiq Sofianti Annisa Candra D Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Eka Puspitasari Deccati, Rizqa Fersiyana Dian Fathita Dwi Lestari Diantama Hiraswari Rahmadari Diva Almira Dwiki Setyo Nugroho Dyke Gita Wirasisya Erwinayanti, Gusti Ayu Putu Sri Eti Nurwening Sholikhah Evie Kama Lestari Fitria, Anggit Handa Muliasari Handa Muliasari Handa Muliasari Handa Muliasari Handa Muliasari Handa Muliasari Harno Dwi Pranowo I Made Sudarma Iman Surya Pratama Jumina Jumina Kurniawan, Yehezkiel Steven Lalu Aang Robby Dewantara Lalu Husnul Hidayat Lalu Sanik Wahyu F. A Lalu Undrus Yusditia M. G Luh Putu Gina Sri Budiani Maulida Septiyana Mudasir Mudasir Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muliasari, Handa Muliasari, Handa Murniyati Murniyati Murniyati, Murniyati ndayani, Yayuk Ni Made Detia Suryadnyani Nokman Riyanto Prasetyo, Niko Pratama, Iman Surya Rahmatul Aini, Siti Ria Armunanto Rian Jumawardi Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Royana Ari Pratiwi Putri Saprizal Hadisaputra Saprizal Handisaputra Siti Rahmatul Aini Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Suryadnyani, Ni Made Detia Syarah Megianti Fahira Virnia Wanda Utami Wahida Hajrin Wahida Hajrin Widayanti Supraba Winarto Haryadi Windah Anugrah Subaidah Yayuk Andayani Yek Zen Mubarok Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni Yohanes Juliantoni, Yohanes Yuniarthi Dwi Suputri Yuyun Ramdani