Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DI INSTALASI RADIOLOGI Muhtadi, Muhtadi; Zaman, Chairil; Wahyudi, Arie
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 2 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i2.1287

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan merupakan sebuah upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesejahteraan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga. Tujuan: Mengetahui gambaran kepuasan pelayanan pasien di Instalasi Radiologi RSUD Palembang BARI. Metode: Penelitian yang dilakukan adalah metode survei analitik dengan rancangan/pendekatan cross sectional studi yaitu pengumpulan data variabel independen maupun variabel akibat variabel dependen. Penelitian dilaksanakan  bulan Maret sampai Juni  tahun 2024 di Instalasi Radiologi RSUD Palembang BARI, jumlah responden 99 Orang. Hasil: Uji statitik didapatkan nilai tidak ada hubungan umur dengan kepuasan pasien dengan nilai P=Value = 0,459, tidak ada hubungan jenis kelamin P Value = 1.000,  dan pendidikan P=Value = 0,459 dengan kepuasan pasien, ada hubungan Reability (P= 0,032), Responsivenes (P= 0,014) , Ansurance (P= 0,016) , Empathy (P Value= 0,032) , Tangible P Value= 0,005, dengan kepuasan pasien. Saran: Agar para pegawai radiologi dapat mengevaluasi kekurangan dan terus meningkatkan kualitas dalam kepuasan masyarakat. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Pelayanan, Radiologi
Analisis Kejadian Demam Berdarah Dengue pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang Nusilawati, Nini; Asiani, Gema; Zaman, Chairil
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i1.16399

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan data yang didapat, di dalam Demam Berdarah Dengue meningkat secaira signifikan, sekitar 390 juta infeksi DBD setiap tahun dan 96 juta dengan tingkat keparahan penyakit yang bervariasi di dunia yang dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang mengakibatkan kerugian sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DBD pada masyarakat. Desain penelitian ini adalah desain Cross Sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan pemeriksaan ke Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang. Perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil dari penelitian ini diperoleh ada hubungan umur (p value = 0,029), pengetahuan (p value = 0,000), kebiasaan menggantung pakaian (p value = 0,044), menguras tempat penampungan udara (p value = 0,001) dan keberadaan kawat kasa (p value = 0,005) dengan kejadian DBD. Variabel yang paling dominan adalah variabel keberadaan kawat kasa (OR=66,099 (2001,896- 2,182)). Individu diharapkan lebih memperhatikan kondisi lingkungan rumah, serta kesadaran untuk lebih rajin membersihkan dan mengubur barang-barang yang sudah tidak digunakan.  
Analisis Deteksi Dini Kanker Servik Metode Inspeksi Visual Asam Asetat Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Puskesmas Karya Jaya Triani, Novi; Asiani, Gema; Zaman, Chairil
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.16766

Abstract

Kanker servik merupakan salah satu isu penyakit yang paling banyak terjadi pada wanita. Dari sekian macam metode pemeriksaan untuk deteksi dini kanker servik, tes IVA merupakan program pemerintah di seluruh puskesmas di Indonesia. Pemeriksaan IVA memiliki kepekaan 75% lebih tinggi dibandingkan dengan Pap smear. Tujuan penelitian ini menganalisis deteksi dini kanker servik metode inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di Puskesmas Karya Jaya Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada semua wanita usia subur usia 30-50 tahun yang sudah menikah atau yang pernah melakukan hubungan seksual di wilayah Puskesmas Karya Jaya Palembang pada bulan Juli 2024 yang berjumlah 95 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan  (p-Value 0,000), pengetahuan (p-Value 0,000), akses informasi (p-Value 0,000), sikap (p-Value 0,000), penyuluhan kesehatan (p-Value 0,000), dukungan keluarga (p-Value 0,000) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader (p-Value 0,065) terhadap deteksi dini kanker servik metode IVA pada wanita usia subur di Wilayah Puskesmas Karya Jaya Palembang. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan deteksi dini kanker servik metode IVA pada wanita usia subur di wilayah Puskesmas Karya Jaya yaitu pendidikan, dengan p-value sebesar 0,000 dan dengan Koefisien sebesar 19,871. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, akses informasi, sikap penyuluhan kesehatan dan dukungan keluarga, dan tidak terdapat hubungan antara peran kader terhadap deteksi dini kanker servik metode IVA pada wanita subur di wilayah Puskesmas Karya Jaya.
ANALISIS KEPATUHAN MINUM OBAT TB PARU DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS X KOTA PALEMBANG Zaman, Chairil
KOLONI Vol. 1 No. 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i3.396

Abstract

Pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is a chronic infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Patients with pulmonary tuberculosis require routine treatment for 6-9 months, and in some cases longer. Tuberculosis treatment is divided into an initial (intensive) phase and an advanced phase, where OAT is given in package form to facilitate drug administration and ensure the continuity of treatment until it is finished. The study aimed to see the relationship between variables (age, knowledge, motivation, family support, and support/role of health workers) with adherence to taking pulmonary TB medication in the working area of the UPTD puskesmas x Palembang city. This type of research is a quantitative study with a cross-sectional design. The results showed that of the 36 respondents, 19 respondents (52.7%) had good adherence to taking TB medication, 19 respondents (52.7%) were old, and had good knowledge 21 respondents (58.3%), had good motivation 18 respondents ( 50.0%), good family support 21 respondents (58.3%) and the role of good health workers 20 respondents (55.0%). There is a significant relationship between the Knowledge variable and Compliance with TB Medication (pValue=0.008 < of value α=0.05, OR=6.87). There is a significant relationship between the Variable Motivation and Compliance with Taking TB Medication (pValue=0.019 < of the value α=0.05, OR=5.20). There is a significant relationship between Family Support and Compliance with TB Medication (pValue=0.048 < of value α=0.05, OR=4.00). There is no significant relationship between the role of health workers and compliance with pulmonary TB medication (pValue=0.296 < of value α=0.05, OR=0.491). Keywords: pulmonary TB, compliance
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI RS X Sari, Betty Kartika; Wahyudi, Arie; Zaman, Chairil
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1370

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berkontribusi langsung terhadap kualitas layanan dan kepuasan pasien. Tingkat kepuasan rendah mencerminkan adanya kekurangan dalam aspek komunikasi, ketepatan waktu, ketersediaan obat, maupun sikap tenaga farmasi. Analisis kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diperlukan untuk meningkatkan mutu layanan keselamatan pasien. Tujuan: Mengetahui analisis kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RS X. Metode: Desain penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 61.388 responden, dengan sampel 100 responden yang berkunjung. Metode pengambilan sampel dalam penelitian secara purposive sampling. Penelitian di laksanakan tanggal 27 April-10 Mei 2025. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil analisa uji statistik  dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dan regresi logictic. Hasil: Tidak ada hubungan bermakna antara umur (p-Value 0,542), jenis kelamin (p-Value 1,000), pendidikan (p-Value 0,066) dengan kepuasan pasien rawat jalan. Ada hubungan bermakna antara tangible (p-Value 0,000), empaty (p-Value 0,033), reliability (p-Value 0,000), responsivess (p-Value 0,000) , assurance (p-Value 0,000), communication (p Value 0,000) dengan kepuasan pasien rawat jalan. Dengan variabel yang paling dominan adalah variabel assurance (OR 9,915). Saran: Diharapkan pihak RS Dr.H.Mohamad Rabain meningkatkan kepercayaan pasien melalui penyediaan informasi yang jelas, pelayanan yang konstisten, serta kompetensi dan keramahan petugas farmasi. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Pelayanan, Rumah Sakit
ANALISIS KEPUASAN PELAYANAN PASIEN DI PENDAFTARAN UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT Hayani, Sumi; Wahyudi, Arie; Zaman, Chairil
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 1: Februari 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i1.1327

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada kualitas pelayanan. Pelayanan adalah upaya karyawan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka dengan pelayanan yang ditawarkan. Suatu pelayanan dikatakan baik oleh pasien jika dapat memenuhi kebutuhan pasien, dengan menggunakan indikator kepuasan tentang pelayanan yang diterima (memuaskan atau mengecewakan, juga termasuk durasi pelayanan). Tujuan: Mengetahui gambaran kepuasan pelayanan pasien di unit pendaftaran RSUD Palembang Bari. Metode: Penelitian menggunakan metode survei analitik pendekatan cross sectional studi. Analisis data univariat, bivariat dan multivariat. Kriteria inklusi keluarga pasien UGD, bersedia untuk menjadi responden, mampu berkomunikasi dengan baik, dalam kondisi sadar. Penelitian dilaksanakan  bulan Maret sampai Mei  tahun 2024. Sampel menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan sampel sebanyak 95 responden. Hasil: Tidak ada hubungan antara usia dengan kepuasan P-Value 0.717, Tidak Ada hubungan jenis kelamin dengan kepuasan P Value=0.881, Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepuasan P-Value 0,135, Ada hubungan antara Tangible dengan kepuasaan P Value=0,03, Ada hubungan antara Emphaty dengan kepuasan pasien P Value= 0,01, Ada hubungan antara Reability dengan kepuasan pasaien P Value= 0,04, Tidak ada hubungan antara Responsiveness dengan kepuasan P Value=0,07, Ada hubungan antara Assurance dengan kepuasan P Value = 0,02, Ada hubungan antara Communication dengan kepuasan pasien PValue= 0,02. Saran: Agar para petugas pendaftaran UGD dapat mengevaluasi kekurangan dan terus meningkatkan kualitas dalam kepuasan masyarakat. Kata kunci: Kepuasan Pasien,Pelayanan, UGD
ANALISIS ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL Zuchro, Febriati; Zaman, Chairil; Suryanti, Dewi; Sartika, Tri; Astuti, Puji
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.828

Abstract

Latar Belakang: Pemeriksaan antenatal (Antenatal Care/ANC) merupakan usaha yang dilakukan untuk mencegah penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dan anak. Tujuan ANC adalah untuk menyiapkan sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga saat postpartum keadaan ibu dan anak sehat serta normal secara fisik dan mental. Berdasarkan kenyataan di lapangan Puskesmas Bandar Jaya Cakupan KI 87,6% dan Cakupan K4 86,1% dengan demikian persentase tersebut masih dibawah target Kabupaten Lahat yakni 95%. Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemeriksaan antenatal pada ibu hamil. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Bandar Jaya Lahat tahun 2021 sejumlah 164 orang. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling berjumlah 62 responden. Penelitian ini telah dilaksanakan Bulan Juni-Juli 2021. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik berganda. Hasil: Ada hubungan antara pendidikan (p=0,000; OR 2,625), paritas (p=0,002; OR 0,153), usia ibu (p=0,003; OR 0,119) dan pengetahuan (p=0,000; OR 13,2) dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lahat tahun 2021. Hasil uji regresi logistik berganda variabel yang paling dominan adalah pengetahuan (p=0,001; OR 16,906). Saran: Disarankan Puskesmas untuk meningkatkan promosi kesehatan agar kegiatan antenatal care pada pelayanan kesehatan ibu dan anak berjalan maksimal. Kata Kunci: Pendidikan, Paritas, Usia Ibu, Pengetahuan, Antenatal Care
Analysis of Dental Health Service Satisfaction in Dental Polyclinic Patients : A Cross-sectional Study Suliati, Peniza; Murni, Nani Sari; Zaman, Chairil; Yusnilasari, Yusnilasari; Kesumaputri, Bebbi Arisya
Lentera Perawat Vol. 6 No. 2 (2025): April - June
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i2.484

Abstract

Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of healthcare services, including dental care services. Tugu Jaya Hospital in OKI Regency has not yet obtained evaluative data regarding patient satisfaction in its dental outpatient services. This study aims to determine the relationship between respondent characteristics and service quality dimensions with patient satisfaction. The study employed a quantitative design with a cross-sectional approach and involved 70 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed significant relationships between education (p = 0.001; PR = 0.281), tangible (p = 0.000; PR = 7.059), empathy (p = 0.006; PR = 2.819), assurance (p = 0.010; PR = 2.596), and reliability (p = 0.022; PR = 2.338) with patient satisfaction. Meanwhile, no significant relationships were found between age (p = 1.00), gender (p = 0.495), and responsiveness (p = 0.070) and satisfaction. Among all the variables, the empathy dimension was the most dominant factor influencing satisfaction (OR = 0.208). Patient satisfaction with dental health services is influenced by education and service quality dimensions, particularly staff empathy. Enhancing service quality through empathy and interpersonal communication is the primary recommendation.
Analysis of factors affecting the incidence of anemia in adolescent girls at Nawangsasi Health Center: A cross-sectional study Puspitasari, Ema; Zaman, Chairil; Harokan, Ali; Suryani, Dewi
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.485

Abstract

Background Anemia is one of the most common public health problems among adolescent girls, potentially leading to decreased concentration, impaired growth, and reduced immune function. The prevalence of anemia in this age group remains high, both globally and nationally. Objective This study aimed to analyze the factors influencing the incidence of anemia among adolescent girls in the working area of Nawangsasi Public Health Center, Musi Rawas District. Methods A quantitative study with a cross-sectional approach was conducted involving 72 adolescent girls selected using purposive sampling. Data were collected through interviews using a structured questionnaire and analyzed using chi-square tests and logistic regression. Results There were significant associations between nutritional status (p = 0.006), iron tablet consumption (p = 0.009), and dietary patterns (p = 0.019) with the incidence of anemia. The most dominant factor was dietary pattern (p = 0.026), with an odds ratio of 11.00 (95% CI = 1.33–90.61). Conclusion Improving dietary habits and increasing adherence to iron supplementation play a crucial role in anemia prevention among adolescent girls. Continuous nutritional education and behavioral monitoring through multisectoral collaboration are recommended to effectively reduce anemia prevalence in this population.
Analysis of community perceptions of families of patients with mental disorders at Lesung Batu Community Health Center: A cross-sectional study Lenarki, Yogi Permana Putra; Harokan, Ali; Zaman, Chairil
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.492

Abstract

Background Individuals with mental illness often face social stigma that not only affects them personally but also extends to their families. Public perception of families caring for persons with mental illness plays a crucial role in supporting rehabilitation efforts and social reintegration. Objective This study aimed to examine the factors associated with community perceptions toward the families of individuals with mental illness in the working area of Lesung Batu Health Center, South Sumatra, Indonesia. Methods A cross-sectional quantitative study was conducted involving 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using chi-square tests and multivariate logistic regression. Results The results showed that 60% of respondents had a positive perception of the families of persons with mental illness. No significant association was found with age (p = 0.83), gender (p = 1.00), or educational level (p = 0.13). However, knowledge (p = 0.00; OR = 14.14) and attitude (p = 0.00; OR = 9.3) were significantly associated with community perception. Knowledge was identified as the most dominant factor influencing public perception. Conclusion Knowledge and attitude are key determinants of community perception toward families of individuals with mental illness, while demographic factors such as age, gender, and education showed no significant impact. Community-based mental health education programs are strongly recommended to enhance knowledge, foster positive attitudes, reduce stigma, and build stronger community support for families caring for individuals with mental illness.