Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBUATAN ECOBRICK UPAYA MENUMBUHKAN SEKOLAH RAMAH LINGKUNGAN DI SMPN 1 RANTAU PANDAN Zahara Puan Budi Putri, Neysha; Fitriani, Yessy
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 1 (Maret 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i1.2762

Abstract

Plastic waste is in increasing, this due to the widespread use of plastic packaging for food, In School such as canteen and garden are be plastic dominant and environment pollution. Making Ecobricks can be an effective effort in creating environmentally friendly schools. Ecobricks are building materials made from used plastic bottles filled with non-organic plastic waste to produce a strong and durable material. By using ecobricks, we can reduce plastic waste that pollutes the environment, while turning it into useful materials. By involving all elements of the school and community, making ecobricks will not only reduce plastic waste, but also support the construction of schools that are more environmentally friendly and sustainable. It can also be an example for students to practice ecological awareness in everyday life. The service method used is the method of providing assistance to SMPN1 Rantau Pandan students through the use of recycling plastic drink bottle caps. Ecobricks are a simple solution for processing plastic waste so that it is useful for schools in maintaining environmentally friendly schools. Ecobricks have been proven effective in reducing plastic waste and creating encironmental health.
PENGGUNAAN APLIKASI DIGITAL PADA KESEHATAN WANITA USIA SUBUR Karlinda; Fitriani, Yessy
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v3i1.133

Abstract

The use of digital applications in the health sector is growing, including for the health of women of childbearing age. The app offers a variety of features, such as menstrual cycle monitoring, pregnancy, reproductive health, and a healthy lifestyle. This study aims to analyze the use of digital applications related to the health of women of childbearing age. This study uses a cross-sectional design and is conducted online with a sample of 251 respondents who are randomly selected. Data was collected through questionnaires that included the use of health digital applications as well as health indicators of women of childbearing age. Data analysis was carried out to see the relationship between the use of digital applications and the health status of respondents. The results of the study show that the use of digital applications has an influence on the health of women of childbearing age. Respondents who regularly use health applications reported increased understanding of reproductive health, adherence to healthy lifestyles, and ease of monitoring personal health conditions. The use of digital applications plays a role in improving the health of women of childbearing age. Therefore, further education and socialization are needed so that women of childbearing age can optimally utilize digital technology to maintain their health.
Early Marriage as a Solution or a Problem? Adolescent Perspective in The Modern Era Milawati, Milawati; Putra, Dodi; Riddizon, Wahyu; Marjohan, Marjohan; Fitriani, Yessy; Yulda, Apri
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/healthmaps.v3i1.3185

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di Indonesia, meskipun akses informasi di era modern semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman dan perspektif remaja terhadap pernikahan dini, serta dampak dari kegiatan edukatif yang diberikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek pengabdian masyarakat di SMAN 2 Muara Bungo oleh tim dari Program Studi Informatika Medis, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, yang disertai dengan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini—dari 30% sebelum kegiatan menjadi 95% setelahnya. Inisiatif edukatif ini berhasil mengubah pandangan remaja, menunjukkan bahwa pernikahan dini bukanlah solusi, melainkan masalah kompleks yang berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan guru.
EFEKTIVITAS STRATEGI PENCEGAHAN DALAM MENANGGULANGI INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA: A LITERATURE REVIEW Fitriani, Yessy; Wahyuni, Anisa
Jurnal Informatika Medis Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Informatika Medis (J-INFORMED)
Publisher : Program Studi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/im.v1i1.1198

Abstract

Remaja memiliki seksualitas dan kebutuhan kesehatan reproduksi (termasuk mereka yang pernah melakukan hubungan seksual ataupun remaja yang telah menikah). Remaja yang tidak dapat menjaga kesehatan reproduksinya dengan baik dapat menimbulkan berbagai penyakit infeksi menular seksual. Kesehatan reproduksi remaja sangat erat kaitannya dengan kejadian infeksi penyakit menular sehingga perlu menggunakan berbagai metode yang dapat memenuhi kebutuhan kesehatan reproduksinya. Infeksi menular seksual merupakan masalah serius dihadapi remaja usia 11-24 tahun pada dekade terakhir ini, dengan adanya variasi strategi pencegahan berguna untuk menanggulangi terjadinya infeksi menular seksual.
HELICOPTER PARENTING DAN SEKUENSI KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA: SISTEMATIK REVIEW Anriyani, Yuyun; Karlinda; Fitriani, Yessy; Putri, Santy Irene
Jurnal Informatika Medis Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Informatika Medis (J-INFORMED)
Publisher : Program Studi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/im.v2i2.2606

Abstract

Latar Belakang: Fase remaja ialah masa pase transisi seorang kanak yang belum matang secara fisik, interlektual, emosional dan sosial menjadi manusia yang sedang dalam proses integrasi dan kedewasaan sosial anak muda di usia ini tidak tidak percaya diri dengan orang yang lebih tua atau anda mungkin mengatakan bahwa mereka setara dengan orang yang lebih tua. Subjek dan Metode: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengaruh dari pola asuh pada kesehatan mental anak dan memberikan manfaat bagi pembaca terutama kalangan orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anaknya dan memberikan pengertian mengenai pengaruh dari pola asuh helicopter parenting. Metode yang digunakan adalah studi literatur pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh helicopter parenting terhadap kesehatan mental anak sebagai berikut: pola asuh memiliki dampak beragam pada anak dimulai dari muncul perasaan takut gagal, minim rasa percaya diri, dan kecemasan berlebihan. Pada kesehatan mental anak terkait permasalahan tingkah laku anak yang berkelanjutan menjadi gangguan psikologis lebih berat pada saat dewasa, jika tidak diberikan penanganan. Berdasar kepentingan itu, keluarga sekalipun masyarakat perlu untuk memperoleh pengetahuai serta paham akan deteksi dini atas gangguan mental teruntuk pada kanak-kanak, dengan demikian helicopter parenting banyak memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental anak. Kesimpulan: Helicopter parenting memiliki kuekuensi kesehatan mental seperti kandungan genetic dan menghambatkan pengambilan keputusan secara efektif, anak tidak bisa menghadapi kegagalan, kepercayaan diri rendah, cemas berlebih, life skill yang rendah, mengganggu hubungan antara anak dan orang tua, membuat anak ketergantungan pada orang tau, membuat anak menjadi jahat dan agresif.
Rancang Bangun Aplikasi Gizi Berbasis Web Puspita, Sella; Lestari, Indah Ayu; Almaknun, Indi Lulu; Fitriani, Yessy; Praptomo, Sidik; Alfianto, Dafit; Erza, Desi Metriana; Karlinda; Ramanda, Febri
Jurnal Informatika Medis Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Informatika Medis (J-INFORMED)
Publisher : Program Studi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/im.v3i1.3058

Abstract

Penelitian ini menghasilkan sebuah Aplikasi Status Gizi Bayi berbasis web yang dirancang untuk mempermudah petugas kesehatan dalam menilai status gizi bayi. Perancangan antarmuka aplikasi dilakukan menggunakan Evolus Pencil, sementara pengembangan aplikasinya dilakukan dengan Notepad. Evolus Pencil dimanfaatkan untuk mendesain tampilan antarmuka (GUI) agar sesuai kebutuhan, dan Android Studio digunakan dalam proses implementasi aplikasi berdasarkan desain tersebut. Data yang dimasukkan ke dalam aplikasi meliputi parameter antropometri seperti usia, jenis kelamin, berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala, yang diperoleh melalui pengukuran langsung. Aplikasi ini menghasilkan keluaran berupa kategori status gizi: di bawah normal, normal, dan di atas normal, sesuai dengan standar penilaian dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil uji aplikasi menunjukkan tingkat akurasi 100% dalam mengklasifikasikan status gizi berdasarkan standar tersebut. Meski demikian, aplikasi masih memiliki kekurangan, seperti tampilan yang terlalu sederhana, dan disarankan agar dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan menambahkan fitur login untuk memantau perkembangan bayi secara berkala.
Website Bahan Ajar untuk Inovasi Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran: Frandes; Fitriani, Yessy; Ramanda, Febri
Jurnal Informatika Medis Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Informatika Medis (J-INFORMED)
Publisher : Program Studi Informatika Medis Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/im.v3i1.3099

Abstract

This article discusses the design and implementation of an instructional material website as a digital innovation aimed at enhancing the quality of teaching. The methods used include user needs analysis, interface design, and functionality testing. The results show that the instructional material website improves accessibility, flexibility, and student engagement in the learning process. This innovation also facilitates lecturers in systematically distributing teaching materials. The instructional material website has proven to be an effective solution in supporting a modern and efficient learning process.
Senam Terapeutik Tingkatkan Kesehatan Pasien Penyakit Degeneratif di Kabupaten Bungo Hendra, Jhony; Saputra, Deka Ismi Mori; Fitriani, Yessy; Sartika, Diza; Arienda, Shilvia; Arsima Natasya, Iren; Okta Aditia, Karin
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9jn46y36

Abstract

Degenerative diseases are a major public health problem in Indonesia, especially in Bungo Regency. Various efforts have been made to prevent them, one of which is through gymnastics. Gymnastics is an activity carried out to maximize body function through movement. Gymnastics is the right medium to restore body function and improve the quality of life of degenerative patients through therapeutic gymnastics, including; heart gymnastics, brain gymnastics, rheumatic gymnastics, and diabetes mellitus gymnastics. Gymnastics is very popular among various groups, including the elderly, because it creates a pleasant and joyful atmosphere. The results of interviews with the community service team and partners of the Muara Bungo I Community Health Center UPT revealed that there are still many patients with degenerative diseases. Therefore, the implementation of therapeutic gymnastics is a highly desired need by partners. Solutions to these partner problems include providing assistance on the importance of therapeutic gymnastics for degenerative patients and health checks. The purpose of this community service activity is to improve body function and the quality of life of patients with degenerative diseases. The method used is the interview method. The results of this community service included outreach activities, increased knowledge, and the implementation of therapeutic exercises to improve body function and the quality of life for patients with degenerative diseases. Patients were able to perform therapeutic exercises to maximize their function.
The Relationship Between Ultra-Processed Food Consumption Patterns and Nutritional Status Among Indonesian Adolescents: A Systematic Review Fitriani, Yessy; Apri Yulda; A; Farhan Firmansyah
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/yxdhpt73

Abstract

Background: Nutritional problems among children and adolescents remain a major public health issue in Indonesia, with challenges including both undernutrition and overnutrition. One contributing factor is the increasing consumption of ultra-processed foods (UPF), especially among adolescents. UPFs are industrially processed foods that are high in energy, fat, sugar, and salt, but low in essential nutrients. Objective: To evaluate the relationship between UPF consumption and nutritional status among adolescents. Methodology: This study used an observational design based on data from a systematic review. Results and Discussion: A review of various national and international studies shows that most research found a positive association between high UPF consumption and excessive nutritional status, such as overweight and obesity. However, some studies did not show a significant relationship, which may be influenced by other factors such as physical activity, sedentary behavior, and socioeconomic conditions. Furthermore, the type of UPF consumed also affects its impact on nutritional status, with energy-dense foods showing a stronger correlation than beverages. Conclusion: High consumption of ultra-processed foods has the potential to be an independent risk factor for excessive nutritional status in adolescents, although individual characteristics and lifestyle variability should be considered as moderating factors in this relationship.
Early Marriage as a Solution or a Problem? Adolescent Perspective in The Modern Era Milawati, Milawati; Putra, Dodi; Riddizon, Wahyu; Marjohan, Marjohan; Fitriani, Yessy; Yulda, Apri
Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Health Management, Administration and Public Health Policies
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/healthmaps.v3i1.3185

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di Indonesia, meskipun akses informasi di era modern semakin luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman dan perspektif remaja terhadap pernikahan dini, serta dampak dari kegiatan edukatif yang diberikan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proyek pengabdian masyarakat di SMAN 2 Muara Bungo oleh tim dari Program Studi Informatika Medis, Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, yang disertai dengan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini—dari 30% sebelum kegiatan menjadi 95% setelahnya. Inisiatif edukatif ini berhasil mengubah pandangan remaja, menunjukkan bahwa pernikahan dini bukanlah solusi, melainkan masalah kompleks yang berdampak pada pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan guru.