Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Fitria Alisa; Weny Amelia; Lola Despitasari; Febriyanti; Vivi Syofia Sapardi; Viki Yusri; Fawnia Lyra Alma
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/2nb30r59

Abstract

Diabetes melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit diabetes yang umum terjadi pada orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat, ditandai dengan gejala peningkatan kadar glukosa dalam darah  yang disebabkan karena adanya produksi insulin sehingga terjadi resistensi insulin. Angka kejadian DM Tipe 2 yaitu dengan jumlah 537 juta jiwa orang pada usia 20–79 tahun di dunia. Salah satu terapi yang dapat mengatasi dan menurunkan kadar gula darah adalah terapi murottal al-qur’an. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuinya pengaruh terapi murottal al-qur’an terhadap kadar gula darah puasa pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di kelurahan gunung sarik RW 01 wilayah kerja puskesmas belimbing padang. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 12 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji paired sample T-test. Hasil penelitian didapatkan rerata skor kadar gula darah puasa sebelum diberikan intervensi adalah 267,75 dan rerata skor kadar gula darah puasa sesudah diberikan intervensi adalah 213,92. Terdapat perbedaan antara skor kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value = 0,001 (p-value ? 0,05), dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian terapi murottal al-qur’an terhadap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 di kelurahan gunung sarik RW 01  wilayah kerja puskesmas belimbing padang. Disarankan bagi pelayanan keperawatan dapat memberikan intervensi terapi murottal al-qur’an pada pasien DM yang berkunjung ke pelayanan kesehatan.
PENGUATAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) MELALUI EDUKASI DAN PEMBENTUKAN DOKTER KECIL DI SDN 17 GURUN LAWEH Febriyanti Febriyanti; Mitayani; Yani Maidelwita; Eka Putri Primasari; Yola Yolanda; Mira Andika; Guslinda; Lola Despitasari; Fitria Alisa; Viki Yusri; Vivi Syofia Sapardi; Nurleny; Eliwarti; Lilik Suhery; Weny Amelia; Fitri Wahyuni; Yusriana; Ade Putra Nanda
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/rknksv34

Abstract

Latar Belakang: Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berperan penting dalam meningkatkan kesehatan peserta didik melalui upaya promotif dan preventif. Pascabencana banjir, pelaksanaan UKS di SDN 17 Gurun Laweh mengalami kendala berupa menurunnya sanitasi lingkungan, terbatasnya fasilitas UKS, serta rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan UKS melalui edukasi kesehatan dan pembentukan dokter kecil bagi siswa dan guru sekolah dasar. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan sasaran 20 siswa dan 5 guru. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan sederhana, praktik PHBS, pendampingan pengelolaan UKS, serta pelatihan dokter kecil menggunakan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap indikator capaian program. Hasil: Program meningkatkan perilaku PHBS siswa sebesar ?75%, memperbaiki sanitasi lingkungan sekolah sebesar ?80%, menurunkan keluhan kesehatan siswa sebesar ?20%, serta menurunkan tingkat kecemasan sebesar ?30%. Selain itu, ruang UKS menjadi lebih representatif dan terbentuk kader dokter kecil yang mampu mendukung pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Kesimpulan: Edukasi kesehatan yang dipadukan dengan penguatan UKS dan pembentukan dokter kecil efektif meningkatkan kapasitas siswa dan guru dalam mewujudkan sekolah sehat serta mendukung keberlanjutan program UKS.
ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENS Dedi Adha; Zulham Efendi; Ilham Akerda Edyyul; Fitria Alisa; Afrizal Afrizal
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2993

Abstract

Batas tekanan darah normal ≤ 130/85 mmHg, sedangkan ≥ 140/90 mmHg dinyatakan hipertensi. MeanArterial Pressure (MAP) adalah hasil rata-rata tekanan darah arteri yang dibutuhkan untuk sirkulasi darahsampai ke otak. Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka panjang akan menyebabkanterbentuknya kerak (plak) yang dapat mempersempit pembuluh darah koroner yang merupakan jaluroksigen dan nutrisi (energi) bagi jantung. Salah satu penatalaksanaan yang diberikan pada penderitahipertensi adalah melakukan aktivitas fisik seperti isometric handgrip exercise. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh isometric handgrip exercise terhadap tekanan darah pada penderita hipertensidi Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Jenis penelitian ini pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test pos-test without control group. Sampel berjumlah 13 responden dengan teknik pengambilan sampelyaitu purposive sampling. Pengolahan data penelitian ini adalah uji paired sampel t-test.Hasil penelitiandidapatkan rerata MAP sebelum dilakukan intervensi isometric handgrip exercise adalah 110,869 danrerata MAP sesudah intervensi adalah 102,123. Terdapat perbedaan antara nilai rerata MAP tekanan darahsebelum dan sesudah diberikan intervensi isometric handgrip exercise dengan p value = 0,000 (p≤ 0,05),berarti terdapat pengaruh isometric handgrip exercise terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi diLubuk Buaya Padang. Disarankan bagi pelayanan keperawatan untuk memberikan informasi danintervensi isometric handgrip exercise sebagai salah satu terapi non farmakologis dalam menurunkantekanan darah pada penderita hipertensi.Kata kunci : Hipertensi, Isometric handgrip exercise