Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN BERBASIS ONLINE DI MASA PANDEMI SD NEGERI 5 KOTA BENGKULU Deka Destia Fitri; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 2 No 1 (2021): Eksplorasi Komunikasi dalam Konteks Media dan Budaya : Strategi, Interaksi, dan E
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.634 KB) | DOI: 10.36085/j-sikom.v2i1.3063

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia menyebakan inovasi terhadap teknologi dalam melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk dalam sektor pendidikan yang harus memanfaatkan media online. Observasi dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriftif. Penelitian  dianalisis menggunakan teori Divusi Inovasi.Hasil dari penelitian  menunjukan bahwa guru dan siswa dalam memanfaatkan media online menggunakan Whatsapp grub untuk melakukan diskusi pembelajaran, whatsapp photo dan whatsapp video untuk melakukan pengiriman tugas sekolah, whatsapp dokumen dimanfaatkan untuk melakukan ujian. Pembelajaran online dengan memanfaatkan Whatsapp dinilai efektif untuk dilakukan karena proses pembelajaran tetap berlangsung secara baik, materi pembelajaran yang ingin diberikan oleh guru dapat terserap dengan siswa, serta hasil yang diterima dalam proses pembelajaran online juga baik dilihat dari nilai raport siswa yang mengalami kenaikan. Jadi secara keseluruhan media Whatsapp sudah cukup efektif untuk diinovasikan menjadi media pembelajaran online. Kata Kunci : COVID-19. Pembelajaran Online, SDN 5 Kota Bengkulu
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MAHASISWA PERANTAU DAN PROSES ADAPTASINYA DALAM SPEECH CODE BUDAYA BARU E.P Fitria Mayang Sari; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 2 No 1 (2021): Eksplorasi Komunikasi dalam Konteks Media dan Budaya : Strategi, Interaksi, dan E
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.318 KB) | DOI: 10.36085/j-sikom.v2i1.3064

Abstract

Mahasiswa perantau yang datang kesuatu daerah cenderung dituntut untuk bisa beradaptasi dengan baik pada budaya baru yang mereka temui, seperti gaya berbicara, intonasi, logat maupun dialek yang biasa disebut dengan Speech Code. Observasi dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dianalisis menggunakan teori Akulturasi dan Culture Shock.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mahasiswa Perantau dapat melakukan proses adaptasi dengan 4 metode yaitu Asimilasi, Separasi, Integrasi, dan Hibriditas Budaya. Asimilasi biasanya digunakan mahasiswa perantau ketika mereka tidak ingin ada terjadi kesalahpahaman/miss communication, dengan cara menyatukan dua budaya yang berbeda. Separasi merupakan proses dimana mahasiswa perantau memilih untuk meminimalisir interaksi dengan budaya lain dan tidak berniat untuk meninggalkan kebudayaan aslinya. Integrasi adalah salah satu cara mahasiswa perantau beradaptasi dengan budaya lain namun masih mempertahankan budaya aslinya. Hibriditas Budaya ialah mahasiswa perantau meninggalkan kebudayaan aslinya dan mengadopsi budaya baru yang mereka datangi. Kata Kunci : Mahasiswa Perantau, Adaptasi Speech Code, Budaya Baru
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM “ATIK BATIK” DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI KAIN BATIK BESUREK Septi Lestari; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 2 No 1 (2021): Eksplorasi Komunikasi dalam Konteks Media dan Budaya : Strategi, Interaksi, dan E
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.079 KB) | DOI: 10.36085/j-sikom.v2i1.3065

Abstract

Pemanfaatan media sosial saat ini sudah banyak digunakan oleh mereka sebagai pelaku bisnis untuk dijadikan sebagai media promosi yang paling efektif dan mudah. Pada penelitian ini berfokus tentang bagaimana media sosial digunakan sebagai media promosi bagi salah satu toko kain batik besurek yang ada di Kota Bengkulu yakni “Atik Batik” dengan menggunakan metode kualitatif dan model  teori Difusi Inovasi. Hasil penelitian ini yaitu bahwa kajian 4 unsur teori Difusi Inovasi (inovasi, jangka waktu, saluran komunikasi dan sosial) memiliki hubungan dengan adanya pemanfaatan media sosial saat ini. Seperti adanya pemilihan inovasi yang memiliki dampak di zaman sekarang, jangka waktu yang dipilih untuk memutuskan kenapa harus mempromosikan melalui media sosial instagram, saluran komunikasi yang memiliki pengaruh tersendiri seperti jangkauan luas dalam promosi, dan sosial yang membuat adanya perubahan hingga timbulnya pemanfaatan media sosial instagram sebagai promosi dari pihak Atik Batik sebagai pengusaha batik besurek di kota Bengkulu. Kata Kunci : Media Sosial, Eksistensi
ANALISIS STRATEGI RASELNEWS DALAM PERSAINGAN MEDIA BARU PADA RADAR SELATAN Zulfikar Sofian; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 2 No 1 (2021): Eksplorasi Komunikasi dalam Konteks Media dan Budaya : Strategi, Interaksi, dan E
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.258 KB) | DOI: 10.36085/j-sikom.v2i1.3067

Abstract

Perkembangan teknologi dan persaingan media baru sekarang ini sangat berkembang luas, oleh karena itu masyarakat lebih beralih kepada informasi yag berbasis online. Karena dengan media online berita yang ditampilkan lebih efisien dan mempermudah masyarakat dalam mengakses berita. Salah satu pihak yang menerapkan  media online adalah Radar Selatan dengan menciptakan media baru Raselnews.Penelitian ini dengan tujuan untuk mengkaji bagaimana Analisis Strategi Raselnews dalam Persaingan Media Baru pada Radar Selatan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis mendalam (in-depth analysis) dengan observasi, wawancara serta adanya dokumentasi tambahan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah tahap redukasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dengan menggunakan Teori Marketing Mix 7p melalui tujuh asumsi teori yaitu, Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence. Kata Kunci :Strategi Raselnews, Media Baru, Radar Sealatan
STUDI NEGOSIASI WAJAH DALAM INTERAKSI ETNIK BATAK DAN ETNIK JAWA DI DESA SURO BALI KEC.UJAN MAS KAB.KEPAHIANG Selvi Aprilia; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 2 No 1 (2021): Eksplorasi Komunikasi dalam Konteks Media dan Budaya : Strategi, Interaksi, dan E
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.636 KB) | DOI: 10.36085/j-sikom.v2i1.3069

Abstract

Warga Indonesia merupakan warga majemuk. warga indonesia terdiri dari latar balik yang bermacam- macam, kebangsaan semacam suku, agama, ras serta kelas. Tidak hanya itu juga tiap kebudayaan mempunyai identitas tertentu semacam perbandingan bahasa, adat istiadat, dan kerutinan, santapan serta norma dan nilai yang diyakini. Pada penelitian ini berfokus tentang bagaimana dua Etnik di Desa Suro Bali yakni Etnik Batak dan Jawa dituntut untuk bisa beradaptasi dengan budaya yang berbeda. Riset ini memakai tata cara kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi oleh Alfred Schutz. Metode pengumpulan informasi yang digunakan berbentuk observasi, wawancara serta dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi interaksi antar budaya antara etnik Batak dan etnik Jawa yang menunjukkan perilaku akomodatif berupa Facework melalui Negosiasi Wajah dalam bentuk verbal dan nonverbal saat berinteraksi pada Etnik Batak dan Etnik Jawa. Komunikasi antarbudaya Etnik Batak dan Jawa juga mengalami hambatan seperti hambatan budaya, parangliustik, perbedaan persepsi dan perbedaan kebiasaan nonverbal. Hambatan ini diselesaikan melalui manajemen konflik. Kata Kunci : Komunikasi Antar Budaya, Etnik, Teori   Negosiasi
PERAN EDUKATIF OLEH KOMUNITASBLOGGER BENGKULU DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL Lina Azkiah; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 2 No 1 (2021): Eksplorasi Komunikasi dalam Konteks Media dan Budaya : Strategi, Interaksi, dan E
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.212 KB) | DOI: 10.36085/.v2i1.3070

Abstract

Media sosial dimanfaatkan oleh para anggota komunitas Blogger Bengkulu dalam menjalankan perannya melalui progam kegiatan yang diadakan oleh komunitas Blogger tersebut. Pada penelitian ini, peneliti berfokus tentang bagaimana peran edukatif Blogger Bengkulu dalam meningkatkan literasi digital, dengan menggunakan model teori Laswell. Hasil penelitian ini yaitu tertuju pada 5 unsur teori Laswell yang berbunyi (siapa mengatakan apa, kepada siapa,dengan media apa, serta apa efeknya) tentu memiliki hubungan dengan adanya pemanfaatan media sosial oleh komunitas Blogger Bengkulu dalam menjalankan peran edukatifnya. Seperti adanya Blogger sebagai komunikator yang menyampaikan pesan edukatif berupa tulisan-tulisan yan di muat di channel blog para anggota Blogger sehingga terdapat efek berupa view, like, koment dan share. Kata kunci :Peran, Media Sosial, Blogger
PERAN WHATSAPPGROUPSEBAGAIMEDIAKOMUNIKASI PENGGANTITATAPMUKAPADAHIMPUNANMAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAHBENGKULU Ch. Sulitio; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 2 No 2 (2021): Komunikasi Kontemporer: Strategi, Media, dan Dampak Sosial
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.372 KB) | DOI: 10.36085/j-sikom.v2i2.3099

Abstract

iPenelitian iini idilakukan iuntuk imengetahui iperan iwhatsapp igroup isebagai imedia ikomunikasi iHimpunan iMahasiswa iProgram iStudi iIlmu iKomunikasi iUniversitas iMuhammadiyah iBengkulu. iJenis ipenelitian iini iadalah ideskriptif ikualitatif. iInforman ipenelitian iditetapkan idengan iteknik ipurposive isampling isebanyak i3 iinforman. iPeneliti ilangsung ibertindak isebagai isubjek iyang iturun ilangsung ike ilapangan imelakukan iwawancara isebagai ipengumpulan idata iutama. iTeori iyang idigunakan idalam ipenelitian iini iadalah iuses iand igratification, isehingga ihasil ipenelitian iyang ididapat: i(1) irelationships, imelalui ipesan ihiburan iberupa iartikel, ibroadcast, imaupun iposting icerita iyang imemancing igelak itawa idan ikelucuan, i(2) ipersonality iIdentity, idiskusi iuntuk imembahas iberkenaan idengan iaktivitas iperkuliahan idan iilmu ipengetahuan itentang iberbagai ihal, iserta imembahas iinfo iterupdate idan iyang isedang ibooming idan sebagainya,(3) diversion, mereka yang penat dengan rutinitas kampus maupun kegiatan sehari-hari membuka whatsapp group untuk menyampaikan pesan ajakan, rayuan untuk melakukan sesuatu dengan sekali kirim kepada seluruh anggota yang tergabung dalam Whatsapp Group Himakom, dan (4) surveillance, melakukan rapat melalui Whatsapp Group, sebagai pengganti atap muka, dan dapat dilakukan pada tempat dan waktu kapan saja. Kemudian, kegiatan-kegiatan untuk memecahkan persoalan dan membuat keputusan-keputusan lebih terbuka, transparan dan diputuskan secara bersama-sama oleh anggota grup Keywords: Whatsapp Group, Communication Media, Himakom
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM MEDIA CENTER DISKOMINFOSAN DALAM MENINGKATKAN CITRA PEMERINTAH KOTA BENGKULU indah eli sandi; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 3 No 1 (2022): Komunikasi Strategis di Era Digital: Tantangan, Peluang, dan Inovasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.608 KB) | DOI: 10.36085/jsikom.v3i1.3466

Abstract

Citra merupakan salah satu aset penting bagi sebuah pemerintah yang selayaknya harus terus menerus dibangun dan dipelihara agar dapat terus diterima oleh masyarakat. Salah satu upaya Iyang Isaat ini Idilakukan Iberbagai lembaga atau organisasi dalam mempromosikan produk Iatau jasanya adalah dengan menggunakan social. Media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada publik. Interaksi sosial dapat Idilakukan melalui media sosial dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengirimkan pesan dan menerima pesan di dunia maya atau virtual. Media sosial yang banyak digunakan di Indonesia antara lain, Facebook, Instagram, twitter, whatsApp, line, youtube dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian Iini adalah untuk mengetahui bagaimana Media Center Kota Bengkulu dalam meningkatkan citra pemerintah dengan menggunakan media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu Iobservasi, partisipatif, dan wawancara. Penelitian ini mengunakan kajian teori Agenda Seting Idengan 3 dimensi yang berkaitan yaitu Agenda Media, Agenda Khalayak, Agenda publik .Hasil penelitian Imenunjukkan bahwa Media Center Kota Bengkulu melakukan kegiatan meningkatkan citra pemerintah Kota Bengkulu dengan memanfaatkan media sosial instagram adalah karena media sosial instagram media yang sedang banyak digunakan oleh Imasyarakat saat ini, serta media sosial instagram dapat diakses dengan cepat dimanapun dan kapanpun. Kata Kunci: Media Center Diskominfosan,Media Isosial instagram, ICitra Pemerintah
ANALISIS STRATEGI POSITIONING RRI PRO I DI KOTA BENGKULU Aldiansyah; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 3 No 1 (2022): Komunikasi Strategis di Era Digital: Tantangan, Peluang, dan Inovasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.782 KB) | DOI: 10.36085/jsikom.v3i1.3474

Abstract

RRI Pro I sudah memiliki pengalaman, tetapi Radio RRI Pro I harus menghadapi persaingan dengan radio Famboyan FM, Santana FM, dan Lesitta FM. strategi positioningmerupakan strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan pada produk atau jasa untuk membangun persepsi konsumen atau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Strategi Positioning RRI Pro I dalam menggandeng penonton di Kota Bengkulu. Untuk mengkaji Strategi Positioning RRI Pro I dalam menggandeng Listeners di Kota Bengkulu, peneliti menggunakan tipe eksplorasi subjektif, sehingga dapat menggali lebih jauh keadaan atau keanehan yang terjadi di dalam dan di luar. Saksi dalam penelitian ini adalah seluruh individu yang terlibat dalam RRI Pro I. Prosedur penetapan saksi dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem Positioning RRI Pro I di dalamnya sangat bagus untuk menahan penonton di Kota Bengkulu. Hal ini dikarenakan RRI Pro I dalam membuat program dan siaran telah memperhatikan kondisi pasar, analisis internal dan analisis pesaiang. Secara rinci, pada kondisi pasar menunjukkan bahwa RRI Pro I menelaah pada kondisi pasar atau kondisi pendegar, dan melihat trend permintaan pasar, serta mempelajari segmen pendengar, pada analisis internal bahwa sumber daya yang dimiliki RRI Pro I sudah cukup baik karena sudah memiliki pegawai yang ditempatkan pada setiap bagian, termasuk juga teknisi sudah disiapkan untuk mengatasa jika terjadi kerusakan kerusakan, dan pada analisis pesaing bahwa RRI Pro I mengangap Radio Radio swasta yang lain bukan pesaing, melainkan sebagai mitra dan kadangkala RRI Pro I memberikan pembinaan pada radio radio swasta dalam menjalankan program programnya. Kata Kunci: Strategi Positioning, RRI, Pendengar RRI Pro I, di Kota Bengkulu
FASHION SEBAGAI MEDIA PEMBENTUK IDENTITAS PADA KOMUNITAS SKATEBOARD DI KOTA BENGKULU Marcel Paliuga Rahmadhan Marcel Paliuga; fitria yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 3 No 1 (2022): Komunikasi Strategis di Era Digital: Tantangan, Peluang, dan Inovasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.226 KB) | DOI: 10.36085/jsikom.v3i1.3478

Abstract

Riset ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana fashion digunakan sebagai pembentuk identitas di komunitas Skateboard di Kota Bengkulu. Komunitas Skateboardsendiri adalah komunitas subkultur yang memiliki style fashion serta budayanya tersendiri, yang mana dari hal tersebut membuat mereka mempunyai gaya dalam berpenampilan dan identitasnya tersendiri. Riset ini adalah riset dengan metode kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Riset ini di dalamnya dihubungkan dengan teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead terdiri atas tiga unsur dasar, yaitu Mind, Self, dan Society.Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam teori interaksi simbolik terdapat tiga unsur dasar dalam teori ini, yakni: adanya Mind, Self, dan Society. Mind (pikiran) adalah proses pemikiran, pembentukan dan penggunaan makna maupun simbol pada anggota komunitas Skateboard di Kota Bengkulu, simbol ini ditunjukkan melalui simbol nonverbal yang berupa fashion, Self (diri) proses mengaplikasikan simbol yang berupa fashion tersebut pada Self(diri) komunitas Skateboard di Kota Bengkulu serta merefleksikan diri tiap individu terhadap penilaian berdasarkan perspektif orang lain, Society (masyarakat) hasil proses Mind dan Selfyang berupa pembentukan sebuah simbol yang berupa fashion dikonstruksikan oleh anggota komunitas Skateboard di Kota Bengkulu di tengah masyarakat dan kemudian mengambil peran sebagai sebuah komunitas subkultur anak muda yang mempunyai identitas, ciri khas serta penampilannya tersendiri. Fashion pada komunitas Skateboard di Kota Bengkulu adalah fashion yang santai dan fungsional mencerminkan identitas budaya anak muda yang santai, rebel, tanpa beban dan menyukai kebebasan. Kata Kunci: Fashion, Identitas, Komunitas Skateboard, Komunikasi Antar Budaya