Claim Missing Document
Check
Articles

CULTURE SHOCK KELUARGA SUNDA DI LINGKUNGAN SERAWAI: (Studi Pada Rt.07 Sumur Dewa Kota Bengkulu) Bobyka Saputra; Fitria Yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 3 No 2 (2022): Vol.3 No.2 Oktober 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.73 KB) | DOI: 10.36085/jsikom.v3i2.4128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Culture Shock yang dialami keluarga sunda di lingkungan suku serawai, dalam penelitian ini menggunkan teori Culture Shock dari Ward sebagai pisau analisis untuk mengetahi Culture Shock yang dialami keluarga sunda di lingkungan suku serawai, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian ini ialah menggunakan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini ialah berdasarkan teori Culture Shock dari Ward sebagai pisau analisis menunjukan bahwa 1. Affective berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu pada awalnya keluarga sunda merasakan kecemasan saat berbicara dengan masyarakat serawai karena perbedaan bahasa dan nada bicara. 2. Behavior yaitu seiring dengan berjalannya waktu keluarga sunda mulai terbiasa dengan perbedaan bahasa dan juga nada bicara dengan masyarakat suku serawai. 3. Cognitive hasil dari affective dan behavior ini ialah setelah mulai terbiasa keluarga sunda tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan masyarakat suku serawai di Rt.07 Kelurahan Sumur Dewa Kota Bengkulu. Kata Kunci: Culture Shock, Keluarga Sunda, Lingkungan Serawai.
Analisis Program Komunikasi Badan Kehormatan dalam Membangun Citra Positif Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sugiantoro Sugiantoro; Fitria Yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 4 No 1 (2023): Vol.4 No.1 Mei 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v4i1.5223

Abstract

Program Komunikasi Badan Kehormatan dalam membangun citra positif anggota DPRD sangatlah penting, yang mana Badan Kehormatan bertugas untuk menjaga martabat dan kehormatan anggota DPRD sesuai dengan kode etik DPRD. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis Program Komunikasi Badan Kehormatan dalam membangun citra positif DPRD Provinsi Bengkulu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Cutlip dan Center yang terdiri dari penemuan fakta, perencanaan, komunikasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, program komunikasi yang dilakukan oleh Badan Kehormatan adalah dengan melakukan kegiatan bersosialisasi langsung dengan masyarakat. Misalnya dengan cara melakukan pencitraan dengan cara membantu kegiatan yang dilakukan masyarakat, memberikan bantuan kepada masyarakat entah itu berbentuk uang atau bahan sembako. Komunikasi yang dilakukan oleh Badan Kehormatan untuk membangun citra positif anggota DPRD yaitu dengan cara menggunakan media masa, entah itu media cetak ataupun media elektronk. Terakhir, evaluasi atau penilaian program kinerja badan kehormatan ini sudah cukup baik yang mana mereka sudah melakukan kegiatan yang memang menjadi tanggung jawab mereka. Meskipun, memang masih ada masyarakat yang menilai anggota DPRD itu dari berita di media yang memang membuat citra anggota DPRD tercoreng di mata masyarakat Keywords :Program, Badan Kehormatan, Citra Positif
PERSONAL BRANDING GANJAR PRANOWO MELALUI INSTAGRAM Rindi Alan Sutra; Fitria Yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 4 No 1 (2023): Vol.4 No.1 Mei 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v4i1.5224

Abstract

Instagram salah satu media sosial yang populer saat ini dimana instagram menempati posisi ketiga terbaik dengan nilai ipada aplikasi 4.8 dari 5 di aplikasi playstore atau Appstore. Instagram banyak digunakan oleh aktor politik untuk berkomunikasi pada masyarakat umum. Salah satu contoh aktor politik yang aktif di instagram adalah Ganjar Pranowo dimana aktif sebagai Gubernur Jawa Tengah. Penelitian ini berfokus pada Personal Branding Ganjar Pranowo dalam melakukan komunikasi politik melalui instagram, Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dengan teori Roland Barthes. Hasil penelitian ini dimana Ganjar Pranowo sukses dalam membangun komunikasi melalui instagram dibuktikan dengan terpilihnya beliau menjadi Gubernur Jawa Tengah Dua Periode Keywords :Instagram, Strategi, Komunikasi Politik
STRATEGI CYBER HUMAS PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU SELATAN Muhammad Ilham Alfarabi; Fitria Yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 5 No 1 (2024): Vol.5 No.1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v5i1.6397

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui Manajemen Pengelolaan Cyber Humas Dalam Mengujudkan Good Governance Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. (Studi pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Bengkulu Selatan). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data (display data) dan Penarikan kesimpulan serta verifikasi Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Media cyber yang digunakan adalah facebook dan instagram. Fokus dari cyber humas adalah informasi kegiatan pemerintah daerah, program-program pemerintah daerah. Kegiatan dinas Kominfo atau dari Pemda seperti pemberian informasi publik adalah melalui zoom meeting dengan perangkat desa dan kecamatan. Agar cyber humas ini dikelola menjadi good governance pemerintahan dengan melakukan publikasi, pemantauan, melakukan counter, sehingga apa yang diharapkan publikasi informasi pemerintah daerah itu sesuatu hal yang bisa menjangkau masyarakat Bengkulu Selatan. Good governace di Dinas Kominfo Bengkulu Selatan bahwa semuanya sudah berada di era digitalisasi, era revolusi industri dan semuanya sudah berbasis internet. Fokus dari cyber humas dalam mewujudkan good governance adalah mengawal publikasi terkait dengan pembangunan daerah. Cyber humas di bengkulu selatan dari sisi kinerjanya memang belum maksimal, karena dari sisi sumberdaya Manusianya masih terbatas Keywords:Pengelolaan, Cyber Humas, Good Governanc
ANALISIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ATASAN DAN BAWAHAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN CV. AL-QAISAR (AL- GROUP) BENGKULU UTARA Fiqri Oktafian; Fitria Yuliani
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 5 No 1 (2024): Vol.5 No.1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v5i1.6399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Analisis Komunikasi Interpersonal Atasan dan Bawahan Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan CV. AL-Qaisar AL-GROUP Bengkulu utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini ialah Direktur Utama AL-Group dan Serta Manager dan staf AL-Group. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah KAP Devito Keterbukaan, Empati, Sikap mendukung, Sikap positif, Kesetaraan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa komunikasi organisasi di CV. Al-Qaisar meliputi komunikasi vertikal dan horizontal. Dimana komunikasi ini dilakukan untuk menjalin dan mempertahankan kebersamaan, kekeluargaan dan membangun kerja sama yang baik Keywords:Komunikasi Interpersonal, Karyawan, Atasan dan Bawahan
Selfie Jilbab : Produksi Identitas Virtual Perempuan di Instagram Kurniawati, Juliana; Yuliani, Fitria; Safitra, Linda
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.4568

Abstract

Selfie jilbabs are an interesting selfie style to study because jilbabed women often seem to have no freedom in producing virtual identities. Some religious norms are considered to limit self-representation in cyberspace. This article aims to examine the production of virtual identity formed by women wearing headscarves through selfies on compilation accounts on Instagram. Theo van Leeuwen's social semiotics and Michel Foucault's concept of technology of the self are used to examine uploads of selfie jilbabs on the compilation accounts @jilbab_chantik, @selfie_mukena and @jilbab_sweet. The third account of this compilation was chosen because it represents three representations of selfie style. Instagram is a space that offers freedom for women who wear hijab to express themselves through photos. However, when the photo is submitted to the admin compilation account for editing, a modification of the authority for the photo occurs. A study of three photo compilation accounts shows three dominant virtual identities generated by admins, namely beautiful women, sexy women, and pious women. Viewers confirmed these three identities by liking and actively commenting on photos uploaded to the Instagram newsfeed.
Nomophobia (No Mobile Phone Phobia) Fenomena Ketergantungan Manusia Terhadap Teknologi Komunikasi Suryadi, Suryadi; Yuliani, fitria; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.848 KB) | DOI: 10.36085/madia.v1i1.3035

Abstract

Teknologi komunikasi yang terus berkembang seiring dengan perkembangan manusia membuat manusia menjadi seolah-olah ketergantungan dan tak dapat melepaskan peran teknologi komunikasi dalam kehidupannya. Contoh yang paling dekat dan nyata adalah ketergantungan manusia akan Mobile Phone yang lebih dikenal dengan istilah Smartphone pada masa sekarang. Istilah Smartphone atau ponsel pintar menunjukkan kekuatan dari wujud teknologi dengan banyak kegunaan yang memberikan banyak kemudahan bagi  penggunanya. Melalui smartphone penggunanya dapat mengakses apapun yang mereka inginkan dan mendapatkan apapun yang mereka butuhkan sehingga tanpa disadari penggunaan Smartphone tersebut menjadi suatu kebutuhan yang memunculkan ketergantungan. Tidak jarang juga orang mengalami kecemasan yang berlebihan saat mereka tidak membawa handphone mereka saat berpergian, ataupun saat mereka meninggalkan atau  menghilangkan handphone mereka di suatu tempat Hal tersebut merupakan suatu bentuk syndrome ketergantungan terhadap teknologi komunikasi handphone atau telepon genggam yang dikenal dengan Nomophobia atau No Mobile Phone Phobia yaitu fobia yang terjadi karena ketiadaan handphone. Fenomena ini sejalan dengan asumsi dasar teori determinisme oleh Marshal McLuhan yang mengungkapkan bahwa penemuan atau perkembangan teknologi komunikasi merupakan faktor yang mengubah kebudayaan manusia. Nomophobia ini bahkan diderita oleh banyak orang pada era globalisasi pada saat ini. Masyarakat sekarang ini dapat dikatakan telah begitu bergantung dengan teknologi komunikasi ini, dan tanpa disadari, penggunaan handphone ini telah membawa perubahan pada budaya masyarakat, baik terhadap cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.Kata Kunci : Nomophobia, Ketergantungan, Teknologi
“TOTALITAS” KONTEN SOSIAL MEDIA REMAJA DI KOTA BENGKULU Yuliani, Fitria; Suryadi, Suryadi
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.944 KB) | DOI: 10.36085/madia.v2i1.3091

Abstract

Respon publik menjadi motivasi tersendiri bagi pengguna sosial media dalam menampilkan dan atau membagikan konten pribadi dalam akun sosial media mereka, tidak jarang segala hal dilakukan pengguna untuk dapat menjadi viral. Tidak sedikit pengguna yang secara totalitas memproduksi konten, baik dari segi konsep, peralatan yang digunakan, maupun materi yang dikeluarkan demi menghasilkan konten sesuai dengan yang diharapkan. Totalitas secara positif akan menghasilkan produksi konten yang bagus dan dapat menarik perhatian publik. Namun pada kenyataannya tidak sedikit pengguna sosial media yang “over” totalitas dalam memproduksi konten, berlebihan dan menghalalkan segara cara agar dapat viral melalui konten yang mereka bagikan kepada publik melalui sosial media.Fenomena tersebut menarik untuk diteliti dengan fokus pada remaja yang penggunaan sosial medianya didasari oleh pola pikir dan keinginan untuk mengikuti tren perkembangan zaman. Karena pada masa remaja itu sendiri proses peralihan dari anak-anak ke dewasa membuat remaja membutuhkan perhatian yang lebih, apresiasi atas diri, maupun pengakuan atas identitas, sehingga respon publik menjadi sesuatu yang bernilai. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tentang sejauh mana “totalitas” remaja khususnya di kota Bengkulu dalam memproduksi konten sosial media,  apakah totalitas yang dilakukan lebih mengarah pada hal yang positif, ataupun negatif, apa yang mendasari, dan apa pengharapan nilai dari “totalitas” yang dilakukan remaja tersebut dalam memproduksi konten sosial media. Sehingga penelitian ini menghasilkan pemahaman tentang seberapa besar peran sosial media bagi remaja di Kota Bengkulu, serta pemahaman tentang seberapa tinggi tingkat literasi media remaja  yang tampak dari pemanfaatan sosial media yang lebih mengarah pada pemanfaatan yang positif ataupun pemanfaatan yang negatif.Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dimana data penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara dan studi kepustakaan. Teknik penentuan informan penelitian dilakukan dengan Random sampling. Dimana data yang telah dikumpulkan nantinya dianalisis melalui beberapa tahapan yakni reduksi data, display data dan verifikasi data. Kata Kunci : Totalitas, Konten, Sosial Media, Remaja, Bengkulu
ANALISIS SEMIOTIKA ISU MENTAL ILLNESS DALAM BUKU INTO THE MAGIC SHOP Khairunnisa. B; Yuliani, Fitria
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7585

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan yang memiliki saluran atau perantara. Media komunikasi merupakan suatu sarana penyampaian informasi yang bertujuan untuk memfasilitasi informasi, media komunikasi yang umum digunakan yaitu televisi, radio, media online, dan lainnya. Adapun media komunikasi berupa karya, bai karya seni maupun karya sastra, pada penelitian ini membahas informasi yang disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui karya sastra buku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isu mental illness dalam buku Into The Magic Shop karya James R. Doty, peneliti mengambil tema mental illness dalam buku Into The Magic Shop ini karena kesadaran untuk menyikapi isu kesehatan mental di masyarakat pada saat ini masih tergolong rendah. Peneliti menggunakan teori semiotika Ferdinand De Saussure, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini bahwa adanya isu mental illness dalam buku Into The Magic Shop, bentuk mental illness yang terjadi yaitu depresi, trauma, sedih, kecemasan, putus asa, dan kesepian yang ditunjukan dari narasi yang menggambarkan karakteristik mental illness. Kesehatan mental sangat penting, pembentukan karakter sangat mempengaruhi emosi untuk menghadapi masalah serta afirmasi positif mampu memberikan dorongan untuk bangkit dari rasa keterpurukan seperti yang dialami oleh James Keywords: Mental Illness, Media Komunikasi, Buku Into The Magic Shop
PERAN KONTEN TIKTOK @VMULIANA SEBAGAI KEBUTUHAN INFORMASI MAHASISWA AKHIR Saputra, Rendi; Yuliani, Fitria
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 5 No 2 (2024): Vol.5 No.2 Oktober 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v5i2.7233

Abstract

This research aims to analyze the role of @vmuliana TikTok content as a source of information for students. TikTok is a social media application that is popular among the younger generation, including students. Vina Muliana, a content creator on TikTok, shares educational content regarding job vacancy information, tips for making CVs, interview processes, BUMN and CPNS recruitment, as well as developing academic and non-academic skills. Through this content, Vina Muliana plays an important role in meeting the information needs of students, especially final year students who are looking for work or preparing to enter the world of work. The research results show that @vmuliana's TikTok content is a source of information, inspiration and motivation for students in developing their careers and skills. This research provides insight into the potential of social media, especially TikTok, in supporting students' information needs Keywords: TikTok Content, Information Needs, Final Students