Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU SD MELALUI PELATIHAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH Yantoro, Yantoro; Pamela, Issaura Sherly; Setiono, Panut
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2019): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2019
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/1753

Abstract

Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru, ditemukan fakta bahwa guru – guru masih kesulitan dalam kenaikan pangkat. Kesulitan ini dikarenakan guru tidak memiliki keterampilan dalam menulis karya ilmiah, serta kebiasaan guru yang tidak pernah untuk melakukan peneletian. Untuk itu maka perlu dilakukan upaya untuk memberikan bekal keterampilan kepada para guru untuk melaksanakan penelitian, menulis karya ilmiah dan mempublikasikannya. Salah satu bentuk penelitian sederhana yang dapat mudah dilakukan oleh guru adalah dengan melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dalam pelaksanaanya guru terlihat sangat antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim pengabdian ini, hal ini karena dapat menjadi sumber pengetahuan dan mengasah kemampuan guru dalam membuat karya tulis ilmiah. Dari hasil observasi, diperoleh fakta bahwa guru–guru telah memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam membuat karya tulis ilmiah yang berasal pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
KAJIAN NILAI MATEMATIKA DALAM TRADISI MASYARAKAT SERAWAI SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATERI GEOMETRI DI SEKOLAH DASAR Kurniawati, Ike; Tarmizi, Pebrian; Setiono, Panut; Kurniasari, Herlin
ATTA`DIB Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v8i3.19428

Abstract

Integrasi matematika dan nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari dapat dimanfaatkan untuk memberikan pembelajaran matematika yang berarti bagi siswa. Budaya dapat berasal dari berbagai bentuk, seperti kain tradisional, makanan khas, adat istiadat lokal, bangunan, tarian, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai matematika yang terkandung dalam tradisi masyarakat Serawai, khususnya dalam konteks pembelajaran geometri untuk siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi-tradisi masyarakat Serawai memiliki nilai-nilai matematika yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang relevan, khususnya materi geometri di sekolah dasar diantaranya tradisi melemang, tradisi api jagau, tradisi bimbang balai, tradisi tari nappa, dan tradisi menanam padi.
Desain Pembelajaran Mobile Collaborative Learning Berbasis PBL Untuk Meningkatkan Kerjasama Dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mahasiswa PGSD Universitas Bengkulu Amaliyah, Yuli; Yuliantini, Nani; Setiono, Panut; Ariffiando, Nady Febri; Sari, Ratna
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 3 (2025): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i3.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Desain Pembelajaran Mobile Collaborative Learning Untuk Meningkatkan Kerjasama Dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mahasiswa PGSD Universitas Bengkulu; dan (2) mengetahui kemampuan Kerjasama dan kemampuan berpikir Tingkat tinggi mahasiswa PGSD setelah mengikuti pembelajaran dengan Mobile Collaborative Learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE atau Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Analisis data kualitatif dan Analisis kuantitatif. Proses validasi yang dilakukan oleh ahli menunjukkan bahwa desain ini memenuhi kriteria relevansi, kepraktisan, dan efektivitas, dengan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,6 dalam kategori "sangat baik." Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa desain pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan keterampilan kerjasama mahasiswa. Rata-rata skor kerjasama meningkat dari 3,2 sebelum implementasi menjadi 4,4 setelah implementasi, dengan indikator komunikasi, koordinasi, dan pembagian tugas menunjukkan peningkatan yang signifikan. Desain pembelajaran Mobile Collaborative Learning berbasis PBL ini terbukti valid dan efektif dalam meningkatkan keterampilan kerjasama serta kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa PGSD di Universitas Bengkulu.
The Implementation of Differentiated Learning Model for Primary School Students Amaliyah, Yuli; Setiono, Panut
Jurnal Indonesia Pendidikan Profesi Guru Vol. 1 No. 2 (2024): JIPPG, Volume 1, Issue 2 (2024): September-December Period
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/jippg.v1i2.245

Abstract

Objective: This study aims to describe the implementation of differentiated learning in elementary schools within the framework of the independent curriculum (Kurikulum Merdeka). Method: The research employs a literature review method, analyzing and synthesizing findings from previous studies and theoretical perspectives related to differentiated learning practices in elementary education. Result: The literature review reveals several key findings: (1) Diagnostic assessments are essential to identify students’ interests, learning profiles, styles, and readiness; (2) Humanistic learning theory supports the application of differentiated learning; (3) Differentiated learning enhances student learning outcomes and engagement; (4) In science-related subjects, it positively affects students’ social skills, character development, conceptual understanding, motivation, and critical thinking; (5) It can be effectively integrated with problem-based learning models and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5); (6) Successful implementation depends on teachers’ understanding of differentiated instruction, creativity, available facilities, and students’ internal factors; (70 The use of appropriate media and teaching materials enhances the effectiveness of differentiated learning. Conclusion: Differentiated learning is a viable and beneficial strategy for improving educational quality in elementary schools, particularly under the independent curriculum framework. Its success relies on proper planning, teacher preparedness, and contextual adaptation. Contribution: This study offers a comprehensive overview of how differentiated learning can be effectively implemented in elementary education. It serves as a guide for educators, curriculum developers, and policymakers to optimize teaching strategies that address the diverse needs of learners.
An Analysis on Student Needs and Preferences for HyFlex Learning Development in Indonesian Higher Education Setiono, Panut; Setyosari, Punaji; Praherdhiono, Henry; Harsiati, Titik; Amaliyah, Yuli
IJOEM Indonesian Journal of E-learning and Multimedia Vol. 4 No. 3 (2025): Indonesian Journal of E-learning and Multimedia (October 2025)
Publisher : CV. Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/ijoem.v4i3.436

Abstract

Background: The rapid advancement of digital technology has transformed higher education, leading to the development of HyFlex (Hybrid-Flexible) learning models that combine face-to-face, synchronous online, and asynchronous formats. However, research on students' technological readiness and preferences in HyFlex environments remains limited.Aims: This study examines students’ technological readiness, learning preferences, and access to digital resources in a HyFlex environment. It focuses on identifying commonly used devices, internet sources, preferred learning methods, activities, and resource types. The study’s novelty lies in its exploration of the intersection between mobile accessibility, learning formats, and resource types within HyFlex learning.Methods: A quantitative survey was conducted with 236 undergraduate students, and the collected data were analyzed using descriptive statistics to identify trends and patterns in technological readiness and learning preferences.Results: Findings show that most students use smartphones (41.1%) and mobile data (53.4%) to access learning materials. Blended learning was the preferred format (78.8%), with game-based and video-supported activities being highly favored. Additionally, 83.9% of students preferred online materials accessible via smartphones, emphasizing the importance of mobile-friendly resources in HyFlex learning.Conclusion: This study provides insights into optimizing HyFlex learning to better meet student needs. The findings suggest that HyFlex learning should prioritize mobile accessibility, interactive content, and flexible instructional design. This research contributes to the growing literature on flexible learning models and offers practical recommendations for designing future educational frameworks.
Meningkatkan Nilai Karakter Peserta Didik Melalui Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Setiono, Panut; Yuliantini, Nani; Dadi, Sri
Jurnal PGSD Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.337 KB) | DOI: 10.33369/pgsd.13.1.86-92

Abstract

This study aims to determine the application of the Project-Based Learning model to improve student character values in integrative thematic learning lectures on Environmental Themes in PGSD FKIP study programs in Bengkulu University. This research is a class action research conducted in the Academic Year 2019/2020. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results showed an increase in character values in aspects of friendly, critical, creative, curious, thorough, and care for the environment. Conclusions in this study, the project-based learning model can improve the character values of students.
Pendidikan Ekonomi Pada Gen Z: Analisis Kebutuhan Desain Pembelajaran untuk Meningkatkan Literasi Kewargaan Ekonomi Calon Guru Sekolah Dasar Setiono, Panut; Amaliyah, Yuli; Kurniawati, Ike; Yusnia, Yusnia
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 6 No. 2 (2024): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan ekonomi bagi Generasi Z Calon Guru SD penting untuk mempersiapkan menghadapi tantangan tersebut dengan membekali pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran pendidikan ekonomi yang adaptif bagi generasi ini guna meningkatkan literasi kewargaan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan desain pembelajaran yang memudahkan proses belajar mengajar, sehingga Generasi Z yang merupakan calon Guru SD memiliki literasi kewargaan ekonomi yang memadai untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Dick, Carey & Carey (2009) yang terdiri dari tujuh langkah untuk analisis kebutuhan pengembangan desain pembelajaran. Hasil penelitian yang dihasilkan berupa strategi pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model Project Citizen yang berfokus pada pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan nilai- nilai demokrasi. Materi pembelajaran dikembangkan dalam bentuk mobile learning, memanfaatkan teknologi yang relevan dengan karakteristik digital native dari Generasi Z. Implementasi mobile learning diharapkan dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan desain pembelajaran ekonomi yang adaptif untuk meningkatkan literasi kewargaan ekonomi calon guru SD, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan ekonomi global.
AN EXPERIENTIAL LEARNING MODEL TO ENHANCE THE METACOGNITIVE ABILITIES OF PRE-SERVICE TEACHERS Setiono, Panut; Setyosari, Punaji; Praherdhiono, Henry; Harsiati, Titik; Amaliyah, Yuli
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 Number 4 (October 2025)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v6i4.5756

Abstract

Social education programs often face challenges in effectively developing metacognitive skills in pre-service teachers, which are crucial for enhancing problem-solving and decision-making abilities in the classroom. Metacognition allows teachers to monitor and regulate their thinking, yet many teacher education programs lack structured frameworks to support this development. This study aims to address this gap by developing an Experiential Learning (EL) model designed to enhance the metacognitive skills of pre-service social education teachers. Based on Meijer et al.'s (2013) framework, the model integrates three core components: metacognitive knowledge, metacognitive regulation, and metacognitive responsiveness. A qualitative research design was employed, using expert validation through the Item-Objective Congruence (IOC) method and a Likert-scale suitability assessment. Five education experts evaluated the model’s alignment with metacognitive competencies, yielding a high suitability score of 4.56 out of 5. The model follows a learning cycle that incorporates concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, and active experimentation. The results indicate that integrating metacognitive strategies into learning activities, with clearly defined instructor roles, significantly enhances pre-service teachers' metacognitive abilities. This research emphasizes the importance of incorporating reflective, contextual learning designs to foster higher-order thinking skills within teacher education, particularly in the underdeveloped field of social education.
Pengembangan Multimedia Interaktif dan Instrumen Penilaian Berbasis Keterampilan Proses Dasar di Sekolah Dasar Chan, Faizal; Budiono, Hendra; Setiono, Panut
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2330

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan dan kelayakan produk pengembangan yang dihasilkan berupa Multimedia InteraktifBerbasis Keterampilan Proses Dasar  pada materi tumbuhan dan bagian-bagiannya untuk siswa sekolah dasar. Penelitian  ini  menggunakan  jenis penelitian Research and Development  (penelitian dan pengembangan). Langkah–langkah dalam memgembangkan multimedia interaktif dengan mengadaptasi model pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari tiga proses utama, yaitu: tahap penilaian kebutuhan, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi. Kelayakan produk pengembangan diukur berdasarkan tanggapan dari ahli materi dan media. Subjek ujicoba dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas tinggi di SDN 55/I Sridadi Muara Bulian Kab. Batanghari sejumlah 9 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan Multimedia interaktif dan instrument penilaian berbasis keterampilan proses dasar memenuhi kelayakan dengan tingkat kevalidan multimedia interaktif dari validasi materi dengan rata-rata 3,27 kategori Valid, validasi media 3,3 kategori valid dan validasi instrument peneilaian 3,33 kategori valid. Angket respon guru terahdap multimedia interaktif  dengan rata-rata persentase 80% kategori sanagar baik, repon guru terhadap instrume  peneilaian dengan rata-rata 79,2 kategori Baik serta repon siswa dengan persentase 91,67% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa, produk yang dihasilkan telah dinyatakan valid dan praktis berdasarkan hasil uji kevalidan dan kepraktisan.Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Instrument Penilaian, Keterampilan Proses DasarAbstract: This research and development aims to describe the development procedure and the feasibility of the development products produced in the form of Interactive Multimedia and Assessment Instruments Based on Basic Process Skills for elementary school students. This study uses a type of research and development research. Steps in developing interactive multimedia by adapting Hannafin and Peck's development model which consists of three main processes, namely: the stage of needs assessment, design stage, development and implementation stages. Feasibility of product development is measured based on responses from material and media experts. The test subjects in this development research were high-class students at SDN 55 / I Sridadi Muara Bulian, Kab. Batanghari is 9 people. Data collection was carried out using validation questionnaires and practicality questionnaires. The results showed that the interactive multimedia and skills-based assessment instruments based on the basic process fulfilled the feasibility of the level of validity of interactive multimedia from material validation with an average of 3.27 valid categories, 3.3 validation of media validations and validation of 3.33 validation instruments. Questionnaire responses of teachers were exposed to interactive multimedia with an average percentage of 80% in the category of good teachers, teacher responses to instructional assessment with an average of 79.2 categories Good and respondent with a percentage of 91.67% with very good categories. It can be concluded that, the products produced have been declared valid and practical based on the results of validity and practicality test.Keywords: Interactive Multimedia, Assessment Instruments, Basic Process Skills
Kemampuan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Setiono, Panut; Yuliantini, Nani; Wurjinem, Wurjinem; Anggraini, Dwi
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v5i1.7039

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa yang lemah dan menarik untuk menjadi topik permasalahan untuk dikaji terutama dalam hal mengevaluasi dan mengkonstruksi pemikirannya dalam menjawab permasalahan dan solusinya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan argumentasi mahasiswa setelah mengikuti model pembelajaran Project Based Learningpada mata kuliah Keterampilan Berbahasa. Penilaian kemampuan argumentasi ilmiah dilakukan dengan instrumen tes essai yang diberikan kepada mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan argumentasi ilmiah mahasiswa Prodi S-1 PGSD FKIP Universitas Bengkulu pada mata kuliah Keterampilan berbahasa memperoleh skor rata-rata sebesar 65,63% dengan kriteria cukup. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan penelitian selanjutnya untuk mengadakan variasi strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah.Kata Kunci: Argumentasi Ilmiah, Model PjBL, Pembelajaran       Abstract: This research is motivated by the fact that students' weak and attractive scientific argumentation skills become a topic of problems to be studied, especially in terms of evaluating and constructing their thinking in answering problems and solutions. The purpose of this study was to describe students' argumentative skills after following the project-based learning model in the Language Skills course. Assessment of scientific argumentation skills is carried out using essay test instruments given to students. The results showed the ability of scientific argumentation of students of the Elementary School Education program, University of Bengkulu  in the language skills course obtained an average score of 65.63% with sufficient criteria. The results of this study can be used as a reference for further research to carry out a variety of learning strategies to improve the ability of scientific argumentation.Keywords: Scientific Argumentation Skill, Project-Based Learning Model, Learning