Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis ketimpangan sosial wilayah di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat Hernovianty, Firsta Rekayasa; Pratiwi, Nana Novita; Adventia, Dhea
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i1.50815

Abstract

Ketidakmerataan proses pembangunan dapat mengakibatkan kesenjangan antar daerah. Secara administratif, Kabupaten Sekadau adalah daerah tingkat kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki masalah ketimpangan wilayah. Penyebaran penduduk yang tidak merata, cakupan wilayah yang luas dan keterbatasan infrastruktur sosial merupakan faktor penyebab ketimpangan di Kabupaten Sekadau. Perkembangan penduduk yang cenderung terkonsentrasi di pusat kabupaten menjadikan daerah pedalaman semakin tertinggal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis ketimpangan sosial wilayah di Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan analisis skoring untuk mengukur tingkat ketimpangan sosial wilayah di Kabupaten Sekadau dengan mempertimbangkan indikator pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, tingkat pendidikan, kesehatan masyarakat, dan tenaga kerja. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ketimpangan sosial wilayah di Kabupaten Sekadau termasuk tingkat ketimpangan tinggi. Adapun faktor yang mempengaruhi ketimpangan sosial adalah pertumbuhan penduduk dimana persentase pertumbuhan penduduk kabupaten lebih besar dibandingkan persentase pertumbuhan penduduk setiap kecamatan. Selain itu, kepadatan penduduk setiap kecamatan juga lebih rendah dibandingkan kepadatan penduduk kabupaten dan jumlah penduduk yang bekerja di setiap kecamatan di Kabupaten Sekadau lebih rendah jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia kerja.
Pembuatan Minyak Kelapa Dalam Pemanfaatan Buah Kelapa di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Ely Nurhidayati; Agustiah Wulandari; Erni Yuniarti; Firsta Rekayasa Hernovianty; Nana Novita Pratiwi
Al-Khidmah Vol 5, No 1 (2022): AL-KHIDMAH (Agustus)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/al-khidmah.v5i1.3812

Abstract

Desa target binaan terletak di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. SDM Desa Sungai Kupah yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, yang memiliki potensi disektor pertanian. Khususnya pada sektor primer terutama perkebunan kelapa. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka program bina desa dapat menjadi peluang bagi masyarakat agar dapat mengolah, memanfaatkan dan meningkatkan nilai tambah produk buah kelapa. Program ini dilaksanakan dengan menerapkan metode offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19. Tim dosen beserta tim mahasiswa melakukan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat secara penuh di lapangan dengan menggunakan fasilitas, seperti aula sebagai tempat sosialisasi dan pelatihan.Adapun yang prospektif dikembangkan yaitu pengolahan buah kelapa menjadi minyak kelapa. Adapun implementasi program bina desa ini dinamai PDKMI “Milaku” : Program Desa Kupah Mandiri Industri Minyak Kelapa. Adapun brand produk lokal minyak kelapa ialah “Milaku”. Adapun kegiatan program bina desa PDKMI “Milaku” : Program Desa Kupah Mandiri Industri Minyak Kelapa. Sasaran program Bina Desa PDKMI “Milaku” ini yaitu mengimplementasikan pengolahan buah kelapa menjadi minyak kelapa (coconut crude oil), serta packaging produk minyak kelapa dengan brand “Milaku”.
Utilization of coconut shell waste into charcoal briquettes in Sungai Kupah Village, Kubu Raya Regency Ely Nurhidayati; Erni Yuniarti; Nana Novita Pratiwi; Agustiah Wulandari; Firsta Rekayasa Hernovianty
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 7, No 2 (2022): May 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v7i2.6783

Abstract

The target villages located in Sungai Kupah Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan have potential in the agricultural sector, especially in the primary sector, namely coconut plantations. Most of the coconut harvest in Sungai Kupah Village only uses the flesh of the fruit which is processed as copra. Other parts such as shells and coconut husks are just thrown away, piled up, and not used. Therefore, the village development program can be an opportunity for the community to be able to process, utilize and increase the added value of coconut fruit products and coconut waste. This program is implemented by applying the offline method while still observing health protocols during the Covid-19 pandemic. The lecturer team and the student team carry out full community development and empowerment activities in the field using facilities, such as a hall as a place for socialization and training. The prospective development is coconut waste into charcoal briquettes. The implementation of this village development program is called PDKMI Briketku: Program Desa Kupah Mandiri Industri Arang Briket. As for the activities of the PDKMI "Briketku" village development program: Program Desa Kupah Mandiri Industri Arang Briket has been implemented. This village development program activity has resulted in the processing of coconut waste (coir and shell) into charcoal briquettes, as well as the packaging of charcoal briquette products with the brand "Briketku”.
Peran Pembangunan Infrastruktur Dalam Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kabupaten Mempawah Firsta Rekayasa Hernovianty
Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.587 KB) | DOI: 10.26418/uniplan.v2i1.45896

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu upaya yang mampu memicu pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Kabupaten Mempawah sebagai daerah penyangga yang terletak diantara Kota Pontianak dan Kota Singkawang memiliki peluang untuk percepatan pembangunan infrastruktur. Namun, proses pembangunan infrastruktur masih terkendala karena adanya konflik pembebasan lahan, perencanaan dan pengawasan yang lemah, kuantitas yang belum mencukupi dan kualitas yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembangunan infrastruktur dalam pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Mempawah. Teknik analisis menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif yang menitikberatkan pada argumentasi dan bukti empiris yang diperoleh ketika survey. Hasil penelitian didapatkan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran yang sangat penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah. Hal ini didukung dengan hasil analisis pertumbuhan ekonomi wilayah, dimana nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku diproyeksikan akan mengalami peningkatan sebesar Rp 18.848,13 miliar pada tahun 2035. Adapun 5 lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar adalah pertanian; administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib; industri pengolahan; perdagangan besar dan eceran serta konstruksi. Selain itu, berdasarkan rencana tata ruang Kabupaten Mempawah juga memiliki kawasan strategis dari sudut kepentingan percepatan pertumbuhan ekonomi yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) Kecamatan Sungai Kunyit dan sekitarnya dimana arahan rencana difokuskan dalam pengembangan pelabuhan.
Desain Mural Sebagai Citra Kawasa Tepian Sungai di Kampung Beting Ely Nurhidayati; Mira Sophia Lubis; Firsta Rekayasa Hernovianty
Jurnal Pengabdi Vol 6, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v6i2.68869

Abstract

Seni mural merupakan seni yang hadir dengan menawarkan pendekatan yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. Seni mural kerap dijumpai di kawasan-kawasan perkotaan, seperti di kawasan komersil, fasilitas umum, dan sebagainya yang memiliki bidang dinding yang luas sehingga oleh seniman mural bidang dinding ini dijadikan sebagai media untuk berkarya. Adapun tujuan dari dilakukannya lukisan mural ialah untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, memperindah kawasan, serta mengubah citra kawasan. Seni mural cukup berkembang di Indonesia, Kampung Beting di Kota Pontianak merupakan salah satu kampung yang memiliki kekayaan karya seni mural yang mengusung beberapa tema mengenai isu yang sedang hangat, seperti pendidikan, pariwisata, hingga sejarah budaya Kampung Beting. Sebagai kawasan yang memiliki nilai historis budaya Kota Pontianak, kesenian mural di Kampung Beting menjadi salah satu upaya dalam pengenalan citra budaya kesultanan Kota Pontianak kepada masyarakat luas. Upaya dilakukannya aktivitas mural kawasan ini diharapkan mampu menghilangkan stigma negatif dari Kampung Beting sebagai “daerah merah” dan mengubahnya menjadi kawasan yang edukatif serta menarik untuk dikunjungi.   
ARAHAN STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN DAN MENGEMBANGKAN POTENSI EKONOMI LOKAL DI DESA RASAU JAYA SATU KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Rettie Angrayni; Gusti Zulkifli Mulki; Firsta Rekayasa Hernovianty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42145

Abstract

Desa Rasau Jaya Satu merupakan desa transmigrasi yang ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 1971 dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dengan sistem pengairan pasang surut. Kemandirian pangan ternyata sampai saat ini tidak berhasil di daerah ini. Untuk itu potensi desa perlu dikaji lebih jauh agar dapat meningkatkan perekonomian desa melalui pengembangan potensi ekonomi lokal yang berdaya saing tinggi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik analisis menggunakan metode LQ dan metode SWOT. Hasil analisis LQ menunjukkan Desa Rasau Jaya Satu memiliki potensi ekonomi lokal unggulan pada sektor pertanian (jagung, cabai besar, blewah), peternakan (ayam buras) dan sektor perkebunan (kelapa sawit). Faktor pendukung terdiri dari ketersediaan lahan, sistem pengairan, serta dukungan program kebijakan. Faktor penghambat meliputi kondisi iklim, tidak adanya regenerasi petani serta pemasaran didominasi oleh tengkulak. Hasil kuadran analisis SWOT terletak pada kuadran 1 (Strenght - Opportunity) dengan strategi agresif berupa sistem pengembangan pertanian terpadu dan agrowisata.Kata kunci: ekonomi lokal, transmigrasi, Desa Rasau Jaya Satu
IDENTIFIKASI BESARAN LAHAN TERBANGUN DI SEKITAR BUNDARAN ARTERI SUPADIO Gilang Ridho Ananto; Firsta Rekayasa Hernovianty; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60132

Abstract

Perkembangan kegiatan perdagangan dan jasa dapat memicu perubahan pada penggunaan lahan di suatu kawasan. Bundaran Arteri Supadio sebagai salah satu persimpangan untuk simpul kegiatan yang strategis karena berkaitan dengan Kawasan Metropolitan Pontianak (KMP) sehingga perubahan pemanfaatan lahan di kawasan tersebut diperuntukkan untuk kepentingan ekonomi khususnya perdagangan dan jasa. Hal ini berpengaruh terhadap lahan terbangun dan meningkatkan kejenuhan suatu lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi besaran lahan terbangun di kawasan sekitar Bundaran Arteri Supadio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis spasial yang diaplikasikan pada lokasi yang terbagi menjadi 2 (dua) zona. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka luas lahan terbangun pada tahun 2006 sebesar 5,23 Ha (10,27%) dengan jumlah bangunan sebanyak 69 bangunan, tahun 2011 luas lahan terbangunnya sebesar 7,66 Ha (15,72%) dengan jumlah bangunan sebanyak 106 bangunan, tahun 2016 luas lahan terbangunnya 10,48 Ha (21,5%) dengan jumlah bangunan sebanyak 146 bangunan, tahun 2021 luas lahan terbangunnya 14,01 Ha (24,74%) dengan jumlah bangunan sebanyak 164 bangunan. Kegiatan yang terdapat di Koridor Jalan Arteri Supadio (Zona I) berupa industri, pendidikan, perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, perkantoran permukiman. Kegiatan yang terdapat pada koridor Jalan Mayor Alianyang (Zona II) diantaranya yaitu perdagangan dan jasa, peribadatan dan keagamaan, permukiman, serta pertahanan dan keamanan.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK HYPERMART CITIMALL KETAPANG DAN PASAR TRADISIONAL DESA PAYA KUMANG Bayu Pratama Satyanegara; Firsta Rekayasa Hernovianty; Anthy Septianti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57704

Abstract

Kemunculan pasar modern tentunya akan menarik para konsumen dari pasar tradisional. Dengan kemunculan Hypermart Citimall Ketapang akan menyebabkan para konsumen beralih dari pasar tradisional ke Hypermart Citimall Ketapang, kondisi ini disebabkan karena.pasar.tradisional.tidak.mampu.bersaing.dengan.pasar.modern baik itu pada aspek jenis barang yang dijual, harga, kualitas, fasilitas, pelayanan dan lokasi. Akibatnya banyak masyarakat yang beralih.untuk.berbelanja.di.pasar.modern.karena.dianggap lebih baik dibandingkan dengan pasar tradisional. Jika hal tersebut tidak diatasi maka pedagang pasar tradisional akan mengalami penurunan pendapatan yang disebabkan karena berkurangnya pembeli, hal tersebut bukan tidak mungkin bahwa pedagang pasar tradisional akan kehilangan mata pencahariannya. Penelitian.ini.bertujuan.untuk.mengidentifikasi.karakteristik Hypermart Citimall Ketapang dan Pasar Tradisional Desa Paya Kumang. Penelitian.ini.menggunakan.pendekatan kuantitatif.dengan.teknik.analisis.skoring yang memiliki asumsi unggul (skor 1) dan tidak unggul (skor 0) penilaian tersebut melihat 6 aspek yaitu: jenis barang yang dijual, harga, kualitas, fasilitas, pelayanan dan lokasi. Dari hasil analisis terlihat bahwa pasar modern unggul dengan jumlah skor 4 dengan variabel yang unggul yaitu; jenis barang yang dijual, kualitas, fasilitas dan pelayanan. Sedangkan variabel yang mendapatkan skor seri yaitu variabel lokasi. Pasar tradisional hanya mendapatkan skor 1 yaitu pada variabel harga.Kata.kunci: karakteristik, pasar.modern, pasar.tradisional
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN BERBASIS PERTANIAN DI KECAMATAN SEKADAU HILIR, KABUPATEN SEKADAU Digna Setyana Hayu Putri; Firsta Rekayasa Hernovianty; Erni Yuniarti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42148

Abstract

Kecamatan Sekadau Hilir sebagai pusat wilayah kecamatan memiliki empat lumbung padi yaitu Desa Timpuk, Desa Landau Kodah, dan dua di Desa Semabi sebagai pemasok pangan Kabupaten Sekadau. Produksi panen padi sawah pada tahun 2018 sebesar 10.241 ton, sedangkan padi ladang 1.860 ton. Lemahnya pengemasan produk dan terbatasnya aksesibilitas pertanian menyebabkan kurang maksimalnya pemasaran produk lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komoditas unggulan berbasis pertanian khususnya tanaman pangan di Kecamatan Sekadau Hilir. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik analisis Locationt Quetient (LQ), Sift Share Analysis (SSA), dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas padi sawah memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif sehingga mampu bersaing dipasar yang lebih luas hingga ke Negara Malaysia. Komoditas basis pada subsektor tanaman pangan adalah komoditas padi sawah, analisis Shift Share komoditas padi sawah termasuk dalam kelompok progresif menunjukkan komoditas maju, dan termasuk dalam kuadran I pada tipologi klassen menunjukkan komoditas yang maju dan tumbuh dengan pesat. Hal ini menunjukkan komoditas padi sawah merupakan komoditas yang maju dan tumbuh dengan pesat di Kecamatan Sekadau Hilir.Kata: komoditas unggulan; pertanian tanaman pangan; Kecamatan Sekadau Hilir
ANALISIS SUBSEKTOR BASIS PERTANIAN DI KABUPATEN SANGGAU Puji Sukmaningsih; Firsta Rekayasa Hernovianty; Anthy Septianti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49236

Abstract

Penentuan subsektor basis menjadi aspek strategis dalam upaya pengembangan wilayah. Hal ini penting agar pemerintah kedepannya dapat menentukan strategi pengembangan yang tepat. Sektor pertanian menjadi penyumbang PDRB terbesar selama tahun 2015-2019 untuk Kabupaten Sanggau. Sektor ini juga menjadi pilihan bagi mayoritas masyarakat Kabupaten Sanggau sebagai sumber pendapatannya. Akan tetapi hambatan seperti, kurang mumpuninya infrastruktur pertanian, menurunnya antusias petani untuk mengembangkan sektor pertanian, hingga banyaknya alih fungsi lahan menjadi beberapa penyebab turunnya distribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Sanggau 5 tahun terakhir. Subsektor pertanian meliputi tanaman pangan, holtukultura, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis subsektor pertanian basis di Kabupaten Sanggau. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis LQ, Shift Share dan Overlay. Berdasarkan analisis LQ, subsektor pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan mendapat hasil LQ>1. Hasil shift-share menunjukkan bahwa pertanian tanaman pangan dan peternakan masuk pada kuadran I. Analisis Overlay memberikan hasil bahwa pertanian tanaman pangan merupakan subsektor basis dengan pertumbuhan cepat dan memiliki daya saing. Berdasarkan analisis tersebut didapatkan bahwa subsektor pertanian basis di Kabupaten Sanggau ialah pertanian tanaman pangan. Kata Kunci: Pengembangan Wilayah, Pertanian Tanaman Pangan, Subsektor Basis