Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENGGUNAAN AIR PERUMDAM DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Aji, Panji Septi; Umar, Umar; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i2.96547

Abstract

Kebutuhan air bersih di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak meningkat seiring bertambahnya jumlah civitas akademika dan aktivitas harian. Meskipun pasokan air dari Perumdam cukup memadai, pengelolaan dan distribusi air masih belum optimal, yang berpotensi menyebabkan pemborosan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air bersih, volume bak penampung, dan debit aliran air dari sumber Perumdam, serta mengevaluasi efisiensi penggunaan air di fakultas. Penelitian dilakukan dengan menghitung kebutuhan air berdasarkan jumlah pengguna (4.720 orang) dan zona/sektor, serta mengukur debit aliran air melalui data meteran air. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan air teoritis berdasarkan jumlah pengguna sebesar 566,4 m ³/bulan, mendekati konsumsi aktual rata "“ rata yaitu 561,4 m3/bulan, sedangkan berdasarkan zona/sektor hanya 225 m ³/bulan, sehingga kurang tepat digunakan sebagai perencanaan. Volume total bak penampung adalah 89,569 m ³, cukup untuk memenuhi kebutuhan harian, dengan sumber air dari Perumdam dan air hujan. Debit aliran air bervariasi, misalnya 27,68 m ³/hari dari Tangki Air 1 ke Tangki Air 4, yang menunjukkan distribusi air yang cukup efisien. Secara keseluruhan, sistem pengelolaan air dinilai cukup efisien berdasarkan jumlah pengguna, tetapi kurang efisien berdasarkan zona/sektor. Penelitian ini merekomendasikan perencanaan kebutuhan air berbasis jumlah pengguna dan pemantauan rutin untuk mendeteksi pemborosan sebagai dasar pengelolaan air yang optimal di lingkungan pendidikan. Kata Kunci: debit aliran air, kebutuhan air bersih, volume bak penampung
ANALISIS SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUMDA AIR MINUM TIRTA KHATULISTIWA DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN MENGGUNAKAN APLIKASI EPANET 2.0 Amanda, Jessi; Yulianto, Eko; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i2.95896

Abstract

Sistem distribusi air bersih di Kecamatan Pontianak Selatan dilayani oleh Booster Pramuka terkhusus untuk Zona C dan I yang meliputi Kelurahan Akcaya, Kelurahan Kota Baru, dan Kelurahan Parit Tokaya.. Kebutuhan air pada jam puncak pada tahun 2025 adalah sebesar 186,813 liter/detik sedangkan untuk tahun 2045 adalah sebesar 248,322 liter/detik. Berdasarkan kapasitas pemompaan Booster Pramuka sebesar 100 liter/detik dan head pompa sebesar 45 m, maka belum mampu mendistribusikan air secara optimal. Kurangnya kapasitas tersebut dapat dioptimalkan dengan analisis menggunakan program Epanet. Dilakukan simulasi kondisi eksisting dan kondisi tahun proyeksi 2045 untuk pengembangan jaringan distribusi air dan diperoleh hasil output pada Epanet berupa pressure, velocity, dan unit headloss. Pipa yang memiliki nilai pressure 10 m/km artinya tidak memenuhi standar dan diperbaiki dengan cara memperbesar diameter pipa. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan Epanet telah diperoleh perencanaan jaringan distribusi air yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan air tahun 2045 dengan meningkatkan kapasitas pemompaan yang semulanya 100 liter/detik menjadi 250 liter/detik. Kata kunci: Epanet, Jaringan Distribusi Air, Kebutuhan Air
KAJIAN SUMBER AIR BAKU POTENSIAL: ANALISIS DEBIT ANDALAN, PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR PENDUDUK DI KABUPATEN KAPUAS HULU Sakong, Mila Leonasari; Gunarto, Danang; Irwansyah, Muhammad Azhar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.99091

Abstract

Kabupaten Kapuas Hulu memiliki sejumlah Sub-DAS yang berpotensi sebagai sumber air baku sehingga perlu dilakukan kajian kuantitatif untuk menilai ketersediaannya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kecukupan debit andalan dalam memenuhi kebutuhan air penduduk dengan menghitung debit andalan berdasarkan data hidrologi setiap Sub-DAS serta memperkirakan kebutuhan air bersih sesuai proyeksi jumlah penduduk dan standar konsumsi domestik. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar Sub-DAS di Kabupaten Kapuas Hulu masih dalam kondisi surplus sehingga mampu mencukupi kebutuhan air penduduk, meskipun terdapat satu Sub-DAS yang mengalami defisit, di mana debit andalan lebih kecil daripada kebutuhan air. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum ketersediaan air baku di Kapuas Hulu masih memadai, tetapi wilayah yang defisit memerlukan perhatian dan pengelolaan khusus. Hasil kajian ini dapat dijadikan dasar perencanaan serta pengelolaan sumber daya air secara lebih terpadu dan berkelanjutan.
KAJIAN ANGKUTAN SEDIMEN TOTAL PADA HULU SUNGAI MEDANG PULANG KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU Irmansah, Muhamad; Kartini, Kartini; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i4.68705

Abstract

Sungai Medang Pulang memiliki nilai potensial bagi masyarakat Kecamatan Hulu Gurung sebagai sumber air bersih, irigasi dan lainnya. Sungai ini memiliki permasalahan sedimentasi dan pendangkalan dasar sungai yang berdampak pada kualitas air dan mengurangi daya tampung sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sedimen dan laju angkutan sedimen total pada hulu sungai. Data yang digunakan berupa data hidrometri sungai dan sampel sedimen. Karakteristik sedimen memiliki gradasi butir D35 berkisar 0,03 "“ 0,05 mm, D50 berkisar 0,07 "“ 0,092 mm dan D90 berkisar 0,29 "“ 0,37 mm dan berat jenis sedimen diantara 2,40 "“ 2,65 ton/m3. Analisis laju angkutan sedimen menggunakan metode sesaat, L.C Van Rijn, Meyer Petter Muller, Einstein, dan Duboys. Dari keempat metode tersebut L. C. Van Rijn dipilih sebagai metode analisis laju angkutan sedimen karena memenuhi syarat dimana gradasi D90 berkisar 0,29 "“ 0,37 mm. Laju angkutan sedimen total tertinggi pada kondisi cuaca cerah di penampang 1 sebesar 0,48 ton/hari dan laju angkutan terendah di penampang 2 sebesar 0,000068 ton/hari sedangkan kondisi cuaca hujan total laju angkutan sedimen tertinggi di penampang 3 sebesar 0,27 ton/hari dan laju angkutan terendah di penampang 4 sebesar 0,02 ton/hari. Faktor yang mempengaruhi laju angkutan sedimen yaitu kedalaman penampang sungai, kecepatan jatuh partikel dan kecepatan geser dasar.
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DI DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Soefani, Safira Milenia; Kartini, Kartini; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.66217

Abstract

Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berfungsi sebagai tempat tumbuhan hidup. Penggunaan lahan yang berlebihan bisa mengakibatkan kerusakan tanah. Perbuatan manusia yang mengelola tanahnya dengan cara yang salah telah menyebabkan meningkatnya bahaya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan menentukan tingkat bahaya erosi berdasarkan hasil laju erosi pada beberapa penggunaan lahan di Desa Jeruju Besar. Metode analisis erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan untuk pengujian sampel tanah dilaksanakan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Bahaya Erosi (TBE) yang terjadi di Desa Jeruju Besar beragam yaitu 7,35% dari luas wilayah tergolong tingkat bahaya erosi kelas erosi berat dengan nilai laju erosi 235,67 ton/ha/tahun untuk pemukiman dan 237,81 ton/ha/tahun untuk pasar; 83,87% tergolong tingkat bahaya erosi kelas erosi ringan dengan laju erosi sebesar 40,87 ton/ha/tahun untuk perkebunan kelapa; dan 8,79% dari luas wilayah tergolong pada tingkat bahaya erosi kelas sangat ringan dengan nilai laju erosi 2,43 ton/ha/tahun untuk persawahan dan 1,91 ton/ha/tahun untuk hutan magrove sekunder. Tingkat bahaya erosi di Desa Jeruju Besar terdiri dari berat, ringan hingga sangat ringan.  Kata Kunci : erosi, USLE, tingkat bahaya erosi, Desa Jeruju Besar
KAJIAN STABILITAS LERENG AREA WASHING PLANT PADA AREA TAMBANG DI KALIMANTAN BARAT Rivaldy, Arya; Priadi, Eka; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i3.98584

Abstract

Stabilitas lereng merupakan elemen krusial dalam perencanaan dan pelaksanaan infrastruktur pertambangan, terutama di daerah dengan topografi curam seperti di wilayah Washing Plant. Keruntuhan di area ini mengakibatkan penghentian aktivitas pencucian bijih bauksit di fasilitas tersebut, sehingga diperlukan analisis geoteknik untuk menilai tingkat keamanan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keamanan lereng dengan menggunakan Metode Bishop Simplified dan perangkat lunak GeoStudio. Parameter tanah diperoleh dari pengujian laboratorium yang mencakup berat volume, kohesi, dan sudut geser. Hasil analisis manual dengan Metode Bishop menunjukkan nilai faktor keamanan sebesar 1,607, sedangkan perangkat lunak GeoStudio memberikan nilai faktor keamanan yang bervariasi, dengan nilai minimum sebesar 1,608. Kedua hasil tersebut memenuhi kriteria stabilitas menurut SNI 8460:2017 (FK > 1,5), meskipun masih berada pada batas kritis yang memerlukan perhatian. GeoStudio terbukti lebih efektif dalam mengevaluasi berbagai kemungkinan lintasan kelongsoran serta memberikan visualisasi distribusi faktor keamanan yang lebih beragam dan akurat.
Validasi Data Curah Hujan Berbasis Satelit TRMM (tropical Rainfall measuring Mission) DAS Landak Kembara, Riko; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62650

Abstract

Faktor penting dalam pengembangan maupun pengelolan sumber daya air yaitu tersedianya data curah hujan. Ketepatan kualitas data curah hujan meurpaka salah satu faktor pendukung dalam pengebangan dan penbgelolaan sumber daya air pada DAS Landak. untuk mendapatkan data cruah hujan pada DAS Landak ini sangat minim, dikarenakan saat pencatatan data curah hujan tejadi human eror atau kesalahan pada alat.Untuk mengatasi hal tersebut dengan mengandalkan kemajuan teknologi, digunakan data curah hujan berbasis satelit yaitu TRMM yang telah dibedakan dengan data curah hujan observasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyesuaikan data sebagai alternatif data curah hujan DAS Landak. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode validasi data curah hujan satelit dan data curah hujan lapangan.   Berdasarkan hasil penelitian dari total grid yang divalidasi, hanya ada beberapa grid yang dapat diuji untuk kalibrasi, validasi dan koreksi. Grid yang disertakan adalah grid 4, 6, 8, 9, 11, 15, 16 dan 17 dengan nilai korelasi terbaik di Stasiun SC-06 Ngabang terhadap Grid 15 percaya korelasi (r) = 0,688 dan RMSE = 144,44 mm. Hasil analisis yang telah lulus uji validasi, data curah hujan dapat digunakan sebagai alternatif data hidrologi dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya air di DAS Landak.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Desa Kualan Hulu Mahendra, Dandy Roffi; Soeryamassoeka, Stefanus B; Gunarto, Danang
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i2.75271

Abstract

Saat ini Desa Kualan Hulu masih belum memiliki sistem penyediaan air bersih yang memadai, sehingga masyarakat masih menggunakan air sungai dengan kualitas yang kurang baik. Dengan memanfaatkan sumberi air baku Sungai Maap, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan air bersih bagi Desa Kualan Hulu serta perencanaan sistem penyediaan air bersihnya dan potensi dari sumber air baku Sungai Maap. Kebutuhan air Desa Kualan Hulu ditinjau dengan menggunakan metode aritmatik, ketersediaan air ditinjau dengan metode Mock, pemeriksaan sampel air di laboratorium untuk diuji kualitas airnya dan perencanaan pipa transmisi menggunakan perangkat lunak EPANET. Dari hasil analisis kualitas air menunjukkan sumber air baku Sungai Maap dapat digunakan sebagai sumber air bersih bagi Desa Kualan Hulu dengan kualitas air yang baik. Ketersediaan air Sungai Maap maksimum pada bulan September sebesar 908,53 lt/detik dan terendah 47,02 lt/detik pada bulan November, menunjukkan ketersediaan air Sungai Maap dapat mencukupi kebutuhan air Desa Kualan Hulu sebesar 4,82 lt/detik. Pipa transmisi direncanakan menggunakan pipa HDPE dengan diameter 125-150 mm dengan panjang 6,251 km. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa sumber air baku Sungai Maap dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi penduduk Desa Kualan Hulu berdasarkan syarat kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya.
Analisis Penentuan Indeks Bahaya Erosi di Sub DAS Sekayam Liehan, James; Gunarto, Danang; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i1.90748

Abstract

The Sekayam River, the main and longest river in the Sekayam Watershed (DAS Sekayam), plays a strategic role in supporting the livelihoods of local communities. Erosion not only disrupts the activities of local communities along the riverbanks but also increases the risk of flooding and worsens environmental conditions. This study aims to: (1) Identify the factors contributing to the rate of erosion in the Sekayam Sub-Watershed, (2) Determine the level of erosion hazard/erosion rate using the Universal Soil Loss Equation (USLE) method and assess the erosion hazard index in the Sekayam Sub-Watershed, and (3) Develop an erosion hazard index map for the Sekayam Sub-Watershed, illustrating the classification and severity of erosion hazards using ArcGIS software.This study analyzes the erosion hazard index in the Sekayam Sub-Watershed using the USLE method, which considers factors such as rainfall erosivity (R), soil erodibility (K), slope length and steepness (LS), land management (C), and conservation practices (P). Based on the analysis, the Sekayam Sub-Watershed has an average annual rainfall of 3,058.94 mm, with dominant soil types being Ultisol (86%) and Inceptisol (14%), and mostly flat slopes (61.75%). These factors influence the erosion hazard level, which is classified as very high, particularly in land cover types such as mixed dryland agriculture with shrubs. The erosion hazard index mapping results show an average IBE value of 7.9510, indicating a high level of erosion risk.
Penerapan HEC-RAS Untuk Analisis Angkutan Sedimen Dasar Terhadap Debit Angkutan Sedimen Pada Saluran Parit Berkat Novelyne, Fiona Gita; Nurhayati, Nurhayati; Gunarto, Danang
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1070

Abstract

Abstrak Saluran Parit Berkat merupakan salah satu saluran di daerah rawa pasang surut Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap yang mengalami perubahan dasar saluran, yakni pendangkalan akibat proses sedimentasi. Pendangkalan yang terjadi di saluran Parit Berkat terutama pada bagian hilir dapat mengganggu aliran ke sungai dan menyebabkan meningkatnya muka air di hulu sehingga air lebih cepat meluap ke permukaan saat musim hujan atau saat terjadi air pasang dan dapat mengakibatkan kekeringan saat musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui debit angkutan sedimen dasar di saluran Parit Berkat. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa penampang saluran dan sampel sedimen dasar. Data sekunder berupa peta catchment area, curah hujan harian stasiun Sungai Kakap PTK-12 dan tinggi muka air pasang surut selama 15 hari. Simulasi aliran dan angkutan sedimen menggunakan program aplikasi HEC-RAS 6.0 dengan metode Meyer-Peter Muller. Hasil penelitian menunjukkan besar angkutan sedimen dasar tertinggi saat kondisi pasang untuk debit periode ulang 10 tahun, yaitu sebesar 1,73 kg/det di titik 1, sedangkan saat kondisi surut, besar angkutan sedimen dasar terendah untuk debit periode ulang 10 tahun adalah sebesar 0,92 kg/det di titik 1. Kata kunci: sedimen dasar, HEC-RAS, Meyer-Peter Muller, saluran, Parit Berkat Abstract Parit Berkat channel is one of the channels in the tidal swamp area of Punggur Besar Village, Sungai Kakap District which has experienced changes in the basis of the channel, namely silting due to the sedimentation process. Siltation that occurs in the Parit Berkat channel, especially in downstream, can disrupt the flow to the river and cause an increase in the water level upstream so that water overflows to the surface faster during the rainy season or high tide and can cause drought during the dry season. This study aimed to determine the amount of bed load transport in the Parit Berkat channel. The data used are primary data and secondary data. Primary data are channel cross-sections and bed load samples. Secondary data are catchment area maps, daily rainfall of Sungai Kakap PTK-12 station, and tidal water levels for 15 days. Flow and sediment transport simulation using the HEC-RAS 6.0 application program with the Meyer-Peter Muller method. The results showed the highest bed load transport during tidal conditions for the 10-year return period, which was 1.73 kg/sec at point 1, while at low tide, the lowest bed load transport for the 10-year return period was 0.92 kg/sec at point 1. Keywords: bed load, HEC-RAS, Meyer-Peter Muller, channel, Parit Berkat