Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBUTUHAN AIR DI PETAK TERSIER DESA LIMBUNG KECAMATAN SUNGAI RAYA Meliana, Fitri; Nurhayati, Nurhayati; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.83381

Abstract

Desa Limbung memiliki lahan yang cukup luas untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan pasokan makanan. Masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk media tanam dan dijadikan sebagai sumber penghasilan. Tanaman memerlukan air selama proses pertumbuhannya, oleh sebab itu kebutuhan air menjadi faktor yang dapat menentukan kualitas dan kuantitas produktivitas tanaman. Hal yang harus diperhatikan dalam sektor pertanian adalah kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan air tanaman pada petak tersier yang terletak di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, berupa kebun campuran masyarakat setempat yang ditanami tanaman palawija dan papaya. Input dari penelitian ini menggunakan data primer yaitu pola tanam dan data sekunder yaitu data curah hujan dan iklim tahun 2010 sampai 2022 dari stasiun BMKG Supadio. Evapotranspirasi potensial dihitung menggunakan metode Penman-Monteith. Evapotranspirasi dikalikan dengan koefisien tanaman untuk mendapatkan nilai pengunaan konsumtif. Berdasarkan hasil analisis nilai kebutuhan air maksimum terjadi pada bulan September sebesar 4,39 liter/detik sedangkan kebutuhan air minimum terjadi pada bulan November sebesar 1,89 liter/detik.
PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH UNTUK KECAMATAN JAGOI BABANG KABUPATEN BENGKAYANG Kaslina, Yohana; Nirmala, Azwa; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76435

Abstract

Perusahaan Air Minum di Kecamatan Jagoi Babang belum berfungsi, dan Jagoi Babang saat ini sedang membangun jalan pintu lintas batas negara, maka diperlukan sistem penyediaan air bersih. Dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan, ketersediaan air bersih,   dan mendesain jaringan pipa primer yang akan dipakai untuk distribusi ke daerah pelayanan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Kemudian dilakukan analisis kebutuhan air bersih,  ketersediaan air bersih, debit lapangan, debit andalan dan dilakukan simulasi untuk alternatif pemilihan desain jaringan pipa. Hasil analisis menunjukan bahwa jumlah penduduk tahun 2043 berjumlah 15,876 jiwa, kebutuhan air bersih tahun 2023 sebesar 17,70 liter/detik dan tahun 2043 sebesar 27,81 liter/detik. Debit andalan dengan probabilitas 99% didapat debit maksimum 1.438 liter/detik di bulan April dan debit minium 41,31 liter/detik di bulan Juni. Hasil uji analisis kualitas air baku untuk semua parameter sudah memenuhi baku mutu air berstandar kualitas air minum. Desain jaringan pipa menggunakan bantuan aplikasi Epanet 2.2. Simulasi Epanet dilakukan terhadap 2 kondisi, yaitu simulasi pada kondisi eksisting tahun 2023, dan simulasi pada kondisi proyeksi tahun 2043. Pada simulasi eksisting didapatkan semua kriteria sudah memenuhi persyaratan. Pada simulasi tahun kondisi tahun proyeksi perlu dilakukan perbaikan berupa perubahan diameter pipa berjumlah 20 pipa dan didapatkan hasilnya memenuhi  persyaratan tekanan air (pressure).Kata Kunci: Air Bersih, Debit Andalan, Epanet 2.2, Metode Mock, Proyeksi Jumlah Penduduk.
NERACA AIR DI SEKUNDER CIMINAH DARAT DAERAH IRIGASI RAWA (DIR) KAPUAS KECIL II Hamiah, Wan; Nurhayati, Nurhayati; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76599

Abstract

DIR Kapuas Kecil II yang berpotensi sebagai daerah pertanian diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Kubu Raya khususnya di Kecamatan Sungai Kakap. DIR Kapuas Kecil II memiliki luas sebesar 2125 Ha. Pertanian di DIR Kapuas Kecil II sering mengalami genangan air saat pasang air laut mencapai titik tertinggi dan selama musim hujan, menyebabkan kerugian dan kegagalan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji imbangan air (water balance) dan evaluasi debit aliran. Analisis imbangan air menggunakan ketersediaan air dengan probabilitas 80%. Evaluasi debit aliran dilakukan dengan membandingkan data debit real (lapangan) dan debit rencana. . Evapotranspirasi potensial (ETo) Bulan Januari-Bulan Desember pada tahun 2011-2021, dengan rata-rata maksimum terjadi pada Bulan September, yaitu sebesar 3,666 mm/hari. Debit bulanan maksimum dari tahun 2010-2021 adalah pada bulan Desember, yaitu sebesar 2,554 m3/detik.  Imbangan air (water balance) Daerah Irigasi Rawa Kapuas Kecil II pada saluran sekunder Ciminah Darat dengan pola tanam padi-padi dan kelapa mengalami kekurangan air (defisit) terbesar yang terjadi pada bulan Maret yaitu 156,43 lt/detik. Pemenuhan debit pada   saluran sekunder Ciminah Darat dengan luas layanan 116,71 ha mampu memenuhi sebanyak 60,05% sehingga pada saluran sekunder Ciminah Darat mengalami kekurangan debit sebanyak 38,95%.
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS PASANG SURUT MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY DAN LEAST SQUARE DI KECAMATAN PEMANGKAT KABUPATEN SAMBAS Abdillah, Ma'arif; Umar, Umar; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.85069

Abstract

Kecamatan Pemangkat memiliki pelabuhan perikanan Nusantara yang merupakan salah satu pelabuhan perikanan penghasil ikan terbesar di Kalimantan Barat, dari analisis pasang surut dapat memberikan referensi untuk merencanakan pembangunan pelabuhan kedepannya. Penelitian ini menggunakan data pasang surut dari tanggal 19 Mei 2024 sampai 2 Juni 2024 di Kecamatan Pemangkat yang diambil menggunakan pedoman pengukuran pasang surut air laut secara visual dengan papan duga Pd T-26-2004-A selama 24 jam, metode yang digunakan untuk analisis pasang surut yaitu metode Admiralty dan Least Square, dari hasil analisis kedua metode ini selanjutnya dibandingkan dengan kondisi pasang surut aslinya di lapangan. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa elevasi air laut mencapai nilai maksimum setinggi 160 cm pada tanggal 25 Mei 2024 atau 16 Dzulqa"™dah 1445, minimum 18 cm pada tanggal 27 Mei 2024 atau 18 Dzulqa"™dah 1445   dan rata-rata 0,8443 m dengan nilai MSL dari metode Admiralty dan Least Square masing-masing sebesar 0,8422 m dan   0,8450 cm dengan bilangan formzhal masing-masing sebesar 0,512 dan 0,452 yang menjadikan Kecamatan Pemangkat memiliki pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed semi "“ diurnal). Kedua metode memiliki amplitudo komponen pasang surut yang hampir sama tetapi ada beberapa amplitudo yang nilainya berbeda sehingga menyebabkan analisa elevasi air pasang surut rencana memiliki perbedaan yang mana elevasi muka air pasang surut rencana yang mendekati dengan data pengamatan adalah metode Least Square dengan error sebesar 8,66. Data rata-rata pasang surut (MSL) dan ketinggian tertinggi pasang (HHWL) dibandingkan dengan data pengamatan mendekati hasil analisis metode Least Square dengan error sebesar masing masing sebesar 0,09%, 1,04%, sedangkan ketinggian surut terendah mendekati dengan hasil analisis Admiralty dengan error sebesar 24,93%Kata Kunci: Admiralty, Kecamatan Pemangkat, Least Square, Pasang Surut
ANALISIS SISTEM JARINGAN PIPA TRANSMISI DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN TAYAN HULU KABUPATEN SANGGAU Arianto, Rio; Kartini, Kartini; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.81694

Abstract

ABSTRAKSistem jaringan transmisi dan distribusi air bersih di Kecamatan Tayan Hulu saat ini hanya melayani Desa Sosok. Dengan meningkatnya kebutuhan air bersih di masa depan, diperlukan pengkajian ulang pada sistem perpipaan. Peneliti menganalisis kondisi eksisting dan memodelkan jaringan distribusi serta transmisi menggunakan Epanet 2.2. Analisis kondisi eksisting digunakan untuk membuat skenario pemodelan jaringan distribusi yang sesuai dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan air di Desa Sosok. Pada jam puncak, kebutuhan air bersih meningkat dari 10 liter/detik pada tahun 2021 menjadi 31,84 liter/detik pada tahun 2041. Analisis menunjukkan kondisi hidrolika perpipaan tidak memenuhi persyaratan, terutama pada nilai pressure (-62,28m "“ -50,21m), velocity (0,03 - 1,29 m/detik), dan unit headloss (0,01-25,74 m/km), dengan diameter pipa Ø50,8 "“ Ø152,4 mm. Dua skenario pemodelan dilakukan, dan skenario kedua terbukti terbaik karena hanya menambahkan beberapa pipa paralel jenis HDPE dengan diameter Ø50,8 mm - Ø152,4 mm, memenuhi persyaratan pressure (10-70 m) dan unit headloss (5 m/km), meskipun beberapa pipa masih tidak memenuhi persyaratan velocity (0,3-3,0 m/detik) karena debit yang melewati pipa tersebut terlalu kecil.  Kata kunci : Desa Sosok, jaringan distribusi air bersih, jaringan transmisi air bersih, kondisi eksisting, Epanet 2.2.  
Analisis Angkutan Sedimen di Sungai Sekayam Kabupaten Sanggau Silalahi, Kevin Aglesio; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Gunarto, Danang
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.83341

Abstract

Sungai Sekayam terletak di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Sungai ini berperan penting bagi kehidupan masyarakat lokal yang dimanfaatkan untuk aktivitas sehari-hari dan sebagai jalur transportasi air. Namun, adanya sedimentasi menjadi salah satu tantangan yang dapat mengancam keberlanjutan dari sungai ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode L. C. Van Rijn sebagai rumus empiris untuk menganalisis angkutan sedimen. Hasil analisis menunjukkan angkutan sedimen dasar yang terjadi di Sungai Sekayam, yaitu Serangkang sebesar 158,495 kg/bulan, Balai Karangan sebesar 298,618 kg/bulan, Beduai sebesar 205,724 kg/bulan, Muara Ilai sebesar 533,938 kg/bulan, Jemongko sebesar 297,412 kg/bulan, Kembayan sebesar 496,592 kg/bulan, Bonti sebesar 940,174 kg/bulan, dan Sanggau sebesar 1058,111 kg/bulan. Sedangkan hasil analisis angkutan sedimen melayang yang terjadi di Sungai Sekayam, yaitu Serangkang sebesar 154,755 kg/bulan, Balai Karangan sebesar 188,274 kg/bulan, Beduai sebesar 270,465 kg/bulan, Muara Ilai sebesar 192,528 kg/bulan, Jemongko sebesar 294,825 kg/bulan, Kembayan sebesar 274,048 kg/bulan, Bonti sebesar 249,459 kg/bulan, dan Sanggau sebesar259,120 kg/bulan. Persamaan matematis y = 10,46x + 196,88 dan R2 = 0,2977 yang bisa digunakan sebagai prediksi angkutan sedimen di sungai Sekayam.
ANALYSIS OF WATER DISTRIBUTION SERVICES BY PERUMDAM TIRTA KHATULISTIWA IN PONTIANAK BARAT SUB-DISTRICT USING EPANET Pratama, Andikha; Yulianto, Eko; Gunarto, Danang; Soeryamassoeka, S B
Jurnal Teknik Sipil Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v22i2.59375

Abstract

PERUMDA Air Minum Tirta Khatulistiwa distributes clean water in Pontianak Barat District. Services are divided into several zones, one of which is zone H which includes Pal Lima Village and Sungai Beliung Village. only 63.82% of the population is served with a pumping capacity of 100 liters/second, based on this data, the service in zone H is not optimal. Population growth results in a lack of clean water in zone H at peak hours, so it is necessary to analyze water needs for existing conditions and conditions for the next 20 years. Population projection using Arithmetic, Geometric and Least Square methods. Analysis of water demand in zone H is calculated for domestic and non-domestic water, distribution network analysis is carried out using the Epanet program. Network analysis is simulated into 5 conditions. The results of the study found that the demand for clean water for the existing served population was 63.82% at 110.20 liters/second and the existing condition for the served population was 90% at 145.78 liters/second, while the need for clean water in the next 20 years was 341.43. liters/second. Short-term improvements that can be made are to increase the exsisting pumping capacity to 200 liters/second, while the long-term improvements are to increase the exsisting pumping capacity to 400 liters/second and pump head to 40 m, adding a booster in zone H with a pumping capacity of 200 liters. /second and pump head 30 m
ANALISIS KEBOCORAN AIR PADA PERUMDA TIRTA KHATULISTIWA KOTA PONTIANAK Rambe, Adinda Wulandari Nauli; Herawati, Henny; Gunarto, Danang
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i3.84960

Abstract

Kebocoran atau kehilangan air sering terjadi dalam sistem Perumda Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Besarnya kehilangan air mempengaruhi kemampuan distribusi air bersih Perumda air minum   semakin menurun, karena Perumda akan terus mengalami kerugian setiap tahunnya.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata dari sistem pemasok air minum serta   komponen kehilangan air fisik maupun non fisik dengan tingkat kehilangan air dianalisis menggunakan perhitungan   Infrastructure Leakage Index (ILI) melalui WB-EasyCalc   di Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak berdasarkan parameter kehilangan air pada jaringan distribusi serta mengetahui jenis kehilangan air yang memiliki volume terbesar dan faktor-faktor penyebabnya. Penelitian dengan menggunakan neraca air WB-EasyCalc, Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak dengan nilai rata-rata kehilangan air mencapai 29,71% sehingga untuk memenuhi target kehilangan air nasional diperlukan penurunan angka kehilangan air sebesar 9,71%. Berdasarkan tahun yang ditinjau menunjukkan skor Infrastructure Lekeage Index (ILI) sebesar 24  sehingga penggolongan kinerja Perumda di situasi negara berkembang adalah D dengan potensial untuk dilakukan perbaikan, pengaturan tekanan, penanganan kebocoran secara aktif dan peningkatan pemeliharaan jaringan. Sehingga diperlukan pengendalian kehilangan air dimulai dari kehilangan air non fisik kemudian kehilangan fisk dengan strategi   kecepatan dan kualitas perbaikan, pengendalian kebocoran aktif, manajemen aset, serta pengelolaan tekanan keakuratan data yang diperoleh dan memungkinkan pemenuhan penuh neraca air.
Penerapan analisis SWOT Dalam Penentuan Strategi Pengendalian Banjir di DAS Sekadau Fikri, Muhammad; Nurhayati, Nurhayati; Gunarto, Danang
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i1.83110

Abstract

Banjir adalah masalah serius yang kerap muncul di banyak daerah di Indonesia, termasuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekadau. Dengan luas wilayah mencapai 264.559 Ha, DAS Sekadau mengalami penurunan area hutan dan lahan hijau akibat pertumbuhan jumlah penduduk. Perubahan ini berdampak pada berkurangnya kemampuan DAS dalam menampung air, yang berkontribusi pada peningkatan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengendalian banjir untuk Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran,berdasarkan data primer dan sekunder. Data primer adalah persepsi responden setelah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebanyak 22 stakeholder dari Kabupaten Sekadau. Data sekunder didapatkan melalui dokumen, jurnal dan sumber data lainnya. Penelitian ini menerapkan metode analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman). Hasil penelitian menunjukan strategi pengendalian banjir menggunakan kombinasi Strength-Opportunity (SO) mencakup lima strategi, yaitu melakukan reboisasi dan rehabilitasi lahan, membuat sistem peringatan dini bencana banjir, melakukan pelatihan dan simulasi cepat tanggap bencana banjir, membuat jalur evakuasi, pengelolaan sampah berbasis reduce-reuse-recycle (TPS 3R).
Integration of Geographic Information Systems with Erosion Hazard Level Analysis in the Melawi Watershed Using the Universal Soil Loss Equation (USLE) Method Fattah, Fathan Abdul; Soeryamassoeka, S. B.; Gunarto, Danang
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v25i2.86430

Abstract

The Melawi watershed is increasingly burdened by environmental pressures stemming from rapid population growth and significant land-use transformations, which have intensified soil erosion processes. This study was undertaken to (a) estimate erosion rates and delineate erosion hazard levels through the application of the Universal Soil Loss Equation (USLE) model integrated with Geographic Information System (GIS) tools, (b) identify the principal factors contributing to erosion, and (c) assess the applicability of conservation measures aimed at erosion mitigation. The research involved field surveys, laboratory analyses, and geospatial data processing to quantify the USLE parameters: rainfall erosivity (R), soil erodibility (K), slope length and steepness (LS), land cover (C), and conservation practices (P). Results indicate an average erosion rate of 275,099.17 tons per hectare per year, with moderate erosion hazard levels encompassing approximately 41% of the total study area. Despite these findings, a comprehensive evaluation of conservation strategies was constrained by the predominance of moderate erosion levels. Nevertheless, the outcomes of this study provide critical insights to inform regional land use policy and the development of targeted soil conservation initiatives.