Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Pendampingan Berbasis Mental Healthness Bagi Perempuan Produktif untuk Peningkatan Hidup Sehat di Desa Gisikcemandi Yuni Kurniawaty; Irine Yunila Prastywati; Ignatius Heri Dwianto; Yanti Silitonga; Virginia Apriliani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.11972

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini mendukung salah satu bidang fokus utama Pengabdian kepada Masyarakat yaitu bidang Kesehatan. Mitra kegiatan ini adalah Desa Gisikcemandi, Sidoarjo. Mitra merupakan kelompok masyarakat perempuan usia produktif di desa Gisikcemandi merupakan salah satu penopang keluarga, seharusnya menjadi SDM yang unggul dalam perannya. Adanya keluhan pada mitra mengenai Kesehatan secara fisik, psikologis dan lingkungan. 1) meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga sehingga pada mitra tercapai standar kesehatan yang baik 2) meningkatkan kesehatan secara mental (mental helatness) bagi perempuan di Desa Gisikcemandi Sidoarjo, 3) meningkatkan kesehatan secara fisik bagi para perempuan di desa Gisikcemandi Sidoarjo yang berusia produktif. Menggunakan Participatory Rural Apraissal (PRA) sehingga tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat dapat bertindak sebagai fasilitator dan langsung dapat memfasilitasi warga dalam mengenal dan memanfaatkan metode partisipatoris untuk menyusun CAP (Community Action Plan). Didapatkan peningkatan pengetahuan PHBS 34,29% pada tingkat pengetahuan baik dan peningkatan 45% perubahan PHBS di rumah tangga setelah diamati dari 10 jenis PHBS di rumah tangga oleh mitra PKM. Adanya peningkatan strategi koping 31,43% menjadi lebih adaptif yaitu Problem-focused coping pada mitra PKM. Adanya peningkatan pengetahuan 51,43% pada tingkat pengetahuan baik dan peningkatan perubahan perilaku mitra PKM dalam pencegahan CTS 31,4%. Adanya peningkatan 31,43% kualitas hidup dari baik menjadi sangat baik pada mitra PKM. Bahwa edukasi kesehatan mampu memperbaiki pengetahuan seseorang serta dapat mewujudkan perilaku mitra PKM menjadi lebih sehat sebab perilaku berdasarkan pengetahuan akan lebih langgeng dari pada tanpa pengetahuan.   Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Gisikcemandi, Kualitas Hidup Sehat,   Kesehatan Mental   ABSTRACT This activity supports one of the main focus areas of community service, namely the health sector. The partner of this activity is the village of Gisikcemandi, Sidoarjo. The partners are a community group of women of productive age from Gisikcemandi village who are one of the breadwinners of the family, they must be excellent human resources in their roles. Complaints to partners regarding physical, psychological, and environmental health. 1) improve healthy living behaviors so that a clean and healthy environment can be created so that partners achieve good health standards 2) improve mental health of women in Gisikcemandi village, Sidoarjo, 3) improve the physical health of women of the productive age village of Gisikcemandi, Sidoarjo. Use Participatory Rural Appraisal (PRA) so that the Community Services Implementation Team can act as a facilitator and directly support residents to recognize and use participatory methods to develop a CAP (community action). There was a 34.29% increase in PHBS knowledge at a good level of knowledge and a 45% increase in PHBS changes in the household after being observed for 10 types of PHBS in the household. cleaning by PKM partners. There was a 31.43% increase in coping strategies to become more adaptive, namely problem-focused coping with PKM partners. There is an increase in knowledge of 51.43% at the level of good knowledge and an increase in behavioral changes among PKM partners in the prevention of CTS of 31.4%. There was a 31.43% increase in quality of life, from good to very good, for PKM partners. Health education can increase knowledge and change the behavior of PKM partners to become healthier and better because behavior based on knowledge will last longer than behaviour without knowledge. Keywords: Women Empowerment, Gisikcemandi, Healthy Quality of Life, Mental Healthness
Pendampingan Penatalaksanaan Penderita Diabetes Melitus di Paguyuban Diabetes dan Hidup Sehat Kelurahan Darmo Wonokromo Surabaya Ni Nyoman Wahyu Lestarina; Yuni Kurniawaty; Ignatius Heri dwianto; Veronica Silalahi; Cicilia Wahju Djajanti; Kadek Sistadewi Nesa; Natalia Cika Diva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12458

Abstract

ABSTRAK Penyakit DM merupakan penyakit yang dapat menyebabkan banyak komplikasi dan dapat menyebabkan kematian. Paguyuban Diabetes dan Hidup Sehat (PDHS) menjadi salah satu perkumpulan yang terdiri dari orang-orang yang menderita diabetes atau penyakit kronis lain. Permasalahan yang didapatkan pada mitra adalah adanya resiko penderita diabetes mellitus mengalami komplikasi, ketidakpatuhan penderita untuk melakukan pola hidup sehat, dan keputusasaan dalam menjalani kehidupan penyakit dialami. Pendampingan ini dilakukan pada 30 orang dengan diabetes mellitus yang tergabung dalam PDHS yang bertujuan meningkatkan kesehatan, kepatuhan, dan kualitas hidup penderita diabetes. Kegiatan ini dilakukan dengan sosialisasi kegiatan kepada mitra, penerapan insole sepatu, pelatihan strategi koping dan penatalaksanaan diabetes mellitus dengan menggunakan modul patuh DM dan  pendampingan setelah adanya pelatihan. Para penderita DM mengikuti kegiatan dan pelatihan dengan antusias dan baik. Manfaat yang diperoleh yaitu terdapat penurunan kadar gula darah acak penderita DM, peningkatan pengetahuan dan kepatuhan penderita dalam tatalaksana DM serta peningkatan pengetahuan serta ketrampilan dalam strategi koping yang adaptif. Pendampingan penatalaksanaan diabetes melitus diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup sehat penderita dan koping yang adaptif. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Insole Sepatu, Strategi Koping  ABSTRACT DM is a disease that can cause many complications and even death. The Diabetes and Healthy Living Association (PDHS) is an association consisting of people who suffer from diabetes or other chronic diseases. The problems found in partners are the risk of diabetes mellitus sufferers experiencing complications, the sufferer's non-compliance with adopting a healthy lifestyle, and hopelessness in living the life of the disease experienced. This assistance was carried out for 30 people with diabetes mellitus who are members of PDHS to improve the health, compliance, and quality of life of diabetes sufferers. This activity was carried out by socializing the activity to partners, applying shoe insoles, training on coping strategies, managing diabetes mellitus using the DM compliance module, and mentoring after the training. DM sufferers participated in activities and training enthusiastically and well. The benefits obtained are that there is a decrease in random blood sugar levels in DM sufferers, increased knowledge and compliance of sufferers in DM management, and increased knowledge and skills in adaptive coping strategies. Assistance in managing diabetes mellitus is provided to improve the patient's healthy quality of life and adaptive coping.  Keywords: Diabetes Mellitus, Shoe Insoles, Coping Strategies
SOMATOTIPE TERHADAP RISIKO DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA LANSIA DI SAWUNGGALING SURABAYA Marcellina Rasemi Widayanti; yuni kurniawaty
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v7i2.107

Abstract

Somatotipe merupakan metode untuk menggambarkan tubuh manusia ke dalam bentuk angka yang berhubungan dengan bentuk dan komposisi tubuh. Penelitian ini adalah jenis observasional dengan teknik pengukuran antromometri dengan metode Heath Carter. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran somatotipe pada orang dengan risiko DM tipe 2. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan risiko DM tipe 2 di RW 5 Sawunggaling Surabaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lansia di RW 5 Sawunggaling Surabaya dengan kriteria inklusi berisiko DM tipe 2, usia 45 – 90 tahun dan bisa membaca dan menulis. Sampel dalam penelitian ini akan diambil dengan menggunakan teknik quota samplingsejumlah 80 orang. Hasil penelitian didapatkan enam jenis somatotipe pada lansia yang berisiko terhadap kejadian DM tipe 2 di Posyandu Lansia RW 5 Sawunggaling Surabaya yaitu tipe sentral 7,5%, endomorph 3,8%, endomorph-mesomorph 61,3%, mesomorph 22,5%, mesomorphectomorph 2,5%, ectomorph 2,5%. Dari hasil tabulasi silang antara somatotipe dengan risiko DM tipe 2 maka didapatkan nilai endomorph-mesomorph 59,2% memiliki risiko DM tipe 2 kategori ringan. Tipe endomorph-mesomorp merupakan perpaduan dari penumpukan lemak dan tubuh bagian tengah yaitu tulang, otot dan jaringan ikat. Keterkaitan antara somatotipe endomorph dengan kejadian DM tipe 2 terletak pada seberapa besar kandungan lemak yang diukur melalui pengukuran skinfold, sehingga tipe endomorph-mesomorph bukan salah satu tipe yang berisiko tinggi terhadap kejadian DM tipe 2.
INDEKS MASSA TUBUH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 PAGUYUBAN DIABETES MELLITUS Yuni Kurniawaty
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2016): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v6i1.151

Abstract

Risiko terjadinya Diabetes Mellitus (DM) meningkat tepatnya pada nilai indeksmassa tubuh (IMT) yang relatif tinggi. IMT sendiri merupakan penilaian yang digunakan untukmenilai status gizi seseorang dengan mengukur tinggi badan dan berat badan.Oleh karenaterdapat kaitan antara kejadian obesitas dengan DM maka tujuan dari penelitian inimenganalisis IMT pada DM tipe 2 di paguyuban Diabetes Mellitus. Penelitian inimenggunakan metode observasional dengan pengukuran antropometri tinggi dan berat badan.Desain pada penelitian menggunakan metode deskripsi pada 50 responden ibu-ibu dipaguyuban DM rumah sakit swasta Surabaya dengan variabel tunggal yaitu IMT padapenderita DM tipe 2. Penentuan sampel dengan menggunakan pendekatan purposivesampling.Hasil penelitian diperoleh data IMT pada DM tipe 2 di paguyuban DM dimana 4%kurus ringan, 4% kurus berat, 44% normal, 18% gemuk ringan, 30% gemuk berat.Berdasarakan data tersebut menunjukkan bahwa obesitas sentral berdasarkan lingkar pingganglebih berperan sebagai faktor risiko DM dibandingkan dengan obesitas umum berdasarkanIMT. Berdasarakan analisis tersebut sebaiknya dalam menentukan obesitas pada DM tipe 2akan lebih sesuai apabila menggunakan ketentuan obesitas sentral dari pada denganmenggunakan pengukuran antropometri, karena selain tinggi dan berat badan terdapat lingkarpinggang yang merupakan lemak visceral.
Beban Kerja Dan Perilaku Caring Perawat Rawat Inap di Surabaya Ariani Dwi Artanti; Ni Nyoman Wahyu Lestarina; Yuni Kurniawaty
JURNAL NERS LENTERA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya tugas yang tidak sebanding dengan kemampuan baik fisik maupun keahlian dan waktu yang tersedia maka akan menjadi sumber stres yang menyebabkan perilaku caring perawat kurang baik dan kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan beban kerja dengan perilaku caring perawat ruang rawat inap di Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan populasi terjangkau 93 dan jumlah sampel 48 perawat di ruang rawat inap RS di Surabaya pada bulan 02 Mei – 08 Juni 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil menggunakan Simple random ampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku caring. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner kemudian dianalisa statistik deskriptif proporsi prosentase, untuk beban kerja perawat lebih dari 50% (65%) adalah sedang dan perilaku caring perawat lebih dari 50% (63%) adalah cukup. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan perilaku caring perawat dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Beban kerja mempengaruhi perilaku caring perawat, oleh karena itu pengaturan beban kerja perawat yang efisien dapat meningkatkan perilaku caring perawat dalam melaksanakan tugasnya.
Persepsi Penderita Penyakit Ginjal Kronik dalam Menjalani Hemodialisa Lestarina, Ni Nyoman Wahyu; Kurniawaty, Yuni; Putri, Maria Odilia Verdy Utomo; Kevin, Johanes
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v13i1.2616

Abstract

Patients with end-stage renal failure require renal replacement therapy, one of which is hemodialysis. one of the challenges in treating CKD patients is the lack of interventions that match the beliefs, expectations, and emotional reactions associated with the disease. The purpose of this study was to determine the patient's perceptions of undergoing hemodialysis and how the patient deals with the changes that occur in him. This research is a type of qualitative research with a phenomenological method. the research was conducted in the hemodialysis room hospital in Surabaya. The research was conducted in June-July 2019. The research subjects were determined to be snowball in nature. The research subjects were 6 people, who were chronic kidney disease sufferers who performed routine hemodialysis 2-3 times a week. Data were obtained through in-depth interviews using interview guidelines. The data analysis process includes data reduction, data categorization, synthesis and ends with compiling a working hypothesis. The results of the analysis obtained several themes, namely expectations, experiences, motives, and social/family conditions. in the early stages of the disease they experience some negative disease perceptions which can ultimately affect their coping actions. The role of disease perception is to help patients develop positive disease management strategies that in turn slow the rate of disease progression and improve psychosocial outcomes.
Hubungan Perilaku Kesehatan (Pengetahuan) dengan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Lontoh, Michelle Gabriel; Kurniawaty, Yuni
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijok.v4n1.p15-22

Abstract

Background: knowledge can influence attitudes and awareness of community preparedness. Preparedness is a series of individual and community activities that can respond to disasters appropriately and effectively, especially for people who live in disaster-prone areas. Jember Regency is an area that has a high risk of earthquakes and tsunamis. This study aimed to determine the correlation between knowledge and the level of community preparedness in facing earthquake and tsunami disasters in RW 05 Sidorejo Village, Umbulsari District, Jember. This study aimed to determine the correlation between knowledge and the level of community preparedness in facing earthquake and tsunami disasters. Methods: this study used a correlation design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was simple random sampling with a sample size of 42 respondents. The research instrument was a questionnaire to measure respondents' knowledge and individual/household preparedness survey questions from LIPI-UNESCO. The statistical test used in this study was Spearman rank correlations with a significance level of ? = <0.05. Results: the results showed that: there is a moderate positive correlation between knowledge and the level of community preparedness in facing earthquake and tsunami disasters. Conclusions: the level of community preparedness is quite good. However, when viewed from the factor of knowledge about disasters, there are still respondents from low preparedness who have low knowledge about disasters, so efforts are needed to improve community preparedness, namely by increasing knowledge and skills in dealing with earthquake and tsunami disasters through cooperation between the village head and BPBD to conduct disaster preparedness training socialization to the community.
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP EFIKASI DIRI REMAJA SMA DALAM MEMBERIKAN RESUSITASI JANTUNG PARU Ruing, Paulus Moses; Kurniawaty, Yuni; Wardhani, Iriene Kusuma
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v13i1.237

Abstract

The increasing prevalence of out of cardiac arrest (OHCA) is related to the ineffectiveness of the help given and also influenced by self-efficacy. A high school student will have self-efficacy to become an active bystander if they are trained and willing to help the OHCA victim. The phenomenon encountered by the researcher was that the students in Dr. Soetomo Surabaya were unsure and did not dare to give CPR. The purpose of this study was to identify the effect of training on high school students' self-efficacy in administering CPR at Dr. Soetomo High School Surabaya. This study used a pre-experimental method with one-group pre- post test design. The samples of this study were adolescent students at Dr. Soetomo Surabaya as many 44 selected with simple random sampling technique. The research instrument used was the questionnaire on self-efficacy. The results of the Wilcoxon Signed Ranks statistical analysis showed that there was an effect of training on the self-efficacy of high school students in administering CPR at Dr. Soetomo High School Surabaya (p = 0,000). The training that uses the mannequin simulation method can affect adolescent students' self-efficacy in Dr. Soetomo High School Surabaya in administering CPR because it provides an experience like in the real world.
Optimalisasi Peran Kader dalam Melakukan Latihan Fungsional Pasien Post Stroke di Desa Gisikcemandi Sidoarjo Prastyawati, Irine Yunila; Pramono, Dominggus Ruku Yudit; Yuliati, Ignata; Kurniawaty, Yuni; Dwianto, Ignatius Heri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15899

Abstract

ABSTRAK Kader memiliki kontribusi dalam optimalisasi fungsional pasien post stroke, agar pasien mampu meningkatkan derajat kesehatan serta kemandirian pasien. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan kader untuk membantu memberikan tindakan latihan fungsional kepaada pasien. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi lancar, mitra memperhatikan penjelasan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terdapat peningkatan keterampilan mitra tentang latihan fungsional pada stroke dengan tingkat keterampilan baik setelah diberikan pelatihan kesehatan kepada mitra. Diharapkan dengan adanya peningkatan keterampilan latihan fungsional pada kader, terjadi perubahan perilaku menolong yang lebih spesifik khususnya pada bidang latihan fungsional. Kata Kunci: Optimalisasi, Kader, Stroke ABSTRACT Cadres have a contribution in optimizing the functional function of post-stroke patients, so that patients are able to improve the patient's level of health and independence. The aim of this activity is to improve the skills of cadres to help provide functional training procedures to patients. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. Implementation of community service activities begins with permission from the Gisikcemandi Village Head, coordination with partners, division of tasks between the implementing team. Partner participation is carried out by preparing a place and loudspeakers. The discussion process was smooth, partners paid attention to the explanation, several questions were asked to the implementing team. The results showed an increase in partners' skills regarding functional training for stroke with good skill levels after health training was provided to partners. It is hoped that by increasing functional training skills in cadres, there will be changes in more specific helping behavior, especially in the area of functional training. Keywords: Optimization, Community Health Workers, Stroke
PENGARUH MEKANISME COPING TERHADAP STRES REMAJA Purnama, Ni Luh Agustini; Widayanti, Marcellina Rasemi; Yuliati, Ignata; Kurniawaty, Yuni
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i1.2448

Abstract

Teenagers are vulnerable to experiencing stress due to various factors. The study aimed to identify the influence of coping mechanisms on stress among high school teenagers. This research was conducted at Frateran Catholic High School in Surabaya in October to January 2023. This research was a prospective study where the measurement of coping mechanisms and stress was carried out twice. The research sample was 46 teenagers in high schools in Surabaya using a simple random sampling technique. Data collection on coping mechanisms used the BriefCOPE instrument, and stress measurement used the perceived stress scale (PSS10). Data were analyzed using Spearman correlation statistical analysis and linear regression tests. There is a relationship between coping mechanisms and adolescent stress in measurement 1(p= 0.000; correlation coefficient ρ= -0.37), The correlation between coping mechanisms and stress scores in measurement 2 (p=0.02; Correlation coefficient (ρ)=-0 .34) with the degree of strength of the relationship being weak and the direction of the relationship being negative, meaning that the better the coping mechanisms, the lower the adolescent stress score. The regression test between coping mechanisms at measurement 1 and stress scores at time 2 shows R square value of 0.017, meaning 1.7% of adolescent stress is determined by coping mechanisms, other factors determine the rest. In conclusion, there was a relationship between coping mechanisms and adolescent stress in measuring the degree of strength of weak relationships and the direction of negative relationships. Recommendation for further research is to explore the role of social support on adolescent stress.