Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

NEW MARGINALS, OLD MARGINALS IN THE AGE OF COVID-19 IN INDONESIA Anton Novenanto; Baswara Kristama; Yuni Kurniawaty; Lutfi Amiruddin; Fitri Widowati; Nuzul Solekhah; Laila Azkia; Erina Saputri; Syaiful Anam; Gadi Makitan; Palupi Pitakaningrum
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v23i1.1161

Abstract

This study is a patchwork ethnography of how certain social groups in Indonesia are marginalized while coping with the ongoing global pandemic of COVID-19. A consortium consisting of social researchers living in different locations in Indonesia conducted observation to identify marginal/marginalized groups in their surroundings. We focus on the marginalization or marginalizing process by considering the vulnerability concept developed within the disaster studies field. Our observations guided by questions: How vulnerable were pre-existing marginal/marginalized groups in Indonesia before and during the outbreak? To what extent does the Indonesian government approach for the outbreak become a new vulnerability structure by creating new marginal groups within the society? Our observation identified that the ongoing pandemic has further marginalized pre-existing marginal groups and emerged some new marginal groups within society.
Improving Food Processing Hygiene Hygiene of Small and Medium-Sized Enterprises Fatmaboga: Peningkatan Higiene Sanitasi Pengolahan Makanan Usaha Kecil Menengah (Ukm) Fatmaboga Yuni Kurniawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.935

Abstract

Mitra UKM Fatmaboga di Desa Ngoro Kabupaten Jombang memiliki beberapa permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan dan bagaimana penerapan higiene sanitasi pengolahan makanan bisa meningkatkan mutu produk kue basah dan kering mitra. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang higiene sanitasi pengolahan makanan dan pengolahan makanan. Kegiatan ini dilakukan selama enam bulan dengan metode Forum Group Discussion (FGD), koordinasi, pelatihan, pendampingan hingga evaluasi. FGD tentang rencana program yang akan dilaksanakan selama kegiatan pengabdian, berikutnya koordinasi dengan mitra untuk melakukan pelatihan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan. Pelatihan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan diadakan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan atau menggunakan handsanitazer, menjaga jarak dan menggunakan masker. Pada Juni 2021 kegiatan pelatihan dilakukan di Dusun Tebel Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Pendidikan kesehatan berlangsung selama 60 menit dengan pemaparan higiene sanitasi pengolahan makanan hingga diskusi dengan mitra. Evaluasi mitra dilakukan dengan mengisi kuesioner secara daring. Hasil evaluasi mitra setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan adalah terdapat peningkatan pengetahuan 45,5% kearah pengetahuan baik sehingga 100% semua anggota mitra pengetahuan baik. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan pendampingan mitra secara daring untuk penerapan pemahaman mitra dalam menjaga hygiene sanitasi pengolahan makanan
Efektivitas Digital Learning Materials (DLMs) Terhadap Peningkatan Motivasi Mahasiswa Keperawatan Tentang Rawat Luka Pada Masa Pandemik Covid-19 Yuni Kurniawaty
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.735 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i5.6312

Abstract

ABSTRACT The COVID-19 pandemic situation requires us to choose to learn using the Digital Learning Materials (DLMs) model. The purpose of the study was to analyze the effectiveness of DLMs in increasing the motivation of nursing students about wound care during the covid-19 pandemic. The research design was a quasi-experimental post-test with a control group design. The research was conducted online from the residence of each respondent from August 2021 – to January 2022. The research population of Nursing Science Study Program students was 79 people. The sampling technique was simple random sampling. The inclusion criteria are as follows: (1) Willing to be a respondent, (2) Committed to participating in a series of research processes, (3) Actively participating in the learning process. Exclusion criteria: Respondents are sick. The sample consisted of two groups, namely the teaching intervention group using the DLMs method with 30 respondents and the control group using the face-to-face conventional method with 30 respondents. The instrument is a Motivation Questionnaire consisting of 10 statements with answer choices strongly agree, agree disagree, and strongly disagree. The validity test has a value > 0.05 and all of them are declared valid. The reliability test was indicated by the Cronbach's Alpha value of 0.729, each item of the statement on the motivation questionnaire was declared reliable. The results of the normality test with Kolmogorov Smirnov = 0.586 > 0.05, it was concluded that the respondent's data was normally distributed. The statistical test used is the Independent sample t-test with = 0.042 <0.05, so it can be concluded that there is a significant difference between the motivation in the DLMs learning method group and the face-to-face conventional learning method group with a mean value of DLMs higher than the conventional face-to-face method. The DLMs method for nursing students' wound care is a method that can increase student motivation, which is an important moderator in linking learning methods to student learning performance. It is hoped that the increase in student motivation due to the DLMs learning method can improve student learning performance in studying wound care. Keywords: DLMs, Motivation, Covid-19     ABSTRAK Situasi pandemik COVID-19 mengharuskan kita memilih pembelajaran dengan model Digital Learning Materials (DLMs). Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas DLMs terhadap peningkatan motivasi mahasiswa keperawatan tentang rawat luka pada masa pandemik covid-19. Desain penelitian quasi eksperiment posttest with control group design. Penelitian dilakukan secara online dari tempat tinggal masing-masing responden pada bulan Agustus 2021 – Januari 2022. Populasi penelitian mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan sejumlah 79 orang. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Kriteria inklusi sebagai berikut: (1) Bersedia menjadi responden, (2) Berkomitmen untuk mengikuti rangkaian proses penelitian, (3) Aktif mengikuti proses pembelajaran. Kriteria eksklusi: Responden dalam keadaan sakit. Sampel terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok intervensi pengajaran dengan metode DLMs sebanyak 30 responden dan kelompok kontrol dengan metode konvensional tatap muka sebanyak 30 responden. Instrumen berupa Kuesioner Motivasi yang terdiri dari 10 pernyataan dengan pilihan jawaban sangat setuju, setuju tidak setuju dan sangat tidak setuju. Uji Validitas memiliki nilai > 0,05 seluruhnya dinyatakan valid. Uji Reliabilitas ditunjukkan dengan nilai Cronbach's Alpha 0,729 tiap butir pernyataan soal kuesioner motivasi dinyatakan reliable. Hasil uji uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov ρ = 0,586 > 0,05 disimpulkan data responden berdistribusi normal. Uji statistik yang digunakan adalah Independet sample t test dengan ρ = 0,042 < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi pada kelompok metode pembelajaran DLMs dengan kelompok metode pembelajaran konvensional dengan tatap muka dengan nilai mean DLMs lebih tinggi daripada metode konvensional tatap muka. Metode DLMs rawat luka mahasiswa keperawatan merupakan metode yang mampu meningkatkan motivasi mahasiswa yang menjadi moderator penting menghubungkan metode pembelajaran terhadap kinerja belajar mahasiswa. Diharapkan dengan meningkatnya motivasi mahasiswa akibat metode pembelajaran DLMs mampu meningkatkan kinerja belajar mahasiswa dalam mempelajari rawat luka. Kata Kunci: DLMs, Motivasi, Covid-19
SOMATOTIPE DAN TEMPERAMEN REMAJA SMA KRISTEN KALAM KUDUS SURABAYA Yuni Kurniawaty
Adi Husada Nursing Journal Vol 5 No 1 (2019): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.344 KB)

Abstract

ABSTRAK Hubungan bentuk tubuh dan temperamen, baik pada penderita penyakit jiwa maupun pada orang yang sehat. Temperamen adalah bagian daripada kejiwaan yang mempunyai korelasi dengan aspek jasmaniah secara morfologi dalam bentuk somatotipe. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya dengan kriteria inklusi remaja usia 14-21 tahun dan hadir saat penelitian berlangsung. Jumlah sampel dalam penelitian ini 51 orang. Teknik sampling menggunakan pusposive sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah somatotipe pada remaja SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah temperamen remaja SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Intrumen somatotipe dengan menggunakan metode Heath-Carter dan temperamen dengan menggunkaan kueisioner. Uji statistic dengan menggunakan Cremer’s V. Hasil penelitian p=0,715 dimana p>α (0,05) artinya tidak ada hubungan antara somatotipe dengan temperamen remaja di SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Penentuan klasifikasi somatotipe dan temperamen seseorang akan menentukan juga hasil dari suatu analisa. Penelitian sebelumnya somatotipe dan temperamen menggunakan teori Sheldon yang menunjukkan keterkaitan somatotipe dengan temperamen. Dalam penelitian ini metode Heath-Carter yang dipakai untuk menentukan somatotipe dan temperament menurut Kant dengan empat komponen tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci: somatotipe, temperamen, remaja ABSTRACT Relationship between body shape and temperament, both for people with mental illness and for healthy people. Temperament is a part of psychology that has a correlation with the physical aspects morphologically in the form of somatotypes. This study used a cross sectional study design. The population in this study were teenagers of Kalam Kudus Surabaya Christian High School. The samples used in this study were teenagers of Kalam Kudus Surabaya Christian High School with the inclusion criteria of adolescents aged 14-21 years and present at the time of the study. The number of samples in this study were 51 people. The sampling technique uses a purposive sampling. The independent variables in this study were somatotypes in teenagers of Kalam Kudus Surabaya Christian High School. The dependent variable in this study is the teen temperament of Kalam Kudus Surabaya High School. The somatotype instrument uses the Heath-Carter method and the temperament by using a cake cutter. Test statistics using Cremer's V. The results of the study are p = 0.715 where p> α (0.05) means that there is no relationship between somatotypes and teenage temperaments at Kalam Kudus Surabaya Christian High School. Determining a somatotype classification and one's temperament will also determine the results of an analysis. Previous somatotype and temperament studies used Sheldon's theory to show the relation of somatotypes to temperament. In this study the Heath-Carter method used to determine somatotype and temperament according to Kant with four components did not have a significant relationship. Keywords: somatotype, temperament, teenagers
Use Of Personal Protection Equipment (Ppe) And Simple Management Of Household Medical Waste In Fatmaboga Small And Medium Enterprises: Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Dan Pengelolaan Sederhana Sampah Medis Rumah Tangga Di UKM Fatmaboga Yuni Kurniawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2022): JPM | September 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i3.1073

Abstract

Masalah secara umum di saat pandemik Covid-19 ini mengenai sampah medis seperti masker yang merupakan bahan beracun berbahaya saat ini tidak hanya digunakan di lingkungan tempat penatalayanan kesehatan seperti RS tetapi sudah pada rumah tangga sebab hal ini terkait dengan isolasi mandiri dan banyaknya orang terpapar Covid-19. Serta masalah pemakaian alat pelindung diri (APD) bagi pekerja. Bentuk solusi pada Mitra yaitu:1. Sosialisasi tentang cara yang benar dalam penggunaan APD saat berproduksi. 2. Sosialisasi tentang cara yang benar dalam pengolahan pembuangan APD. 3. Sosialisasi tentang pengelolaan sampah medis yaitu masker, sarung tangan pada masyarakat yang sedang isolasi mandiri apabila terpapar Covid-19. Dalam rangka mencapai tujuan pengabdian ini dilakukan dengan metode  forum group discution (FGD), program pelatihan untuk meningkatkan kepatuhan dalam menggunakan APD, serta pengelolaan sederhana sampah medis rumah tangga. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh tim pelaksana dilakukan mulai bulan Agustus 2021 – Januari 2022. Tim pelaksana berdiskusi dengan mitra pada bulan Agustus 2021. Dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan pada tanggal 14 Januari 2021 secara online menggunakan video call dengan aplikasi whatsapp dengan sejumlah anggota mitra 7 orang. Hasil pengetahuan mitra dengan tingkat pengetahuan mitra sebelum diberikan pendidikan kesehatan 71% baik dan 29% cukup setelah dilakukan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan mitra 100% berpengatahuan baik tentang penggunaan APD dan pengelolaan sederhana sampah medis rumah tangga di UKM Fatmaboga. Kegiatan pendampingan dilakukan pada tanggal 17 Januari 2021 secara online. Mitra UKM Fatmaboga berusaha menggunakan APD sesuai ketentuan demi keselamatan kerja dan berusaha melakukan pengolahan sampah medis rumah tangga misalnya masker sesuai dengan cara yang benar yaitu ditempatkan pada tempat terpisah dengan sampah lain
Kesiapan Siswi Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Menarche Angelina Kadek Windy Artika; Ni Luh Agustini Purnama; Yuni Kurniawaty
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 4 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i4.15377

Abstract

Objective:    To identify the level of readiness of elementary school students when facing the first menstruation (menarche)Methods:   The design of this research is a descriptive study through the use of data collection techniques, namely saturated sampling or total sampling. In this study, the variable is the level of readiness of elementary school students in facing the first menstruation (menarche). In The sample used was 36 respondents, they were who met the inclusion criteria that was 3rd grade elementary school students (aged 9-10 years), had not experienced menstruation, and were willing to be respondents. A questionnaire about the readiness of elementary school students to face menarche was used as an instrument in this study Results:   Descriptive Statistical Analysis showed that 80% of respondents were not ready to face menarche and 20% of respondents were ready to face menarcheConclusion:  Most elementary school students are not ready to face menarche because they have not received information about menstruation
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Desa Gisikcemandi Sidoarjo untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Sehat Yuni Kurniawaty; Ni Luh Agustini Purnama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8405

Abstract

ABSTRAK Desa Gisikcemandi merupakan  daerah  di  kawasan pesisir  Kota  Sidoarjo  tidak  jauh  dari  pinggiran  air  laut. Mayoritas ibu bekerja sebagai pengupas kerang. Terdapat keluhan bau amis yang dialami saat mengupas kerang dan bisa bertahan sampai beberapa waktu. Kondisi tempat pengupas kerang yang becek, berbau dan kotor. Beberapa ibu yang memiliki anak balita mengungkapkan anaknya susah makan lebih suka makan makanan ringan atau makanan kemasan seperti nungget, sosis. Adapun masalah yang ditemukan pada mitra belum adanya role model perilaku hidup sehat bagi masyarakat di Desa Gisikcemandi sehingga nampak lingkungan tempat tinggal kotor, adanya perilaku pemberian makan ibu yang belum efektif. Tujuan pelaksanaan PkM ini adalah membantu memberikan solusi permasalahan kesehatan masyarakat Desa Gisikcemandi. Metode yang digukan adalah metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA) sehingga tim PkM dapat bertindak sebagai fasilitator dalam mengenal dan memanfaatkan metode partisipatoris untuk menyusun CAP (Community Action Plan). Tahap pelaksanaan meliputi 1) Sosialisasi tentang kegiatan pengabdian pada masyarakat yang akan dilakukan kepada mitra; 2) Pelatihan yang akan diberikan kepada mitra adalah a) Perilaku hidup bersih dan sehat, b) Perilaku pemberian makan pada anak yang baik pada balita; 3) Pendampingan dilakukan setelah adanya pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mitra tentang pelatihan yang diberikan. Kegiatan yang PkM ini dilakukan selama kurang lebih 1 bulan. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan para kader posyandu tentang PHBS setelah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang PHBS dengan 96,3% pengetahuan para kader posyandu pada tingkat baik dan 3,7% pengetahuan para kader posyandu pada tingkat cukup. Hasil tingkat pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan Perilaku Pemberian Makan terdapat 92,59% memiliki pengetahuan baik dan 7,41% memiliki pengetahuan cukup namun tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang. Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Gisikcemandi ditandai dengan semakin bersihnya lingkungan dari kulit keran. Dari 20 ibu yang memiliki balita menunjukkan 85% sudah melakukan pemberian makan yang efektif. Kata Kunci: PHBS, Perilaku Pemberian Makan, Pemberdayaan Kader Posyandu    ABSTRACT Gisikcemandi Village is an area in the coastal area of Sidoarjo City not far from the edge of the sea. The majority of mothers work as shellfish peelers. There are complaints of a fishy smell that is experienced when peeling clams and can last for some time. The condition of the clam peeler was muddy, smelly and dirty. Some mothers who have children under five say that their children have difficulty eating preferring to eat snacks or packaged foods such as nuggets, sausages. As for the problems found in partners, there is no role model for healthy living behavior for the people in Gisikcemandi Village so that the living environment appears dirty, there is a mother's feeding behavior that has not been effective. The purpose of implementing this PkM is to help provide solutions to the health problems of the Gisikcemandi Village community. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method so that the PkM team can act as a facilitator in identifying and utilizing participatory methods to develop a CAP (Community Action Plan). The implementation phase includes 1) Dissemination of community service activities to partners; 2) The training that will be given to partners is a) Clean and healthy living behavior, b) Good feeding behavior for toddlers; 3) Assistance is carried out after the training is held to increase partners' understanding of the training provided. This PkM activity was carried out for approximately 1 month. The results showed an increase in knowledge of posyandu cadres about PHBS after being given Health Education about PHBS with 96.3% knowledge of posyandu cadres at a good level and 3.7% knowledge of posyandu cadres at a sufficient level. The results of the level of knowledge after conducting health education on Feeding Behavior were 92.59% had good knowledge and 7.41% had sufficient knowledge but no one had less knowledge. The increase in clean and healthy living behavior in Gisikcemandi Village is marked by the increasingly clean environment of tap shells. Of the 20 mothers who had toddlers, 85% showed that they had done effective feeding. Keywords: PHBS, Feeding Behavior, Empowerment of Posyandu Cadres
Strategi Koping Berhubungan dengan Stres Remaja SMA di Surabaya Yuni Kurniawaty; Ni Luh Agustini Purnama
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.552

Abstract

Fenomenologi stress remaja memiliki faktor salah satunya kepuasan kebutuhan psikologis dasar. Strategi koping meningkatkan kemampuan seseorang mengatasi stres. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan strategi koping dan stres remaja SMA di Surabaya. Jenis penelitian adalah corelasi desain cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja SMA Katolik Frateran di Surabaya. Menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 51 orang. Instrumen strategi koping menggunakan BriefCOPE, uji reabilitas 0,811-0,828, uji validitas sebesar 0,85. Instrumen stres menggunakan Perceived stress scale (PSS-10), uji reabilitas 0,80, uji validitas 0,43. Hasil penelitian sebagian besar stress sedang 78,43% responden, terdiri dari 52,5% responden laki-laki. Stres berat dari 9,8% responden dan sebagian besar responden stres berat merupakan laki-laki. Strategi koping tipe emotional focused coping lebih dari 50% (56,9%) merupakan koping adaptif. Hasil uji statitsitk dengan uji Rank Spearman p = 0,039 dengan nilai correlation coefficient - 0,290. Terdapat hubungan yang signifikan antara strategi koping dan tingkat stres remaja SMA dengan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan negatif. Semakin adaptif strategi koping seseorang maka akan semakin rendah tingkat stres seseorang.
Resiko Kanker Serviks pada Wanita dengan Menggunakan Instrument Sinara (Indonesian Self-Risk Assessment for Cervical Cancer) Veronica Silalahi; Yuni Kurniawaty
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.019 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9968

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is cancer that occurs in the cervix and is caused by the transmission of the HPV (Human Papilloma Virus) virus. Several factors that cause low cervical cancer screening are pain and discomfort during screening such as VIA and Pap Smear, worry about the results of the examination, high prices, lack of knowledge and awareness for screening, and lack of husband and family support. Awareness and knowledge of women about the importance of screening is the biggest obstacle in doing the screening. This study aims to find out the description of the risk of cervical cancer in women using the SiNara (Indonesian Self-Risk Assessment For Cervical Cancer) instrument at Dasawisma 2 RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo. The design of this research is descriptive with the research population of mothers aged 30-65 years and married. The sampling technique used simple random sampling with a sample of 50 respondents. The instrument used in the research is the SiNara (Indonesian Self-Risk Assessment For Cervical Cancer) measuring instrument.  The results showed that most (84%) of the respondents were at risk for cervical cancer. From the results of this study, it is expected that mothers in RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo can do routine screening, then can also schedule to receive the HPV vaccine. RT RW, religious leaders, and policymakers can work together with the nearest hospital to be able to provide HPV vaccine services at affordable prices so that residents can receive the HPV vaccine Keywords: Cervical Cancer, Instrument SiNara  ABSTRAK Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada mulut rahim (serviks) dan disebabkan oleh penularan virus HPV (Human Papiloma Virus). Beberapa faktor yang menyebabkan masih rendahnya skrining kanker serviks adalah rasa nyeri dan tidak nyaman saat skrining seperti IVA dan Pap Smear, khawatir akan hasil pemeriksaan, harga yang mahal, kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk skrining, kurangnya dukungan suami dan keluarga Diantara banyaknya faktor tersebut, kurangnya kesadaran dan pengetahuan wanita tentang pentingnya melakukan skrining menjadi penghambat yang paling besar dalam melakukan skrining. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui gambaran resiko kanker serviks pada wanita dengan menggunakan instrumen SiNara (Indonesian Self-Risk  Assessment For Cervical Cancer) di Dasawisma 2 RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi penelitian para ibu yang berusia 30-65 tahun dan sudah menikah. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Instumen yang digunakan dalam penelitian alat ukur SiNara (Indonesian Self-Risk  Assessment For Cervical Cancer). Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar (84%) responden beresiko mengalami kanker serviks. Dari hasi penelitian ini diharapkan para ibu di RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo dapat melakukan skrining secara rutin, kemudian dapat juga menjadwalkan untuk menerima vaksin HPV. Pihak RT RW, pemuka agama, dan pemangku kebijakan, dapat bekerja sama dengan Rumah Sakit terdekat untuk bisa memberikan layanan vaksin HPV dengan harga terjangkau sehingga warga dapat menerima vaksin HPV. Kata Kunci: Kanker Serviks, Instrumen SiNara
Upaya Peningkatan Pencegahan Kanker Serviks Veronica Silalahi; Yuni Kurniawaty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9982

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada mulut rahim (serviks) dan menjadi kanker kedua terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia dan menjadi hal yang serius bagi kesehatan wanita. Kanker serviks disebabkan 99.7% oleh penularan virus HPV (Human Papiloma Virus) tipe 16 dan 18. Fenomena yang muncul di tempat mitra, bahwa beberapa ibu beresiko kanker serviks, dimana dari hasil kuesioner yang diberikan, ada ibu yang memiliki kebiasaan membersihkan vagina dengan sabun atau cairan pembersih, memiliki riwayat keluarga dengan diagnosa kanker, memiliki anggota keluarga perempuan yang pernah terkena kanker serviks, belum pernah melakukan pemeriksaan IVA atau Pap Smear, terpapar asap rokok. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 24 orang ibu-ibu dasawisma 2 RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo yang tujuannya untuk meningkatan pengetahuan responden tentang upaya pencegahan kanker serviks. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai upaya pencegahan kanker serviks, dimana sebelumnya diberikan pretest terlebih dahulu, kemudian setelah pemberian intervensi diberikan kembali posttest. Hasil yang didapatkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan 50% pengetahuan baik, 33% pengetahuan cukup dan 17% pengetahuan kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan 100% responden memiliki pengetahuan baik. Peningkatan pengetahuan tentang upaya pencegahan kanker serviks membantu para ibu untuk berperilaku sehat dan menghindari faktor resiko yang menyebabkan munculnya kanker serviks. Kata Kunci: Upaya Pencegahan, Kanker Serviks  ABSTRACT Cervical cancer is cancer that occurs in the cervix (cervical) and is the second most common cancer in the world, including in Indonesia and is a serious matter for women's health. Cervical cancer is caused 99.7% by the transmission of the HPV virus (Human Papilloma Virus) types 16 and 18. The phenomenon that appears at partners' places is that some women are at risk of cervical cancer, where from the results of the questionnaire given, some women have the habit of cleaning the vagina with soap or cleaning fluid, have a family history of cancer diagnosis, has female family members who have had cervical cancer, have never had a VIA or Pap Smear examination, been exposed to cigarette smoke. This community service was carried out to 24 women of Dasawisma 2 RT 23 RW 04 Taman Pondok Jati Geluran Sidoarjo whose aim was to increase respondents' knowledge about cervical cancer prevention efforts. This activity was carried out by providing health education regarding efforts to prevent cervical cancer, where previously a pretest was given first, then after the intervention was given a posttest again. The results obtained before being given health education were 50% good knowledge, 33% sufficient knowledge, and 17% insufficient knowledge. After being given health education 100% of respondents had good knowledge. Increased knowledge about cervical cancer prevention efforts helps women to behave healthily and avoid the risk factors that cause cervical cancer. Keywords: Prevention, Cervical Cancer