Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN DESA GISIKCEMANDI SEDATI SIDOARJO TENTANG LOW BACK PAIN (NYERI PUNGGUNG BAWAH) Dwianto, Ignatius Heri; Yuni Kurniawaty; Sri Winarni
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v14i2.278

Abstract

Abstrak: Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang merasakan suatu objek tertentu. Pengetahuan manusia sebagian besar diperoleh melalui mata dan telinga. Fenomena di Desa Gisikcemandi Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo hasil wawancara dengan kader kesehatan desa masih banyak yang belum mengetahui tentang nyeri punggung bawah. Minimnya pengetahuan yang dimiliki oleh kader kesehatan desa sehingga pengetahuan tentang nyeri punggung bawah perlu ditingkatkan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Setelah data terkumpul dilakukan analisis dengan menggunakan statistik deskriptif proporsi presentase dan diperoleh hasil Karakteristik dari 30 responden sebanyak 1 responden berusia antara 19-30 tahun, 10 responden berusia 31-40 tahun dan 19 responden berusia 41-55 tahun, sebanyak 5 responden yang berpendidikan SD , sebanyak 10 responden yang berpendidikan SMP, sebanyak 9 responden yang berpendidikan SMA dan sebanyak 6 responden yang berpendidikan Perguruan Tinggi. dan responden yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sebanyak 23 orang, karyawan sebanyak 6 orang, dan perawat sebanyak 1 orang, responden yang sudah mendapatkan informasi tentang Low Back Pain sebanyak 15 orang dan yang belum mendapatkan informasi tentang Low Back Pain sebanyak 15 orang. Kesimpulan dari 30 responden tersebut 0 orang responden dengan tingkat pengetahuan baik, 14 orang responden dengan tingkat pengetahuan cukup dan 16 orang responden dengan tingkat pengetahuan kurang. Sebagian besar responden yaitu 53% memiliki pengetahuan kurang dan 47% memiliki pengetahuan cukup.
The Relationship between Interpersonal Communication and Social Support of Students at STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya Baswara Yua Kristama; Kurniawaty, Yuni; Winarni, Sri
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Spektrum Komunikasi : December 2024
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The urgency of effective communication can build healthy and harmonious relationships between individuals, both in the formal sphere, such as between teachers and students, and in the informal sphere, such as between fellow students. This interpersonal communication will have an impact on social support, which begins with good interpersonal communication, becoming an important element in helping students overcome stress and improve their well-being. Objective: To analyze the relationship between interpersonal communication and social support for STIKES Katolik St. Vicnentius a Paulo Surabaya. Method This type of research is a quantitative correlation research with a cross-sectional design. Research location at the STIKES Katolik St. Vicnentius a Paulo Surabaya in December 2024. St. Vincentius in Paulo Catholic student population. Vincentius in Paulo Surabaya had 424 people with a sample size of 206 people, using simple random sampling. The measurement tools used were the social support questionnaire (Interpersonal Support Evaluation List/ISEL-40) and the interpersonal communication skills scale questionnaire. Using the Spearman Rank statistical test. The results of most interpersonal communication were in the average range of 74.8%. The social support of the respondents was in the average range of 70.4%. Spearman Rank statistical test p = 0.000 positive correlation coefficient 206, namely that there is a weak relationship between interpersonal communication and social support of students. The better the interpersonal skills, the greater the social support of the student. Educational institutions can create an environment conducive to effective interpersonal communication between students, both formal (students and teachers) and informal (among students), so that social support can also be well created in the educational environment.
Digital literacy health promotion in stunting prevention efforts for Surabaya Hebat Cadres Kristiyono, Jokhanan; Purnama, Ni Luh Agustini; Oktarina, Riesta Ayu; Kurniawaty, Yuni
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 10 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v10i1.14571

Abstract

Surabaya Hebat cadres at the Gununganyar Point Center are facing challenges in digital literacy, which hinders the effective dissemination of stunting prevention information. To address this, this community service program aims to implement Appropriate Technology Digital Literacy to enhance the capacity of cadres in health promotion. The implementation method includes intensive training and operational mentoring. Cadres are trained to evaluate health information, understand digital media ethics, and apply effective communication strategies. The 12 members of the Cadres are also guided in the use of digital tools, such as web applications, infographics, and animated videos, to disseminate relevant information. The program results show an increase in digital literacy among cadres from 60 percent to 85 percent, reflecting success in building digital skills. Cadres are now more confident and effective in educating the community, as measured by increased community participation and wider dissemination of information. Health promotion activities by cadres to the community show a higher frequency of health consultations, which initially were only once a month, increasing to four times a month. The results of this activity also show an increase in community participation in stunting prevention initiatives, with the number of residents in the Sentra Point housing area participating rising by 25 percent.
Pendampingan Kesehatan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu-Ibu Kader Kesehatan Gisikcemandi Sidoarjo Yuni Kurniawaty; Ftr. Ignatius Heri Dwianto; Sri Winarni; Irine Yunila Prastyawati; Dominggus Ruku Yudit Pramono
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.31-38

Abstract

Kader Kesehatan Desa Gisikcemandi Sidoarjo terdiri dari ibu-ibu baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga. Aktivitas keseharian mitra mayoritas berkaitan dengan pekerjaan di daerah pesisir misalnya mencabut duri, mengupas kerang, berjualan, menjemur ikan, membersihkan ikan. Di mana pekerjaan mitra merupakan aktivitas yang sering mempergunakan pergerakan pada tulang belakang. Beberapa mitra mengeluhkan adanya nyeri punggung bawah karena berbagai alasan capek, salah posisi saat tidur, salah posisi saat mengangkat barang yang lainnya tidak mengetahui penyebab terjadinya nyeri punggung bawah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan Keterampilan mitra dalam mencegah dan mengatasi nyeri punggung bawah dengan menggunakan William’s Flexion Exercises dan penggunaan alat kesehatan infra merah. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi berlangsung dengan lancar, mitra sangat memperhatikan penjelasan yang diberikan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terjadi perubahan perilaku peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan keterampilan William’s Flexion Exercise dengan 65%. Terdapat kenaikan 12,25% kemampuan mitra dalam menggunakan alat kesehatan infra merah untuk pencegahan dan penatalaksanaan nyeri punggung bawah. Perubahan perilaku dapat terjadi bila dilakukan kerjasama yang berkelanjutan antara tim pengabdian masyarakat dengan mitra.
Beban Kerja Dan Perilaku Caring Perawat Rawat Inap di Surabaya Artanti, Ariani Dwi; Lestarina, Ni Nyoman Wahyu; Kurniawaty, Yuni
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i1.5429

Abstract

Banyaknya tugas yang tidak sebanding dengan kemampuan baik fisik maupun keahlian dan waktu yang tersedia maka akan menjadi sumber stres yang menyebabkan perilaku caring perawat kurang baik dan kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan beban kerja dengan perilaku caring perawat ruang rawat inap di Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan populasi terjangkau 93 dan jumlah sampel 48 perawat di ruang rawat inap RS di Surabaya pada bulan 02 Mei – 08 Juni 2023 yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil menggunakan Simple random ampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, sedangkan variabel dependennya adalah perilaku caring. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner kemudian dianalisa statistik deskriptif proporsi prosentase, untuk beban kerja perawat lebih dari 50% (65%) adalah sedang dan perilaku caring perawat lebih dari 50% (63%) adalah cukup. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan perilaku caring perawat dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Beban kerja mempengaruhi perilaku caring perawat, oleh karena itu pengaturan beban kerja perawat yang efisien dapat meningkatkan perilaku caring perawat dalam melaksanakan tugasnya.
Jenis Kelamin Memengaruhi Mekanisme Koping Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Winarni, Sri; Yuliati, Ignata; Kristianingsih, Yustina; Kurniawaty, Yuni; Demu, Darius Roman
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v12i1.5437

Abstract

Mekanisme koping merupakan sebuah respon terhadap situasi yang mengancam baik secara kognitif maupun perilaku. Fenomena yang terjadi pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Katolik St Vincentius A Paulo Surabaya ditemukan beberapa mahasiswa tingkat akhir yang merasa terbebani dalam mengerjakan tugas akhir. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan jenis kelamin dengan mekanisme koping mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir di Stikes Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan crossectional dengan variabel Independen Jenis kelamin dan variabel dependen  mekanisme koping. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 69 responden dengan menggunakan Teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Brief Cope. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 73, 9 % (51) responden perempuan, sebagian besar  68,1% (45) responden menggunakan  emotional focused coping. Hasil uji statistic dengan Sparman rank didapatkan nilai p=0,029 dan r=+ 0,282 yang berarti ada hubungan dengan kekuatan rendah antara jenis kelamin dan mekenisme koping mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh STIKES Katolik St Vincentius A Paulo untuk menyusun program pendampingan dan edukasi tips memilih mekanisme koping adaptif.  
Kesiapan Perempuan dalam Menghadapi Menopause Pada Kader Posyandu Balita Gisikcemandi Kurniawaty, Yuni; Silalahi, Veronica; Winarni, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15894

Abstract

ABSTRAK Perempuan Kader Posyandu di Gisikcemandi beberapa perempuan bertanya mengenai ketidaknyamanan kondisi tubuh dan terdapat beberapa perempuan yang sudah berusia sekitar 50 tahun menanyakan tentanga berhentinya menstruasi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kesiapan mitra yaitu Kader Posyandu Balita Belanak Gisikcemandi dalam menghadapi menopause. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi berlangsung dengan lancar, mitra sangat memperhatikan penjelasan yang diberikan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terdapat peningkatan pengetahuan mitra tentang menopause dengan tingkat pengetahuan baik 81,25% setelah diberikan pendidikan kesehatan kepada mitra. Tingkat pengetahuan cukup dan kurang mengalami penurunan. Tingkat stress mengalami penurunan 50% menjadi mayoritas stres ringan. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan penurunan stres dalam menghadapi menopause maka kesiapan mitra dalam menghadapi menopause semakin baik. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Manajemen Stre, Kesiapan Menghadapi Menopause   ABSTRACT Female Posyandu Cadres in Gisikcemandi, several women asked about discomfort in their bodies and there were several women who were around 50 years old asking about the cessation of menstruation. The objective of this activity is to increase knowledge and improve the readiness of partners, namely Posyandu Toddler Belanak Gisikcemandi Cadres in facing menopause. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The implementation of community service activities begins with permission from the Head of Gisikcemandi Village, coordination with partners, and division of tasks among the implementing team. Partner participation is carried out by preparing a place and a loudspeaker. The discussion process went smoothly, partners paid close attention to the explanation given, several questions were asked to the implementing team. The results showed an increase in partner knowledge about menopause with a good level of knowledge of 81.25% after health education was given to partners. The level of knowledge was sufficient and lacking decreased. Stress levels decreased by 50% to a majority of mild stress. It is hoped that with increased knowledge and decreased stress in facing menopause, partner readiness in facing menopause will be better.  Keywords: Health Education, Stress Management, Readiness for Menopause
Hubungan Status Gizi Dan Stress Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMP Hang Tuah 1 Surabaya Silalahi, Veronica; Kurniawaty, Yuni; Winarni, Sri
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i1.20593

Abstract

Objective: to identify the relationship between nutritional status and the menstrual cycle in young women at Hang Tuah 1 Junior High School, Surabaya. Methods: This article used a correlation study with a cross-sectional approach using a proportional random sampling technique and obtained a total sample of 87 respondents. Data collection was carried out using a questionnaire and measuring the weight and height of female adolescents Results: The results showed that 38% of adolescents had normal nutritional status, 33% of adolescents had obesity nutritional status, 69% of respondents experienced moderate stress, 61% of respondents experienced menstrual cycle irregularities, and the results of the regression statistical test obtained p = 0.651. P> 0.05 then H1 is rejected which means there is no relationship between nutritional status, stress and the menstrual cycle in young women Conclusion: Normal nutritional status does not always result in abnormal menstrual cycles because menstrual abnormalities are caused by many things including activity, stress, and menstrual disorders. Keywords: menstruation, nutritional status, stress, menstrual cycle
CULTURAL, SPIRITUAL COPING AND INNER CHILD REFLECTION: A MODEL FOR CROSS-GENERATIONAL MENTAL HEALTH PROMOTION IN ADOLESCENTS Kurniawaty, Yuni; Purnama, Ni Luh Agustini; Prastyawati, Irine Yunila; Kristama, Baswara Yua; de Jesus, Dulce Giovania; Neolaka, Fransisca Stefania Melinda
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 20 No. 3 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Adolescence is a developmental phase that is vulnerable to stress. A stress study of 1,344 participants aged 14-18 years old experienced moderate (22.8%), severe (43.0%), and very severe (16.8%) stress. Health promotion not only focuses on individuals but also considers local wisdom culture, spirituality, and intergenerational relationships. Aims: Develop a mental health promotion model based on local wisdom values, spiritual adaptation, and parental emotional literacy. Method: This study is a qualitative study with a population of adolescents in Bali, Yogyakarta, and Madura. The sample used purposive sampling of 20 informants, namely adolescents, teachers, and parents, through a phenomenological approach with in-depth interviews conducted from June to August 2025. The data analysis process included reduction, categorization, synthesis, and formulation of working hypotheses. Results: Five themes were identified: 1) Stress responses manifested through self-isolation, compensatory behavior, obsessive use of technology; 2) Cultural factors play a role in regulating emotional expression and as a source of social resilience; 3) Spirituality as a source of inner peace and meaning of life through prayer, rituals, and interfaith beliefs; 4) Parenting styles are influenced by children's inner experiences and past emotional states that impact adolescents' psychological well-being; and 5) Coping strategies: problem-focused coping, emotional coping, and avoidance coping, with varying effectiveness depending on social and spiritual support. Conclusion: An intergenerational mental health promotion model based on the development of local wisdom, spiritual coping, and emotion-based parenting is recommended as a holistic approach to improving adolescent mental health in Indonesia, synergistically involving families, schools, and communities.
Edukasi Covid-19 Pada Anak Usia Dini Kurniawaty, Yuni
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i2.15790

Abstract

Since the start of the learning year of this strange semester, all the learning processes have been taking place online because they are in a Covid-19 pandemic situation. During the 2019 coronavirus disease pandemic (COVID-19), which is currently occurring around the world. The boredom of children who are always active at home and very limited often causes them not to do the activities recommended by the government. The proposed solutions provide information about Covid-19 in early childhood by providing education for Covid-19 via an online zoom. The development of web-based evaluations of school health promotion programs has been shown to be effective and is not inferior to face-to-face. This activity lasts one hour from 07:30 to 08:30 WIB. There are still many who do not know about Covid-19, for example the Covid-19 stands, why children have to stay at home, why cannot children go to school. The questions they raised showed that they still do not understand Covid-19. After explaining that children could answer several questions, for example length of Covid-19, signs of Covid-19, what should children do now, why should they wash their hands, wear a mask and stand away from other people. They answer the questions well.