Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Aktivitas Sosial Keagamaan Santri untuk Mencegah Bullying dalam Perspektif Islam di Pondok Pesantren Al-Ihsan: Efforts to Improve Students' Socio-Religious Activities to Prevent Bullying from an Islamic Perspective at Al-Ihsan Islamic Boarding School Muchlis, Madian Muhammad; Khasanah, Siti Uswatun; Nahuda, Nahuda
Jurnal Abdimas Le Mujtamak Vol. 5 No. 1 (2025): Le MUJTAMAK 2025: Januari - Juni
Publisher : Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jal.v5i1.1175

Abstract

Santri sebagai generasi muda di pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan. Namun, perilaku bullying yang terjadi di lingkungan pesantren dapat menghambat pengembangan karakter santri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan aktivitas sosial keagamaan santri untuk mencegah bullying dalam perspektif Islam di Pondok Pesantren Al-Ihsan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi interaktif untuk memberikan pemahaman tentang bahaya bullying serta dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan beragama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri tentang dampak negatif bullying, perubahan sikap ke arah lebih positif, dan tumbuhnya komitmen untuk menerapkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam keseharian. Kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan pesantren yang lebih kondusif, bebas bullying, dan meningkatkan keterlibatan aktif santri dalam aktivitas sosial-keagamaan. Disimpulkan bahwa penyuluhan perspektif Islam tentang bullying efektif dalam mengembangkan karakter positif dan memperkuat aktivitas sosial keagamaan santri.
Representation of Women’s Bodies on TikTok Social Media Khasanah, Siti Uswatun; ., Sutinah; Budirahayu, Tuti
Journal of Urban Sociology Volume 8 No 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i1.4045

Abstract

A TikTok media is a popular social media platform for sharing educational and health information. In April 2023, Indonesia became the second-largest user of TikTok media globally, with 113 million users. Social media has become a popular tool for individuals to express themselves through content, such as beauty products, skincare, and diet advice. This study aims to understand the role of TikTok users in presenting their bodies through qualitative research. The research uses qualitative methods to explain and understand the research results, focusing on body types, body goals, and positive vibes. Many TikTok users use the platform to express themselves and consume body products, making them a consumer. The study highlights the importance of body representation as a representation of a person's identity in various aspects of life, as society lacks a clear body image for individuals, affecting their performance and performance. The digital representation of TikTok users is influenced by aesthetic norms and internal social effects of the platform.Keywords: TikTok media, body representation, beauty standards, visual symbols
Permasalahan Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di MI Aulia Cendekia Pekanbaru khasanah, siti uswatun; -, herlina -; -, Syarifuddin -; -, Susiba
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 8, No 1 (2025): el ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v8i1.36516

Abstract

Kurikulum merdeka belajar sudah diterapkan di MI Aulia Cendekeia Pekanbaru sejak tahun 2022/2023 secara bertahap. Dalam penerapannya tidak terlepas dari permasalahan baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Karena itu, Penelitian memiliki tujuan untuk : 1). Mengetahui penerapan kurikulum merdeka belajar kelas IV di MI Aulia Cendekia, 2). Mengetahui problematika dalam penerapan kurikulum merdeka belajar kelas IV MI Aulia Cendekeia Pekanbaru, 3). Mengetahui usaha yang dilakukan dalam mengatasi problematika terhadap penerapan kurikulum merdeka belajar kelas IV MI Aulia Cendekeia Pekanbaru. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskripsi kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama penerapan kurikulum merdeka di MI Aulia Cendekeia Pekanbaru Kelas IV menerapkan profil pelajar pancasila dengan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis mata pelajaran, IPAS. Kedua, Problematika yang dihadapi menyususun perangkat pembelajaran seperti CP, TP, ATP, dan modul ajar, kesulitan menentukan strategi dan metode pembelajaran, menentukan proyek kelas yang sesuai dengan materi pembelajaran, menentukan asesmen yang cocok dengan materi. Ketiga, Upaya yang dilakukan guru dalam problematika pada penerapan kurikulum merdeka di kelas IV MI Aulia Cendekeia Pekanbaru dengan mengikuti pertemuan dengan KKG, mengikuti pelatihan, menulis materi dipapan tulis, siswa membuat catatan, melanjutkan proyek kelas dirumah, mencari informasi tentang asesmen dan mengikuti pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar.
Dakwah Perspektif Ekologi Media khasanah, Siti uswatun
KOMUNIKA Vol 1 No 1 (2018): Komunika
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v1i1.2751

Abstract

Globalization that occurs today does not necessarily make da'wah in Indonesia can be felt evenly by the community. One of the factors that cause some people to get da'wah opportunity is poverty. In additions there are also other problems such as low audience spirit and quality of d’ii, facilities and infrastructure are not adequate, and the low relevance of da'wah with needs. With the development of technology, ideally da’wah in Indonesia is efficient, effective, has a clear standardization and produce quality output as needed. Da'wah by using technology is something that can not be denied. Theoretically, McLuhan (1964) states that we have a symbiotic relationship with technology that uses media. Man creates technology, and instead technology makes man. The theory of media ecology has the assumption that: 1). Media encompasses every action in society, 2). Media improves our perceptions and organizes experiences, 3). The media brings the whole world together. Communication technology has a great effect on people's lives (especially da'wah). Almost all human activities and actions can not be separated from the influence of technology. Then it should be used wisely by the Muslim community. With quality education is expected to prepare people to face this global era.
Penerapan Metode Debat Aktif (Active Debate) Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nada Zulvia; Augustine, Jauzaa Ronna; Hadi, Fauzan Naufal; Toha, Muhammad; Khasanah, Siti Uswatun
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i3.1489

Abstract

Active debate merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif siswa dalam menyampaikan, mempertahankan, dan mengkritisi gagasan secara logis dan terstruktur. Melalui kegiatan debat yang dinamis dan interaktif, siswa dilatih untuk berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, serta menghargai perbedaan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode active debate dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan argumentatif siswa. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa active debate mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup, memperkuat pemahaman konsep, dan membangun rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan opini. Selain itu, metode ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif menggali informasi dan mempertanggungjawabkan pandangannya secara ilmiah. Dengan demikian, active debate dapat dijadikan strategi alternatif dalam pembelajaran yang bermakna dan transformative
The strengths and pitfalls of Edmodo to Indonesian EFL learners: Student and teachers’ voices Safriyani, Rizka; Khasanah, Siti Uswatun
Englisia Journal Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ej.v8i2.8092

Abstract

The Covid-19 pandemic impacted Indonesia's education system to change the teaching and learning activities rapidly. Edmodo is one of the Learning Management System (LMS) platforms widely used for English teaching and learning in Indonesia. Previous studies about Edmodo focus on the positive impact of Edmodo on the student's competence and performance. However, few studies discuss the pitfalls of Edmodo in EFL settings. A survey design was employed through the administration of the questionnaire. This survey research aims to investigate the strengths and the pitfalls of Edmodo to Indonesian EFL learners, particularly in the university context. Fifteen university students and ten lecturers were involved in the survey. The study results indicate that students and teachers have the same opinion about the strengths of Edmodo in terms of practicality and efficiency. However, a different opinion occurs on the use of Edmodo to complement face-to-face activity. Some teachers agree that Edmodo could not facilitate collaborative learning, but some lecturers said it was possible to do collaborative learning. Furthermore, students and teachers stated that the weaknesses of Edmodo need a good internet connection, especially for the quiz. This research, therefore, contributes some empirical insights into the use of Edmodo in English language teaching.
Digital Marketing dalam Penguatan Branding Sekolah bagi Pengelola Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 7 Surabaya Hamsia, Waode; Setiyawan, Radius; Khasanah, Siti Uswatun; Roisiah, Riska Rahayu; Firdaus, Akhlis Nastainul
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i3.19685

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat digital marketing dalam dilaksanakan di SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Di balik usianya yang setengah abad masih sangat butuh dukungan dalam membranding sebuah institusi tersebut. Berdasarkan data media social Instagram hanya 453 postingan 878 pengikut dan 1.055 yang diikuti.  Tidak hanya itu, dalam tampilan website isikonten masih tergolong minim dan belum mampu menggait publik, hal tersebut dibuktikan dengan minimnya jumlah pengunjung pada website Selain itu publikasi dalam media masa masih tergolong minim dibandingkan dengan sekolah Muhammadiyah lainnya sehingga sentuhan publikasi media masaa sangat penting dilakukan agar SD ini lebih dikenal dan menjadi sekolah rujukan para orang tua. Identifikasi masalah yang ditemui dilapangan adalah belum adanya system promosi online yang efektif dan integrative. Design visual yang masih kurang menarik. Kemampuan pengelolaan sosial media yang terbatas. Guru yang tidak bisa menulis berita kegiatan dalam bentuk release dan terbatasnya akun promosi media sosial. Solusi yang ditawarkan yaitu membangun kesadaran pentingnya memahami digital marketing media sosial sebagai bahan promosi. Pembelajaran ini akan dilakukan secara berkala. Bentuk kegiatan yang akan ditawarkan dalam PKM ini adalah : (1) Workshop (2) Pelatihan dan Pengelolaan (3) Keberhasilan penelitian ini terlihat dalam jumlah feed IG yang semakin beragam dengan tampilan feed yang lebih menarik dengan jumlah tiga postingan setiap harinya serta keberhasilan penulisan berita sekolah pada website dan media online lainnya.
Description of Mathematical Creative Thinking Ability of High School Students viewed from Metacognition Skills Khasanah, Siti Uswatun; Widiyastuti, Erni
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 23, No 3 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical creative thinking ability is one of the skills that must be mastered in the 21st century. This study aims to describe the mathematical creative thinking ability of high school students in terms of metacognitive skills. The subjects used were students of class XI MIPA 5 SMA Negeri 3 Purwokerto. The sampling technique used is purposive sampling. The data were obtained from the results of the metacognition skill questionnaire, creative thinking ability test and interviews. Questionnaire data was used to classify students into categories of high, medium and low metacognitive skills. Test and interview data are used to describe mathematical creative thinking skills. The results showed that, students who have high metacognitive skills are able to master all indicators of creative thinking skills: 1) fluency; 2) flexibility; 3) originality; 4) elaboration. Then students with moderate metacognitive skills are able to master 3 indicators of creative thinking skills: 1) fluency; 2) originality; 3) elaboration. Meanwhile, students with low metacognition skills are only able to fulfil 2 indicators, namely originality and elaboration.Keywords: Mathematical creative thinking ability, metacognition skills, high school students.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i3.pp1093-1108
Reading Batavia from the Water: Canals, Ports, and Hydrocolonialism in Iksaka Banu’s Novel Rasina Ferdiansyah, Rafi; Ayun, Kharisma Qurrota; Khasanah, Siti Uswatun
POETIKA Vol 13, No 2 (2025): Issue 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/poetika.v13i2.112196

Abstract

Eighteenth-century Batavia was often imagined as the Venice of the East, a city of canals that captivated the colonial rulers. However, behind this image, water became an arena where colonialism operated in the most subtle yet brutal ways. This study offers a hydro-colonial reading using Rasina as a starting point. A qualitative approach was adopted in this study, incorporating historical and textual analyses, with a Batavia map (1740–1760) serving as a visual reference for interpreting spatial representations. The focus of this study is not on land or fortresses, but on canals, docks, and coastlines as the arteries of the city that bind commodities, bodies, and archives into a single colonial machine. Through this lens, opium and slaves appear as two extreme faces of maritime logic. Opium became a commodity whose status could be negotiated, legal or contraband, simply by manipulating port documents. On the other hand, slaves were treated as voiceless bodies, reduced to lists of ownership and administrative stamps without room for negotiation. Rasina brings this paradox to life, showing how canals and ports became arenas of struggle between the official and shadow economies. The issue of Chinese identity further sharpened the hydro-colonial landscape of Batavia. The figures of Kapitan Cina, Kong Koan, and the Boedelkamer institution illustrate the ambiguous position of the Chinese community: the backbone of the urban economy and at the same time the object of strict control by the colonial bureaucracy. Cartographic maps of Batavia (1740-1760) reveal further that canals were not merely waterways, but lines of power that united ports, government centers, ethnic areas, and Ommelanden within a single water regime. This study concludes that Batavia was not a beautiful Venice of the East, but rather a hydro-colonial laboratory: a space where water, archives, and violence converged, forming a complex landscape of power while leaving behind a long trail of cultural scars.
Upaya Meningkatkan Aktivitas Sosial Keagamaan Santri untuk Mencegah Bullying dalam Perspektif Islam di Pondok Pesantren Al-Ihsan: Efforts to Improve Students' Socio-Religious Activities to Prevent Bullying from an Islamic Perspective at Al-Ihsan Islamic Boarding School Muchlis, Madian Muhammad; Khasanah, Siti Uswatun; Nahuda, Nahuda
Jurnal Abdimas Le Mujtamak Vol. 5 No. 1 (2025): Le MUJTAMAK 2025: Januari - Juni
Publisher : Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jal.v5i1.1175

Abstract

Santri sebagai generasi muda di pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan. Namun, perilaku bullying yang terjadi di lingkungan pesantren dapat menghambat pengembangan karakter santri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan aktivitas sosial keagamaan santri untuk mencegah bullying dalam perspektif Islam di Pondok Pesantren Al-Ihsan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi interaktif untuk memberikan pemahaman tentang bahaya bullying serta dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan beragama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri tentang dampak negatif bullying, perubahan sikap ke arah lebih positif, dan tumbuhnya komitmen untuk menerapkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam keseharian. Kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan pesantren yang lebih kondusif, bebas bullying, dan meningkatkan keterlibatan aktif santri dalam aktivitas sosial-keagamaan. Disimpulkan bahwa penyuluhan perspektif Islam tentang bullying efektif dalam mengembangkan karakter positif dan memperkuat aktivitas sosial keagamaan santri.