Claim Missing Document
Check
Articles

Guidance on Poetry Writing 11th Grade Students of SMA PGRI 3 Randudongkal, Pemalang Regency Mulyono, Tri; Basukiyatno, Basukiyatno; Triana, Leli; Aulia, Afsun; Rofi’udin, Rofi’udin
ASEAN Journal of Empowering Community Vol. 3 No. 2 (2023): ASEAN Journal of Empowering Community
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/ajecom/vol3issue2.61

Abstract

This community service activity was conducted in Pemalang Regency, Central Java, specifically at SMA PGRI 3 Randudongkal, organized in collaboration between LPPM UPS and the Literary Committee of the Regional Arts Council (DKD) of Pemalang Regency. Students of SMA PGRI 3 Randudongkal have a very high interest in literature but do not yet have the skills to write poetry well. Therefore, this activity is expected to equip them with poetry writing skills. The activities packaged in the form of a workshop not only provide participants with material about poetry but also require them to produce poems to be published in a poetry collection book. The implementation model is Problem Based Learning. (PBL). The method of presentation is lectures, discussions, question and answer sessions, and assignments. This activity is conducted using natural media. It means that the participants are expected to write poems based on what they see around the school environment.
Variasi Kata Ulang Semu dalam Dialek Masyarakat Tegal Triana, Leli; Mulyono, Tri; Alfaris, Lukman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25518

Abstract

Variasi bahasa dapat terjadi karena penutur yang berbeda yang disebabkan oleh faktor wilayah yang disebut dialek. Variasi bahasa dapat berbentuk kata. Dalam dialek Tegal terdapat kata dasar yang bentuknya seperti kata ulang yang disebut dengan kata ulang semu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi kata ulang semu dalam dialek masyarakat Tegal. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualiatif. Datanya berupa tuturan masyarakat Tegal. Pengumpulan data dengan metode simak dengan teknik simak libat cakap. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata ulang semu yang digunakan dalam dialek masyarakat Tegal adalah kata ulang semu utuh berjumlah 26 data, kata ulang semu berubah bunyi berjumlah 14 data, dan kata ulang semua dengan penambahan afiks berjumlah 7 data. Kata tersebut memiliki makna leksikal, bukan bermakna gramatikal. Kata ulang semu digunakan dalam tuturan masyarakat Tegal yang digunakan oleh teman, tetangga, saudara, maupun keluarga dalam susasana informal.
Gaya Bahasa Ironi Dan Sarkasme Dalam Kolom Komentar Akun Instagram Tempodotco Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA Azka, Muhammad Azka Khuluqie; Eko Purwanto, Burhan; Triana, Leli
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 2 No. 2 (2022): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.094 KB) | DOI: 10.58218/alinea.v2i2.211

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis serta fungsi gaya bahasa ironi dan sarkasme dalam komentar pada akun instagram tempodotco dan mendeskripsikan implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data diperoleh dari kolom komentar akun instagram tempodotco. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan kajian analisis deskriptif. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukan gaya bahasa ironi dan sarkasme dalam kolom komentar akun instagram tempodotco dengan jumlah 47 data. Penelitian gaya bahasa ironi dan sarkasme ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X semester genap pada kompetensi dasar 3.12 menghubungkan permasalahan/isu, sudut pandang dan argument beberapa pihak dan simpulan dari debat untuk menentukan esensi dari debat.
Sarkasme dalam Novel Sepotong Senja untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Lestari, Vita Indah; Anwar, Syamsul; Triana, Leli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.7810

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi penggunaan bahasa sarkasme dalam novel ‘Sepotong Senja Untuk Pacarku’ Karya Seno Gumira Ajidarma, dan mendeskripsikan implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA kelas X agar lebih bijak dalam menggunakan bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk sarkasme dalam novel ‘Sepotong Senja Untuk Pacarku’ meliputi: bentuk sarkasme sebutan terdiri dari sembilan data, bentuk sarkasme sifat terdiri dari tujuh data, bentuk leksikal terdapat dua belas data, dan bentuk sarkasme ilokusi terdapat tiga data. (2) fungsi sarkasme dalam novel ‘Sepotong Senja Untuk Pacarku’ meliputi: fungsi penyampaian penolakan yang terdiri dari tiga data, fungsi penyampaian penegasan yang terdiri dari sembilan data, fungsi penyampaian pendapat delapan belas data, dan penyampaian pertanyaan satu data. (3) Sarkasme dalam novel ‘Sepotong Senja Untuk Pacarku’ dapat diimplikasikan dengan materi bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA dengan kurikulum merdeka pada Capaian Pembelajaran (CP) Peserta didik mampu mengkreasi ungkapan sesuai dengan norma kesopanan dalam berkomunikasi. Implikasi ini dapat dilihat dalam bentuk perangkat pembelajaran berupa modul ajar.
Jargon Food Vlogger Pada Chanel Youtube Nex Carlos,Hobby Makan, Kubiler dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Irawan, Kris Aditya; Triana, Leli; Riyanto, Agus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13060

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan wujud jargon Food Vlogger pada chanell Youtube Nex Carlos, Hobby Makan, Kubiler dan mendiskripsikan implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatatif. Sumber data diperoleh dari konten-konten YouTube Food Vlogger. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik simak dan catat. Metode analisis data yang dipakai adalah metode agih refrensial. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode inforamal yang berupa kata-kata biasa untuk menafsirkannya. Hasil penelitian ini mendapatkan wujud jargon abreviasi kata singkatan 3 data, kata penggalan 2 data, kata akronim 5 data, dan wujud kata serapan menghasilkan wujud jargon serapan dari bahasa Inggris 14 data, bahasa Latin 1 data, bahasa Jepang 3 data dan bahasa Arab 3 data. Penelitian ini dapat diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP pada materi teks deskipsi dengan tujuan pembelajaran pada kegiatan 3 dan 4 pada kelas VII semester ganjil.
Tindak Tutur Direktif Pedagang dan Pembeli di Pasar Pepedan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Muzayanah, Muzayanah; Triana, Leli; Anwar, Syamsul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif antara pedagang dan pembeli di pasar Pepedan Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Responden yang terlibat berjumlah tujuh orang pedagang. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan melalui observasi, teknik simak, dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik pragmatis, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal yang berupa kata-kata biasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat enam bentuk tindak tutur pada pedagang dan pembeli di pasar Pepedan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Berdasarkan 32 data yang diperoleh diketahui bahwa bentuk tindak tutur direktif yang terdiri atas (1) bentuk permintaan, (2) bentuk pertanyaan, (3) bentuk permintaan maaf (4) bentuk prohibitives, (5) bentuk perintah, (6) bentuk nasihat. Terdiri atas delapan fungsi yaitu (1) fungsi meminta, (2) fungsi memohon, (3) fungsi bertanya, (4) fungsi melarang, (5) fungsi membolehkan, (6) fungsi ajakan, (7) fungsi memerintah, dan (8) fungsi menyarankan. Hasil dari penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X semester 1 pada materi kesantunan bernegosiasi dalam kehidupan sehari-hari.
Pelanggaran Maksim Kesimpatian dalam Kolom Komentar Netizen di Akun Instagram Gibran Rakabuming Raka Triana, Leli; Mulyono, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31190

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelanggaran maksim kesimpatian dalam kolom komentar di akun instagram @gibran_rakabuming. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran maksim kesimpatian dan fungsi bahasa dalam kolom komentar netizen di akun instagram @gibran_rakabuming. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan netizen yang terdapat dalam kolom komentar instagram @gibran_rakabuming. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan teknik catat. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menemukan: Pertama, bentuk pelanggaran maksim kesimpatian meliputi: 1) tidak bersimpati dengan jabatan, 2) pemilihan diksi yang bermakna bodoh, dan 3) pemberian julukan. Kedua, fungsi bahasa dalam pelanggaran maksim kesimpatian adalah: 1) sebagai bentuk ekspresi rasa marah dan kecewa, dan 2) fungsi untuk mengontrol Gibran terhadap individu maupun kebijakan-kebijakannya.
KARAKTERISTIK TINDAK TUTUR BANCI DI KOTA TEGAL Ambarwati, Alin; Triana, Leli; Hermaji, Bowo
Sasando Vol 1 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v1i2.23

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsi wujud tindak tutur banci di Kota Tegal, (2) mendeskripsi fungsi tindak tutur banci di Kota Tegal, (3) mendeskripsi pola interaksi verbal tindak tutur banci di Kota Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif, sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sosiopragmatik. Data yang diperoleh berupa tuturan banci di Kota Tegal. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak catat dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Metode analisis data yang digunakan menggunakan metode padan dan penyajian hasil secara informal. Hasil penelitian ini ditemukan tujuh wujud tuturan dan lima fungsi tuturan. Tujuh wujud tuturan tersebut diantaranya tindak tutur konstatif, tindak tutur performatif, tindak tutur representatif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur deklratif. Fungsi yang terkandung dalam tuturan tersebut diantaranya fungsi representatif, fungsi direktif, fungsi ekspresif, fungsi komisif, dan fungsi isbati. Pola interaksi verbal yang ditemukan yaitu pola [T-B] dan pola [I-Ir-T-B].
TINDAK TUTUR PENOLAKAN DALAM JUAL BELI SANDANG DAN PANGAN DI TEGAL TRIANA, LELI
Sasando Vol 2 No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v2i1.52

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesantunan tindak tutur penolakan dalam jual beli sandang dan pangan di wilayah Tegal. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan para pembeli, Data penelitian ini diperoleh dengan metode simak dengan teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur penolakan dalam jual beli sandang dan pangan di wilayah Tegal adalah dengan menggunakan kata tidak atau padanannya, memberikan alasan, dengan syarat, dan dengan mengucapkan terima kasih. Kata ‘tidak’ merupakan bentuk penolakan yang kasar, karena diucapkan dengan terus terang. Penolakan dengan pemberian alasan merupakan bentuk penolakan yang santun, karena ada alasan yang melatarbelakanginya. Penolakan dengan syarat adalah bentuk penolakan yang halus, karena ada syarat tertentu yang diajukan oleh pembeli. Penolakan dengan ucapan terima kasih merupakan bentuk penolakan yang santun karena menggunakan kata kias. Dari hasil penelitian ini disarankan bahwa ketika kita menolak tawaran pada transaksi jual beli, hendaknya menggunakan tuturan yang halus, agar penjual tidak merasa tersakiti karena barang dagangannya ditolak.
Kata Sapaan dalam Masyarakat Tegal: Tinjauan Sosiolinguistik Khusnul Khotimah, Leli Triana dan
Sasando Vol 3 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v3i1.113

Abstract

The existence of different greeting words in society, shows that language has variations. Likewise, in the community of Tegal who has the Tegal dialect, they have a unique greeting that is not owned by the Javanese people who do not have the Tegal dialect. The purpose of this study is to describe the greeting words in the Tegal community, which are limited to direct greeting words. This research is a qualitative descriptive study with sociolinguistic theory. Provision of data by the method of listening with the technique of independent engage and competent listening technique is capable, then proceed with the note taking technique. Data were analyzed by translational equivalent method and pragmatic equivalent method. Presentation of data by informal methods. The results showed that the greeting words in the Tegal community which had the Tegal dialect included the greetings of kinship relations, the greetings not kinship, the greetings to village officials, and the words of religious titles. Greetings of kinship are in the form of greetings to mothers, grandparents, sisters, and siblings. The word greeting is not a kinship in the form of a greeting to boys and girls, greeting to old men and women, greeting to young men. Greetings to village officials are in the form of greetings to the lurah, shoulders, lebe, and RT heads. Greetings to people who have religious titles are in the form of greetings for hajj and religious teachers.