Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA COAL STOCKPILE DENGAN METODE KOAGULASI Isuluqi, Aysa Izzah Charissa; Sa'diyah, Khalimatus; Nabil, Erry
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6924

Abstract

Coal stockpile merupakan tempat penimbunan batu bara sementara sebelum digunakan sebagai bahan bakar. Limbah cair yang berasal dari coal stockpile mengandung padatan tersuspensi dengan kadar tinggi serta zat kimia yang berpotensi menjadi beban tambahan pada instalasi pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan, terutama saat volume air meningkat dengan padatan tersuspensi yang tinggi selama curah hujan tinggi. Metode untuk mengatasi padatan tersuspensi tinggi pada limbah cair salah satunya dengan proses kimia yaitu koagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode koagulasi pada pengolahan limbah cair dari coal stockpile terhadap parameter TSS dan kekeruhan. Metode koagulasi dilakukan pada skala laboratorium menggunakan simulator coal retention basin (alat simulasi tempat penampungan aliran limbah cair dari coal stockpile) dengan variabel yang digunakan flow rate influent (200 m3/jam dan 500 m3/jam), penggunaan baffle (4 dan 5), serta penambahan dosis PAC (20 ppm dan 30 ppm). Pada penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil parameter TSS dan kekeruhan yang telah memenuhi baku mutu berdasarkan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 113 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Pertambangan Batu Bara. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kontaminan terbaik saat nilai TSS 120 mg/L dengan persentase penurunan 98,5% dan nilai kekeruhan 130 NTU dengan persentase penurunan 98,6%. Hasil penelitian tersebut didapatkan pada penerapan variabel flow rate influent 200 m3/jam, penggunaan 5 baffle dan penambahan dosis PAC 30 ppm.
ANALISIS EKONOMI REDESAIN PABRIK INTRAVENOUS INFUSION BERBAHAN SODIUM CHLORIDE Wilujeng, Arimbi; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6977

Abstract

Pembangunan di segala aspek bidang perlu diperhatikan dan harus dikembangkan, salah satunya pengembangan industri di bidang kesehatan terkait penyediaan infus, mengingat sediaan infus sangatlah penting. Kebutuhan infus untuk memenuhi permintaan rumah sakit di seluruh indonesia hingga 150 juta per tahun sedangkan baru setengahnya yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik dalam negeri, sementara sisa produknya diimpor dari berbagai negara. Hal ini mendorong perlunya didirikan pabrik intravenous infusion guna memenuhi kebutuhan infus dalam negeri sendiri sehingga dapat menekan kebutuhan impor. Tujuan studi ini adalah untuk melakukan analisis ekonomi terhadap kelayakan pendirian pabrik infus berbahan dasar sodium chloride. Pabrik intravenous infusion yang akan diredesain ini memiliki kapasitas 1100 ton/tahun, diharapkan mampu memenuhi 60% dari kebutuhan pasar nasional. Pabrik ini akan didirikan di Bogor yang merupakan posisi strategis di Jawa Barat dengan daerah yang berkembang pesat, sehingga dapat menawarkan akses yang baik ke pasar lokal dan regional serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh perhitungan TCI (Total Capital Investment) sebesar Rp 192.189.181.958, TPC (Total Production Cost) sebesar Rp 108.137.915.085, laba kotor sebesar Rp 45.275.087.481, laba bersih sebesar Rp 31.747.561.237, ROR (Rate of Return Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 27,71% dan 19,43%, BEP (Break Even Point) sebesar 69,4%, SDR (Shut Down Rate) sebesar 34,6%, dan IRR (Interest Rate of Return) sebesar 21%. Pabrik intravenous infusion ini memiliki suku bunga tahunan yang lebih tinggi daripada bunga bank sehingga memungkinkan investor untuk berinvestasi pada pabrik ini sehingga pabrik intravenous infusion ini layak untuk didirikan.
APLIKASI TEKNOLOGI BIO-DRYING UNTUK PROSES PENGERINGAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BAHAN BAKAR Naryono, Eko; Lusiani, Cucuk Evi; Ariani, Ariani; Sa'diyah, Khalimatus; Asrori, Asrori
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3740

Abstract

Desa Wringinsongo merupakan desa binaan dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) sejak tahun 2020 dan menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Berdasarkan hasil diskusi antara Jurusan Teknik Kimia, Polinema dan warga Desa Wringinsongo, salah satu masalah di desa tersebut yang dapat diselesaikan sesuai dengan bidang ilmu di Jurusan Teknik Kimia adalah pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Permasalahan sampah yang mencemari lingkungan di Desa Wringinsongo disebabkan banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung terutama di daerah wisata pemandian alam. Teknologi bio-drying melalui proses pengeringan sampah menjadi bahan bakar dapat digunakan sebagai alternatif solusi yang ramah lingkungan yang dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan PkM. Hal ini sejalan dengan Rencana Strategis Polinema (Renstra Polinema 2021-2025) di bidang pemeliharaan lingkungan hidup dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) untuk Desa Binaan Polinema, Wringinsongo, Kec. Tumpang, Kab. Malang. Kegiatan PkM yang dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 berjalan lancar dan para peserta sangat antusias untuk mempraktikkan secara langsung pengeringan sampah organik dengan metode teknologi bio-drying untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif
PENINGKATAN KUALITAS GONDORUKEM DENGAN VARIASI KONSENTRASI TERPENTIN PADA PENCUCIAN GETAH PINUS Syaifuddin, Afif; Sa'diyah, Khalimatus; Prasetya, Desta Enggar Dwi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 43 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2025.5530

Abstract

Gum rosin, commonly called gondorukem, is a product derived from processing pine sap, possessing significant potential for international market competition. However, the demand for exports from Indonesia has decreased annually due to the gondorukem's quality not meeting market standards. This study investigates the impact of turpentine concentration in the pine resin washing process on the quality of the produced gondorukem. The research was conducted in two stages: sap purification and distillation. In the sap purification process, 1250 grams of pine sap were dissolved using turpentine at 80°C, with varying turpentine concentrations of 27.5%, 28.5%, 29.5%, 30.5%, 31.5%, 32.5%, and 33.5%. This was followed by adding 5% oxalic acid, precipitation for 30 minutes, washing with distilled water, and separation. The washed oleo pine resin, weighing 1100 grams, was then distilled at 175°C for 2-3 hours. Results indicate that higher concentrations of turpentine lead to increased acid value, softening point, and color scale, resulting in purer and darker gondorukem. However, adding turpentine tends to reduce yield while causing fluctuations in nonvolatile parameters. The highest quality gondorukem was obtained at a turpentine concentration of 29.5%, with the following specifications: acid value of 191.24 mg KOH/gram, color scale of 6.9 (WW quality), softening point of 79°C, nonvolatile content of 99.23%, and yield of 75.08%.
Investigating Live Worksheets as Assessment Tool for Senior High School Students Kholida, Firda; Rohmana, Wahyu Indah Mala; Sa'diyah, Khalimatus
ETERNAL (English Teaching Journal) Vol. 16 No. 2 (2025): August
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FPBS, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/eternal.v16i2.1266

Abstract

Live Worksheets, a technology-based tool that helps educators in assessing student performance, is one of the tools that facilitate teachers in designing electronic worksheets or known as E-LKPD. Live Worksheets allows teachers to easily create and manage electronic worksheets (E-LKPD) that are more interactive and dynamic compared to conventional E-LKPD which are usually printed and less flexible in terms of interactivity and content updates. In addition, the objectives of this study are to discover (1) the implementation of using Live Worksheets, (2) the perceptions of the teacher and students of Live Worksheets as assessment tool, and (3) the difficulties experienced by teacher when using Live Worksheets as an assessment tool. The method used is descriptive quantitative method by conducting observations, distributing questionnaires, and conducting semi-structured interviews. The participants in this study were one teacher and class XI IPS III which totaled 34 students. The results of this study showed that the implementation of Live Worksheets by teacher is done by distributing the available worksheets to students. The teacher's perspective on Live Worksheets is very positive because this tool is considered easy to use, effective, has good question quality, offers flexibility, facilitates grade management, is efficient, and provides good feedback. The majority of students also had a positive view of the tool. The perceptions are divided into three categories, familiarity and ease of use, learning experience and motivation, also effectiveness and skill improvement. The challenges are academic dishonesty, managing the behavior of very active students, and also designing her own worksheets. It is suggested that teachers utilize Live Worksheets’ features to create tailored materials, and students engage with integrity to optimize learning.
RANCANG BANGUN SISTEM JASA WEDDING ORGANIZER BERBASIS WEBSITE Sa'diyah, Khalimatus; Murti, Alif Catur; Wijayanti, Esti
Bina Informatika dan Komputer (BINER) Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Bina Informatika dan Komputer (Biner)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/biner.v1i2.11011

Abstract

Wedding organizer merupakan suatu jasa dalam membantu masyarakat merancang dan mengelola sebuah acara atau pesta pernikahan. Jasa WO khususnya di kota Kudus masih melakukan pemesanan dan pembayaran secara manual. Selain itu, dalam mempromosikan wedding organizer hanya dengan mulut ke mulut dan social media saja. Dengan promosi yang baik, Masyarakat akan menngetahui tentang layanan yang diberikan oleh wedding organizer. Guna memudahkan Masyarakat dan pihak WO dalam mencari, mempromosikan, memesan dan membayar wedding organizer tersebut. Dalam perancangan system ini penulis menggunakan metode pengembangan menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) waterfall. Dan untuk desain penyusunan menggunakan Data Flow Diagram (DFD). Untuk pengujian menggunakan metode Black Box Testing, cukup dengan meninjau input dan output yang dihasilkan oleh system yang telah dibuat dengan mengimplementasikannya dengan websit. Dalam pembuatan website, menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Diharapkan rancangan system yan dibuat dapat sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat untuk Masyarakat dan pihak wedding organizer khususnya di Kota Kudus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berhasil dalam merencang dan membangun system jasa wedding organizer dalam bentuk digital market berbasis website.
Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonium l) Di Kabupaten Demak Awami, Shofia Nur; Sa'diyah, Khalimatus; Subekti, Endah
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1115

Abstract

This research aimed to determine the cost of production, revenue and income shallot farm, as well as the  factors that influence of shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency. Sampling technique of  respondents was done purposively. Respondents used in this research were 50 respondents. Data analysis methods used in this study are cost analysis, revenue, income and multiple linear regression analysis. Based on the results of data processing for own land obtained an average total cost Rp 27,329,496/planting season or Rp 49,112,867/ha/planting season. The average revenue is Rp 44,253,667/planting season or Rp 86,802,491/ha/planting season. So the average income is Rp 16,924,171/planting season or Rp 37,689,624/ha/planting season. For lease land the average total cost is Rp 36,701,625/planting season or Rp 56,736,125/ha/planting season. Average revenue is Rp 51,154,125/planting season or Rp 81,800.358/ha/planting season. So the average income is Rp 14,452,500/planting season or Rp 25,064,234/ha/planting season. Based on data analysis using multiple linear regression, it is known that the value of determination coefficient (R2) 0.934. The shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency were influenced by several factors including; the land area, the seed, the fertilizer, the land ownership, and the shallot varieties.
Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah (Allium Ascalonium l) Di Kabupaten Demak Awami, Shofia Nur; Sa'diyah, Khalimatus; Subekti, Endah
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v3i2.1116

Abstract

This research aimed to determine the cost of production, revenue and income shallot farm, as well as the  factors that influence of shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency. Sampling technique of  respondents was done purposively. Respondents used in this research were 50 respondents. Data analysis methods used in this study are cost analysis, revenue, income and multiple linear regression analysis. Based on the results of data processing for own land obtained an average total cost Rp 27,329,496/planting season or Rp 49,112,867/ha/planting season. The average revenue is Rp 44,253,667/planting season or Rp 86,802,491/ha/planting season. So the average income is Rp 16,924,171/planting season or Rp 37,689,624/ha/planting season. For lease land the average total cost is Rp 36,701,625/planting season or Rp 56,736,125/ha/planting season. Average revenue is Rp 51,154,125/planting season or Rp 81,800.358/ha/planting season. So the average income is Rp 14,452,500/planting season or Rp 25,064,234/ha/planting season. Based on data analysis using multiple linear regression, it is known that the value of determination coefficient (R2) 0.934. The shallot production in Gajah Village Gajah District Demak Regency were influenced by several factors including; the land area, the seed, the fertilizer, the land ownership, and the shallot varieties.
Larangan Memukul Gong saat Hajatan di Desa Babatan Diwek Jombang: Analisis Eksistensi dan Persepsi Masyarakat di Era Globalisasi Sa'diyah, Khalimatus
DIWANGKARA: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa Vol 5 No 1 (2025): Agustus
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/dwk.v5i1.656

Abstract

Local traditions often contain inherited prohibitions that carry cultural and spiritual meanings. One such tradition in Babatan Village, Diwek Subdistrict, Jombang Regency, is the prohibition against striking the gong during ceremonial events. This study aims to explore the ongoing existence and public perception of this prohibition in the context of increasing global influence. Employing a descriptive qualitative approach, the researcher conducted observations and interviews with local residents across generations. The findings reveal that older community members still hold strongly to the belief that the gong should not be struck, associating it with ancestral respect and mystical consequences. In contrast, younger generations tend to interpret the rule more rationally, yet continue to honor it as part of cultural heritage. These results indicate that local customs have not been completely eroded by modernity, but instead are undergoing a negotiation of meaning as society evolves.
ANALISA EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI SEKAM PADI KAPASITAS 8.000 TON/TAHUN Oliviaputie, Timara; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.495

Abstract

Kegiatan pertanian di Indonesia sangat banyak. Hal ini seiring dengan permintaan masyarakat dalam kebutuhan pupuk di Indonesia. Konsumsi pupuk organik di Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebesar 88.148 ton. Pada prarancangan pabrik kimia pembuatan pupuk organik cair dari sekam padi dengan kapasitas 8.000 ton pertahun diharapkan dapat menyumbang produksi pupuk organik cair sebesar 9% kebutuhan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah analisa ekonomi untuk mendapatkan perkiraan tentang kelayakan investasi modal dalam kegiatan produksi pabrik. Pabrik ini berbentuk perseroan terbatas (PT) berletak di kabupaten Lamongan dengan jumlah pekerja sebanyak 167 orang. Pabrik beroperasi selama 350 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Perhitungan analisa ekonomi dilakukan berdasarkan buku Plant Designs and Economics for Chemical Reaction. Data sekunder yang dibutuhkan untuk perhitungan antara lain data spesifikasi alat yang terdiri dari kondisi proses, unit operasi, bahan yang digunakan, dan utilitas yang diperlukan. Hasil perhitungan analisa ekonomi didapatkan Total Capital Investment (TCI) pabrik ini sebesar Rp 25.646.001.650,- sedangkan Total Production Cost (TPC) sebesar Rp 77.476.320.901,-. Laba kotor yang diperoleh sebesar Rp 10.523.679.099,- dan untuk laba bersih sebesar Rp 6.314.207.459,-. Laju pengembalian modal (ROI) sebelum dan sesudah pajak berturut-turut sebesar 48% dan 28,97%. Lama pengembalian modal (POT) setelah pajak adalah 2,57 tahun. Titik Break Event Point (BEP) pada kapasitas sebesar 55%. Berdasarkan hasil perhitungan maka prarancangan pabrik kimia ini layak untuk didirikan.