Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Potentially Inappropriate Medications (PIMs) pada Pasien Geriatri Rawat Inap RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Widyaningrum, Esti Ambar; Rizky, Fara Nikhmatul; Irawati, Renny Nur Satya; Fajriyah, Shofiatul; Rilawati, Fentyana Dwi; Kurniawati, Evi; Lestari, Tri Puji
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i1.271

Abstract

Background: Geriatric patients are elderly patients with multiple diseases. Geriatric patients have more comorbidities and often receive polypharmacy prescriptions. PIMs have been identified in many elderly patients. One of the explicit criteria that can be used to identify the incidence of PIMs in geriatric patients is the Beers Criteria. Objective: To determine the frequency of PIMs and the factors that can influence the occurrence of PIMs based on the Beers Criteria in hospitalized geriatric patients at RSUD Dr. Soedomo Trenggalek. Method: This research uses a type of research with a retrospective observational analytical approach. The sampling technique used was purposive sampling with a total sample of 312 medical records.  Inclusion criteria: age ≥ 65 years and exclusion: incomplete medical record data. Results: The most common characteristic profiles were male gender (62%), elderly (65-74 years) 69%, type of BPJS service (87%), main disease with the cardiovascular system (31%), number of diseases 2 (43%) and the number of drugs 6-10 drugs (50%). There was an incidence of PIMs of 78.53%. The factors gender, age, type of service, main diagnosis have a p value ≥ 0.05, while the number of diseases and medications have a p value ≤ 0.05. Conclusion: There is an incidence of PIMs in hospitalized geriatric patients of 78.53% with the number of diseases and number of medications influencing the incidence of PIMs in hospitalized geriatric patients.
Phytochemical Composition of 70% Ethanol Extract of Noni Fruit (MorindacitrifoliaL.) Using Ultrasound-Assisted Extraction Method and LC-MS Q-ToF Kurniawati, Evi; Lestari, Tri Puji; Kristianingsih, Ida; Purwani, Asih Imulda Hari; Nurhayati, Rachma
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 1 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i1.573

Abstract

Noni (Morinda citrifolia L.) is a traditional medicinal plant that is widely used in the treatment of various degenerative diseases. However, scientific data regarding the composition of its bioactive compounds are still limited, especially those analyzed using a high-precision instrument approach. This study aims to identify the phytochemical composition in 70% ethanol extract of noni fruit using Liquid Chromatography-Mass Spectrometry (LC-MS) method. Extraction was performed by Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) method and compound analysis using Q-ToF type LC-MS instrument with positive ionization mode. The results showed that noni extract contained 28 compounds, with 13 compounds successfully identified consisting of 7 alkaloids, 3 glycosides, 1 phenolic, 1 amino acid, and 1 aminoglycoside. The major compound identified was Methyl (5R)-2,3,4-tris-O-(methoxymethyl)-5-{2-[(2R,3R,4R,5R,6R)-3,4,5-trihydroxy-6-(hydroxymethyl)-2-piperidinyl]ethyl}-α-D-xylopyranoside, belonging to the glycoside group with a molecular weight of 485.25 g/mol. These results indicate that noni fruit contains diverse secondary metabolite compounds with the dominance of alkaloid and glycoside compounds. This study contributes to providing primary data based on LC-MS technology on the chemical composition of Indonesian natural ingredients and can be a scientific basis for the development of medicinal plant-based pharmaceutical preparations with noni active ingredients.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI POSYANDU YOGA PAMBUDI VI DESA KETAWANGREJO BERBASIS WEB MENGGUNAKAN MODEL PENGEMBANGAN SCRUM Lestari, Tri Puji; Jumasa, Hamid Muhammad; Murhadi, Murhadi
Jurnal Dialektika Informatika (Detika) Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Dialektika Informatika(Detika) Vol.5 No.2 Mei 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/detika.v5i2.15007

Abstract

Pelayanan Posyandu Yoga Pambudi VI Desa Ketawangrejo saat ini masih mengandalkan pencatatan manual, yang sangat rentan terhadap kehilangan, kerusakan, dan duplikasi data. Proses penyusunan laporan yang dilakukan dengan merekap hasil catatan kader kedalam format yang telah tersedia juga rawan terjadi kesalahan dan kurang efisien. Selain itu, belum tersedianya sistem informasi yang mencatat tumbuh kembang balita secara berkala juga dapat menyulitkan untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang balita secara real-time. Pemberitahuan jadwal pemeriksaan dan imunisasi yang belum terintegrasi dengan sistem pencatatn data juga menyebabkan kurang terstrukturnya pengelolaan data. Dalam penelitian ini mengembangkan Sistem Informasi Posyandu Yoga Pambudi VI Desa Ketawangrejo menggunakan metode Scrum. Pengembangan ini dilakukan melalui tahap product backlog, sprint planning, daily sprint, sprint review, dan sprint retrospective. Pengujian terhadap sistem yang telah dikembangkan menggunakan System Usability Scale (SUS) dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 20 responden yang terdiri dari ketua posyandu, kader, bidan, dan peserta posyandu. Hasil pengujian SUS menghasilkan skor rata-rata 86,625 yang termasuk dalam kategori acceptable, mendapatkan grade scale B, dan dikategorikan excellent. Pengujian menggunakan blackbox juga menunjukkan hasil bahwa sistem memiliki fungsionalitas sesuai yang diharapkan. Sistem yang dikembangkan dapat mendukung pengelolaan data posyandu serta meningkatkan efisiensi layanan dengan fitur notifikasi email sebagai pengingat jadwal pemeriksaan dan imunisasi.
Edukasi Penggunaan Suplemen Selama Pandemi Covid-19 pada Kader Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Karangan Kabupaten Trenggalek: Education on the Use of Supplements During the Covid-19 Pandemic for Health Cadres in the Work Area of the Karangan Health Center Trenggalek Regency Widyaningrum, Esti Ambar; Kurniawati, Evi; Lestari, Tri Puji; Pertiwi, Krisna Kharisma
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i6.5547

Abstract

Several ways can be used to boost the immune system, one of which is by using supplements that can be obtained through a doctor's recommendation or pharmacist consultation. Low immunity in humans will make it easy to be exposed to diseases or viruses, including quickly exposure to Covid-19. This is why many people take supplements: they think the amount of minerals and vitamins they get from their food is insufficient to keep their immune system healthy. One of the considerations for taking supplements is knowledge of their benefits. Even though supplements are not drugs, their use must also be rational. Individuals with adequate knowledge, especially about supplements, will tend to choose and use supplements according to conditions and benefits for the body. To find out the effectiveness of counseling in increasing knowledge of the use of supplements to increase body immunity during the Covid-19 pandemic for health cadres in the Karangan Health Center, Trenggalek Regency working area. This community service is conducted through lectures and question-and-answer method counseling. The number of participants in this activity was 33 health workers in the work area of the Karangan Health Center, Trenggalek Regency. Results: There was an increase in knowledge of the use of immunity-boosting supplements in health cadres in the work area of the Karangan Health Center, Trenggalek Regency, from the majority of sufficient knowledge (pre-test) to good (post-test). Education on using supplements can increase the knowledge of health cadres in the work area of the Karangan Health Center.
Penerapan Media Jemuran Gembira terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Kelas 2 SDN Pandeanlamper 01 Semarang Lestari, Tri Puji; Kartinah, Kartinah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14375

Abstract

Penelitan ini dilakukan karena kurangnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, tidak monoton, peserta didik menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar. Salah satu media pembelajaran yang peneliti gunakan adalah jemuran gembira mata pelajaran Pendidikan pancasila materi aturan di rumah dan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh jemuran gembira terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain pretest – postest. Sampel penelitian ini peserta didik kelas II SDN Pandeanlamper 01 Semarang berjumlah 27 peserta didik. Materi yang digunakan adalah aturan di rumah dan di sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji hipotesis uji-t dengan ???? = 0,05. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaaan media jemuran gembira terhadap hasil belajar peserta didik kelas II. Untuk itu jemuran gembira dapat dijadikan alternatif media pembelajaran untuk materi aturan di rumah dan di sekolah.
PERBEDAAN KADAR FLAVONOID KENTOS KELAPA (Cocos nucifera L.) YANG DIEKSTRAKSI DENGAN METODE BERBEDA Kurniawati, Evi; Lestari, Tri Puji; Pertiwi, Krisna Kharisma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26952

Abstract

Kelapa adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat. Buahnya bernilai ekonomi tinggi, baik yang masih muda maupun yang sudah tua. Di dalam buah kelapa terdapat bagian kentos atau tombong kelapa, yang merupakan awal terbentuknya tunas kelapa. Kentos berbentuk bulat dan berada di dalam daging buah kelapa yang sudah tua. Kentos kelapa memiliki banyak khasiat dan mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan manusia. Selain itu, kentos kelapa juga mengandung senyawa bioaktif, yaitu flavonoid. Untuk mendapatkan kandungan flavonoid dari kentos kelapa, perlu dilakukan proses ekstraksi. Kentos kelapa memberikan nutrisi yang sangat besar untuk tubuh dan masyarakat di Chennai- Tamil Nadu mengonsumsinya untuk mengurangi resiko tukak lambung. Kentos kelapa memiliki sifat kardioprotektif, termasuk sebagai antioksidan, dan juga memiliki kemampuan menurunkan infark miokard pada dosis 50, 100, dan 200 mg/100 g yang telah dibuktikanpada tikus jantan. Kentos kelapa sebagai bahan makanan memiliki banyak kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam proses metabolisme, di antaranya karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan lemak serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan terpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perbedaan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kadar flavonoid dalam ekstrak etanol kentos kelapa (Cocos nucifera L.) menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa kentos kelapa positif mengandung flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid dalam ekstrak etanol daging kelapa bervariasi tergantung pada metode ekstraksi yang digunakan. Metode soxhletasi menghasilkan kadar flavonoid total tertinggi (94,159 mgQE/g), diikuti oleh metode perkolasi (44,418 mgQE/g) dan maserasi (19,630 mgQE/g).
Comparative effect of sunflower seed oil (helianthus annus l.) On the characteristics and quality of liquid soap formulations lestari, Tri Puji; Evi Kurniawati; Ida Kristianingsih; Asih Imulda Hari Purwani
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sunflower seed oil contains linoleic acid which can moisturize the skin and has high antioxidant activity so it can inhibit free radicals which damage skin cells. The liquid soap made in this research uses VCO (Pure (Virgin Coconut Oil) which contains high levels of lauric acid as a raw material for making soap because it is able to provide very soft foam for soap products. The aim of this research is to determine the characteristics of liquid soap preparations from oil. Sunflower seeds (Helianthus annuus L.) with different concentrations of sunflower seed oil of 5% and 10% as the active substance. Physical quality tests were also carried out including organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, free alkali tests, specific gravity tests, stability, and foam height tests. Based on the results of physical quality tests that have been carried out on the sunflower seed oil liquid soap formulation, it has met the requirements of the organoleptic test, homogeneity test, pH test, specific gravity test, and foam height test. Based on the analysis test results, it shows that there is no there is significant difference in the physical quality tests between formula 1 and formula 2
SKRINING FITOKIMIA DAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) hari purwani, asih imulda; Sari, Fita; Pertiwi, Krisna Kharisma; Lestari, Tri Puji
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Daun beluntas mempunyai senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, sedangkan akarnya terdapat senyawa flavonoid. Skrining fitokimia termasuk uji kualitatif pada ekstrak daun beluntas dan KLT yaitu untuk memisahkan senyawa berdasarkan tingkat kepolaranya yakni fase diam dan fase gerak. Tujuan: Mengetahui hasil skrining fitokimia dari ekstrak daun beluntas, serta pada KLT dapat mengetahui hasil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dari ekstrak daun beluntas. Metode: Daun beluntas dilakukan proses ekstraksi kemudian skrining fitokimia yaitu uji flavonoid, tanin dan saponin. Ekstrak daun beluntas dilakukan uji KLT fase gerak toluen : aseton : asam formiat (6:6:1 v/v) dengan fase diam silika gel GF 254. Hasil: Ekstrak daun beluntas terdapat senyawa metabolit yaitu flavonoid, saponin dan tanin. KLT ekstrak daun beluntas positif flavonoid dengan terdapat noda warna kuning kecoklatan dalam UV 366 nm dengan Rf 0,57 cm. Simpulan: Ekstrak daun beluntas terdapat kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin dengan Rf 0,57 cm
Gerakan Opimba (Orang Tua Pintar Minum Obat): Penyuluhan dan Kaderisasi Orang Tua Cerdik dan Cermat dalam Penggunaan Obat Cair Shoviantari, M.Farm., Apt., Fenita; Saputra, Sony Andika; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Lestari, Tri Puji; Pertiwi, Krisna Kharisma; Sugiyartono, Sugiyartono; Mawardika, Herlinda
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat yang berbentuk liquida atau obat cair merupakan obat yang banyak digunakan oleh anak – anak dan juga lansia atau pasien yang memiliki kesulitan untuk menelan obat padat. Obat ini dianggap lebih praktis dan tepat dalam dosis penggunaannya karena dilengkapi dengan sendok takar sehingga dosis yang dapat diberikan lebih variatif bergantung pada kondisi pasien. Sebuah survei yang dilakukan terhadap pasien yang sedang menunggu di ruang tunggu dokter menunjukkan bahwa 73 persen pasien menggunakan sendok makan atau sendok teh untuk mengukur dosis obat cair, bukan menggunakan sendok/mangkuk ukur yang biasanya diberikan bersama obat cair. Pengukuran menggunakan sendok makan atau sendok teh yang sangat tidak akurat dapat menyebabkan masalah, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikitnya obat yang dikonsumsi. Untuk itu, penting sekali untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat mengenai pentingnya menggunakan sendok atau gelas takar yang disediakan di dalam kemasan obat Ketika menggunakan obat cair. Pengabdian Masyarakat yang bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Permata Ummat Trenggalek ini memberikan materi mengenai macam sediaan cair, cara penggunaan obat cair, cara membaca brosur obat cair, dan cara pemusnahan obat cair. Kegiatan pengabdian diawali dengan pre test dan diakhir dengan post test untuk mengukur pengetahuan Masyarakat sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pengmas. Dari hasil evaluasi pre dan post test didapatkan peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan penyuluhan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggolongan Obat Dan Beyond Use Date (BUD) Melalui Penyuluhan pada kader siaga Lestari, Tri Puji; Kurniawati, Evi; Widyaningrum, Esti Ambar; Pertiwi, Krisna Kharisma; Basuki, Dewy Resty
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga mutu dan kualitas obat, maka pengelolaan terhadap obat itu sendiri sangat memberikan peran yang vital. Salah satunya adalah dengan mengetahui batas masa kadaluarsa dan penggolongan obat maka akan memudahkan masyarakat untuk menentukan waktu dan metode penyimpanan . Tanggal kadaluarsa obat yang sudah dibuka dapat berbeda dengan yang tertera pada kemasan yang berlaku untuk sediaan baik sediaan steril maupun non steril dimana ketika melewati batas tanggal tersebut maka sediaan yang dimaksud tidak boleh digunakan dan disimpan. Kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan di periode bulan desember 2022 pada kader siaga desa di kecamatan karangan, kabupaten trenggalek, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pre dan post test juga diikuti dengan kegiatan konseling. Instrumen yang digunakan adalah dengan pemberian quesioner baik pada waktu pre test maupun post test , peserta juga diberi leaflet materi tentang penggolongan obat dan beyond use date (BUD). Konseling diberikan dalam waktu 3 hari setelah sosialisasi menggunakan media watshap. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan ada kenaikan prosentase pengetahuan yang cukup signifikan. Dimana datap dilihat pada tabel 1 bahwa rata-rata pengetahuan kader ada kenaikan dari 54,9% menjadi 92,5%.