Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Pengaruh Suara Predator terhadap Metabolisme dan Aktivitas Harian Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Laboratioum Ichsan Nurul Bari
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.055 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15749

Abstract

ABSTRACTThe Effects of Recorded Predator Noise on Metabolism and Daily Activities of Rice-field RatThe use of poisonous rodenticides for controlling rice-field rat (Rattus argentiventer) in agricultural storehouses is the most common option, recently. This option was the easiest, the most effective and also efficient. In the other hand, the application of poisonous rodenticides causes various harmful risks. Rodenticides have potentialities for poisoning human, non-target animals, and other components of environment such as water and soil. The experiment aimed to explore the effects of recorded predator noise on metabolism and daily activities of rice-field rat. Results showed that the recorded of predator noise caused metabolic disorders that were indicated by the decrease of food and beverage intake by rice-field rat and the decrease of its body weight significantly, while the daily activities disorders were indicated by spending more time for locomotion and less time for foraging and resting. In conclusion, the treatments have an effect as repellent for rice-field rat.Keywords: Rice-field rat, Repellent, Pest, Metabolism, Daily activitiesABSTRAKPengendalian tikus sawah (Rattus argentiventer) di gudang-gudang tempat penyimpanan produk pertanian selama ini mengandalkan cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan rodentisida. Salah satu potensi berbahaya dari cara pengendalian tersebut adalah sisa-sisa repihan rodentisida dapat pula mengontaminasi produk pertanian secara langsung, juga mengontaminasi lingkungan termasuk tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pengaruh rekaman suara predator tikus yang diputar secara terus menerus dan berulang-ulang terhadap metabolime dan aktivitas harian tikus sawah di laboratioum yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pengedalian tikus sawah yang aman dan ramah lingkungan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa tikus sawah yang diberi perlakuan suara predator mengalami gangguan metabolime yang ditandai dengan konsumsi makan dan minum, serta produksi feses dan sekresi urin yang berbeda dengan kontrol di kandang metabolisme. Tikus sawah yang diberi perlakuan suara predator juga mengalami gangguan pola aktivitas harian yang ditandai dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk locomotion (bergerak), foraging (makan dan minum) dan resting (terdiam dan tidur) yang berbeda dengan kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa suara predator memiliki potensi untuk diaplikasikan pada lokasi-lokasi tertentu, terutama gudang penyimpanan produk pertanian dengan tujuan untuk menolak dan mengusir serangan tikus sawah.Kata Kunci: Tikus sawah, Repelen, Hama, Metabolisme, Aktivitas harian
Preferensi dan Waktu Aktif Harian Kunjungan Burung Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides) terhadap Fase Pertumbuhan Padi (IR-36) di Lahan Sawah Jatinangor Ichsan Nurul Bari; Ai Siti Santriyani; Wawan Kurniawan; Reginawanti Hindersah; Tarkus Suganda; Vira Kusuma Dewi
Agrikultura Vol 32, No 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i1.31450

Abstract

Burung bondol jawa (Lonchura leucogastroides) merupakan salah satu hama pada tanaman padi ketika memasuki fase generatif. Petani seringkali menjaga sawah selama sehari penuh untuk mengendalikan hama burung. Cara tersebut kurang efektif karena banyak waktu petani yang terbuang hanya untuk mengendalikan burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan padi yang disukai bondol jawa dan mengetahui kelimpahan kunjungan tertinggi burung bondol jawa di sawah. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga bulan Mei 2020 bertempat di lahan sawah milik petani di Desa Cileles, Jatinangor dan Laboratorium Vertebrata, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Metode uji kelimpahan kunjungan tertinggi dilakukan dengan menghitung jumlah burung yang berkunjung pada lahan penelitian. Sementara itu, metode uji preferensi pada bondol jawa dilakukan dengan membandingkan bagaimana cara makan bondol jawa ketika diberi pakan padi yang matang susu dan padi yang sudah matang penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bondol jawa menyerang sepanjang pengamatan, yaitu 11 MST-14 MST. Tingkat kematangan padi yang disukai bondol jawa adalah saat matang susu. Kelimpahan bondol jawa mengunjungi sawah adalah saat sore hari, yaitu mulai dari jam 14.00 hingga jam 17.00. Hal ini menunjukkan bahwa masa tersebut dapat digunakan petani untuk mengendalikan hama burung di sawah.
Pengaruh Serbuk Tagetes patula L. terhadap Serangan Nematoda Bengkak Akar (Meloidogyne spp.) pada Tanaman Tomat Sunarto, Toto; Bari, Ichsan Nurul; Rachman, Anisa Puspita
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.36770

Abstract

Meloidogyne spp. merupakan nematoda parasit yang dapat menurunkan produktivitas tomat. Pemanfaatan seluruh bagian tanaman Tagetes patula L. dalam bentuk serbuk sebagai nematisida nabati dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian nematoda ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan dosis serbuk T. patula yang efektif dalam menekan serangan nematoda bengkak akar (Meloidogyne spp.) pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2021 di Laboratorium Fitopatologi, Divisi Laboratorium Nematologi dan Rumah Kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (tanpa serbuk T. patula), serbuk T. patula sebanyak 10, 20, 30, 40 g per 2 kg tanah dan karbofuran 2 g per 2 kg tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi serbuk T. patula berpengaruh dalam menekan serangan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat. Serbuk T. patula berpotensi menurunkan jumlah juvenil II Meloidogyne spp. dalam 100 ml tanah dan cenderung menurunkan jumlah gall. Aplikasi serbuk T. patula 40 g/2 kg tanah mengakibatkan jumlah gall terendah (32,25 gall) dengan penekanan 41,36%, dan jumlah juvenil II Meloidogyne spp. dalam 100 ml tanah terendah (12,30 ekor) dengan penekanan 51,49% yang menunjukkan setara dengan aplikasi karbofuran 2 g/2 kg tanah.
Tipe Puru dan Serangga yang Berasosiasi pada Puru Daun Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Gedong Gincu di Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang Puspasari, Lindung Tri; Nurochman, Irvan Sopyan; Meliansyah, Rika; Dewi, Vira Kusuma; Bari, Ichsan Nurul; Qosim, Warid Ali
Agrikultura Vol 35, No 1 (2024): April, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i1.54017

Abstract

Serangga pembentuk puru merupakan hama potensial yang dapat menurunkan hasil panen mangga dengan menghambat pertumbuhan bunga dan pembentukan buah pada tanaman. Informasi terkait serangga pembentuk puru serta parasitoidnya di Indonesia masih terbatas sehingga penting dipelajari jenis serta keragamannya dalam mendukung usaha pengendaliannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari jenis-jenis puru dan mengidentifikasi serangga pembentuk puru serta parasitoidnya yang berasosiasi pada puru daun mangga. Penelitian dilakukan dari bulan September 2022 hingga bulan April 2023 di Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.Pemeliharaan sampel daun mangga bergejala puru dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Proteksi Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Identifikasi morfologi serangga dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Sampel daun bergejala puru diambil secara purposive sampling pada 50 pohon mangga varietas Gedong Gincu kemudian dilakukan identifikasi morfologi pada serangga yang muncul dari daun bergejala puru tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puru daun mangga yang ditemukan dapat dibedakan menjadi lima bentuk yaitu pustulate, low-doughnut, bell-shaped, conical, dan circular-blister. Serangga yang berasosiasi di dalamnya terkonfirmasi secara morfologi ada yang berperan sebagai pembentuk gejala puru yaitu Procontarinia robusta, beberapa parasitoid yaitu Chrysonotomyia sp., Pediobius sp., Mangostigmus sp., Eurytoma sp.1, Euryotoma sp.2, Platygaster sp., Eupelmus sp., dan Pteromalidae sp.1, serta satu serangga inquilines yaitu Phlaeothripidae sp.1. Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi penting terhadap pengetahuan dasar tentang pola serangan serangga di tanaman mangga dan merupakan data dasar untuk penerapan pengendalian hama.
Pengaruh Beberapa Pelarut Ekstrak Daun Nerium oleander L. terhadap Mortalitas, Konsumsi Makan dan Kelulushidupan Spodoptera frugiperda J.E. Smith Subakti Putri, Syifa Nabilah; Susanto, Agus; Bari, Ichsan Nurul; Santriyani, Ai Siti
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41671

Abstract

Tanaman beracun oleander (Nerium oleander) memiliki potensi untuk mengendalikan hama utama tanaman jagung, salah satunya ulat grayak jagung (Spodopetera frugiperda). Namun demikian, studi ekstrak daun N. oleander yang disiapkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda belum diketahui efektivitasnya dalam mengendalikan S. frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berbagai pelarut ekstrak daun N. oleander terhadap terhadap mortalitas, konsumsi makan, dan kelulushidupan larva S. frugiperda. Penelitian melibatkan ekstraksi daun N. oleander berdasarkan perbedaan polaritas pelarut (n-hexane, etanol, metanol, air) untuk lima konsentrasi uji yang berbeda serta perlakuan kontrol yang diulang empat kali menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada larva S. frugiperda instar III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol daun N. oleander memberikan pengaruh penghambatan konsumsi pakan larva S. frugiperda sebesar 0,071 ± 0,028 g dibandingkan kontrol 0,642 ± 0,031 g. Selain itu, ekstrak kasar metanol daun N. oleander menunjukkan persentase mortalitas tertinggi sebesar 97,5 ± 0,50%, diikuti oleh ekstrak kasar air 70 ± 0,82%, ekstrak kasar etanol 57,50 ± 0,96%, dan ekstrak kasar n-hexane 50,00 ± 0,82%. Kelulushidupan larva, pupa, dan imago S. frugiperda menunjukkan nilai persentase terendah sebesar 2-3,4% ketika diaplikasikan ekstrak kasar metanol daun N. oleander. Secara keseluruhan, metanol adalah pelarut yang paling baik untuk mengekstrak daun N. oleander terhadap mortalitas, daya konsumsi, dan kelulushidupan larva S. frugiperda.