Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Masker Gel Peel-Off Esktrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Secara In Vitro Thomas, Nurain; Pakaya, Mahdalena Sy; Paneo, Mohamad Aprianto; Latif, Multiani S; Basri, Rakhmadana Fitraeni
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.3

Abstract

Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung sejumlah senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan seperti flavonoid. Senyawa antioksidan ini dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi oksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid, dimana antioksidan ini bekerja dengan cara memberikan salah satu elektronnya kepada radikal bebas. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental, dan tujuan dari penelitian ini yakni untuk memformulasikan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dalam bentuk sediaan masker gel peel off yang stabil secara fisik, dan untuk mengetahui aktivitas mengetahui aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel off ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) secara in vitro menggunakan metode DPPH. Penelitian ini diawali melakukan optimasi basis dengan variasi konsentrasi Natrium Alginat sebagai gelling agent yang terdiri dari F1 0%, F2 0,5%, dan F3 1%. Basis yang memenuhi syarat stabilitas fisik yaitu F2. Basis F2 dibuat sediaan masker gel dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yaitu FA 0,5%, FB 1%, dan FC 1,5%. Keempat diuji stabilitas fisik meliputi uji organoleptis dan homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, pH, viskositas, dan uji freeze thaw, serta pengujian aktivitas antioksidan secara in vitro menggunakan metode DPPH menggunakan Spektrofotometri UV-Vis dengan radikal bebas DPPH dan kontrol postitif Vitamin C sebagai pembanding. Hasil uji statistik One Way ANOVA uji stabilitas fisik uji organoleptis dan homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, dan pH yaitu p>0,05, hal ini menandakan tidak ada perubahan signifikan, artinya sediaan memiliki stabilitas fisik yang baik. Nilai aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yang diperololeh yaitu FA (8,03 ppm), FB (4,69 ppm), dan FC (3,01 ppm), menunjukkan bahwa semua formula memiliki aktivitas antioksidan golongan sangat kuat karena nilai IC50 < 50 ppm.
Formulasi Sirup Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Basilicum) Dan Daun Sirih (Piper Betle) Dan Uji Aktivitas Mukolitik Secara In Vitro Suryadi, A.Mu'thi Andy; Astuti, Zulfa Amalia; Mo'o, Faradila Ratu Cindana; Thomas, Nur Ain; Latif, Multiani S
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i1.18

Abstract

Daun Kemangi dan Daun Sirih secara tradisional telah digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat batuk. Telah terbukti bahwa kombinasi ekstrak Daun Kemangi dan Daun Sirih mempunyai aktivitas mukolitik secara in vitro dengan kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan Saponin. Tujuan Penelitian ini untuk memformulasikan kombinasi ekstrak Daun Kemangi dan Daun Sirih dalam bentuk sediaan sirup dan diuji aktivitas mukolitik secara in vitro. Metode Penelitian diawali dengan pembuatan ekstrak Daun Kemangi dan Daun Sirih yang diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diformulasikan ke dalam sediaan sirup dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun sirih dimana F1 (0,5%: 0,5%), F2 (1,0%: 1,0%) dan F3 (1,5%: 1,5%). Sirup dievaluasi meliputi uji organolepstis, pH, homogenitas, viskositas dan di uji aktivitas mukolitik secara in vitro terhadap penurunan viskositas mukus sapi. Ambroxol 30 mg/ 5mL digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol negatif adalah larutan mukus tanpa ekstrak dan ambroxol 30 mg/ 5mL. Hasil penelitian yang didapatkan F1, F2, dan F3 memiliki aktivitas mukolitik, pada F1 (0,5%: 0,5%) penurunan viskositas sebesar 1940 Cp hampir setara dengan kontrol positif yang memiliki penurunan viskositas sebesar 1927 Cp, sedangkan penurunan viskositas yang lebih besar dari kontrol positif dan F1 pada F2 (1,0%: 1,0%) sebesar 2007 Cp dan F3 (1,5%: 1,5%) sebesar 2112 Cp dengan semakin besar penurunan viskositas mukus sapi maka aktivitas mukoltik semakin besar. Berdasarkan uji One Way ANOVA diperoleh nilai p value <0,01 (α 0,01) hal ini disimpulkan adanya pengaruh konsentrasi kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun sirih dalam menurunkan viskositas mukus sapi.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Pektin Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Tablet Gummy Mengandung Madu Hutan (Mel depuratum) Thomas, Nur Ain; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Akuba, Juliyanty; Latif, Multiani S; Mo’o, Faradila Ratu Cindana; Yasin, Sulistya
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v1i2.79

Abstract

Gelatin adalah protein yang larut, diperoleh melalui hidrolisis parsial dari bahan yang tinggi akan kandungan kolagen seperti kulit dan tulang baik pada babi, sapi, ikan, atau hewan lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi variasi gelatin terhadap stabilitas fisik Tablet Gummy mengandung Olahan Susu Hazelnut.Metode penelitian ini diawali dengan analisis kandungan asam lemak bebas dan protein pada kacang hazelnut, formulasi tablet gummy dengan memvariasikan gelatin dimana formula 1 (F1: 0%), formula 2 (F2: 9%), formula 3 (F3: 10%) dan formula 4 (F4: 11), semua formula dievaluasi meliputi meliputi uji keseragaman bobot, uji organoleptik, uji kekenyalan, dan uji stabilitas warna.Hasil dari evaluasi tablet gummy menunjukkan bahwa tablet gummy F2, F3, dan F4 memiliki keseragaman bobotyang sama(F1: 0,4643 ±0,04; F2: 1,045 ±0,06; F3: 1,0576 ±0,05; F4: 1,1692 ±0,09), serta memiliki bentuk, rasa, tekstur, dan warna yang sama, sedangkan untuk F1jauh berbeda dari formula lainnya, serta tingkat kekenyalan dari tiap formula berbeda yaitu (F1: 0,00 ± 0,00; F2: 2,7 ± 0,16; F3:2,6 ± 0,04 ; F4:3,0 ± 0,24). Hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh variasi konsentrasi gelatin terhadap stabilitas fisik tablet gummy, semakin tinggi konsentrasi gelatin yang diberikan maka semakin tinggi tingkat kekenyalan dansemakin pekat warna sediaan gummy yang dihasilkan. Gummy, Gelatin, Hazelnut, Kekenyalan
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Exfoliating Gel Sari Buah Anggur (Vitis vinifera L.) Mustapa, Mohamad Adam; Paneo, Mohamad Aprianto; Puluhulawa, Lisa Efriani; Latif, Multiani S; Nani, Indriyati
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v2i1.150

Abstract

Buah anggur adalah salah satu buah yang dikenal kaya akan antioksidan dan mengandung vitamin C dalam bentuk asam tartarat. Asam tartarat adalah salah satu jenis dari Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga sel kulit baru dibawahnya menjadi lebih terlihat. Selain asam tartarat, arang aktif sebagai scrub alami yang bermanfaat untuk menyerap bakteri dan kotoran dari kulit, mengangkat sel kulit mati, menghilangkan jerawat, mengecilkan pori kulit. Sehingga kulit menjadi bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang formulasi dan mengevaluasi sediaan exfoliating gel yang dibuat dari sari buah anggur (Vitis vinifera L.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dan Carbopol sebagai basis gel dengan konsentrasi 1,5%. Sediaan exfoliating gel yang dihasilkan diuji stabilitas fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat,dan lama waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan exfoliating gel berwarna hitam, bau vanila, dan bertekstur semi solid, tidak homogen karena adanya bahan scrub yang memang tidak dirancang larut. Sediaan memiliki pH 5,5, daya sebar 6,82 cm, daya lekat 2,5 detik, viskositas 3.896 cps dan uji waktu mengering 15 menit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sari buah anggur (Vitis vinifera L.) dapat diformulasikan sebagai exfoliating gel.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dengan Perilaku Swamedikasi Common Cold (Batuk, Pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo Puhi, Melly Agustin Is; Madania, Madania; Akuba, Juliyanty; Latif, Multiani S; Manno, Mohamad Reski; Tuloli, Teti Sutriyati
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1, Edisi 2, Tahun 2024
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v1i2.87

Abstract

Pengetahuan merupakan domain penting terbentuknya tindakan seseorang terutama pada masyarakat yang berupaya mengobati dirinya sendiri terhadap penyakitnya atau sering disebut swamedikasi. Salah satu penyakit atau keluhan dalam swamedikasi adalah common cold. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi common cold (batuk, pilek) di Desa Padengo Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif melalui pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Terdapat 303 sampel dengan analisis data dalam bentuk presentase dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Desa Padengo tentang swamedikasi Common Cold dengan kategori pengetahuan rendah (3%), kategori pengetahuan sedang (10%) dan kategori pengetahuan tinggi (87%). Perilaku swamedikasi masyarakat Desa Padengo tentang Common Cold dengan kategori perilaku negatif (4%) dan kategori perilaku positif (96%). Adanya hubungan antara usia, pendidikan terakhir dan pendapatan dengan pengetahuan, serta adanya hubungan antara pendidikan terakhir dan status pernikahan dengan perilaku. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, status pernikahan dengan pengetahuan, serta tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendapatan dengan perilaku. Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku swamedikasi Common Cold di Desa Padengo, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05).
Pelatihan pembuatan Jamu racikan Obat Batuk Berbasis Tanaman Lokal Di Desa Piloliyanga Kabupaten Boalemo Hasan, Hamsidar; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Anggai, Rifka Anggraini; Latif, Multiani S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36578

Abstract

Penggunaan Coleus scutellarioides dalam meredakan batuk merupakan praktik tradisional yang didasarkan pada potensi efek ekspektoran atau antitusif dari senyawa- senyawa tertentu yang terkandung di dalamnya. Batuk seringkali merupakan respons tubuh terhadap iritasi atau inflamasi pada saluran pernapasan, dan senyawa yang mampu mengurangi peradangan atau mengencerkan dahak dapat membantu meredakan gejala ini. Secara tradisional, olahan daun, seperti rebusan, diyakini dapat memberikan efek melegakan pada tenggorokan dan saluran pernapasan, memfasilitasi pengeluaran dahak, dan mengurangi frekuensi batuk. Kombinasi dengan bunga belimbing wuluh akan lebih meningkat efektifitas mukolitik dari ramuan tersebut. Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan racikan obat batuk dari tanaman local yang terdiri dari daun miana dan bunga belimbing wuluh. Dosis penggunaan bahan didasarkan pada penelitian ramuan sebelumnya yang mempunyai efek maksimal pada konsentrasi 15 % untuk bunga belimbing wuluh dan 30 persen untuk daun miana. Metode pengabdiannya Adalah sosialisasi tentang tanaman local yang berpotensi mengobati batuk, kemudian mempratekkan secara langsung cara meracik ramuan tersebut. Pembagian kuisioner sebelum dan sesudah sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari Masyarakat setempat.Untuk aspek penilaian pengetahuan tentang tanaman local persentase peningkatannya sebesar 32 %, Pemahaman senyawa berkhasiat sebesar 27%, Pengetahuan Teknik peracikan sebesar 34% dan sanitasi serta keamanan pengolahan sebesar 26%. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Terbukti pada saat evaluasi, hamper semua Masyarakat tahu tentang topik pengabdian dan cara pengolahan ramuan antibatuk.
Inovasi Kue Cup Brudel Fungsional : Formulasi Jahe, Kunyit, dan Ubi Ungu Sebagai Pangan Sehat Untuk Kesehatan Jantung dan Tulang Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas, Nurain; Polamolo, Cristian; Lihawa, Karmila; Raji, Andre; Latif, Multiani S; Pomalango, Zulkifli B
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.34986

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk pangan fungsional melalui pembuatan kue cup brudel berbahan dasar kunyit, jahe, dan ubi ungu yang mendukung kesehatan jantung dan tulang. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan aspek produksi dan pemasaran digital pada UMKM Rumah Brudel li Ummu Azzam, serta memperkenalkan bahan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan konsumen. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pelatihan dalam proses produksi, pengelolaan bahan baku sehat, pembuatan SOP produksi, serta penerapan strategi pemasaran digital melalui platform media sosial. Selain itu, dilakukan uji coba pasar dengan melibatkan kelompok dewasa dan lansia untuk mengumpulkan feedback mengenai rasa dan manfaat produk. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek produksi, dengan 82% responden melaporkan peningkatan dalam kemampuan mengolah bahan fungsional dan efisiensi produksi. Di sisi pemasaran, 82% responden mengungkapkan peningkatan kemampuan dalam membuat konten promosi dan menggunakan platform digital secara lebih efektif. Produk ini juga mendapatkan penerimaan positif dari konsumen terkait cita rasa dan manfaat kesehatan, dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas berkat strategi pemasaran digital yang diterapkan. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat pemasaran digital UMKM Rumah Brudel li Ummu Azzam. Inovasi produk kue cup brudel fungsional tidak hanya meningkatkan kualitas produk tetapi juga memperluas pasar, memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal dan digital.
Characterization of Tannic Acid Chemically Crosslinked PVA Chitosan Hydrogel Upara, Nana Nurindah; Taupik, Muhammad; Latif, Multiani S; Rasdianah, Nur; Suryadi, A. Mut’hi Andy
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.287

Abstract

Hydrogel is a hydrophilic material that can absorb and retain large amounts of water through the formation of hydrogen bonds between polymer functional groups to form a stable three-dimensional network. The physicochemical characteristics of hydrogels are greatly influenced by the cross-linking process that determines the network density and stability of the preparation. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of tannic acid as a chemical crosslinker on the physicochemical characteristics of polyvinyl alcohol (PVA)-chitosan-based hydrogels. Hydrogels were formulated with varying concentrations of tannic acid of 1%, 3%, and 5%, then evaluated including organoleptic tests, pH, viscosity, spreadability, adhesion, swelling index, irritation test, and characterization using Fourier Transform Infrared (FTIR). The results showed that increasing the concentration of tannic acid caused the formation of a denser hydrogel network, which was characterized by a decrease in the swelling index value and an increase in adhesion and changes in viscosity. The pH values ​​of all formulas were within the physiological pH range of the skin. Irritation tests on 20 panelists showed that all formulas did not cause irritation reactions. FTIR analysis confirmed the presence of molecular interactions between PVA, chitosan, and tannic acid through hydrogen bond formation. Overall, variations in the concentration of tannic acid as a chemical crosslinker affected the physicochemical characteristics of the PVA–chitosan hydrogel and resulted in stable preparations with good quality