Claim Missing Document
Check
Articles

Enterprise Architecture Model for Smart Government Implementation Lestari, Merryana; Wijaya, Agustinus Fritz; Chandra, Michelle Mei Diana
Journal of Information System and Informatics Vol 7 No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalisi.v7i1.978

Abstract

This research aims to develop an enterprise architecture (EA) model to support the implementation of Smart Government that utilizes information and communication technology (ICT) to enhance efficiency, transparency, and public participation in governmental processes. The development of this EA model adopts a holistic approach, integrating various components of technology, organization, and business processes within the context of government to provide guidance for government agencies in planning, implementing, and managing the digital transformation required to achieve Smart Government. The findings of this study indicate that the proposed enterprise architecture model offers a clear and flexible structure to support the integration of government agencies, public service providers, and citizens. It is expected that by utilizing this EA model, governments can improve public services, operational efficiency, and create a more transparent and accountable environment. By leveraging this EA model, government agencies can streamline processes, enhance decision-making through data-driven insights, and foster greater inter-agency collaboration. It is expected that this model will improve public sector services by increasing accessibility, reducing administrative burdens, and optimizing resource utilization. Furthermore, the adoption of this model is anticipated to accelerate the digital transformation of the public sector, driving significant improvements in government service delivery, responsiveness, and citizen engagement.
Model Tata Kelola TI Terintegrasi untuk Keamanan Informasi di Sektor Fintech Lestari, Merryana; Puspita, Maria Entina; Wijaya, Agustinus Fritz; Vicky
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.943

Abstract

Penelitian ini menggali penerapan framework tata kelola TI yang tepat khususnya untuk keamanan informasi yaitu dengan mengkombinasikan ISO/IEC 27001:2022, ISO/IEC 27005:2018 dan NIST Cybersecurity Framework 2.0 dalam konteks Perusahaan fintech, serta bagaimana prinsip-prinsip tersebut membantu dalam mitigasi risiko terkait ancaman keamanan informasi. Model tata kelola tersebut terdiri dari 6 (enam) tahapan praktis untuk memperkuat keamanan informasi yang cocok diterapkan khususnya pada Perusahaan fintech, yaitu Inisiasi dan Tata Kelola Perusahaan, Desain dan Implementasi keamanan informasi, Penguatan sumber daya manusia, Keamanan operasional, Keamanan pengembangan, serta Evaluasi dan peningkatan. Model tata kelola ini mendukung perusahaan fintech dalam membangun sistem keamanan informasi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, yang mampu melindungi aset, menjaga kepercayaan pelanggan, serta dapat memastikan kelangsungan operasional di tengah ancaman siber yang terus berkembang.
Designing Ambidextrous AI Governance for Digital Transformation in Fintech Sector Lestari, Merryana; Wijaya, Agustinus Fritz; Puspita, Maria Entina; Vicky
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1042

Abstract

The rapid integration of Artificial Intelligence (AI) in financial technology (fintech) has created an urgent need for robust governance mechanisms. While AI drives digital transformation by enabling automation, personalization, fraud detection, and operational efficiency, it also introduces critical challenges related to ethics, security, transparency, and regulatory compliance. This study proposes an Ambidextrous AI Governance Framework, grounded in the COBIT 2019 framework, to address these challenges in fintech organizations. The framework balances exploration (innovation, agility, and ethical practices) with exploitation (risk control, compliance, and operational efficiency) through five integrated governance layers: Governance, Strategic Alignment, Ambidextrous, Operational, and Compliance & Assurance. A design science research approach was employed, including a literature review, expert validation, and simulation within a controlled fintech environment. The results showed that the proposed framework improved governance maturity across COBIT domains and embedded principles of trustworthy AI, such as transparency, accountability, and fairness. This research provides a scalable and adaptable model aligned with international standards, such as ISO/IEC 42001, and regulatory frameworks, including the EU AI Act and OJK guidelines. The proposed governance design enables fintech organizations to innovate responsibly while mitigating risks, ensuring compliance, and fostering trust in AI-driven financial services.
An Ambidextrous AI Governance Framework for Smart Cities to Enhance IT Governance and Data Security Agustinus Fritz Wijaya; A’ang Subiyakto; Adhe Ronny Julians; Merryana Lestari; Gloria Batseyba Warella
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.1082

Abstract

This study proposes an ambidextrous AI governance framework grounded in COBIT 2019 to guide the deployment of artificial intelligence in smart city infrastructures while ensuring robust IT governance and data security. The framework blends exploration‑exploitative governance strategies to support innovation in smart urban management, while maintaining accountability, risk control, and regulatory compliance. State‑of‑the‑art review includes AI governance adaptations of COBIT 2019. The study achieved measurable improvements in governance maturity, with notable increases such as a 69.2% enhancement in DSS05 (Manage Security Services) and a 60.7% improvement in APO12 (Managed Risk). The literature review was based on a targeted analysis of peer-reviewed sources published between 2020 and 2025, ensuring relevance to AI governance in smart cities. Keywords are arranged from general to specific to improve indexing and clarity: AI Governance, Smart Cities, COBIT 2019, Ambidextrous Governance, Data Security.
Model Tata Kelola TI Terintegrasi untuk Keamanan Informasi di Sektor Fintech Lestari, Merryana; Puspita, Maria Entina; Wijaya, Agustinus Fritz; Vicky
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.943

Abstract

Penelitian ini menggali penerapan framework tata kelola TI yang tepat khususnya untuk keamanan informasi yaitu dengan mengkombinasikan ISO/IEC 27001:2022, ISO/IEC 27005:2018 dan NIST Cybersecurity Framework 2.0 dalam konteks Perusahaan fintech, serta bagaimana prinsip-prinsip tersebut membantu dalam mitigasi risiko terkait ancaman keamanan informasi. Model tata kelola tersebut terdiri dari 6 (enam) tahapan praktis untuk memperkuat keamanan informasi yang cocok diterapkan khususnya pada Perusahaan fintech, yaitu Inisiasi dan Tata Kelola Perusahaan, Desain dan Implementasi keamanan informasi, Penguatan sumber daya manusia, Keamanan operasional, Keamanan pengembangan, serta Evaluasi dan peningkatan. Model tata kelola ini mendukung perusahaan fintech dalam membangun sistem keamanan informasi yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, yang mampu melindungi aset, menjaga kepercayaan pelanggan, serta dapat memastikan kelangsungan operasional di tengah ancaman siber yang terus berkembang.
Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berdasarkan Stok Gudang Berbasis Client Server (Studi Kasus Toko Grosir “Restu Anda”) Anthony, Anthony; Tanaamah, Andeka Rocky; Wijaya, Agustinus Fritz
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 2: Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.663 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201742321

Abstract

AbstrakRestu Anda merupakan toko grosir dengan sistem penjualan yang belum terkomputerisasi atau masih manual. Dimana sistem penjualan yang berjalan adalah dengan menjual barang kepada downline berdasarkan pada berapa banyak barang yang masih tersedia di gudang. Karena proses pencatatan barang masih manual sehingga ketika pemilik toko memeriksa barang-barang di gudang, kadang-kadang jumlah item yang tercatat tidak sesuai dengan yang dilaporkan Akibatnya saat menerima pesanan pembelian barang dari downline, pemilik toko yang melihat pencatatan stok barang dan barang yang diinginkan downline tercatat habis atau kosong maka terpaksa pemilik toko menolak dan menawarkan barang lain yang pastinya tidak semua downline menerima tawarang tersebut. Maka dari itu untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan merancangkan sistem informasi penjualan berbasis client-server.  Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan teknologi RMI (Remote Method Invocation ) yang memudahkan pengguna dalam mengelola data dari dua atau lebih komputer yang berbeda. Teknologi ini memudahkan pemilik toko untuk memantau jumlah stok barang yang ada digudang tanpa membutuhkan waktu yang lama, sehingga penjualan barang di toko Restu Anda dapat dijalankan dengan benar. Dan dengan aplikasi ini pemilik toko dapat memprediksikan berapa banyak kebutuhan barang yang harus disediakan untuk dijual kepada downline dengan melihat data penjualan yang sudah tersinkronisasi dengan data member.Kata kunci: Sistem informasi penjualan, Client-server, RMI, Toko Grosir  Abstract                                                        Restu Anda is a grocery  store with a sales system that has not been computerized or still manual. Where the sales system that running is to sell goods to downline based on how many goods are still available in the warehouse. Because the recording process of items is still manual so when the store owners checking the items in the warehouse, sometimes the number of items that recorded do not correspond to the reported. As a result, when receiving the purchasing order from downline, the store owner must see the list of goods and when the items that downline wants already out of stock or empty then the store owner will tell the downline that the items is already out of stock, and offer another item that not all downline receive it. Therefore to resolve the problem is design a sales information system based on client-server. This application is built using the RMI technology (Remote Method Invocation) that allows users to manage data from two or more different computers. This technology facilitates the store owner to directly monitoring the number of items in the warehouse without taking much time, so it can make the selling of item on  RestuAnda store running properly. And with this application, the store owner can predicted how much item that required for sale to the downline with looking from selling data that already synchronized with the member data.Keywords: sales information system, Client-server, RMI, Grocery Store
Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi pada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Salatiga Utami, Yunita; Nugroho, Adi; Wijaya, Agustinus Fritz
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 5 No 3: Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.2 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201853655

Abstract

Sistem informasi dan teknologi informasi (SI/TI) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi. Sebagai contoh, sistem informasi dan teknologi informasi pada salah satu organisasi yang ada yaitu Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kota Salatiga. Dispernaker dalam menjalankan tugasnya sudah menggunakan SI/TI tetapi penggunaanya belum maksimal, hal ini menyebabkan Dispernaker seringkali menemui masalah. Melihat kondisi masalah tersebut maka dibutuhkan suatu perencanaan strategis SI/TI yang dapat mendukung proses bisnis pada organisasi (dalam hal ini Dispernaker) sedangkan perencanaan strategis sendiri merupakan proses bagaimana organisasi mencapai atau merealisasikan tujuannya. Untuk dapat menerapkan perencanaan strategis yang sesuai dengan organisasi tentu melalui sebuah penelitian. Penelitian tersebut ialah penelitian perencanaan strategis sistem informasi dan teknologi informasi. Penelitian ini sendiri nantinya akan menggunakan metode Ward and Peppard yang dilakukan dengan menganalisis lingkungan bisnis juga lingkungan SI/TI secara internal dan eksternal. Metode tersebut memiliki beberapa analisis, analisis yang digunakan yaitu analisis SWOT, analisis Value chain dan analisis PEST, analisis Five Force Model, analisis McFarlan. Dari hasil penelitian ini akan memberikan rekomendasi yang berkaitan dengan visi misi, dengan harapan rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas layanan publik.Abstract Information systems and information technology (IS / IT) is one of the factors that influence the success of an organization. For instance, information systems and information technology in an organization called the Department of Industry and Labor (Dispernaker), Salatiga. SI/TI in Dispernaker in its used has not be maximzed yet ,because the use of SI/IT in the Dispernaker has not been maximal. This matter causing data in the  dispernaker not well structured. This problem Happen because of random Datas. Besides, there are a part of business process that still take manually. Dispenaker Salatiga also doesn't have strategic planning of SI/TI. By the conditions of the problem, we need a strategic plan of IS / IT to support business processes in an organization (in this case Dispernaker) while strategic planning is itself is a process of how organizations achieve theirgoals. To be able to apply strategic planning according to the organization is through a research. The researchis astudy is a strategic planning of information systems and information technology. The research will use Ward and Peppard method by analyzing the business environment and the IS / IT internally and externally. The method has some analysis, the analysis used are SWOT, Value Chain and PEST, Five Force Model, McFarlan Strategic Grid. The results of the study will be recommendations related to the vision and mission. Researcher hopes that these recommendations can be used to improve the quality of public services.
Tata Kelola Teknologi Informasi Pada Sektor Publik: Penyelarasan Teknologi Informasi Dengan Visi Kepemimpinan (Studi Kasus: Kota Salatiga dan Kabupaten Bengkayang) Tanaamah, Andeka Rocky; Wijaya, Agustinus Fritz; Maylinda, Sarah Ayu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 8 No 6: Desember 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021865379

Abstract

Tata kelola Teknologi Informasi (TI) dibutuhkan di suatu organisasi pada saat ini menjadi perhatian utama dalam mengembangkan layanan yang telah berbasis TI. Adanya kebutuhan untuk menghasilkan kualitas layanan TI yang kredibel dan transparan telah mendorong setiap organisasi baik sektor swasta maupun sektor publik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 75% adopsi suatu teknologi sering berujung kegagalan. Persoalan utama yang menyebabkan kegagalan implementasi Information Technology Governance (ITG) terletak pada operasional TI. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi faktor-faktor kepemimpinan yang menitikberatkan kepada TI berpengaruh dalam keberhasilan maupun kegagalan implementasi tata kelola TI; (2) Sejauh mana mana visi kepemimpinan dapat mendorong implementasi ITG pada Sektor Publik. Metode kualitatif digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, lokasi penelitian ini berada di Kota Salatiga dan Kabupaten Bengkayang. Dalam penelitian ini ditemukan faktor-faktor yang berperan seperti: komitmen kepala daerah, kemampuan dalam menjabarkan visi dan misi, ketersediaan regulasi dan aturan, dukungan untuk mengimplementasikan TI, kemampuan dalam konsolidasi dan pengelolaan, penataan kelembagaan, dukungan dan alokasi anggaran, ketersediaan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kemampuan dalam mengembangkan strategi implementasi. Oleh karena faktor tersebut, dukungan visi kepemimpinan dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan dapat menjadi basis reformasi birokrasi. AbstractInformation Technology (IT) governance is required in an organization is currently a major concern in developing IT-based services. The need to produce quality IT services that are credible and transparent has encouraged every organization, both private and public sectors. Several studies show that 75% of the adoption of technology often leads to failure. The main problem that causes the failure of the implementation of Information Technology Governance (ITG) lies in IT operations. This study aims to: 1) identify leadership factors that focus on IT that influence the success or failure of IT governance implementation; (2) The extent to which the leadership vision can encourage the implementation of ITG in the Public Sector. Qualitative methods are used to solve the problem, the location of this research is in Salatiga City and Bengkayang Regency. This study found factors that play a role such as the commitment of the regional head, the ability to describe the vision and mission, the availability of regulations and rules, support for implementing IT, the ability to consolidate and manage, institutional structuring, support, and budget allocation, availability of infrastructure, resources human resources, and the ability to develop implementation strategies. Because of these factors, the support for the vision of leadership in developing good governance can be the basis for bureaucratic reform.
ANALISIS STRATEGI BERSAING PADA BIZNET BRANCH SALATIGA MENGGUNAKAN PORTER’S FIVE FORCES Hintoro, Septian; Fritz Wijaya, Agustinus
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 2 No. 6 (2021): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli 2021)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jemsi.v2i6.613

Abstract

Strategi bersaing telah menjadi peranan penting bagi perusahaan dalam meningkatkan keunggulan kompetitif. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaan dalam industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Biznet Branch Salatiga dalam bersaing pada industri penyedia layanan internet. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode Porter’s Five Forces. Selanjutnya dilakukan analisis berdasarkan McFarlan Strategic Grid untuk mengelompokkan SI/TI yang telah diterapkan dan yang akan direncanakan kedepan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa posisi persaingan Biznet Branch Salatiga pada industri tergolong cukup tinggi. Melalui penelitian ini dihasilkan 5 perencanaan SI / TI yaitu SI Penilaian Kinerja, SI Kerjasama, SI Pengelolaan SDM, SI Rekruitmen, dan SI Sarana Prasarana. Dengan memanfaatkan Porter’s Five Forces diharapkan Biznet mampu mengetahui posisi persaingan serta meningkatkan keunggulan kompetitif demi memenangkan pasar.
Desain User Experience (UX) Pada Website Smart City untuk Meningkatkan Aksesibilitas Layanan Publik Wijaya, Agustinus Fritz; Surya Mulyana, Teady Matius; Liunard, Garren Janico
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i2.582

Abstract

Perkembangan konsep smart city menuntut pemerintah untuk menyediakan layanan publik yang tidak hanya efisien dan terintegrasi, tetapi juga inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi desain user experience (UX) pada website smart city guna meningkatkan aksesibilitas digital, khususnya bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia. Pendekatan Human-Centered Design (HCD) dan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG 2.1) diintegrasikan dalam proses perancangan. Metode penelitian meliputi observasi, studi literatur, wawancara, penyebaran kuesioner, serta evaluasi heuristik dan usability testing terhadap prototipe website. Hasil pengujian menggunakan System Usability Scale (SUS) menunjukkan skor rata-rata 86,4 (kategori “Excellent”), dengan mayoritas pengguna dapat mengakses fitur utama dalam waktu kurang dari dua menit. Elemen UX seperti navigasi intuitif, kontras warna tinggi, kompatibilitas screen reader, dan desain responsif terbukti meningkatkan kenyamanan dan efektivitas interaksi pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pengembangan website smart city yang inklusif dan berorientasi pada pengguna, serta mendorong transformasi digital layanan publik yang berkelanjutan.
Co-Authors Achmad Fikri Syarif Achmad Fikri Syarif Mail Adhe Ronny Julians Adhe Ronny Julians Adi Nugroho Adi Wiyono Andeka Rocky Tanaamah Andreas Wiraniagara Angelina Agnes Angelina Agnes Anjarwanti S. R. Suseno Anneke Tri Andani Anni Sri Rahayu Anthony Anthony Anton Hermawan Antonius Teddy Sugiarto Aprisal Eliezer Ariya Dwika Cahyono Augie David Manuputty Avella Greenysian Agape A’ang Subiyakto Basuki, Prihanto Ngesti Bilang Asep Sutowo Birmanti Setia Utami Chandra, Michelle Mei Diana Christ Rudianto Cindyasri Pratidina Setyanti Cucun Alep Riyanto Danianto Enggar Prasetyo Daniel Albert Santoso Dedrick Kanata Sulistyo Denaline Prabowo Deni Ekel Ramanda Sembiring Pelawi Denny Happy Utama Dewi Maharani Rachmaningsih Dian Elvana Purnama Diki Darmawan Erwien Christianto Fla Prameswari Fransiska Wahyuning Kurniawati Fransiska Wahyuning Kurniawati Frederik Samuel Papilaya Fricila Beti Priyanti George Nicholas Huwae Gloria Batseyba Warella Hintoro, Septian Imanuel Susanto Jessica Nathania Kho Joushendri Tutfaut, Alesandro Juan Mainassy Koo, Yansen Manuel Harun Krisdana Bima Mahardika Krismiyati Kristian Mei Handoko Liunard, Garren Janico Mahendra Wahyu Prasetyo Malvin Kurniawan Maylani Indah Rakhmawati Maylinda, Sarah Ayu Melissa Purba Melkior N.N. Sitokdana Merryana Lestari Michelle, Olivia Mursid Setyo Utomo Nainggolan, Damai Yanti Niken Lusia Putri Nina Setiyawati Oktaviana Ayu P Purwanto Pangestu, Rifky Prima Penidas Fodinggo Tanaem Pransiska Ropi Prasetyo, Danianto Enggar Prayudhi Putra Langgori Prihanto Ngesti Basuki Prilly Peshaulia Thenu Puspita, Maria Entina Rahmawati, Aprilia Resa Saputri Resa Saputri Resti Sintia Bura Riansye Neina Salakory Richard Gordon Mayopu Rional Aprinda, Vido Rudi Kusnadi Sasue, Novita Sari Setyabudhi, Erlinda Shera Marsela Stefan Fernando Sterry Fleanry Mulaki Steven Chrisdianta Putra Steven Lim Steven Steven Suprihadi Susanto, Inge Gunawan Syarif, Achmad Fikri Tania Linda Teady Matius Surya Mulyana, Teady Matius Theodorus Fide Rahardian Theopillus J. H. Wellem Theresia Triyuni Triandika, Lulus Sugeng Valentina Risky Budi Prawestri Vania Rizqita Putri Vicky Wildy Sheverando Windy Dwi Aditya Yani Rahardja Yessica Nataliani Yosafanto Adi Yunita Utami, Yunita Zelafehad Mega Naskay Zevanya Martha Haurissa