Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-BOOK BERBASIS FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD NEGERI 29 MANGGAM Sukimin, Sukimin; Mashudi, Mashudi; Erlina, Erlina
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v17i3.99750

Abstract

This research aims to develop a flipbook-based e-book to improve the learning outcomes of IPAS in grade V of SD Negeri 29 Manggam. This research uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model. The subjects of the study were 22 students. Data collection techniques through observation, interviews, questionnaires, and tests. Data were analyzed descriptively, quantitatively, and qualitatively. The results of the study showed that the flipbook-based e-book developed had a validity level with a score of 89.33% from media experts, 92% from material experts, and 94% from linguists with a very high category. The practicality aspect obtained a score of 83.33% in the small group test and 97.08% in the large group test with the very practical category. The effectiveness aspect showed an increase in student learning outcomes with an N-gain value of 0.73 in the small group and 0.76 in the large group with a high category. Thus, flipbook-based e-books have proven to be valid, practical, and effective in improving student learning outcomes and being used as an innovative learning medium in the learning process.
Penyelenggaraan Pendidikan PAUD Berbasis Islam dalam Perspektif Standar Nasional PAUD Sukimin, Sukimin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7348

Abstract

Lembaga pendidikan anak usia dini berbasis Islam kini semakin diminati karena mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kompetensi perkembangan anak secara holistik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penyelenggaraan pendidikan pada satuan PAUD Islam dan menganalisis kesesuaiannya dengan Standar Nasional PAUD. Pendekatan fenomenologis digunakan untuk menggali makna pengalaman pendidik dan pengelola melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil menunjukkan bahwa kurikulum memadukan aspek akademik dan nilai-nilai keislaman secara seimbang, termasuk pembiasaan salat berjamaah dan pembelajaran berbasis adab. Proses pembelajaran didukung guru berlatar keislaman, fasilitas memadai, dan pendanaan partisipatif dari orang tua. Penelitian ini menekankan pentingnya tata kelola pendidikan Islam usia dini yang adaptif dan sesuai regulasi, sebagai acuan praktik baik lembaga PAUD sejenis dalam meningkatkan mutu secara berkelanjutan.
REPOSISI KEWENANGAN KEJAKSAAN DALAM MELAKUKAN PENEGAKAN TINDAK PIDANA KORUPSI DAN MALADMINISTRASI PEMERINTAHAN Arsalan, Izzudin; Junaidi, Muhammad; Sukimin, Sukimin; Sudarmanto, Kukuh
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 4 No. 2 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v4i2.4248

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kewenangan   kejaksaan dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi dan maladministrasi pemerintahan dalam kajian MoU Kemendagri, Kejaksaan dan Kepolisian. Munculnya MoU antara Kemendagri, Kejaksaan dan Kepolisian pada tahun 2018 menimbulkan probelematika hukum dikarenakan penegakan tindak pidana korupsi yang seharusnya di atur dalam norma hukum positif justru di atur dalam MoU atau Memorandum of Understanding sehingga menimbulkan permasalahan pada tahap pelaksanaannya. Urgensi dalam artikel ini untuk mengembalikan kedudukan kejaksaan dalam sudut apndang regulasi hukum yang seharusnya, semenjak lahirnya MoU tersebut Kejaksaan menjadi tersandera dalam lekukan penanganan kasus tindak pidana korupsi, dimana terduga tindak pidana korupsi yang mengembalikan kerugian uang negara kepada BPKAD, Inspektorat dan APIP dianggap pertanggung jawaban pidananya hilang, hal tersebut sangat bertentangan dengan Pasal 2, 3 dan 4 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Dimana pengembalian kerugian keuangan negara hanya dapat meringankan sangsi pidana bagi terdakwa. Metode Penelitian ini menggunakan yuridis normatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyimpangan penegakan tindak pidana korupsi yang dijalankan oleh kejaksaan sejak lahirnya MoU antara Kemendagri, Kejaksaan dan Kepolisian harus segera dihentikan dengan langkah Kejaksaan menarik diri dari MoU tersebut dan dalam melaksanakan tugas penanganan tindak pidana korupsi kejaksaan berjalan sesuai norma hukum positif yang di atur dalam   Undang-undang nomor 16 tahun 2004 tentang kejaksaan dan diperkuat kembali dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001, Undang-undang Nomor16 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983, Peraturan Presiden RI Nomor 38 Tahun 2010 dan PERJA Nomor PER. 009/A/JA/2011, PERJA-039/A/JA/2010.
PANDANGAN IBNU TAIMIYAH TERHADAP WALI Sukimin, Sukimin; Barsihannoor, Barsihannoor; Salahuddin, Salahuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.7113

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan tentang pandangan Ibn Taymiyah terhadap wali dalam kitabnya al-Furqan Baina Auliyai al-RahmanWa Auliyai al-Syaithan, adalah buku yang ditulis oleh Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah terkait dengan respon dan pemikiran Ibnu Taimiyah tentang wali Allah. Penelitian dilakukan dengan studi kepustakaan (library research), karena sumber datanya adalah berbagai karya tulis dari Ibn Taymiyah. Metode pendekatan dalam penelitian ini dilakukan secara disipliner, metode yang terpakai dalam kajian ini; menggunakan pendekatan disiplin pemikiran Islam khususnya metode sejarah (historic-method) karena penelitian ini dimaksudkan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, menguji dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Implikasi dari penggunaan studi historis, maka setidaknya ada empat langkah yang harus penulis tempuh, yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewalian adalah buah dari ketakwaan kepada Allah. Jika para wali Allah menjaga hati mereka dari  berbagai kekotoran jiwa maka Allah pun memperbaiki kondisi fisik mereka. Ibnu Taimiyah berkata, “Jika engkau memperbaiki batinmu maka Allah akan memperbaiki lahirmu. Kewalian syar’i menurut pengertian bahasa berarti al-qarib artinya dekat. Kata al-wali diambil dari kata al wala’ yang bermakna al-qarbu, artinya  dekat. Walatullahi, kewalian Allah adalah al-muwafaqah persetujuan Allah dengan mencintai apa yang dicintai Allah, membenci apa yang dibenci Allah, meredhai apa yang Ia redhai, mendukung wali-walinya, memusuhi musuh wali-walinya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan siapa saja yang sampai kepadanya risalah Nabi Muhammad saw. maka ia tidak akan menjadi wali Allah kecuali dengan mengikuti beliau saw., karena apa saja yang diperoleh oleh seseorang berupa petunjuk dan agama yang benar ia mesti melalui perantaraan Nabi Muhammad saw.  Begitu pula yang sampai kepadanya risalah seorang rasul tidak akan menjadi wali kecuali jika ia mengikuti  sang rasul.