Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Management of Nonformal Islamic Education Institutions: A Case Study Analysis on Majelis Taklim Barus, Muhammad Irsan; Asari, Hasan; Arsyad, Junaidi
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025): Juni (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agam Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v6i1.1083

Abstract

The governance of majelis taklim (Islamic study groups) is still diverse and unstandardized, resulting in differences in community participation and management effectiveness, which in turn affect the quality of Nonformal Islamic education. This study examines the governance of Nonformal Islamic educational institutions, specifically majelis taklim, through a qualitative multisite approach in eighteen majelis taklim in Mandailing Natal Regency. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results revealed two distinct governance models: open and closed. Open governance is typically found in majelis taklim established and managed by the community, characterized by high participation in decision-making and management. In contrast, closed governance is observed in majelis taklim managed by religious scholars, where decisions are centralized. The type of governance structure influences community participation levels, open governance shows higher involvement, while closed governance is more limited. These findings indicate that governance structures play a crucial role in determining community engagement and influencing Nonformal Islamic education practices. This study implies the importance of adaptive and participatory governance guidelines to enhance the effectiveness of Islamic study group management and strengthen the role of communities in Islamic education.
METODOLOGI KRITIK HADIS ‘Ā`IḌ AL-QARNĪ: Telaah Normatif dan Kontekstual terhadap Karya-karyanya Siregar, Ilham Ramadan; Hamid, Asrul; Ritonga, Raja; Barus, Muhammad Irsan; Nst, Andri Muda; Hsb, Zuhdi
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 13, No 1 (2025): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v13i1.20427

Abstract

This study examines ‘Ā`iḍ al-Qarnī's approach to understanding ḥadīth, focusing on matan analysis and the application of maqāṣid al-sharī‘ah in contextual interpretation. The research method used is qualitative through a literature review of ‘Ā`iḍ al-Qarnī's works and classical and contemporary ḥadīth literature. The main findings indicate that al-Qarnī criticises the literalist approach to ḥadīth matan, which often overlooks the maqāṣid dimension, and offers a thematic understanding model that integrates social context and universal Islamic values. Although he does not explicitly develop a methodology for sanad criticism, al-Qarnī emphasises the validity of meaning and the relevance of ḥadīth messages in the context of modern life. This study contributes theoretically by expanding the discourse on contemporary ḥadīth methodology through the integration of textual validity and maqāṣid al-sharī‘ah, while also providing practical implications for the renewal of a more adaptive and applicable approach to ḥadīth studies in modern Islamic education. Penelitian ini mengkaji pendekatan ‘Ā`iḍ al-Qarnī dalam memahami hadis dengan fokus pada analisis matan dan penerapan maqāṣid al-sharī‘ah dalam tafsir kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya ‘Ā`iḍ al-Qarnī dan literatur hadis klasik serta kontemporer. Temuan utama menunjukkan bahwa al-Qarnī mengkritisi pendekatan literalistik terhadap matan hadis yang sering mengabaikan dimensi maqashid, serta menawarkan model pemahaman tematik yang mengintegrasikan konteks sosial dan nilai universal Islam. Meskipun tidak membangun metodologi kritik sanad secara eksplisit, al-Qarnī menekankan validitas makna dan relevansi pesan hadis dalam konteks kehidupan modern. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperluas wacana metodologi hadis kontemporer melalui integrasi antara validitas tekstual dan maqāṣid al-sharī‘ah, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pembaruan pendekatan studi hadis yang lebih adaptif dan aplikatif dalam pendidikan Islam modern.
HUBUNGAN KOMUNIKASI GURU DENGAN SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 1 PANYABUNGAN Barus, Muhammad Irsan; Batubara, Daud; Wahyuni, Tika
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2022): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/taz.v11i2.1680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan komunikasi guru dengan siswa terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Panyabungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan komunikasi guru dengan siswa terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket dan observasi. Metode angket digunakan untuk mengetahui tingkat komunikasi guru dengan siswa terhadap hasil belajar PAI. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi guru dengan siswa di SMK Negeri 1 Panyabungan menunjukkan skor tertinggi yang dicapai oleh sampel sebesar 89 dan skor terendah sebesar 62. Dengan perolehan skor rata-rata (mean) sebesar 62,5. Standar devisiasi diperoleh sebesar 2,046. Sedangkan nilai pertengahan (median) diperoleh sebesar 65,81 dan skor yang paling sering muncul (modus) memiliki skor 67,23. Skor Komunikasi Guru dengan Siswa Kelas XI Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Panyabungan berdasarkan hasil perhitungan di atas tergolong tinggi karena mencapai rata rata 62,5, dan dalam hasil belajar dicapai oleh sampel sebesar 93 dan skor terendah sebesar 66. Dengan perolehan skor rata- rata (mean) sebesar 56,77. Standar devisiasi diperoleh sebesar 3,041. Sedangkan nilai pertengahan (median) diperoleh sebesar 59,48 dan skor yang paling sering muncul (modus) memiliki skor 62,35 Jika ditinnjau dari nilai rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 56,77 menunjukkan kategori sedang. Perhitungan angka korelasi antara variabel X dan Y berjalan searah menunjukkan korelasi positif. Dengan memperhatikan besarnya rxy yaitu: 0,54 yang besarnya berkisar antara 0,60-0,80 berarti korelasi positif antara variabel X dan variabel Y adalah termasuk korelasi positif yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik komunikasi guru dengan siswa, maka semakin baik hasil belajar siswa.Kata Kunci: Komunikasi, Guru, Siswa, Hasil Belajar