Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Inventarisasi Pteridophyta di Kawasan Kampus II UIN Antasari Banjarmasin Indriyani, Sari; Destiara, Meyninda; Norfajrina, Norfajrina
Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Tadris Biologi, Tadris Fisika, and Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ak.v4i1.12743

Abstract

Wilayah Kampus II UIN Antasari di Banjarbaru belum banyak dieksplorasi, terutama mengenai keberadaan tumbuhan paku (Pteridophyta). Oleh karena itu, tim peneliti berupaya untuk menginventarisasi jenis-jenis pteridophyta di wilayah ini. Hasil inventarisasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai materi pembelajaran di kelas botani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis pteridophyta yang ditemukan di Kampus II UIN Antasari Banjarmasin, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui purposive sampling dengan metode jelajah, di mana sampel dipilih secara acak untuk memastikan representatif, bebas dari bias, dan memiliki ukuran yang memadai untuk hasil yang andal secara statistik. Teknik ini memungkinkan setiap elemen dalam populasi dipilih secara independen, tanpa saling mempengaruhi. Dalam proses analisis, tumbuhan yang ditemukan dikumpulkan secara acak, diidentifikasi, dideskripsikan, didokumentasikan, dan diinventarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 famili pteridophyta di Kampus II UIN Antasari Banjarmasin, yaitu Blechnaceae, Polypodiaceae, Dryopteridaceae, Lygodiaceae, Dennstaedtiaceae, Aspleniaceae, Schizaeaceae, Hymenophyllaceae, Gleicheniaceae, dan Lycopodiaceae, dengan 13 spesies antara lain Parablechnum procerum, Parablechnum minus, Microsorum sp., Rumohra adiantiformis, Lygodium flexuosum, Lindsaea ensifolia, Drynaria sparsisora, Pyrrosia eleagnifolia, Asplenium nidus, Actinostachys digitate, Crepidomanes bipunctatum, Dicranopteris linearis, dan Palhinhaea cernua. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran botani, khususnya terkait Pteridophyta.
Pelatihan Praktikum Biologi Berbasis Alam untuk Meningkatkan Pembelajaran Biologi di SMA Islam Nurul Muhibbin Tanah Laut: Training on Nature-Based Biology Practicum to Improve Biology Learning at SMA Islam Nurul Muhibbin Tanah Laut Ita; Istiqamah; Himmah, Nurul; Indriyani, Sari; Yusup, Febrianawati; Khairunnisa; Destiara, Meyninda; Pertiwi, Agustina Ambar; Ratna; Wati, Rahma; Murtafi'ah, Rizka; Nurrahmatina, Annisa; Norfajrina
Kayuh Baimbai : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Kayuh Baimbai : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV Aisha Edutama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi di SMA Islam Nurul Muhibbin Tanah Laut masih berfokus pada pembelajaran di kelas, sehingga perlu dilakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Alam sekitar di lingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang efektif untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Tim pengabdian dari Prodi Tadris Biologi FTK UIN Antasari Banjarmasin berinisiatif untuk melakukan Pengadian kepada masyarakat (PkM) dalam bentuk pelatihan praktikum berbasis alam. Tujuan dari PkM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan guru dan peserta didik dalam memanfaatkan alam sebagai sumber belajar biologi salah satunya kegiatan praktikum. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktikum sederhana. Hasil dari kegiatan PkM menunjukkan bahwa guru dan peserta didik mendapatkan wawasan bahwa tidak selamanya praktikum harus dilakukan di laboratorium lengkap dengan alat-alat yang canggih. Pemanfaatan alam dapat menjadi salah satu sumber belajar pada kegiatan praktikum. Dengan demikian, PkM ini dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di SMA Islam Nurul Muhibbin Tanah Laut dan menjadi contoh bagi sekolah lain untuk mengembangkan kegiatan praktikum berbasis alam.
Pengembangan LKPD Materi Arthropoda Berbasis STEM Berteknologi Augmented Reality Destiara, Meyninda; Himmah, Nurul; Indriyani, Sari
Bioeduca : Journal of Biology Education Vol. 3 No. 1 (2021): Bioeduca : Journal of Biology Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/bioeduca.v3i1.6629

Abstract

LKPD merupakan bahan ajar yang terstruktur, dengan bantuan LKPD tersebut maka dapat membuat pembelajaran lebih aktif dan berfikir kreatif. Ditambah lagi LKPD yang dibuat berbasis STEM dan bantuan teknologi Augmented Reality yang inovatif, sehingga pembelajran daring  menjadi interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD Arthropoda berbasis STEM berteknologi Augmented Reality yang valid. Metode yang digunakan yaitu pengembangan dengan model ADDIE yang telah dimodifikasi sampai tahap development. Berdasarkan hasil validasi didapatkan LKPD dengan hasil valid dan layak untuk digunakan.
ENTOPHARMACOLOGICAL STUDY OF CANDLENUT PLANT (ALEURITES MOLUCCANA L.) AS A TREATMENT FOR BANJAR COMMUNITY DISEASE Siti Shalihah; Sari Indriyani; Meyninda Destiara; Norfajrina
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 4 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.2645

Abstract

Candlenut plants also known as keminting have various benefits for the Banjar community, especially in the fields of health, economy, and culture. However, its use in the perspective of ethnobotany based on local wisdom has not been widely studied, especially in the pharmacological aspect. This study aims to analyze the use of candlenut plants as natural medicine in Banyu Irang Village, South Kalimantan. The research method was snowball sampling with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation. Ethnopharmacologically, various parts of the candlenut plant, such as roots, stems, leaves, and seeds, have long been used in traditional medicine. Candlenut oil is used for hair care and skin health, while the boiled water of the leaves is used to improve digestion and help the body's detoxification process. Local communities still maintain this practice for generations as part of their cultural heritage. In addition to its health benefits, candlenut also has economic potential as a raw material for the pharmaceutical, cosmetic, and herbal industries. However, its utilization and on-site management are still limited, so efforts are needed to improve cultivation and crop processing innovations to optimize its economic benefits. The results of this study are expected to support efforts to conserve candlenut plants while maintaining the local wisdom values of the Banyu Irang Village community. In addition, further studies on the ethnobotanical aspects and potential commercialisation of candlenut can provide knowledge of its use in people's lives in a sustainable manner.
Need Analysis of Virtual Lab in The Implementation of Academic and MBKM Policies Suryandari, Suryandari; Khairunnisa, Khairunnisa; Destiara, Meyninda
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 3 No 2 (2023): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v3i2.9972

Abstract

A virtual laboratory is a simulation space that can be used in the teaching and learning process in a virtual environment. In this virtual space, the learning process allows for interaction and collaboration within groups. The advancement of the era in Society 5.0 has brought about differentiated learning models that adjust to students' characteristics. Furthermore, the development of innovative learning methods has become more modified. This innovation should be based on an analysis of the needs for learning creativity, one of which is the innovation of learning using a virtual laboratory. The learning process in the laboratory requires activities such as observing, investigating, and interpreting data. This research is a qualitative descriptive study using interviews, questionnaires, literature studies, and observations. The research data indicate that the virtual laboratory has met the urgency points to be developed as a learning medium at various educational levels, both offline and online. In accordance with the needs of the Society 5.0 era, the MBKM policy, as well as the teaching implementation standards at UIN Antasari Banjarmasin, the virtual laboratory has proven to be necessary and capable of serving as an implementation space. A key consideration in using the virtual laboratory is the management of the virtual laboratory, which can be regulated in academic policy documents ranging from guidelines, procedures, to forms and virtual laboratory modules.
EFEKTIVITAS AUTHORING ILS GO-LAB DALAM MENUNJANG LITERASI DIGITAL PADA MERDEKA BELAJAR Suryandari Suryandari; Meyninda Destiara; Suwito Singgih
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 14, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v14i1.14841

Abstract

Kemampuan yang  populer dengan istilah 4C skills of frameworks for 21th century learning ini harus didukung dengan kemampuan literasi antara lain literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Kolaborasi literasi ini terbukti mampu menunjang pembelajaran inovatif selaras dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka Belajar. Selaras dengan kebutuhan tersebut, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran harus menyesuaikan dengan kebutuhan kelas masa depan. Go-Lab dapat sebagai alternatif media digital pembelajaran praktik yang kolaboratif dan komprehensif salah satunya dalam proses penyusunan e-modul pembelajaran sains. Go-Lab dapat menjadi wadah e-modul laboratorium virtual dengan fitur feed back respon peserta didik sehingga memberikan kontribusi optimalisai framework pembelajaran laboratorium virtual. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan responden penelitian dari peserta kegiatan Pelatihan Laboratorium Virtual Berbantuan Go-Lab dalam Mendukung Kurikulum Merdeka UIN Antasari Banjarmasin sebanyak 43 peserta. Instrumen kemampuan literasi digital yang disajikan dalam angket/kuesioner google form. Instrumen  yang disusun merupakan adaptasi modifikasi yang merujuk pada 8 komponen literasi digital; (1) Functional skill and beyond (2) Creativity; (3) Collaboration; (4) Communication; (5) The ability to find and select infomation; (6) Critical thinking and evaluation; (7) Cultural and social understanding; dan (8) E-safety. Hasil analisis dari data angket literasi digital Go-Lab mendapatkan pesentase 88%. Dengan demikian Pelatihan Laboratorium Virtual Go-Lab dalam mendukung Merdeka Belajar mendapat predikat “sangat setuju” mampu menunjang literasi pada Merdeka Belajar.