Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi dan Nilai Indeks Kerawanan Bencana Alam di Kabupaten Lampung Selatan Fitri Indah Sari; Andius D. Putra; Aminudin Syah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan risiko bencana gempa bumi, banjir dan tsunami disusun dengan mengklasifikasikan tingkat ancaman, kerentanan dan kapasitas dalam menghadapi bencana menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Parameter pemetaan ancaman gempa bumi didasarkan dari kepadatan penduduk dan letak sesar atau patahan. Pemetaan ancaman banjir menggunakan parameter daerah aliran sungai dan data kejadian bencana. Sedangkan ancaman bencana tsunami menggunakan beberapa parameter yaitu, jarak dari pusat gempa, kelerengan topografi, jarak dari sungai, keterlindungn lahan, morfologi garis pantai dan keberadaan pulau penghalang. Penentuan parameter, klasifikasi dan pembobotan indeks kerentanan dan kapasitas mengacu pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 2 Tahun 2012. Kabupaten Lampung Selatan tidak memiliki risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, Kecamatan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana banjir adalah Way Sulan, Candiuro, Katibung, Sidomulyo, Palas dan Sragi. Sedangkan Kecamatan yang memiliki risiko tinggi terhada bencana tsunami adalah Katibung, Sidomulyo, Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, Ketapang dan Sragi.
Analisis Indeks Risiko dan Potensi Kebencanaan (Studi untuk Wilayah Kabupaten Lampung Tengah) Halsa Dinar Pangestu; Andius Dasa Putra; Aminudin Syah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Lampung tengah merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap bencana alam. Hal ini sesuai pada data Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan BNPB tahun 2018 sebesar 131,20. Sehingga menuntut suatu alternatif penanganan yang dapat mengurangi kerugian di masa yang akan datang, maka dilakukan pemetaan daerah risiko bencana untuk memberikan informasi lokasi-lokasi yang memiliki risiko terjadi bencana.Penentuan parameter, klasifikasi dan pembobotan indeks ancaman, kerentanan dan kapasitas mengacu pada Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang pedoman umum pengkajian risiko bencana yang dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi wilayah penelitian.Berdasarkan hasil pemetaan risiko bencana diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kelas, yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Kecamatan yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, kekeringan dan banjir yaitu kecamatan Terbanggi Besar, Gunung Sugih, Bandar Mataram, Kota Gajah, Trimurjo, Selagai Lingga, Kalirejo, Seputih Mataram, Bumi Nabung, dan Seputih Surabaya. Berdasarkan hasil kajian tersebut diketahui bahwa daerah dengan tingkat risiko tinggi terhadap bencana gempa bumi, kekeringan, dan banjir perlu diatur di dalam rencana pola tata ruang Kabupaten Lampung Tengah untuk menghasilkan penggunaan ruang yang efisien dan meminimalkan risiko bencana.Ini adalah bagian Kata kunci : Ancaman, Kerentanan, Kapasitas, Risiko.
Kinerja Fly Ash terhadap Stabilisasi Tanah Lunak sebagai Material Perbaikan Tanah Dasar (Subgrade) Nanda Dwi Wahyuni; Andius Dasa Putra; Aminudin Syah; Iswan Iswan
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subgrade has an important role in road construction work planning. However, a problem may appear because the soil which is used as the subgrade material has low quality, such as soft soil. One of the parameters to know the quality of the soil is by CBR testing and Atterberg Limit to know the index properties of soil that affect the quality. It is necessary to improve the subgrade soil through stabilization to produce construction materials based on standards by using additives in the form of fly ash. In this study, some variations of fly ash as a stabilization material are 0%, 5%, 10%, and 15% with curing time of 0 days, 7 days, and 14 days at room temperature. The results showed CBR value increased along with the increase in fly ash percentage as well as the length of curing time. The optimum CBR is 23.89% which is occurred in the addition of 15% fly ash with a 14-day curing time of at room temperature. The addition of fly ash percentage also affects the plasticity index of soils that have decreased from native soil by 28.19% to 9.02% in the addition of 15% fly ash.  Key words : fly ash, soil stabilization, soft soil, CBR
Pengaruh perubahan ukuran partikel pada batuan lapuk akibat fenomena slaking M Irvani Azis; Andius Dasa Putra; Aminudin Syah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab batuan mengalami perubahan bentuk yaitu adanya Slaking. Slaking merupakan keadaan tanah atau batuan yang tidak dapat mempertahankan konsistensinya akibat adanya gangguan air. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui mineral penyusun batuan lapuk, dan mengetahui perubahan ukuran partikel batuan lapuk melalui uji Accelerated Slaking Test. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian Accelerated Slaking Test melalui 5 siklus basah-kering (Wetting and Drying), dan pengujian X-Ray Diffraction (XRD). Sampel yang digunakan yaitu batuan lapuk di Kecamatan Lemong dan Kecamatan Pemancar (Kabupaten Pesisir Barat), Kecamatan Semaka (Kabupaten Tanggamus), Kecamatan Padang Cermin (Kabupaten Pesawaran), Kecamatan Teluk Betung (Kota Bandar Lampung), Kecamatan Bukit Kemuning (Kabupaten Lampung Utara), dan Kecamatan Poncowarno (Kabupaten Lampung Tengah). Berdasarkan pengujian Accelerated Slaking Test didapatkan batuan yang tahan terhadap Slaking secara berurutan yaitu batuan Lemong, Poncowarno (1), Teluk Betung Padang Cermin, Bukit Kemuning, Semaka (1), Pemancar, Poncowarno (2), dan Semaka (1). Ketahanan batuan terhadap Slaking dipengaruhi oleh jenis dan mineral penyusun batuan. Kata Kunci: Slaking, XRD, Accelerated Slaking Test, Wetting and Drying, Batuan Lapuk.
Evaluasi Stabilitas Lereng Pada Ruas Jalan C.10 Perumahan Citraland Bandar Lampung Menggunakan Program Komputasi dan Penanggulangannya Muhammad Nur Kholiq; Iswan Iswan; Aminudin Syah; Ahmad Zakaria
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citraland is a located in a hilly area, has steep contours and different elevations. So the area has the potential for landslides. This study is to analyze the value of the slope safety factor and calculate the slope stability using a concrete sheet pile with a computational program. The methods used are the Fellenius, Bishop, Janbu, and Morgenstern-price methods. From the results of the computational program analysis, the values of the existing slope safety factors using the Fellenius, Bishop, Janbu, and Morgenstern-price methods were 0.965, 1.052, 0.925, 1.027 for static conditions and for dynamic conditions of 0.795, 0.881, 0.763, 0.858 . After countermeasures using concrete sheeting with dimensions of 3 meters of pile height on the ground, 1.66 meters of embedded sheeting, and 0.5 meters of sheet pile thickness, the existing slope safety factor values are 2.381, 2.478, 1.817, 2.732 for static loads and for dynamic loads. obtained values of 1.976, 2.073, 1.505, and 2.356. Countermeasures using concrete sheet piles are quite effective in increasing the value of the safety factor, so that countermeasures using concrete sheet piles are quite stable if applied at the research site. Keywords:Slope stability, Safety factor,Fellenius, Bishop, Janbu,Morgenstern-price, Sheet pile
A Numerical Analysis of Landslide Movements Considering the Erosion and Deposition along the Flow Path Aminudin Syah; Teuku Faisal Fathani; Fikri Faris
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 5 No. 3 (September 2019)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.795 KB) | DOI: 10.22146/jcef.43808

Abstract

Landslides are one of the most frequent disasters which occur widespread in Indonesia. This disaster often causes damages and fatalities. One of the mitigations efforts to reduce potential loss is by predicting the area affected by landslide movement. This research developed a numerical model of landslide movement by incorporating the erosion and deposition laws along the flow path. This model improves the accuracy of the previous models which assume that landslide volume is constant without any consideration for the erosion and deposition. The governing equation of this newly developed model uses the Eulerian numerical approach based on the finite difference scheme. The erosion-deposition laws applied in this research are from Egashira et al. (2001), McDougall and Hungr (2005), and Blanc (2008). The simulation program applies Python programming language and examines an imaginary slope with ellipsoid-shaped of source area. The simulation result shows that the additional erosion-deposition formula can enlarge the volume and the affected area of landslide movement. It is clarified that the erosion rate is a determinant factor affecting the results of calculation.
Analisis Stabilitas Lereng dan Penanggulangannya Menggunakan Metode Elemen Hingga Muhammad Desyan Ichsani; Iswan Iswan; Aminudin Syah; Ahmad Zakaria
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citraland merupakan hunian modern yang memiliki ciri khas viewnya karena terletak di wilayah perbukitan, selain itu CitraLand mempunyai kontur dan elevasi yang berbeda – beda. Bisa disimpulkan lokasi CitraLand berpotensi terhadap longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai faktor aman lereng dan menghitung stabilitas lereng menggunakan turap beton dengan program metode elemen hingga. Dari hasil analisis program metode elemen hingga, didapatkan nilai faktor aman lereng kondisi eksisting sebesar 1 atau berada pada kondisi labil (Fk<1,5) untuk kondisi yang dipengaruhi faktor gempa sebesar 0,859 atau berada pada kondisi labil (Fk<1,5). Setelah dilakukan penanggulangan menggunakan turap beton dengan dimensi tinggi turap dipermukaan tanah 3 meter, turap tertanam 1,7 meter, dan tebal turap 0,2 meter didapat nilai faktor aman  lereng eksisting sebesar 1,971 > 1,5 untuk nilai faktor aman dipengaruhi gempa didapat nilai sebesar 1,7772 atau berada pada kondisi stabil (Fk>1,5). Pada penelitian ini penanggulangan stabilitas lereng yang berpotensi longsor menggunakan turap beton yang meningkatkan nilai faktor aman, sehingga berpengaruh terhadap kestabilan tanah ketika diterapkan di lokasi penelitian.  Kata Kunci : Stabilitas lereng, Faktor aman, Metode elemen hingga, Turap
Studi Analisis Stabilitas Lereng Tanah Timbunan Menggunakan Metode Fellinius dan Bishop Serta Penanggulangannya (Studi Kasus : Perumahan Citraland Bandar Lampung) Badruzzaman Aji; Iswan Iswan; Aminudin Syah; Ahmad Zakaria
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citraland yang terletak di wilayah perbukitan, memiliki kontur yang curam dan elevasi yangberbeda. Sehingga pada daerah tersebut berpotensi terhadap longsor. Penelitian ini adalah untukmenganalisis nilai faktor aman lereng dan menghitung stabilitas lereng menggunakan dindingpenahan tanah dengan perhitungan manual. Metode yang digunakan adalah metode Fellenius danBishop. Dari hasil analisis perhitungan manual, didapatkan nilai faktor aman lereng eksistingdengan metode Fellenius dan Bishop masing-masing sebesar 0,7296 dan 1,0637. Setelahdilakukan penanggulangan menggunakan dinding penahan tanah dengan dimensi tinggi 2 meterdan tebal 1,7 meter didapatkan nilai stabilitas terhadap geser yaitu SF = 2,3871 ≥ 2 (aman) padakondisi normal. Stabilitas terhadap guling pada kondisi normal yaitu SF = 2,2502 ≥ 2 (aman).Stabilitas terhadap geser pada kondisi gempa yaitu SF = 2,1081 ≥ 2 (aman). Stabilitas guling padakondisi gempa yaitu SF = 2,054 ≥ 2 (aman).. Penanggulangan menggunakan dinding penahantanah cukup efektif terhadap meningkatnya nilai faktor aman, sehingga penanggulanganmenggunakan dinding penahan tanah cukup stabil jika diterapkan di lokasi penelitian. Kata Kunci: Stabilitas lereng, Faktor aman, Fellenius, Bishop, Dinding penahan tanah
Perbaikan Tanah Organik Dengan Metode Preloading Prefabricated Vertical Drain (PVD) Firman Syahruli; Lusmeilia Afriani; Ahmad Zakaria; Aminudin Syah
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 10, No 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah organik mempunyai sifat kurang baik secara teknis untuk mendukung suatu pekerjaan kontruksi. Tanah tersebut mengalami penurunan yang besar dan dalam waktu yang sangat lama. Hal inilah yang sering menjadi masalah dalam pelaksanaan suatu pekerjaan kontruksi. Pada studi kasus tanah timbunan di proyek tol Pekanbaru-padang seksi sicincin-lubuk alung - padang, perbaikan tanah organic untuk mengatasi masalah diatas adalah dengan cara menggunakan kombinasi antaraPreloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Pemasangan PVD dapat mempercepat waktupenurunan yang terjadi karena disipasi air pori terjadi dalam arah vertical. Dalam tugas akhir ini, dilakukananalisaperhitungankonsolidasitanahdengan menggunakan metode elemen hingga. Analisa kedalaman antar PVD untuk mendapatkan jarak yang paling efektif yang disesuaikan dengan waktu konsolidasi yang paling cepat ,jarak kedalaman PVD yang diperhitungkan ialah 9 m, 8 m, 7 m. Dari hasil perhitungan tanpa menggunakan PVD diperoleh waktu 25000 hari dan mengalami penurunan sebesar 0,905 m. Sedangkan dengan jarak kedalaman PVD 9 m menghasilkan waktu konsolidasi 163 hari dan mengalamipenurunan 0,868 m, jarak antar PVD 8 m menghasilkan waktu konsolidasi 163 hari dan mengalami penurunan 0,868 m , dan kedalaman 7 m mengasilkan waktu konsolidasi selama 163 hari dengan penurunan 0,882 m. Dari analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa jarak pemasangan yang paling efektif adalah menggunakan kombinasi preloading dan PVD dengan kedalaman PVD 9 m.
IDENTIFIKASI TITIK LONGSOR DAN SOSIALISASI MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KELURAHAN SUMBER AGUNG, KECAMATAN KEMILING, KOTA BANDAR LAMPUNG Sandri Erfani; Nandi Haerudin; Ilham Dani; Aminudin Syah; Restu Ningsih; Hayu Nurfaidah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i1.389

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam yang disebabkan oleh pergerakan muka tanah akibat undulasi pemukaan yang curam atau terjal. Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung menjadi salah satu daerah dengan potensi bencana tanah longsor dengan tingkat kerawanan menengah. Namun terkait tingkat kesadaran masyarakat sekitar terhadap bencana longsor di wilayah tersebut masih rendah. Oleh karena itu, kegiatan dari Tim Universitas Lampung ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada Kelurahan Desa Sumber Agung yang dinilai memiliki potensi longsor. Program kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi dan pembuatan papan informasi terhadap bencana tanah longsor. Kegiatan di Kelurahan Sumber Agung ini bertujuan sebagai pembekalan terkait potensi longsor dan memberikan simulasi berupa papan informasi saat terjadi bencana longsor. Kegiatan ini dilakukan melalui pemetaan geologi dan mengetahui titik potensi longsor menggunakan foto udara (drone) yang bertujuan untuk melihat tingkat kemiringan lereng yang menyebabkan longsor melalui pengamatan dari atas (foto udara). Dari hasil pemetaan foto udara yang dilakukan diperoleh lima titik potensi longsor di lingkungan RT VIII. Kegiatan sosialisasi potensi longsor ini diharapkan berhasil memiliki nilai akhir yang baik, dengan jumlah peserta 75% yang dilakukan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan, ketercapaian tujuan pemberian informasi minimal 70% serta tingkat kepusasan peserta, ketercapaian materi serta ketercapaian target penguasaan materi peserta minimal 70%. Sehingga program ini fdinilai efektif, dan memiliki benefit yang baik saat dilaksanakan.