Claim Missing Document
Check
Articles

Simulasi Gradasi Pasir untuk Perbaikan Sifat Fisik Tanah Lempung Carissa, Caroline Clara; Iswan, Iswan; Syah, Aminudin; Afriani, Lusmeilia
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah ekspansif sering menjadi masalah dalam konstruksi jalan dan bangunan. Siklus kembang susut dapat merusak perkerasan jalan dan fondasi. Di daerah Dusun 3 Umbul Lioh Desa Palembapang, Kalianda terjadi masalah ketika musim hujan tiba, yaitu tanah menjadi lunak dan daya dukungnya menurun, yang dapat menyebabkan masalah dalam pelaksanaan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk memperbaiki tanah tersebut. Perbaikan tanah yang dilakukan yaitu dengan mencampurkan pasir bergradasi baik dengan variasi persentase mulai dari 4%; 8%; 10%; 12% dan 16%. Penelitian ini penting karena menguji perbaikan tanah dengan material bergradasi untuk meningkatkan stabilitas tanah. Berdasarkan hasil uji sifat fisik, tanah diklasifikasikan dalam kategori AASHTO sebagai A-7-5, yang termasuk jenis tanah dengan kategori buruk. Sementara dalam klasifikasi USCS, tanah ini termasuk dalam kategori OH atau MH. Penambahan pasir pada tanah lempung dapat memperbaiki sifat fisik, seperti menurunnya nilai indeks plastisitas dan batas cair, sehingga dapat menurunkan potensi pengembangan. Kadar air mengalami penurunan saat terjadinya penambahan pasir. Perubahan distribusi ukuran partikel tanah dapat memengaruhi aktivitas tanah dan kembang susut saat adanya perubahan kadar air.
Upaya Peningkatan Daya Dukung Tanah Dasar (Subgrade) dengan Menggunakan Campuran Fly Ash, Bottom Ash dan Silika Putri, Silfa Nayyira; Putra, Andius Dasa; Iswan, Iswan; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol 11, No 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil or subgrade is the place where the construction made by technicians for personal and collective interests stands. Before starting a construction, soils that have low bearing capacity, water absorption and high plasticity can be stabilised by soil stabilisation methods. Soil stabilization may involve the use of chemical stabilization materials. This research aims to determine the effect and get the appropriate comparison of the results of the addition of a mixture of fly ash, bottom ash and silica. This research study was conducted using soil samples from Kalianda subdistrict and stabilization materials in the form of fly ash, bottom ash and silica matured for 24 hours. Tests were conducted at the Soil Mechanics Laboratory and physical and mechanical properties were tested.. Clay soils classified as A-7-5 (AASHTO) and OH (USCS) mixed with 4 different compositions of stabilising materials had different results. Of the 4 compositions, the mixture that has the largest bearing capacity value is only silica. Because the results of the CBR test on the mixture that added silica were greater than the mixture using only fly ash and bottom ash. Fly ash, bottom ash and silica gel are easily found or affordable, but the use of silica can increase costs due to its relatively expensive price, inversely proportional to the very affordable price of fly ash and bottom ash.  
Geotechnical investigation, landslide mechanism and countermeasure on the road above the soft-medium clay Syah, Aminudin; Fikri Alami
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v5i1.9373

Abstract

A landslide event occurred in Sukarami, Lahat Regency, in early 2024. This study investigates the landslide mechanism, analyzes the influence of groundwater level rise and load on slope stability, and proposes a management concept. The methodology employed a landslide survey, soil investigation, and limit equilibrium-based stability analysis. Field investigations and surveys revealed that the landslide resulted from a decrease in the shear strength parameter of the surrounding soil layer triggered by rainfall and road drainage runoff. The slip plane, located within a soft to medium consistency clay layer, exhibits high susceptibility to water-induced instability. Numerical simulations demonstrated a negative correlation between groundwater level and slope safety factor, particularly when the water table reaches the critical slip plane. The implementation of a combined gabion, DPT, and minipile reinforcement system can enhance slope stability and elevate the safety factor to meet established standards. Notably, the addition of vehicle loads up to 30 kN/m2 exerted an insignificant influence on slope stability.
Evaluasi dan Analisis Stabilitas Lereng Pasca Longsor Datarajan, 24 Mei: Studi Geoteknik dan Penanganan Segera Syah, Aminudin; Alami, Fikri
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/1f7skh10

Abstract

A landslide that occurred on May 24, 2024, in Pekon Datarajan, Ulubelu District, Tanggamus, Lampung, caused significant disruption to provincial road access and resulted in material losses. This study aims to assess the post-failure slope stability through field geotechnical investigation and numerical analysis using the Limit Equilibrium Method (LEM), and to propose immediate countermeasures. The slope materials consist of MH (inorganic silt) and ML (elastic silt) with high moisture content and moderate to high swelling potential. The lithology is dominated by montmorillonite clay, which has hygroscopic characteristics, making it highly vulnerable to water infiltration that reduces shear strength and increases the risk of slope failure. Stability analysis indicates a post-failure factor of safety (FoS) of 1.36 (static loading) and 1.03 (dynamic loading), which decreases to 1.07 beneath raised groundwater conditions. Recommended immediate mitigation includes surface runoff control, the construction of impermeable drainage systems, the sealing of cracks using impermeable materials, and the installation of temporary slope reinforcements such as sheet piles. The implementation of these measures increased the FoS to 1.61 (static loading) and 1.16 (dynamic loading). This study provides a technical basis for the rapid and effective mitigation of landslides in areas with similar geological and hydrological conditions.
Pelatihan Pembuatan Pupuk dan Monitoring Suhu Menggunakan Alat Pembuat Pupuk Kompos Telaumbanua, Mareli; Karo-Karo, Pulung; Syah, Aminudin; Telaumbanua, Syukur; Indriyawati, Agapetalia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i3.180

Abstract

Pupuk kompos berbahan limbah pertanian/peternakan belum termanfaatkan secara optimal oleh petani/peternak. Mitra kelompok tani di Desa Rejomulyo memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kurang dalam pembuatan pupuk kompos. Selain itu, proses pembuatan pupuk kompos yang ditandai dengan kenaikan suhu sulit dipantau. Oleh karena itu, petani memerlukan prosedur tahapan pengolahan pupuk kompos dengan monitoring suhu. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pengolahan pupuk kompos dengan menerapkan alat pembuat pupuk kompos. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari sosialisasi, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan praktik. Evaluasi kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra kelompok sebesar 44,85% dan keterampilan sebesar 50,00%. Dengan demikian, pengabdian ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk kompos dan aplikasi alat.
Korelasi Nilai Ddt pada Tanah Lempung Daerah Lampung Selatan tang Telah Di Swelling Menggunakan Abu Kelapa Sawit Terhadap Tebal Perkerasan Jalan Raya Dhina, Martha Vepti; Iswan, Iswan; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i2.1311

Abstract

Kerusakan jalan raya terjadi akibat pengembangan pada tanah dasar (Subgrade) masih cukup tinggi, sehingga dibutuhkan stabilisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai DDT tanah lempung yang telah di swelling menggunakan abu kelapa sawit untuk tebal perkerasan jalan raya.Pengujian laboratorium yang dilakukan adalah uji indeks properties, pemadatan, uji CBR dan swelling. Uji CBR dilakukan pada sampel tanah asli dan yang telah dicampur dengan abu kelapa sawit dengan kadar campuran 6%, 8% dan 10% dengan pemeraman selama 4, 7 dan 10 hari. Uji CBR yang dilakukan adalah CBR Soaked dan Unsoaked.Tanah dari Desa Marga Kaya Lampung Selatan berdasarkan klasifikasi USCS berupa CL atau lempung tak organic dengan plastisitas rendah, sedangkan klasifikasi AASTHO yaitu kelompok A-7-6 tergolong tanah berlempung. Nilai CBR Unsoaked optimum terjadi pada campuran kadar abu 8% dengan pemeraman 7 hari sebesar 19,3%. Nilai CBR Soaked optimum pada campuran abu 8% dengan nilai  2,2%. Ketebalan perkerasan jalan pada CBR Soaked efisien pada campuran abu kelapa sawit 8% dengan ketebalan D1 = 7,5 cm, D2 = 25 cm dan D3 = 40 cm. Nilai swelling optimum pada campuran abu kelapa sawit 10% yaitu sebesar 2,86% termasuk ke dalam potensi pengembangan rendah. Nilai DDT dipengaruhi oleh nilai CBR semakin besar nilai CBR maka DDT akan semakin meningkat.Kata Kunci: Stabilisasi, Abu Kelapa Sawit, California Bearing Ratio, Swelling,  DDT, Tebal Perkerasan Jalan.
Perilaku deformasi batuan lapuk ditinjau dari uji 1-D compression slaking test Laila, Ibnu Abi; Putra, Andius Dasa; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i3.1463

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku deformasi akibat crushing dan slaking melalui uji 1-D Compression Slaking Test terhadap batuan lapuk. Slaking merupakan keadaan tanah atau batuan yang tidak dapat mempertahankan konsistensinya akibat adanya gangguan air.  Penelitian ini dilakukan pada sampel batuan lapuk melalui pengujian 1-D Compression Slaking Test dan pengujian X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui mineral yang terkandung pada setiap batuan. Uji 1-D Compression Slaking Test dilakukan pada tekanan sebesar 9,8; 19,6; 39,2; 78,5; 157; 314 kPa. Hasil pengujian 1-D Compression Slaking Test didapatkan perilaku deformasi yang diakibatkan crushing(∆e1) optimum terjadi pada batuan Bukit Kemuning sebesar 0,510 dan perilaku deformasi yang diakibatkan slaking(∆e2) optimum terjadi pada batuan Pemancar sebesar 0,483.
Pengaruh perubahan ukuran partikel pada batuan lapuk akibat fenomena slaking Azis, M Irvani; Putra, Andius Dasa; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i3.1485

Abstract

Salah satu penyebab batuan mengalami perubahan bentuk yaitu adanya Slaking. Slaking merupakan keadaan tanah atau batuan yang tidak dapat mempertahankan konsistensinya akibat adanya gangguan air. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui mineral penyusun batuan lapuk, dan mengetahui perubahan ukuran partikel batuan lapuk melalui uji Accelerated Slaking Test. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian Accelerated Slaking Test melalui 5 siklus basah-kering (Wetting and Drying), dan pengujian X-Ray Diffraction (XRD). Sampel yang digunakan yaitu batuan lapuk di Kecamatan Lemong dan Kecamatan Pemancar (Kabupaten Pesisir Barat), Kecamatan Semaka (Kabupaten Tanggamus), Kecamatan Padang Cermin (Kabupaten Pesawaran), Kecamatan Teluk Betung (Kota Bandar Lampung), Kecamatan Bukit Kemuning (Kabupaten Lampung Utara), dan Kecamatan Poncowarno (Kabupaten Lampung Tengah). Berdasarkan pengujian Accelerated Slaking Test didapatkan batuan yang tahan terhadap Slaking secara berurutan yaitu batuan Lemong, Poncowarno (1), Teluk Betung Padang Cermin, Bukit Kemuning, Semaka (1), Pemancar, Poncowarno (2), dan Semaka (1). Ketahanan batuan terhadap Slaking dipengaruhi oleh jenis dan mineral penyusun batuan. Kata Kunci: Slaking, XRD, Accelerated Slaking Test, Wetting and Drying, Batuan Lapuk.
Perubahan Nilai Daya Dukung Tanah Lempung Lunak Akibat Stabilisasi Tanah menggunkaan Metode Deep Soil Mixing Pola Panels dengan Kapur 8% Sadil, Salsabila Atalia; Iswan, Iswan; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i2.1773

Abstract

Palembapang, South Lampung requires proper road construction for public transportation needs. However, the road conditions in the village were found heavily damaged because of poor soil conditions. Therefore, soil stabilization must be carried out. The method of this study is deep soil mixing (DSM), which is soil improvement method by mixing additional materials in the field (in-site). This method is more affordable because they use their soil as theiraggregate and reduce the transportation budget because of stuff supply.The purpose of this study is to determine the change of soil load-bearing capacity due to the variation of distance and the diameter of the DSM stabilization column on soft clay soil and soft clay soil with 8% lime. This study shows that the stabilization of soft clay soil with 8% lime has increased its load-bearing capacity (qu) from 10.368 kg/cm2to 14.69 kg/cm2. The increase of soil load-bearing capacity with the stabilization of the DSM column is proportional to the volume of soil improvement. The largest increase of the soil load-bearing capacity occurred in 1D columns range and 3.75 cm diameter. The distance variation also gives a more significant change compared to the variation of diameter. The most efficient distance and diameter are at the variation of the distance of 1.25D columns range and 2.5 cm diameter.
Hubungan Sifat Sifat Fisik Tanah Yang Dicampur Dengan Kapur Terhadap Stabilitas Tanah Lempung Pada Tanggul Idrus, S. Tantri Handayani; Iswan, I; Syah, Aminudin
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i2.1778

Abstract

In embankment planning, it is necessary to consider the influencing factors such as the materialfor making the embankment, slope stability, guard height, slope protection, the width of theembankment, the slope and dumping facilities. Some areas in Indonesia do not have good qualitysoil. For instance, the soil in Palembapang Village, Kalianda, South Lampung. Regarding theissues, soil maintenance is mandatory to be done to increase the physical parameters of the soil sothat the carrying capacity of the soil is maintained. The results shows that at the mixture rate of0%, 4%, 8%, 12% and 16%, the lime is classified as CL (clay low plasticity)which indicates nonorganicclay with low to medium plasticity. The lab testing result of the sample of natural soilshows cohesion value of 0,1813 kg/cm2 and shear angle value of 20o. After stabilizing processwas done using additives, the cohesion value and shear angle value were significantly increasing.It proves that lime can increase soil density as both value increased. In the natural soil sample,the value of the safety factor was still below the safe limit. Another lime additive was added to thesoil sample with lime addition of 16%. None of the safety factor limits were below average afterthe process. In conclusion, lime additive can decrease the plasticity (liquid limit and plasticityindex), enhancing strength and durability, reducing water absorption and soil development aswell as strengthening the stability of the embankment.