Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Berkarya Seni Budaya Lokal Untuk Meningkatkan Wawasan Kebudayaan Nasional Pada PPG Prajabatan Seni Budaya Jayadi, Karta; M, Rahma; Akmal, Muhammad Syafruddin; Saputra, Andi Taslim; Suyudi, Muhammad
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.74795

Abstract

As aspiring educators, pre-service students in the PPG Arts and Culture Program play a pivotal role in sustaining and innovating local artistic traditions. Yet, gaps in both theoretical and practical mastery remain evident. To bridge this divide, a specialized training program was implemented to elevate the professional expertise of PPG UNM students in local artistic creation—spanning dance, theater, and two- and three-dimensional visual arts. Post-intervention assessments revealed marked advancements in participants’ conceptual grasp and technical execution across diverse local art forms. Notably, the trainees exhibited an enhanced ability to produce works deeply rooted in local aesthetics, whether through visual compositions or performative expressions in dance and theater. This initiative underscores the transformative potential of structured pedagogy in fostering culturally anchored artistic proficiency among future arts educators.
Pelatihan Kitoka bagi Siswa SMPN 2 Pangsid Kabupaten Sidrap Ihsan, Andi; Saputra, Andi Taslim; Hasbi, Hasbi; Rasul, Rasul; Ramli, Asia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.76784

Abstract

Access to authentic lutes is often a barrier for schools in this region. To address this issue, using Kitoka can be a learning alternative. Kitoka is a musical instrument that can simulate sound and musical playing techniques interactively, making it easier and more engaging for students to learn the kecapi. The use of Kitoka at SMP Negeri 2 Pangsid, Sidrap Regency, is expected to provide a solution for the preservation of local culture by utilizing a new learning model to support the curiosity of school students, serving as a new tool in music art learning with boring teaching methods. This training is intended for students of State Junior High School 2 Pangsid, Sidrap Regency. With the training on using Kitoka thru interactive methods, including demonstration and drill methods, the above problems can be overcome in a more innovative and effective way. Students participate in training activities using the upward and downward picking techniques repeatedly. This plucking technique was then demonstrated to the students so they could practice both techniques. The plucking pattern was taught using the drill method, or by repeatedly playing this technique. Next, the students practiced playing musical notes by performing the song "Ana Ma'Buramali," one of Daeng Masikki's compositions. The students played the song smoothly and well.
TRANSFORMING KINATAH NAGASASRA AS A BATIK MOTIFS FOR CASUAL CLOTHES mellynada putri, casi; saputra, andi taslim
Runtas: Jurnal Fesyen dan Wastra Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Indonesian Institute of the Arts Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/runtas.v2i1.4816

Abstract

This work creation was inspired by the shape of Kinatah Nagasasra, a name of dhapur (physical form) of a Kris. Such a dapur is characterized by the presence of decoration in the form of dragon as a Kinatah on the surface of the Kris blade. The characteristics of Nagasasra are having a kinatah in the form of crowned dragon, having a thousand scales on its body, and having a jamang (head ornament worn on the forehead). This Kris blade has visual meaning in the form of symbols representing characteristics of a leader. This study aims at exploring and stylizing the shape of Kinatah Nagasasra and using it in creating handmade batik on the casual wear. The creation of this work employed the   art creation method by collecting data from literature as well as previous designs and embodiments.  Handmade batiks technique was used in the creation process by using   primissima cotton fabric and remasol (coloring matter) as raw materials. Handmade batik technique that is used is dipping technique. The color chosen is the color preferred by consumers aged 18-35 years.  The resulting work consists of four dresses and is entitled UPANGGA RADMILA. Each of dress has also its own title, namely PANDITA, PARAHITA, PRABALA, PRASANTI. The designers hope that this work can help to socialize good characteristics of leader through symbols in it.  The characteristics consists of prioritizing the welfare of members, the awareness that power is a trust, being able to protect and prosper members, and being a role model to the members.
Peristiwa Teater Tu(M)Buh Sebagai Konstruksi Politik Tubuh Saputra, Andi Taslim; Murtana, I Nyoman
PANGGUNG Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v29i2.904

Abstract

ABSTRACT Body politics is often stigmatized in the context of community and government institutions, such as the military, hospitals, prisons, etc. This study shows the body politics in different contexts. This study reads the theater phenomenon that gave birth to the body's political form in the context of theater with the focus of case studies of process Tu(m)buh by Tony Broer's. The application of Tony Broer's theater work differs from that of other theaters, the idea of the body's political construction. To read the question of Tony Broer's political practice using Foucault's disciplinary power concept. This research uses descriptive analytic research method. Data collection was done through observation, documentation, interview, and data analysis. The result showed, Tony Broer execute body politic practice in the event of Tu(m)buh theater. The formation of Tony Broer's body construction is disciplined and body forming that intense, hard, and radical. Tony Broer's actions gave birth to concepts and practices that show the body's political image, both to oneself and to others, to the theater of Tu(m)buh as the presentation of the body's political construction.Keywords: Theater, Body Politics, Tu(m)buhABSTRAK Politik tubuh kerap distigmakan dalam konteks institusi-institusi kemasyarakatan dan pemerintah, misalnya militer, rumah sakit, lapas, dan sebagainya. Kajian ini memperlihatkan politik tubuh dalam konteks berbeda. Penelitian ini membaca fenomena teater yang melahirkan bentuk politik tubuh fokus studi kasus peristiwa Tu(m)buh karya Tony Broer. Penerapan kerja teater Tony Broer berbeda dari pelaku teater lainnya, yakni gagasan politik tubuh. Untuk membaca persoalan praktik politik tubuh Tony Broer menggunakan konsep disciplinary power Foucault. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan analisis data. Hasilnya menunjukkan, Tony Broer melaksanakan praktek politik tubuh dalam peristiwa teater Tu(m)buh. Pembentukan kontruksi tubuh Tony Broer berupa pendisiplinan dan pembentukan tubuh yang intens, keras, dan radikal. Tindakan Tony Broer melahirkan konsep dan praktis yang memperlihatkan citra politik tubuh, baik terhadap diri sendiri dan atas orang lain, sehingga peristiwa teater Tu(m)buh sebagai kerja teater presentasi politik tubuh.Kata Kunci: Teater, Politik Tubuh, Tu(m)buh.
Tari Pepe-Pepeka Ri Makka Sanggar Tari Paropo Makassar: Analisis Perubahan Bentuk dan Fungsi Syakhruni*, Syakhruni; Saputra, Andi Taslim; Saleh, Jalil
PANGGUNG Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v32i4.2011

Abstract

Tari Pepe-Pepeka ri Makka merupakan salah satu warisan budaya leluhur yang masih hidup sampai sekarang. Tari ini semula berfungsi sebagai penyebaran agama Islam dan sebagai sarana ritual bagi umat islam. Seiring dengan perkembangan zaman fungsinya berubah menjadi pertunjukan hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap perubahan bentuk dan fungsi pada pertunjukan tari Pepe-Pepeka ri Makka di Paropo Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan etnokoreologi dan -pepeka ri Makka dan faktor penyebabnya sehingga tetap eksis. Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi yang dikemukakan oleh Soedarsono, yaitu penelitian yang mengkombinasikan antara tekstual dan kontekstual serta menggunakan teori bantu yakni teori perubahan Alvin Boskoff yaitu perubahan dilihat dari segi internal dan eksternal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan bentuk dan fungsi tari Pepe-Pepeka ri Makka tampak pada penambahan dan penggarapan gerak, desain lantai, alat musik, waktu, dan tempat pertunjukan. Perubahan bentuk dan fungsi tari Pepe-Pepeka ri Makka didukung oleh masyarakat, seniman, dan lembaga yang terkait sehingga menjadikan tari Pepe-Pepeka ri Makka tetap eksis hingga saat ini.
LEGITIMASI KEDATUAN DALAM TARI PAJAGA BONE BALLA ANADDARA SULESSANA Nurwahidah*, Nurwahidah; Saputra, Andi Taslim
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.2729

Abstract

Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana (PBBAS) merupakan tari tradisional klasik dalam masyarakat Luwu di Sulawesi Selatan. Tari ini dikategorikan sebagai tari klasik karena telah mengalami perjalanan panjang dalam pengolahan artistik dan estetiknya yang diawali di era-era feodalisme di Indonesia. Penelitian ini berupaya melakukan pelacakan sekaligus mengungkap sistem nilai yang terangkum pada bentuk, makna simbolik, dan sistem pewarisan PBBAS dalam Masyarakat Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnokoreologis membedah PBBAS secara teks dan kontekstual, yang didukung dengan beberapa teori dan dituliskan secara deskriptif kualitatif. Teori sistem nilai digunakan untuk mengungkap kekuatan bertahan PBBAS dalam masyarakat Luwu. Keseluruhan teks tari maupun teks pertunjukan PBBAS merupakan simbol yang memiliki makna berimplikasi pada legitimasi Kedatuan dalam masyarakat Luwu. Selain makna simbolik, juga terdapat sistem nilai yang terangkum baik dalam nilai historis maupun nilai sosial yang menjadi pembentuk kekuatan bertahan PBBAS di Kedatuan Luwu. Kata Kunci: Tari, Pajaga Bone Balla Anaddara Sulessana, Legitimasi, Kedatuan
REPRESENTASI NILAI SIRI’ NA PACCE PERTUNJUKAN TEATER RAKYAT KONDOBULENG SANGGAR SENI TRADISIONAL I LOLO GADING PAROPO Ramli*, Asia; Saputra, Andi Taslim
PANGGUNG Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i4.2904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertunjukan teater rakyat Kondobuleng representasi nilai siri’ na pacce (harga diri dan kehormatan). Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan interdisiplin. Pertunjukan Teater Rakyat Kondobuleng (PTRK) merupakan salah satu karya seni kolektif yang di dalamnya memuat beragam unsur seni yang saling terkait antar satu dengan yang lain, tokoh/karakter, pemeranan, dialog, kostum, rias, properti, tari atau gerak, musik, dan lagu. Penelitian ini menguraikan fenomena pertunjukan dengan menggunakan salah satu teori dari John Fiske yang membaca realitas seni dengan berfokus pada representasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pada tahapan analisis data diolah dengan bentuk reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan representasi nilai siri’ na pacce yang berhubungan dengan sosiokultural masyarakat pesisir Bugis-Makassar meliputi mempertahankan diri dan kehormatan, memegang teguh pendirian, menumbuhkan kerja gotong royong, menanamkan sifat tolong menolong, menumbuhkan etos kerja, menempatkan seseorang dengan keahliannya, mengambil keputusan secara arif dan bijaksana, serta menjunjung tinggi rasa kesetiakawanan. Nilai yang disampaikan termuat pada adegan dari pertunjukan teater rakyat Kondobuleng. Kata kunci: Pertunjukan, Teater, Representasi, Nilai siri’ na pacce.
Eksistensi Komunitas Gresik Movie Terhadap Budaya Lokal Ali*, Moh. Mahrush; Saputra, Andi Taslim
PANGGUNG Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i2.3472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana komunitas Gresik Movie bisa eksis melalui program-program yang dilakukan, dan perannya terhadap budaya lokal. Jenis Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Pengamatan langsung dilakukan di lapangan, wawancara mendalam dilakukan langsung dengan pendiri komunitas, sedangkan studi pustaka dari beberapa dokumen yang ada di media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Gresik Movie bisa bertahan sampai berusia satu dekade lebih, serta melalui program-program yang diselenggarakan selalu disisipkan budaya lokal di dalamnya. Informasi dari pengumpulan data, disebutkan bahwa ada beberapa program sebagai upaya mengangkat budaya lokal diantaranya adalah Sapa Sinema (program screening film di kampung-kampung), Gresik Short Movie Competition, Seminar/ Sarasehan Film, Pameran Karya Seni (baik seni rupa atau pertunjukan), Lokakarya/ pelatihan Pembuatan Film, dan Festival Budaya.
Pelatihan Teater Menggunakan Metode Dramatic Reading Untuk Meningkatkan Minat Baca di SMA Negeri 3 Takalar Saputra, Andi Taslim; Akmal, Muhammad Syafruddin; Ramli, Asia; Fiddienika, Arief; Najamuddin, Faisal
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Bahasa Indonesia Siswa di SMA 3 Takalar masih menunjukkan minat baca yang rendah, terutama dalam memahami teks. Sampai hari ini tidak adanya aktivitas belajar membaca dengan menghadirkan imajinasi dan bahkan lebih jauh itu persoalan dramatic reading dalam pembacaannya belum pernah dilakukan. Persoalan ini ditandai dengan pembacaan yang dilakukan kurang menarik dan tidak relevan dengan perasaan yang dialami oleh siswa. Pada prakteknya, solusi yang ditawarkan dengan mensosialisasikan pelatihan teater dan menggunakan metode dramatic reading untuk meningkatkan minat baca secara praktik pertunjukan sederhana. kegiatan sosialisasi dilaksanakan tentunya mereka diarahkan untuk melanjutkan ke sesi selanjutnya yang berhubungan dengan kegiatan praktik secara langsung. Praktik ini adalah praktik dramatic reading. Pembelajaran dengan menggunakan metode praktikal ini semakin memberikan pengetahuan yang beragam. Sehingga dengan model pelatihan yang mengeksplorasi ruang baca dengan dialog yang menggambarkan penokohan dan peristiwa berlangsung efektif dalam meningkatkan minat baca dari peserta pelatihan di SMA Negeri 3 Takalar.Kata kunci: Pelatihan; Teater; Dramatic Reading; Minat Baca
SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT NGAYOGJAZZ SEBAGAI FESTIVAL MUSIK DI YOGYAKARTA Alam, Andi Zulfikar; Aryandari, Citra; Saputra, Andi Taslim
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 13 No 2 (2023): HARMONI: OCTOBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v13i2.12881

Abstract

This study aims to find out 1). How social media engagement is present in Ngayogjazz as a music festival in Yogyakarta. 2). How Social media plays a role in portraying the Ngayogjazz festival. To achieve the objectives of the study, qualitative research methods were used with a virtual ethnographic approach from Christine Hine where Social media was chosen as the locus of research. Social media theory is used as a foundation in framing thoughts and discussions.Data collection techniques are carried out in two ways, namely observing Ngayogjazz's activities on Social media and conducting interviews to confirm some data found directly with several sources directly related to this event. In addition, existing literature and documentation data are also used as references in describing and analyzing Ngayogjazz events in Social media.The results of this study show that Social media that is present in Ngayogjazz as a music festival in Yogyakarta, using four platforms, namely Facebook, Twitter, Instagram and Youtube shows a binding interaction between Ngayogjazz as a festival and the community at large. Ngayogjazz utilizes Social media as one of the strategies in branding itself as a music festival whose presence is taken into account in the country, improvisation and musical interaction that characterize jazz.