Claim Missing Document
Check
Articles

Economic analysis of tomato cultivation on dryland with drip irrigation technique Suwati, Suwati; Muanah, Muanah; Huda, Ahmad Akromul; Gunawan, Adi
Jurnal Agrotek Ummat Vol 9, No 3 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v9i3.9767

Abstract

Economic analysis is one of the important parameters in applying drip irrigation techniques. For the community, this drip irrigation technique is a new technology so it needs to be analyzed with an economic approach. The purpose of this study was to analyze the economics of tomato cultivation by applying drip irrigation techniques on dry land. The research design used was a Randomized Block Design (RAK) with the following treatments, T1 (beds without mulch), T2, (beds with Straw mulch, and T3 (beds with silver-black plastic mulch). , production costs, farmer's income, and business feasibility by looking at the value of the B/C Ratio. Furthermore, the data from the analysis were tested using mathematical equations with the help of excel. The results of the analysis showed that the highest tomato production by applying drip irrigation techniques was found in T3 with a production yield of 896 quintals/ha with a total cost of IDR 369.000,000/ha, the highest level of income was also found in P3 of IDR 437,4000,000/ha and the highest B/C Ratio value was also found in T3, namely 1.18. So based on the results and discussion it can be concluded that economically for tomato cultivation by applying drip irrigation techniques should use bed cover using mulch a Silver Black Plastic.
Pendampingan pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi briket dan pemasaran berbasis digital pada kelompok wanita tani Dewi, Novi Yanti Sandra; Nurlaili, Nurlaili; Muanah, Muanah; Hidayatulah, Andre
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30360

Abstract

Abstrak Kelompok Wanitan Tani Flora Barokan dengan produk utama minyak kelapa perlu berbenah dengan melirik pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, memperluas jaringan pemasaran, dan menggunakan pencatatan keuangan berbasis aplikasi. Namun sampai saat ini pengetahuan dan keterampilan akan hal tersebut belum dimiliki oleh KWT Flora Barokah sehingga tujuan pendampingan adalah meningkatkan skill KWT dalam pengolahan limnah dan pemasaran berbasis digital serta pencatatan keuangan menggunakan aplikasi resmi yaitu si APIK. Metode pendampingan ada 3 tahapan yaitu diawali dengan sosialisasi, pelatihan dan evaluasi kegiatan. Sedangkan untuk evaluasi dilakukan diawal dan akhir setelah kegiatan selsai dilaksanakan. Hasil pendampingan yang dihadiri oleh 15 orang peserta sudah dilaksanakan pada Februari 2025 berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah sebesar 85%, pemasaran berbasis digital 80% sudah mampu memasarkan produk berbasis digital pada platform facebook dan shoope, serta 78% sudah mampu mencatat pengeluaran dan hasil penjualan keuangan menggunakan SIAPIK.                                                                                                                             Kata kunci: limbah kelapa; briket; pemasaran digital; SIAPIK Abstract The Flora Barokan Women's Farmers Group with its main product coconut oil needs to improve by looking at waste processing into products with economic value, expanding marketing networks, and using application-based financial records. However, until now, the Flora Barokah Women's Farmers Group does not yet have the knowledge and skills to do this, so the purpose of the mentoring is to improve the Women's Farmers Group's skills in waste processing and digital-based marketing as well as financial records using the official application, namely si APIK. There are 3 stages of mentoring methods, namely starting with socialization, training and evaluation of activities. Each stage is carried out at a different time, namely waste processing and digital-based marketing as well as financial records. Meanwhile, the evaluation is carried out at the beginning and end after the activity is completed. The activity, which was attended by 15 participants, was carried out in February 2025 and succeeded in increasing knowledge and skills in waste processing by 85%, digital-based marketing, 80% were able to market digital-based products on the Facebook and Shopee platforms, and 78% were able to record expenses and financial sales results using SIAPIK. Keywords: coconut waste; briquettes; digital marketing; SIAPIK
PENGUATAN NILAI TAMBAH METE DAN PAKAN FERMENTASI UNTUK KETAHANAN EKONOMI DESA SIGAR PENJALIN Asmawati, Asmawati; Dewi, Novi Yanti Sandra; Muanah, Muanah; Muttalib, Abdul; Ishanan, Ishanan; Nurfahna, Nurfahna; Efendi, Muhammad Haikal; Almadiyah, Ainul
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36348

Abstract

ABSTRAKPara petani dan peternak di Desa Sigar Penjalin dihadapkan pada permasalahan terkait rendahnya nilai tambah komoditas jambu mete, inefisiensi usaha ternak akibat keterbatasan pakan di musim kemarau, lemahnya pembukuan, dan akses pasar pascagempa serta pandemi. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas produksi bernilai tambah, memperkuat manajemen usaha, dan membuka akses pemasaran offline dan online bagi kelompok tani briuk patuh dan kelompok ternak briuk maju. Metode meliputi sosialisasi, diskusi kelompok terarah, pelatihan teknis berupa pembuatan abon dari daging mete dan pembuatan kacang mete dari biji mete, pembuatan pakan fermentasi, pendampingan manajerial berupa literasi keuangan, pencatatan keuangan digital, branding dan kemasan produk, serta pemasaran online. Sebesar 80% peserta mengalami kenaikan literat finansial dan 75% mengadopsi pencatatan digital, dengan evaluasi pre dan post test. Melalui implementasi yang diberikan pada kegiatan ini, dapat produksi kacang mete sebanyak 200 kg/bulan, dapat memproduksi abon daging mete sebanyak 30–50 kg/bulan, dapat memproduksi pakan fermentasi sebanyak 200 kg/bulan, dan pembuatan toko online di e-commerce shopee serta marketplace facebook. Integrasi teknologi tepat guna, inovasi pengolahan produk, dan manajemen keuangan serta pemasaran efektif meningkatkan kemandirian ekonomi lokal.Kata kunci: Pemberdayaan Desa; Jambu Mete; Pakan Fermentasi; Pemasaran Online; Keuangan Digital. ABSTRACTFarmers and livestock breeders in Sigar Penjalin Village are faced with challenges related to low cashew value, livestock business inefficiency due to limited feed during the dry season, weak bookkeeping, and market access following the earthquake and pandemic. The objective of this activity was to increase value-added production capacity, strengthen business management, and open offline and online marketing access for the Briuk Patuh farmer group and the Briuk Maju livestock group. Methods included outreach, focus group discussions, technical training in the form of making shredded cashew meat and making cashew nuts from cashew kernels, making fermented feed, managerial assistance in the form of financial literacy, digital financial recording, product branding and packaging, and online marketing. Eighty percent of participants experienced an increase in financial literacy and 75% adopted digital recording, with pre- and post-test evaluations. Through the implementation provided in this activity, cashew nut production can reach 200 kg/month, can produce 30–50 kg/month of cashew meat shredded cashew meat, can produce 200 kg/month of fermented feed, and can create online stores on the e-commerce platform Shopee and the Facebook marketplace. Integration of appropriate technology, product processing innovation, and effective financial and marketing management increases local economic independence.Keywords: Village Empowerment; Cashew Nuts; Fermented Feed; Online Marketing; Digital Finance.
PENDAMPINGAN PENGOLAHAN LIMBAH MENJADI PAKAN FERMENTASI TERNAK SAPI DAN BIOGAS DI DESA MEDANA KABUPATEN LOMBOK UTARA Muanah, Muanah; Marianah, Marianah; Agustina, Ahadiah; Dewi, Novi Yanti Sandra; Erwin, Erwin; Amil, Amil; Aditiawan, Lalu Fahat; Haikal, Muhammad; Setiawan, Andri; Aditir, Myhammad; Afrianti, Lusiana; Purnawirawan, Indra; Fitratusnnisa, Fitratunnisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36895

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah jerami dan limbah ternak melalui pendampingan teknologi pengolahan menjadi pakan fermentasi dan biogas di Desa Medana, Lombok Utara. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya pengetahuan peternak mengenai teknik fermentasi pakan, belum optimalnya pengelolaan limbah yang menimbulkan pencemaran, serta minimnya penerapan teknologi biogas sebagai sumber energi alternatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Kegiatan diikuti oleh 20 anggota kelompok ternak dan 22 anggota kelompok tani. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan mitra kelompok tani dan kelompok ternak, yaitu kemampuan membuat pakan fermentasi meningkat dari 20% menjadi 85%, dan kemampuan mengolah biogas meningkat dari 5% menjadi 78%. Program ini berdampak pada efisiensi biaya pakan, pengurangan pencemaran lingkungan, dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan berbasis limbah.Kata kunci: Limbah Jerami; Limbah Ternak; Pakan Fermentasi; Biogas. ABSTRACTThis community service program aims to improve the utilization of straw and livestock waste through assistance with processing technology into fermented feed and biogas in Medana Village, North Lombok. The main problems faced by partners include the limited knowledge of livestock farmers regarding feed fermentation techniques, suboptimal waste management that causes pollution, and the minimal application of biogas technology as an alternative energy source. The methods used included outreach, technical training, hands-on practice, and intensive mentoring. Twenty livestock group members and 22 farmer group members participated in the program. The mentoring results showed significant improvements in the skills of both farmer and livestock group partners, with the ability to make fermented feed increasing from 20% to 85%, and the ability to process biogas increasing from 5% to 78%. This program resulted in feed cost efficiency, reduced environmental pollution, and increased utilization of waste-based renewable energy. Keywords: Straw Waste; Livestock Waste; Fermented Feed; Biogas.
Pendampingan pembuatan arang batok kelapa dengan motode vacum di desa Korleko kabupaten Lombok Timur Muanah Muanah; Suwati Suwati; Marianah Marianah; Basirun Basirun; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24169

Abstract

Abstrak Hingga saat ini permintaan kopra kelapa semakin meningkat karena dalam penjualan jarak jauh kopra tersebut tidak mengalami kerusakan sehingga para petani kelapa semakin meminatinya. Selain tingginya permintaan, pengolahan kopra menghasilkan limbah berupa tempurung kelapa. Belakangan ini masyarakat Desa Korleko mengolah batok kelapa menjadi arang. Dalam pengolahannya menimbulkan beberapa kendala karena asapnya mengganggu lingkungan. Maka berdasarkan hasil survei, tim pelaksana dan mitra kegiatan mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus 2023 ini diikuti oleh 24 peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyuluhan dan pelatihan atau praktek pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar, hal ini terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 90% karena pada dasarnya pengetahuan terkait pembuatan arang sudah ada di mitra, namun metode pembakaran vakum merupakan teknologi baru bagi mitra. Pembuatan arang dengan cara ini juga mampu meningkatkan jumlah produksi sebesar 50% dari sebelumnya dan arang yang dihasilkan lebih baik atau berkualitas karena potensi menjadi abu sangat kecil. Kata kunci: batok kelapa; arang; metode vakum.Abstract Until now, the demand for coconut copra is increasing because in long distance sales the copra is not damaged, so coconut farmers are increasingly interested in it. Apart from the high demand, copra processing produces waste called coconut shells. Recently, people in Korleko Village have processed coconut shells into charcoal. In processing it causes several problems because the smoke disturbs the environment. So, based on the survey results, the implementation team and activity partners solved this problem by providing assistance in making charcoal using the vacuum method. The activity carried out on Thursday 24 August 2023 was attended by 24 participants. Activities were carried out in two stages, namely counseling and training or practice in making charcoal using the vacuum method. The activities carried out ran smoothly, this could be seen from the enthusiasm of the participants during the activities. The results obtained from this activity were able to increase the community's knowledge and skills by 90% because basically the knowledge related to making charcoal already existed with the partners, but the vacuum burning method was a new technology for the partners. Making charcoal using this method is also able to increase the amount of production by 50% from before and the charcoal produced is better or of better quality because the potential for it to become ash is very small. Keywords: coconut shell; charcoal; vacuum method.
Implementasi mesin putar tanah liat untuk meningkatkan produktivitas gerabah Novi Yanti Sandra Dewi; Muanah Muanah; Muliatiningsih Muliatiningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26718

Abstract

Abstrak Tujuan pendampingan adalah untuk mengimpeemensikan mesin putar tanah liat untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas gerabah. Metode pendampingan terdiri dari penyuluhan alih teknologi mesin putar otomatis, pelatihan pengoperasian mesin putar otomatis, praktik pembuatan gerabah dengan mesin putar otomatis, dan evaluasi kegiatan. Sasaran mitra dalam kegiatan ini adalah Ibu-ibu pengrajin gerabah yang tinggal di Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa penyuluhan alih teknologi mesin putar tanah liat otomatis dihadiri oleh 15 orang peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Selanjutnya hasil dari pelatihan bagaimana mengoperasikan mesin putar otomatis peserta dapat menggunakan dengan baik dan menunjang usaha pembuatan gerabah yang diproduksi setiap hari. Mesin putar otomatis yang digunakan tidak jauh berbeda dengan alat putar sebelumnya, hanya saja mesin putar otomatis ini bertenaga listrik sehingga pengrajin tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk memutar alat dan kedua tangan fokus dalam membentuk gerabah. Sehingga dari hasil evaluasi terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 80%, keterampilan sebesar 76%, dan jumlah produksi sebesar 75%. Kata kunci: tanah liat; mesin putar; gerabah Abstract The aim of the assistance is to improve the clay turning machine to increase the quantity and quality of pottery. The mentoring method consists of counseling on automatic rotary machine technology transfer, training on automatic rotary machine operation, practice of making pottery with an automatic rotary machine, and activity evaluation. The target partners in this activity are mothers who are pottery craftsmen who live in Banyumulek Village, West Lombok Regency. The results of the mentoring activities showed that the information on the transfer of automatic clay turning machine technology was attended by 15 participants who took part in the activity from start to finish. Furthermore, as a result of training on how to operate an automatic rotating machine, participants can use it well and support the business of making pottery which is produced every day. The automatic rotary machine used is not much different from previous rotary tools, except that this automatic rotary machine is powered by electricity so that craftsmen do not need to expend energy to rotate the tool and both hands focus on forming the pottery. So from the evaluation results there is an increase in knowledge by 80%, skills by 76%, and production volume by 75%. Keywords: clay; automatic turning machine; pottery.
Pendampingan mitigasi bencana banjir rob di Desa Medana Lombok Utara Ilham Ilham; Muanah Muanah; Muhammad Imam Dinata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26097

Abstract

AbstrakKabupaten Lombok Utara merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kabupaten ini memiliki beberapa desa, salah satu diantaranya yaitu Desa Medana. Desa Medana sewaktu-waktu dapat terjadi bencana kenaikan air laut (Air Rob). Dikarenakan Desa Medana hanya memiliki kitinggian sekitar 50 meter di atas permukaan laut. Selain itu Desa Medana rentan terhadap berbagai bencana alam, baik yang berasal dari pegunungan maupun dari laut. Sehingga, masyarakat di desa tersebut diharapkan untuk siap menghadapi potensi bencana alam seperti tanah longsor, angin topan, dan khususnya abrasi pantai. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan informasi mengenai banjir rob dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana banjir rob pada masyarakat Desa Medana, Kab. Lombok Utara. Kata kunci: Kabupaten Lombok Utara; Medana; bencana alam; banjir rob Abstract North Lombok Regency is one of the regencies located in the West Nusa Tenggara region. This regency consists of several villages, one of which is Medana Village. Medana Village is at risk of experiencing sea level rise (Tidal Flood) due to its elevation of only about 50 meters above sea level. Additionally, Medana Village is vulnerable to various natural disasters, both from the mountains and the sea. Therefore, the residents of this village are expected to be prepared for potential natural disasters such as landslides, hurricanes, and particularly coastal erosion. The aim of this community service is to enhance information about tidal floods and to improve the preparedness of Medana Village residents in North Lombok Regency for such disasters. Keywords: North Lombok Regency; Medana; natural disasters; tidal floods
Penyuluhan dan pelatihan pengolahan minyak kelapa berbasis teknologi tepat guna di Kelompok Wanita Tani (KWT) Flora Barokah Lombok Barat Muanah Muanah; Marianah Marianah; Ilham Ilham
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27594

Abstract

AbstrakPengolahan minyak kelapa menjadi produk bernilai tambah merupakan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pedesaan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Flora Barokah di Lombok Barat memiliki potensi dalam mengembangkan keterampilan pengolahan minyak kelapa berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG). Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam memproduksi minyak kelapa secara efisien dan berkualitas tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan minyak kelapa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait teknologi pengolahan, serta kemampuan memproduksi minyak kelapa dengan kualitas yang lebih baik. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penyuluhan dan pelatihan berbasis TTG mampu meningkatkan keterampilan peserta dan memberi dampak positif terhadap kemandirian ekonomi KWT. Saran ditujukan untuk keberlanjutan program pelatihan dan dukungan pemasaran produk lokal. Kata kunci: penyuluhan; pelatihan; minyak kelapa; teknologi tepat guna; KWT AbstractProcessing coconut oil into value-added products is an economic opportunity that can be utilized by rural communities. The Flora Barokah Women Farmers Group (KWT) in West Lombok has the potential to develop appropriate technology-based coconut oil processing skills. This counseling and training activity aims to increase the knowledge and skills of KWT members in producing coconut oil efficiently and with high quality. The method of activity implementation includes counseling, demonstration, and hands-on practice of making coconut oil. The results showed an increase in participants' understanding of processing technology, as well as the ability to produce coconut oil with better quality. The conclusion of this activity is that TTG-based counseling and training can improve participants' skills and have a positive impact on the economic independence of KWT. Suggestions are aimed at the sustainability of the training program and support for marketing local products. Keywords: counseling; training, cocnut oil; appropriate technology; KWT
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH DAPUR MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) MENJADI EKOENZIM DAN PUPUK KOMPOS Muanah Muanah; Ida Wahyuni; Ahmad Fatoni; Marianah Marianah; Basirun Basirun
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v7i1.39258

Abstract

The problem of free nutritious kitchen waste is an environmental issue that requires proper, effective, and efficient handling. The types of waste produced also vary, such as vegetable scraps, various fruit peels, and leftovers. The purpose of the mentoring is to improve the knowledge and skills of millennial farmer groups to process kitchen waste into products of economic value. There are three mentoring methods, namely counseling, training, and activity evaluation. The target partners who were mentored during the activity were members of the millennial farmer cadet group and the general public in Batu Putik Village. To find out the level of understanding of the participants, the team prepared a questionnaire to be filled out by the participants before and after the activity, the results of the mentoring showed that the participants who actively participated in the activity until the end were 17 out of 26 people who were mentored. Of the 17 participants who were considered active, it showed that before the activity the knowledge they had reached 17% while after the mentoring it increased significantly to 87%, as well as the skills in processing MBG kitchen waste into products of economic value such as ecoenzymes and compost previously with skills below 10% but after mentoring it became 78%. 
THE EFFECT OF COCOPEAT AND HYDROTON GROWING MEDIA ON TOMATO PLANT GROWTH Julkarnain Julkarnain; Muanah Muanah; Suhairin Suhairin; Marianah Marianah; Ida Wahyuni; Earlyna Shintia Dewi
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 2 (2025): Protech Biosytem Journal (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i2.32157

Abstract

This study aims to determine the effect of cocopeat and hydroton growing media on the growth of tomato plants (Lycopersicum esculentum Mill.) in polybag cultivation systems. The research used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), comprising six treatments and four replications. Observed parameters included plant height, leaf number, root length, and fresh and dry plant weights. The results showed that treatment P5 (50% soil + 50% hydroton) yielded the best outcomes across most parameters, such as plant height (47.75 cm), leaf number (12.50), root length (24.75 cm), and fresh stem weight (24.75 g). Conversely, treatment P2 (100% cocopeat) showed the lowest growth results. The study concludes that a combination of soil and hydroton is the most effective growing medium for supporting tomato plant growth. Further research is recommended through the generative phase to evaluate yield effects.
Co-Authors Abadi, Lukman Abdillah, Wisnu Arya Abdul Hakim Abdul Hakim Abdul Samad Adi Gunawan, Adi Aditiawan, Lalu Fahat Aditir, Myhammad Afrianti, Lusiana Afriatin Afriatin Afriatin Afriatin Ahadiah Agustina Ahmad Akromul Huda AHMAD FATHONI Ahmad Fatoni Ahmad Rayhan Almadiyah, Ainul Almiatun Ratu Darati Amil, Amil Andri Setiawan Anggriani, Nining Apriandi, Doni Apriyandi, Erwin Asmawati Asmawati Asriani, Noviani Azhari Basirun Basirun Basirun Basirun Basirun Basirun Basirun, Basirun Buana, Lalu Agung Gede Budy Wiryono Dewi, Novi Yanti Sandra Earlyna Shintia Dewi Earlyna Sinthia Dewi Efendi, Muhammad Haikal Erni Romansyah Erwin Erwin Febriana, Dina Fernanda, Muhammad Fitratusnnisa, Fitratunnisa Gatama, Arya H.E Rakhmat Jazuli Halimatus Sakdiah, Halimatus Hanafiah, Muhammad Ali Hardiyanti, Titi Hasri Kusuma Wardi Hidayatulah, Andre Hidayatullah, Farid Huda, Ahmad Akromul Ida Wahyuni Ida Wahyuni Ilham Ilham Imam Mabrur Ishanan, Ishanan Istiara Istiara Jaka, Heri susanto Julkarnain Julkarnain Julkarnain Julkarnain Karyanik Karyanik Karyanik, Karyanik Kurniawati Kurniawati Kuswari, Zeta Lilis Permatasari Liyantono . M. Faiz Syuaib Marianah Marianah Marianah Marianah Marianah, Marianah Marianah, Marianah Moh Binar Muhamad Ikbal Muhammad Haikal Muhammad Haikal Efendi Muhammad Imam Dinata Muhammad Marzuki Muliatiningsih Muliatiningsih Mursal Ghazali Muttalib, Abdul Nina Malik Nita Ayu Ramdani Novi Yanti Sandra Dewi Novi Yanti Sandra Dewi Nur Annisa Istiqamah Nur Annisa Istiqamah Nur Annisa Istiqamah Nurfahna, Nurfahna Nurhayati, Nurhayati Nurlaili Nurlaili Nurnaningsih, Ratna Oktaviani, Baiq Santi Pacitra, Silda Purnawirawan, Indra Ridho, Ridho Ristu Haiban Hirzi, Ristu Ronia, Ronia Rosyid Ridho Rukmana, Rukmana Sahbudin, Muhammad Saputra, Saputra Sari, Desy Ambar Sita Yubelina Sita Yubelina Sita Yubelina Sudirman Sudirman Suhairin, Suhairin Sumarlin, Lalu Suwati Suwati Suwati Suwati Suwati Suwati Suwati Suwati Suwati Ummat Suwati, Suwati Syirril Ihromi, Syirril Vicakhsana, I Gede Satria Wibawa, Lalu Elwan Wiryono, Budy Yoel Pasae Yoel Pasae Yoel Pasae Yulianus Songli Yulianus Songli Yulianus Songli