Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MENEMUKAN RELEVANSI TEORI KLASIK DI ERA MODERN: PENERAPAN TEORI BEHAVIORISME DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER Firmanti, Pipit; Prawijaya, Septian; Saktiarsa, Yoga; Astuti, Budi
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 9 No. 2 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v9i2.64824

Abstract

Abstract: This article explores the relevance of classical theories, particularly behaviorism, in the context of modern education and student character formation. Behaviorism, which emphasizes the observation of behavior as a result of stimulus and response, provides a solid foundation for developing effective educational strategies. Through the application of behaviorist principles, such as positive reinforcement and experience-based learning, this article identifies ways in which this approach can be used to shape student character in a challenging modern era. The research subjects consist of fifth-grade students and teachers at Al Azhar Elementary School in Medan. The results indicate that behaviorist theory is reflected in activities such as praying before and after lessons, memorizing Qur’anic verses, implementing Problem-Based Learning (PBL) models, and engaging with interactive learning games. This aligns with behavioristic learning theories, from connectionism and classical conditioning to contiguity and operant conditioning. It can be concluded that although behaviorism originates from a different context, its principles remain relevant and adaptable to meet educational goals in the modern era, especially in shaping student character. Additionally, more creative and open approaches to critical thinking can complement the effectiveness of behaviorism in learning, such as gamified learning applications, e-learning, and adaptive learning. Keyword: Relevance of Classical Theory, Application of Behaviorist Theory, Character Building Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi relevansi teori klasik, khususnya teori behaviorisme, dalam konteks pendidikan modern dan pembentukan karakter siswa. Teori behaviorisme, yang berfokus pada pengamatan perilaku sebagai hasil dari stimulus dan respons, memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan strategi pendidikan yang efektif. Melalui penerapan prinsip-prinsip behaviorisme, seperti penguatan positif dan pembelajaran berbasis pengalaman, artikel ini mengidentifikasi bagaimana pendekatan ini dapat digunakan untuk membentuk karakter siswa di era modern yang penuh tantangan. Subjek penelitian adalah siswa dan guru kelas V SD Al Azhar Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penerapan teori behaviorisme terdapat dalam kegiatan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, menghafal ayat Al Qur’an, penerapan model PBL, serta pembelajaran dengan game interaktif. Hal ini sejalan dengan teori belajar behaviouristik, mulai teri teori koneksionisme, penkondisiaan klasik, pengkondisian kontiguitas, dan pengkondisian operan Dapat disimpulkan bahwa meskipun teori behaviorisme berasal dari konteks yang berbeda, prinsip-prinsipnya tetap relevan dan dapat diadaptasi untuk memenuhi tujuan pendidikan di era modern terutama untuk pembentukan karakter siswa. Selain itu, pendekatan yang lebih kreatif dan terbuka terhadap pemikiran kritis juga dapat melengkapi efektivitas teori behaviorisme dalam pembelajaran, seperti aplikasi pembelajaran yang gamifikatif, e-learning, dan pembelajaran adaptif. Kata Kunci: Relevansi Teori Klasik, Penerapan Teori Behaviorisme, Pembentukan Karakter.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Keirsey di Fase E Oktaviola, Reska; Aniswita, Aniswita; Fitri, Haida; Firmanti, Pipit
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v9i1.1095

Abstract

Berpikir kritis matematis adalah keterampilan yang sangat penting untuk dipelajari karena merupakan salah satu aspek berpikir tingkat tinggi yang perlu dikuasai oleh siswa di abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika berdasarkan tipe kepribadian Keirsey. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan Langkah-langkah dalam memberikan angket untuk penggolongan tipe kepribadian Keirsey adalah sebagai berikut: Peneliti memilih empat subjek penelitian, masing-masing mewakili satu dari tipe kepribadian Idealist, Rational, Artisan, dan Guardian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes kemampuan berpikir kritis matematis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) subjek dengan tipe kepribadian Guardian hanya mampu memenuhi indikator evaluasi dan inferensi; 2) subjek dengan tipe kepribadian Artisan juga hanya mampu memenuhi indikator evaluasi dan inferensi; 3) subjek dengan tipe kepribadian Rational mampu memenuhi tiga indikator berpikir kritis matematis; dan 4) subjek dengan tipe kepribadian Idealist hanya mampu memenuhi satu indikator berpikir kritis matematis.
Changes in the Mathematics Learning Process During the Covid-19 Pandemic at Junior High School in Bukittinggi Firmanti, Pipit; Yuberta, Fauzi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 6 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v6i1.4459

Abstract

The spread of Covid-19 has affected every sector, including education. The learning process that used to take place in the classroom has now become virtualized. However, this exacerbates pupils' difficulties in learning mathematics, which they previously considered challenging even in offline learning activities. To deal with this challenge, it is vital to describe alterations in the learning process under this pandemic situation. This qualitative research was carried out through interviews and questionnaires. The participants were seven teachers and seven students from various junior high schools in Bukittinggi with varying accreditation. Structured interviews, both online and in-person, were used to collect data. The result shows that students could understand the subject better before the pandemic. During the pandemic, the percentage of students who understood the material learning decreased by 10%. However, the percentage of people who use online media as a learning resource has increased by 50%. Overall, the assessment done by teachers on the cognitive aspects of a pandemic by Minimum Completeness Criteria (MCC) remains at 75. In the future, there will be a trend toward the use of e-learning and the development of technology-based learning media in the classroom.Penyebaran wabah Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor termasuk pendidikan. Proses pembelajaran yang awalnya berlangsung tatap muka sekarang beralih secara virtual. Padahal sebelum pembelajaran daring dimulai, siswa masih kesulitan dalam mempelajari matematika. Oleh karena itu, mendeskripsikan perubahan apa saja yang ada selama proses pembelajaran daring penting dilakukan untuk mengatasi masalah ini Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dimana sampel diambil adalah tujuh orang guru dan tujuh orang siswa SMP/MTsN dari sekolah yang memiliki akreditasi berbeda di Bukittinggi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terstruktur via online dan tatap muka. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru sebelum pandemi. Persentase dalam pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan guru turun sebanyak 10 % selama pandemi. Sebaliknya, persentase dalam penggunaan media online sebagai sumber belajar meningkat sebanyak 50 %. Secara keseluruhan, penilaian yang dilakukan guru cenderung pada aspek kognitif selama pandemi dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) tetap 75. Dimasa yang akan datang, akan ada tren penggunaan e-learning di sekolah dan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.
Berpikir Kreatif Siswa Ditinjau dari Kemampuan Matematika dalam Menyelesaikan Soal Cerita Eniza, Sry; Rahmat, Tasnim; Firmanti, Pipit; Hista Medika, Gema
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14637

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan MTsN 6 Agam menunjukkan bahwa siswa secara keseluruhan tidak berpartisipasi secara bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran di kelas, mereka kesulitan menguasai maksud pertanyaan dari soal cerita, guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi pelajaran kepada siswa disebabkan oleh siswa-siswa tersebut merupakan siswa yang mempunyai kemampuan akademik yang berbeda, dan waktu pembelajaran yang sedikit sehingga materi yang diberikan tidak sepenuhnya dipahami siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematika siswa saat menyelesaikan soal cerita kelas VIII MTsN 6 Agam. Deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan. Subjek penelitian di pilih 3 siswa dari 239 siswa dibagi menjadi per satu orang siswa pada tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Tes dan wawancara merupakan instrument pada penelitian ini. Reduksi data, penyajian data dan verifikasi adalah teknik analisis data yang dipakai. Teknik keabsaan datanya menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian kemampuan berpikir kreatif yaitu siswa berkemampuan kreatif mampu melakukan aspek fluency, flexibility, originality, elaboration. Siswa berkempuan cukup kreatif mampu melakukan aspek fluency, elaboration. Siswa berkemampuan kurang kreatif hanya mampu melakukan aspek fluency.
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Aljabar Ditinjau Dari Gaya Belajar di Kelas XE4 MAN 3 Agam Faiza, Nurul; Firmanti, Pipit; Aniswita, Aniswita; Fitri, Haida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi di MAN 3 Agam yang menunjukkan adanya kesalahan dalam penyelesaian masalah aljabar, rendahnya rata-rata nilai ulangan harian siswa dalam materi tersebut, serta kecenderungan gaya belajar siswa selama proses pembelajaran matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah aljabar ditinjau dari gaya belajar di kelas XE4 MAN 3 Agam. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif . Pengambilan subjek penelitiannya dilakukan secara purposive sampling yaitu siswa kelas XE4 MAN 3 Agam yang terdiri dari satu orang siswa dengan gaya belajar visual, satu orang siswa dengan gaya belajar auditori dan satu orang siswa dengan gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan adalah instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen pendukung yaitu soal tes masalah aljabar dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi teknik. Hasil penelitian mengenai kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah aljabar ditinjau dari gaya belajar menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual mengalami kesalahan dalam menjawab soal 1-3 yaitu kesalahan konseptual, kesalahan prosedural dan kesalahan teknikal, untuk kesalahan konseptual siswa dengan gaya belajar ini cenderung lupa dan tidak mengetahui rumus yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan soal, untuk kesalahan prosedural siswa dengan gaya belajar ini cenderung lupa dan tidak mengetahui langkah-langkah yang harus diambil selanjutnya dalam menjawab soal dan untuk kesalahan teknikal siswa dengan gaya belajar ini cenderung melakukan kesalahan dalam menulis variabel dan kurang teliti dalam perhitungan saat menjawab soal. Siswa dengan gaya belajar auditori mengalami kesalahan dalam menjawab soal 1-3 yang terdiri dari kesalahan konseptual, prosedural, dan teknikal, untuk kesalahan konseptual siswa dengan gaya belajar ini cenderung lupa dan tidak mengetahui rumus yang tepat untuk menyelesaikan soal, sedangkan untuk kesalahan prosedural mereka cenderung menjawab soal dengan langkah-langkah yang tidak berurutan, terakhir dalam hal kesalahan teknikal siswa ini sering melakukan kesalahan dalam menulis variabel dan kurang teliti dalam perhitungan saat menjawab. Siswa dengan gaya belajar kinestetik hanya mengalami kesalahan teknikal dalam menjawab soal nomor 1 dan 2, kesalahan teknikal ini terlihat dari ketidakakuratan dalam menulis variabel dan kurangnya ketelitian dalam perhitungan saat menyelesaikan soal.
Tingkat Berpikir Geometri Berdasarkan Level Van Hiele Ditinjau dari Gaya Belajar Taruna D1 STPN Yuberta, Fauzi; Firmanti, Pipit
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i1.8362

Abstract

Geometry skills are an important component not only for students majoring in mathematics, but also for non-mathematics students, including students at the National Land College. This is because the science of geometry plays an important role in everyday life, such as measurement. This research is quantitative descriptive. The instrument used in this research was the VHGT test with 25 questions. The subjects in this research were 53 first semester D1 students majoring in cadastral measurement and mapping.   The research results show that the highest level of geometric thinking that can be achieved is level 3 at 7.5%. The dominant geometric thinking level of students is at level 1 at 34%, followed by level 2 at 22.6%. The percentage of students who are at level 0 and not fit is 35.9%.   Apart from that, the distribution of learning styles possessed by students is kinesthetic at 45% and is able to reach the highest level of geometric thinking, informal deduction level. Furthermore, visual was 37.7% and was able to reach the highest level of informal deduction and auditory was 5.6% which reached the highest level of thinking at the analytical level. In other words, the existence of students who are still at level 0 and not fit shows that their geometry skills still need to be improved. Kemampuan geometri menjadi komponen penting tidak hanya bagi taruna yang mengambil jurusan matematika, namun juga bagi taruna non matematika termasuk taruna di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. Hal ini dikarenakan ilmu geometri yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari seperti pengukuran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes VHGT sebanyak 25 soal. Subjek dalam penelitian ini adalah 53 taruna D1 semester satu jurusan pengukuran dan pemetaan kadastral.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir geometri tertinggi yang mampu dicapai adalah level 3 sebanyak 7,5 %. Tingkat berpikir dominan taruna berada pada level 1 sebanyak 34 %, disusul level 2 sebanyak 22,6 %. Persentase taruna yang berada pada level 0 dan not fit sebanyak 35,9%.  Selain itu, distribusi gaya belajar yang dimiliki oleh taruna adalah kinestetik sebesar 45 % dan mampu mencapai tingkat berpikir geometri tertinggi level deduksi informal. Selanjutnya, visual sebesar 37,7 % dan mampu mencapai level tertinggi pada deduksi informal serta auditori sebesar 5,6 % yang mencapai tingkat berpikir tertinggi pada level analisis. Dengan kata lain, adanya taruna yang masih berada pada level 0 dan not fit menunjukkan bahwa kemampuan geometri masih perlu ditingkatkan.
Perbandingan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Melalui Model Mind Mapping Dan Model Pembelajaran Air (Auditory, Intellectualy, Dan Repetititon) Di Smp N 1 2 X 11 Kayutanam T.A 2022/2023 Cantika Padang, Sri; Firmanti, Pipit; Aniswita, Aniswita; Hista Medika, Gema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh, kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang rendah dan proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Model Mind Mapping dan Model AIR (Auditory, Intellectualy, dan repetition). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menggunakan model mind mapping lebih baik dari model AIR (auditory, intellectuali dan repetition) pada siswa kelas VIII di SMP N 1 2 x 11 Kayutanam Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas siswa kela VIII SMP N 1 2X11 Kayutanam. Sampel dari penelitian ini ada dua kelas. Kelas eksperimen yaitu VIII-3 sedangkan kontrol yaitu VIII-4. Berdasarkan analisi data tes kemampuan pemahaman konsep dihitung dengan uji-t. Dengan hasil untuk = 3,275 sedangkan 2,678. Karena yaitu maka diterima Sehingga model mind mapping lebih baik dari pada model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, dan Repetition) di SMP N 1 2X11 Kayutanam T.A 2022/2023.
Pengaruh Self Confidence Terhadap Hasil Belajar Matematika Oktarisa, Fira; Rahmat, Tasnim; Rusdi, Rusdi; Firmanti, Pipit
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh kurangnya self confidence siswa dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif yang signifikan self confidence terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitaif korelasional yang bersifat ex post facto. Populasi dari penelitian ini adalah berjumlah 160 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan teknik random sampling berjumlah 32 orang. Alat pengumpulan data atau instrumen dalam penelitiian ini adalah angket self confidence dan soal tes hasil belajar. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh persamaan regresi Y = 0,689X-11,909, koefisien korelasi sederhana sebesar 0,633 dan koefisien determinasi yang disumbangkan sebanyak 43,9%. Dari hasil pengujian hipotesis, diperoleh ttabel = 1,70 dan thitung = 4,850 pada tingkat kepercayaan 95%. Karena thitung > ttabel, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan self confidence terhadap hasil belajar matematika.
Pengaruh Metode Rolling Question Terhadap Kreativitas Siswa Kelas VIII Di MTsN 3 Agam Dalam Pembelajaran Matematika Putra, Doni Ardia; Aniswita, Aniswita; Rusdi, Rusdi; Firmanti, Pipit
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14477

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kreativitas dalam pembelajaran matematika. beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan kondisi kemampuan kreativitas di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi yang serupa juga ditemukan oleh peneliti di MTsN 3 Agam, berdasarkan hasil observasi siswa cendrung kurang kreatif ditandai dengan hanya 1 atau 2 orang siswa yang memberikan tanggapan, begitu juga ketika guru memberikan permasalahan siswa terkadang hanya diam, kemauan siswa dalam mengerjakan soal cendrung rendah dan tidak mau mencoba yang mengakibatkan siswa banyak menyontek. Dalam proses pembelajaran kebanyakan siswa cendrung kurang memperhatikan guru dan banyak melakukan aktivitas lain. Berdasarkan hasil observasi peneliti menduga rendahnya kreativitas dikarenakan metode yang digunakan guru belum sesuai, Salah satu dugaan solusi yang dianggap dapat menyelesaikan masalah tersebut yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode Rolling Question. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah mengetahui terdapat pengaruh pembelajaran matematika dengan metode Rolling Question terhadap kreativitas siswa kelas VIII di MTsN 3 Agam. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdapatnya pengaruh metode Rolling Question terhadap kreativitas siswa di MTsN 3 Agam pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian The Static Group Comparison. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII MTsN 3 Agam tahun 2023/2024 sebanyak 5 kelas. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Random Sampling , dengan Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII.2 sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII. 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika. Teknik Analisis data yang digunakan adalah uji-t. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, diperoleh bahwa kreativitas siswa yang mengikuti pembelajaran ‎dengan ‎ metode Rolling Question lebih baik dari pada siswa yang mengikuti ‎pembelajaran dengan motode Konvensional dikelas VIII MTsN 3 Agam‎. Hal ini dibuktikan dari perolehan nilai uji hipotesis ‎dengan nilai dan , dengan demikian dengan taraf kepercayaan α = 0,05 Artinya H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dengan metode Rolling Question terhadap kemampuan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika kelas VIII MTsN 3 Agam.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Numerasi pada Siswa Fase E.2 SMAN 1 Banuhampu Tahun Pelajaran 2022/2023 Fauziah, Irma; Isnaniah, Isnaniah; Aniswita, Aniswita; Firmanti, Pipit
Juring (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/juring.v7i1.25795

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal Penilaian Kompetensi Minimum (AKM) Berhitung untuk siswa tahap E.2 di SMAN 1 Banuhampu tahun ajaran 2022/2023. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh 35 siswa tahap E.2 SMAN 1 Banuhampu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes administrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal AKM Numeracy yang terdiri dari 5 soal berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 29,60%. Nilai persentase rata-rata untuk indikator pertama pemahaman soal adalah 39,71% dalam kategori rendah, indikator kedua adalah menyusun rencana, yaitu 31,24% dalam kategori rendah, indikator ketiga adalah melaksanakan rencana, yaitu 32,28% dalam kategori rendah, dan indikator keempat melihat ke belakang yaitu 2,38% dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa secara keseluruhan dalam menyelesaikan Penilaian Kompetensi Minimum (AKM), soal-soal berhitung berada pada kategori rendah.