Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PEMAHAMAN TREN SAAT INI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA Kartoli Kartoli; Helda Risman
Mimbar Agama Budaya Vol 37, No 1 (2020): Mimbar Agama Budaya
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.023 KB) | DOI: 10.15408/mimbar.v37i1.17825

Abstract

Abstract. It is inevitable that Pancasila has become a unifier and guide to the life of the nation and state. In line with the dynamics of the era, of course, in its application needs continuous efforts in its adjustment and strengthening. For this reason, understanding the current situation and conditions is important to be a concern. This paper tries to explain the tendency of the current situation and conditions in the context of evaporation of the Pancasila values. The related literature study was used by the autor to compile the main idea points referring to the current situation and conditions and the need for a relevant mindset to contemporary times without losing the essence of strengthening the values of Pancasila. It was hoped that this paper may be a contribution of thought for stakeholders in relation to efforts to strengthen Pancasila as a unifying philosophy and life guide for elements of the Republic of Indonesia. Abstrak.  Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa Pancasila telah menjadi pemersatu dan panduan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejalan dengan dinamika perkembangan jaman, tentu dalam penerapannya perlu upaya berkelanjutan dalam penyesuaian dan penguatannya. Untuk itu, pemahaman terhadap situasi dan kondisi berjalan penting untuk menjadi perhatian. Tulisan ini mencoba memaparkan kecenderungan situasi dan kondisi saat ini dalam konteks penguapan nilai-nilai Pancasila. Kajian pustaka terkait digunakan penulis untuk merangkai pokok-pokok pikiran merujuk kepada trend situasi dan kondisi berjalan dan perlunya pola pikir yang relevan dengan masa kontemporer tanpa menghilangkan esensi penguatan nilai-nilai Pancasila. Harapannya adalah tulisan ini dapat menjadi sumbangsih pemikiran bagi pihak terkait dalam kaitannya dengan upaya penguatan Pancasila sebagai falsafah pemersatu dan pedoman kehidupan elemen dari NKRI.
STRATEGI PERANG SEMESTA MELALUI OPTIMALISASI NILAI PANCASILA KETUHANAN YANG MAHA ESA Ernes; Lukman Yudho Prakoso; Helda Risman
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 3: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.381 KB)

Abstract

Posisi geografis Indonesia yang sangat strategis di peta dunia ditambah derasnya arus globalisasi saat ini, memunculkan berbagai potensi ancaman baik ancaman fisik maupun ancaman non-fisik yang dapat mengancam keutuhan dan Ketahanan Nasional Bangsa. Ancaman yang berpotensi memunculkan peperangan diantisipasi dengan menyusun konsep perang yang dianut oleh bangsa Indonesia. Sejak awal perang kemerdekaan sampai lahirnya Negara Indonesia, telah terbukti bahwa perang yang berlangsung adalah perang semesta yang mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk melawan penjajah. Strategi Perang Semesta yang dianut bangsa Indonesia diwujudkan dalam Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA). Namun penerapan Sishankamrata belum bisa maksimal dalam melindungi dan mempertahankan kedaulatan negara Indonesia karena salah satu faktornya adalah melemahnya semangat nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia saat ini. Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Optimalisasi Nilai Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa mampu memberikan solusi dalam upaya pembentukan karakter dan jati diri bangsa sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan penerapan Sishankamrata di tengah krisis semangat nasionalisme di kalangan generasi muda Indonesia.
Analysis of The Russia-Ukraine War Based on Giulio Douhet's Airpower Theory and as The Best Practice For Indonesia's Air Force Agus Kartomo; Tri Legionosuko; Helda Risman
Strategi Perang Semesta Vol 8, No 2 (2022): JURNAL STRATEGI PERANG SEMESTA
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56555/sps.v8i2.1512

Abstract

The Russia-Ukraine war is a conventional war that happened in the modern era. The war shows that airpower is dominant in attacking strategic targets. Hight precision missiles use to avoid civilian casualties even though they still happen. From the perspective of airpower, it is exciting to analyze according to Giulio Douhet's theory. The result and discussions from the Russo-Ukrainian war from an air power perspective show that Douhet's theory is still relevant, but some adjustments are needed. Nowadays, attacking before declaring war breaks the war law. Making civilian casualties is against a human right. Another adjustment is due to technological advances in air power, so air power is a strategic target at the beginning of the war. This paper uses a descriptive-analytical method by analyzing data obtained from open sources.
Securitization of tourism activities to defend national interest Galih A Putra; Helda Risman
Strategi Perang Semesta Vol 8, No 2 (2022): JURNAL STRATEGI PERANG SEMESTA
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56555/sps.v8i2.1515

Abstract

Indonesia's current dynamic of tourism activities brings about positive impacts such as increasing the GDP and making good diplomatic relations. On the other hand, it can also create security threats, including terrorism, crime, and a new variant of the COVID-19 virus appearance. These issues impacted many stakeholders from the states up to the society. This research aims at explaining the securitization of tourism activities interfered with the defense of Indonesia's national interests by conducting a descriptive analysis method based on data from books, previous research, and some regulations. It portrays many challenges faced by Indonesia and the opportunities they get to defend national interest from the securitization of tourism activities. It also shows that the government's strategy in measuring security threats needs to be done hand-in-hand with all stakeholders to increase the effectiveness.
Security dilemma: Upholding Indonesia's independence and active foreign policy Azwar Amar Ma'ruf; Helda Risman
Strategi Perang Semesta Vol 8, No 2 (2022): JURNAL STRATEGI PERANG SEMESTA
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56555/sps.v8i2.1526

Abstract

The world condition where there has been a war between Russia and Ukraine and the involvement of the US has had a drastic impact on the international political system. As the two superpowers in the world today and not forgetting about China, Indonesia which has Independence and an Active Foreign Policy must face this challenge whether to choose one side or remain as a non-aligned movement country. This research focuses on the point of view where Indonesia is in a security dilemma between remaining as a non-aligned movement country or choosing to side with one of these superpowers.
ADMM Strategy in Overcoming the Covid-19 Pandemic: Defense Diplomacy Perspective Wasis Waskito; Budi Pramono; Helda Risman
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i3.2419

Abstract

ASEAN as a regional organization is considered slow and less unified in tackling the Covid-19 pandemic. In the midst of these problems, ADMM as the main defense cooperation organization was more agile in responding to the pandemic that had begun to spread. This study aims to analyze ADMM's strategy in overcoming the Covid-19 pandemic from the perspective of defense diplomacy. The research uses a quasi-qualitative approach with interactive model analysis technique and with data obtained from literature study technique. The findings show that ADMM has carried out securitization of Covid-19, which has had an impact on the formation of regional perceptions regarding the threat of a pandemic that attacks common interests. To overcome the pandemic, ADMM has deployed defense cooperation in the fields of military medicine and CBR. In the midst of space and time constraints, ADMM was forced to modify their defense diplomacy strategy into virtual defense diplomacy. This model of defense diplomacy is an important lesson for ASEAN's defense diplomacy activities to face the same threat in the future
PENINGKATAN KEMAMPUAN PASUKAN KHAS TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM (STUDI DI DETASEMEN MATRA 1 PASUKAN KHAS HALIM PERDANA KUSUMA) Radik Yuda Kanigara; Bastari Bastari; Helda Risman
Strategi Pertahanan Udara Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v6i1.511

Abstract

Denmatra Paskhas 1 adalah sebuah satuan di bawah Wing 1 Korpaskhasau yang memiliki kemampuan parakomando dengan beberapa kemampuan khusus seperti pengendalian tempur, pengendalian pangkalan, SAR tempur dan jumping master. Sebagai bagian integral dari TNI dan di bawah TNI AU, Denmatra 1 Paskhasau memiliki tugas OMSP yang di dalamnya adalah misi SAR. Namun terdapat perbedaan dalam hal pengerahan Tim SAR Tempur dan SAR pada umumnya, dimana perbedaan antara kemampuan dasar Search And Rescue Denmatra Paskhas yang dikondisikan sebagai Combat SAR dapat digunakan dalam operasi Search And Rescue dalam penanggulangan Bencana yang kemudian menjadi langkah dalam mengisi gap perbedaan oleh karena itu, agar didapatkan efektifitas pengerahan SAR Tempur Denmatra 1 Korpaskhasau di dalam sebuah operasi SAR bencana atau operasi lainnya, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peningkatan kemampuan Detasemen Matra 1 Paskhas dalam menanggulangi bencana alam. Guna mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui teknik wawancara mendalam di berbagai instansi terkait dengan teknik purposive sampling, melakukan observasi pasif dan penelaahan dokumen. Hasil penelitian ditemukan bahwa peningkatan kemampuan Detasemen Matra 1 Paskhas dalam menanggulangi bencana alam yaitu melakukan pembinaan latihan para personil baik secara mandiri maupun bersinergi dengan satuan/instansi lain pada berbagai medan dan cara agar personil dapat menguasai segala medan; melakukan persiapan dan pengecekan terhadap alat-alat dan dukungan-dukungan alutsista untuk menunjang operasi SAR; melakukan sharing ilmu dengan lembaga-lembaga SAR dan lembaga kemanusiaan lainnya serta selalu up-date terhadap informasi dan perkembangan situasi terkini.Kata kunci : SAR, Denmatra 1 Korpaskhasau, TNI AU, Manajemen Bencana, OMSP
PENINGKATAN KEMAMPUAN PASUKAN KHAS TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN UDARA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM (STUDI DI DETASEMEN MATRA 1 PASUKAN KHAS HALIM PERDANA KUSUMA) Radik Yuda Kanigara; Bastari Bastari; Helda Risman
Strategi Pertahanan Udara Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Strategi Pertahanan Udara
Publisher : Universitas Perrtahanan Indonesia (UNHAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jspu.v6i1.511

Abstract

Denmatra Paskhas 1 adalah sebuah satuan di bawah Wing 1 Korpaskhasau yang memiliki kemampuan parakomando dengan beberapa kemampuan khusus seperti pengendalian tempur, pengendalian pangkalan, SAR tempur dan jumping master. Sebagai bagian integral dari TNI dan di bawah TNI AU, Denmatra 1 Paskhasau memiliki tugas OMSP yang di dalamnya adalah misi SAR. Namun terdapat perbedaan dalam hal pengerahan Tim SAR Tempur dan SAR pada umumnya, dimana perbedaan antara kemampuan dasar Search And Rescue Denmatra Paskhas yang dikondisikan sebagai Combat SAR dapat digunakan dalam operasi Search And Rescue dalam penanggulangan Bencana yang kemudian menjadi langkah dalam mengisi gap perbedaan oleh karena itu, agar didapatkan efektifitas pengerahan SAR Tempur Denmatra 1 Korpaskhasau di dalam sebuah operasi SAR bencana atau operasi lainnya, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis peningkatan kemampuan Detasemen Matra 1 Paskhas dalam menanggulangi bencana alam. Guna mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui teknik wawancara mendalam di berbagai instansi terkait dengan teknik purposive sampling, melakukan observasi pasif dan penelaahan dokumen. Hasil penelitian ditemukan bahwa peningkatan kemampuan Detasemen Matra 1 Paskhas dalam menanggulangi bencana alam yaitu melakukan pembinaan latihan para personil baik secara mandiri maupun bersinergi dengan satuan/instansi lain pada berbagai medan dan cara agar personil dapat menguasai segala medan; melakukan persiapan dan pengecekan terhadap alat-alat dan dukungan-dukungan alutsista untuk menunjang operasi SAR; melakukan sharing ilmu dengan lembaga-lembaga SAR dan lembaga kemanusiaan lainnya serta selalu up-date terhadap informasi dan perkembangan situasi terkini.Kata kunci : SAR, Denmatra 1 Korpaskhasau, TNI AU, Manajemen Bencana, OMSP
Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1949) dalam Perspektif Strategi Perang Semesta Nurbantoro, Endro; Midhio, I Wayan; Risman, Helda; Prakoso, Lukman Yudho; Widjayanto, Joni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2658

Abstract

Negara Indonesia menerapkan sistem pertahanan yang bersifat semesta, dalam arti melibatkan seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan. Konsep Perang Semesta lahir pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia (1945-1949), dimana Indonesia dihadapkan pada situasi yang sulit dan kritis pasca proklamasi kemerdekaan akibat kedatangan Belanda yang ingin kembali menduduki Indonesia. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, bangsa Indonesia harus berjuang menghadapinya, baik melalui perjuangan diplomasi maupun perjuangan bersenjata. Kedua bentuk perjuangan ini dilakukan secara bergerilya dan mengerahkan segenap sumber daya yang dimiliki. Berpijak dari fenomena tersebut, maka penulis tergugah untuk menganalisa lahirnya konsep Perang Semesta yang bersumber dari pengalaman sejarah perjuangan bangsa Indonesia selama masa Perang Kemerdekaan tahun 1945-1949. Pembahasan pada artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sejarah, dimana dalam prosedur penyusunannya melalui empat tahapan, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Analisa data yang digunakan adalah analisa historis, dengan penekanan pada ketajaman dalam menginterpretasi fakta sejarah. Dari analisis yang dilakukan, dapat dibuktikan bahwa selama Perang Kemerdekaan pada tahun 1945-1949, perjuangan bersenjata dan perjuangan diplomasi dapat berjalan secara pararel dan saling menguatkan. Hakikat kesemestaan telah tertanam pada kedua bentuk perjuangan tersebut dengan adanya dukungan dan mobilisasi rakyat, pengerahan segenap sumber daya yang dimiliki serta seluruh wilayah perjuangan.
The Impact of the Formation of Petroleum Fund Policy on the Sustainability of Oil and Gas Activities in Indonesia Awaf Wirajaya; Nugroho Adi Sasongko; Helda Risman
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 2 (2024): IJHESS OCTOBER 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i2.1354

Abstract

Business activities in the oil and gas sector certainly require high costs from upstream to downstream. From upstream to downstream of Indonesian oil and gas, the gap between production and consumption is getting wider, namely 616 thousand BOPD production and 1,471 MBOPD consumption and refinery capacity is still below the consumption figure, namely 1,151 million barrels per day. The need for high costs can be minimized by establishing a policy called the Petroleum Fund. This Petroleum Fund is taken from state revenues from the oil and gas sector for specific purposes to ensure the sustainability of oil and gas activities for future generations. Petroleum funds, especially in Indonesia, can be used for several important things such as investment capital on the upstream side to increase potential reserve status. On the downstream side, it can be used to increase refinery capacity so that fuel oil imports decrease. The fluctuating nature of oil prices is certainly a threat that must be overcome, this is anticipated by forming this policy so that fuel prices remain affordable for the public. Then efforts to reduce greenhouse gas emissions become an important thing that must be achieved by oil and gas companies as well as increasing human resource capacity in areas around the oil and gas industry.