Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Perencanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran Dengan Komitmen Pengguna Anggaran Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Papua) Wahyu Kurniawan; Entar Sutisman; Yana Ermawati; Pasolo, M. Ridwansyah; Sumartono
The Journal of Business and Management Research Vol 3 No 2 (2020): Juli
Publisher : Magister Manajemen Universitas Yapis Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55098/tjbmr.v3i2.18

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Perencanaan Anggaran Terhadap Komitmen Pengguna Anggaran, menganalisis Pengaruh Komitmen Pengguna Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran, menganalisis Pengaruh Perencanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran, dan menganalisis Pengaruh Komitmen Pengguna Anggaran Dalam Memediasi Perencanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua. Dalam penelitian ini penentuan sampel yang diambil menggunakan multi-stage cluster sampling, menurut (Ferdinand, 2014:178), multi-stage cluster sampling adalah penarikan beberapa sampel yang berbeda dari beberapa cluster yang berbeda. Hal ini difokuskan pada ASN/pegawai pada Kantor Wilayah Bagian Umum, Bagian Program, Humas dan TI serta pengelola keuangan dan perencanaan pada Divisi Pemasyarakatan, Divisi Imigrasi dan Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, untuk unit pelaksana teknispada bagian tata usaha dan bagian keuangan, yaitu KPA, PPK, PPSPM, bendahara pengeluaran, bendahara pengeluaran pembantu, bendahara pembuat daftar gaji, operator RKA-KL, staf bagian keuangan dan staf bagian program pada Kantor Wilayah. jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 200 responden.. Data analisis dengan menggunakan IBM SPSS AMOS 22 dan Sobel. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1).Perencaan Anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Komitmen Pengguna Anggunan pada Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua, 2). Komitmen Pengguna Angguna berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Penyerapan Anggaran Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua, 3). Perencanaan Anggaran berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Penyerapan Anggaran Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua, 4). Komitmen Pengguna Anggunan belum dapat memediasi pengaruh antara Perencanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran Pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua,
BREEDER'S PERCEPTIONS OF GOVERNMENT'S POLICY REGARDING VACCINATION FOR FOOT AND MOUTH DISEASE (FMD) IN BEEF CATTLE (Case Study in Tikung District, Lamongan Regency) Dyah Wahyuning; Sumartono; Badat Muwakhid
Jurnal Ternak Vol. 15 No. 2 (2024): Desember, 2024
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v15i2.239

Abstract

The cause of Foot and Mouth Disease (FMD), FMD virus (FMDV), is an acute infectious disease that is highly contagious in hoofed animals. In Lamongan Regency, outbreaks of FMD in cattle have led to a decline in population. Despite vaccination programs, breeders' willingness to vaccinate is influenced by perceptions of vaccine safety and effectiveness. Increasing vaccination coverage is hoped to restore FMD-free status in the area. This study aims to provide knowledge about the influence of breeders' perceptions of government policy on FMD vaccination of beef cattle in Tikung Sub-district, Lamongan Regency and to provide knowledge about the factors that influence breeders' perceptions of government policy on FMD vaccination of beef cattle in Tikung Sub-district, Lamongan Regency. This study is a mixed methods study with a sequential explanatory design. The instruments in this study included questionnaires and interview guidelines with data collection techniques of questionnaire distribution and in-depth interviews with informants. While data analysis techniques in the quantitative approach were carried out with univariate and bivariate analysis. And the qualitative approach was carried out using the interactive model according to Miles et al. The results of the study showed that there was a significant positive effect of breeders' perceptions on FMD vaccination policy in beef cattle in Tikung Subdistrict, Lamongan District (significance value of 0.000 (0.000 < 0.05) and t value of 5.894 > t table (1.9858 )). Factors such as extensive knowledge of FMD and vaccination programs, personal experience with the disease, and support from the government and livestock groups contribute to positive perceptions of these policies. However, challenges such as concerns about post-vaccination side effects and timing conflicts with breeders' village activities affect participation rates and trust in the program.
Mesin Pengayak untuk Memroduksi Arang bagi Perajin Arang Tempurung Kelapa di Desa Ujung Serdang Kecamatan Tanjung Morawa Sumartono; Sembiring, Rahmad Widia; Zulhendri; M. Syahruddin
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian yang telah dilakukan merupakan kegiatan dalam rangka peningkatan usahadan pengembangan usaha mitra. Salah satu proses pengolahan batok kelapa menjadiarang adalah proses pemisahan debu arang dari lempengan arang, yaitu prosespengayakan. Proses ini merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh MitraUsaha Arang Batok Kelapa karena masih menggunakan cara manual. Oleh karena itu,diperlukan penerapan IPTEK yang lebih mumpuni untuk mengurangi beban tenagamanusia sekaligus meningkatkan kesehatan pekerja. Tujuan dari kegiatan ini adalahuntuk mengurangi beban pekerja, meningkatkan kuantitas dan kualitas produk arang,meningkatkan nilai ekonomis produk, serta memenuhi kebutuhan pupuk organik yangmurah bagi petani. Kegiatan PKM ini diawali dengan survei awal ke lokasi mitra untukmenentukan solusi atas permasalahan yang ada, dilanjutkan dengan pembuatan mesinpengayak, pemberian pelatihan cara operasional alat, perawatan, dan pembimbingan. Hasildari PKM ini adalah tercapainya target luaran PKM, di mana mitra telah diberikan bantuanberupa mesin pengayak yang beroperasi secara mekanis untuk menggantikan pekerjaanmengayak arang secara manual. Mitra dan pekerja telah mendapatkan pelatihan danbimbingan terkait pengoperasian serta perawatan mesin, sehingga mampu memproduksiarang tempurung kelapa secara maksimal dan efisien.
Pembuatan Mesin Granul Pembuatan Pupuk Organik Butiran bagi Petani Desa Naga Rejo, Galang, Deli Serdang Tarigan, Liwat; Sumartono; Zulhendri; Ahmad, Sulaiman
BERKAT: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh petani di Desa Nogo Rejo adalah mahalnya harga pupukkimia. Pupuk bersubsidi sangat terbatas, sehingga diperlukan alternatif penggantipupuk kimia untuk memenuhi kebutuhan petani sekaligus mengurangi ketergantunganpada penggunaan pupuk kimia. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihantentang proses pembuatan pupuk organik dan memberikan bantuan mesin granuluntuk membuat pupuk organik dari bahan baku limbah pertanian dan peternakan yangtersedia di Dusun 7, Desa Nogo Rejo. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) inidiharapkan agar mitra bersama petani dapat memanfaatkan sisa pertanian danpeternakan menjadi pupuk organik butiran yang berkualitas dengan menggunakanmesin granul, sehingga ketergantungan pada pupuk kimia dapat dikurangi danketersediaan pupuk organik butiran yang murah untuk memenuhi kebutuhan petanidapat terpenuhi melalui mitra UD. Bina Usaha.
Numeracy Skills Of Junior High School Students In Doing AKM (Minimum Competency Assessment) Type Problems Fathimatuzzahro, Iffah; Sumartono; Prastiwi, Lusiana
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 16 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v16i1.247

Abstract

In an effort to improve numeracy skills, the Ministry of Education and Culture has established the National Assessment as a form of education evaluation in Indonesia. The implementation of the National Assessment evaluation is measured through the Minimum Competency Assessment (AKM). The Pythagorean Theorem is one of the chapters that includes geometry and measurement materials, and algebra which requires the ability to analyze and solve problems. Understanding and practice questions using the AKM type of questions are needed so that students can easily interpret mathematical problems that arise in everyday life. The purpose of this study was to describe the numeracy skills of junior high school students in solving AKM type questions on the Pythagorean Theorem material. The subjects of this study were 12 students of Class VIII of SMP Brawijayasakta I Surabaya. This study used a qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study were written tests and unstructured interviews. The data analysis technique used by the researcher was triangulation techniques which aimed to ensure the relationship between test results and interview answers. The results of this study indicate that Students in the high numeracy ability category are sufficient to fulfill indicator 1, and can fulfill indicators 2 and 3 well. For students in the low numeracy ability category, it is enough to meet indicator 1, to meet indicator 2 well and not to meet indicator 3. For students in the low numeracy ability category, it is enough to meet indicator 1 and not meet indicators 2 and 3.
Continuous Improvement dengan Siklus PDCA dalam Pelayanan Kependudukan Berbasis Digital di Kabupaten Wonogiri Naufal, Muhammad; Sumartono; Putra, Fadillah
Jurnal Transformative Vol. 11 No. 1 (2025): Civic Agency, Bureaucratic Reform, Digital Governance, and Resource Curse in S
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.transformative.2025.011.01.2

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan menjadi pelayanan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat, namun seringkali masyarakat sulit mengakses layanan tersebut karena proses yang lama dan letak kantor yang jauh. Pelayanan kependudukan digital hadir secara berkelanjutan untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbaikan berkelanjutan dengan siklus PDCA untuk melihat tahapan dalam perbaikan berkelanjutan pada pelayanan kependudukan berbasis digital. Untuk itu, tulisan ini bersandar pada data kualitatif yang dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan Informan dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan berkelanjutan dengan siklus PDCA mampu berjalan dengan kompleks melihat permasalahan terlebih dahulu yang kemudian menjadi rencana Desa Nyawiji Migunani dengan aplikasi Telunjuk Sakti. Pelaksanaan dilakukan dengan jemput bola, pelatihan SDM, dan sosialisasi masyarakat. Selain itu, terdapat pemeriksaan untuk melihat kekurangan atau hambatan yang terjadi dalam pelayanan kependudukan berbasis digital. Dari hasil pemeriksaan tersebut diambillah tindakan-tindakan yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan, tindakan yang dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder lain dan membuat layananan call center untuk mempermudah masyarakat melakukan pengaduan dan memperoleh informasi.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI GEOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN VISUAL SPASIAL Gempur Anarky, Fajar; Sumartono; Prastiwi, Lusiana
Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/jrpm.v5i2.894

Abstract

ABSTRACT Creative thinking is the process of generating many ideas for a problem and providing various possible answers or solutions to a problem based on the information provided. The purpose of this study was to describe the profile of students' creative thinking abilities in geometry material in terms of students' visual-spatial intelligence. This research is a type of descriptive qualitative research conducted at SMA Dr. Soetomo Surabaya for the 2022-2023 academic year, with research subjects for class XII IPA 2 students. To be able to find out a description of students' creative thinking abilities, a test was carried out which contained three indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility and originality. There are two stages in this study, namely: giving questions on the visual-spatial intelligence test and giving questions on the ability to think creatively. From the results of the study using triangulation, namely by comparing the results of written tests with interviews, it was shown that: students with high visual-spatial intelligence fulfilled all indicators of creative thinking ability, students with medium-level visual-spatial intelligence only fulfilled two indicators of creative thinking ability, and students with visual intelligence low level spatial meets one indicator of creative thinking ability. Keywords: Creative Thinking, Geometry, and Visual Spatial Intelligence
PENGOLAHAN GAS LIMBAH PROYEK GAS NATUNA Sumartono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2000)
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Gas Natuna yang akan mengembangkan cadangan gas sebesar 46 TCF dapat menghasilkan 2400 MSCFD hidrokarbon selama lebih dari 30 tahun. Dengan potensi tersebut akan mampu memasok kebutuhan gas dalam jumlah besar dan jangka panjang serta menghasilkan nilai ekonomi yang besar. Namun Proyek Gas Natuna juga menghadapi tantangan harus dapat mengolah gas limbah yang terdiri atas 71 % CO2 dan 0,6 % H2S. Untuk memisahkan CO2 diterapkan teknologi Cryogenic, sedangkan untuk memisahkan H2S diterapkan teknologi Flexsorb SE. Teknologi Cryogenic mampu menurunkan kandungan CO2 dari 71 % menjadi 18 %, sedangkan teknologi Flexsorb SE mampu menurunkan kandungan H2S dari 930 ppmv menjadi 20 ppmv. Pembuangan dan penyimpanan CO2 dan H2S secara permanen dilakukan dengan menginjeksikannya kedalam aquifer melalui anjungan injeksi. Kombinasi teknologi Cryogenic dan Flexsorb SE mampu menghasilkan gas Natuna yang memenuhi persyaratan lingkungan dan kompetitif.
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN SAPI POTONG DENGAN SISTEM EKSTENSIF DI PADANG SAVANA KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT: ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN SAPI POTONG DENGAN SISTEM EKSTENSIF DI PADANG SAVANA KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Setiawan, Andi; Sumartono; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.275

Abstract

The purpose of this study was to determine the profile of beef cattle farming in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency and also to analyze the potential for developing beef cattle farming in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency. The method used in this study was a qualitative descriptive approach. This research was implemented from September 1, 2024, to September 30, 2024 , taking place in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency . The results of this study show that the savannah in Pekat District, Dompu Regency has an area of 2000 hectares with a total population of 46,177 animals consisting of cattle, goats, horses, and buffalo spread across 12 villages. The total carrying capacity of the savannah in Pekat District, Dompu Regency is 154,922 animals. The SWOT analysis of the savannah in Pekat District, Dompu Regency consists of Strengths of the grazing fields which have a land area of 2000 hectares , the grazing fields which have the largest population in Dompu Regency , the grazing fields which have the largest contribution to the livestock economy in Dompu Regency. Weaknesses of the grazing fields which are only covered by grass with low nutritional content , the grazing fields which have a drinking water crisis for livestock in the dry season , suboptimal disease prevention management. Opportunities for planting superior grass seeds that have high nutritional content to meet the needs of livestock green fodder , procurement of irrigation systems or drilling water sources , sustainable grazing programs . Threats for attacks animal cruelty to livestock , less than optimal security , conversion of land into agricultural land, causing conflict between livestock breeders and farmers.
Challenges and Opportunities in Career Development Planning for Functional Officers in Sikka Regency: A Study Based on the Strategic Planning for Human Resources Framework Karwayu, Rentika Konstantin; Sumartono; Nuh, Mohammad
The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning Vol 6 No 2 (2025): August
Publisher : Pusbindiklatren Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46456/jisdep.v6i2.737

Abstract

This study aims to analyze the career development planning of functional officials serving as Human Resource Analysts at BKPSDM of Sikka Regency through the perspective of Strategic Planning for Human Resources (SPHR), and to identify its supporting and inhibiting factors. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the planning process remains unstrategic, not based on job requirements, and lacks participation from functional civil servants. The absence of a grand strategy, limited capacity of planners, non-analytical information systems, and budget constraints are identified as the primary obstacles. Meanwhile, the merit system policy, motivation of functional civil servants, and emerging managerial awareness serve as potential enabling factors. This study recommends strengthening the planning institution, formulating strategic documents, digitizing career mapping, and integrating policies based on competence and performance as key solutions to sustainably reform the career system of functional civil servants.