Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edu Masda Journal

POTENSI INTERAKSI OBAT-OBAT POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI: STUDI RETROSPEKTIF DI SALAH SATU APOTEK KOTA PONTIANAK Herdaningsih, Sulastri; Inderiyani, Inderiyani; Fauzan, Suhaimi; Hairunnisa, Hairunnisa; Aulia, Gina; Asmara, Ratna Dewi Lintang
Edu Masda Journal Vol 7, No 1 (2023): Edu Masda Journal Volume 7 Nomor 1
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v7i1.185

Abstract

Drug-drug interactions are changes in the effectiveness or toxicity of one drug due to the presence of other drugs that are given simultaneously. These drug interactions can cause several problems, including decreased therapeutic effect, increased toxicity, or unexpected pharmacological effects. The purpose of this study was to determine the potential for drug-drug interactions in geriatric patients in a retrospective study and to determine the percentage of potential drug-drug interactions in geriatric patients in a retrospective study at a Pontianak City Pharmacy. This research method was carried out in a retrospective way, namely research conducted from January 2022 to March 2022 with inclusion criteria and exclusion criteria. Data is processed through the www.drugs.com database or Drug Interactions Checker. Of the total prescriptions that have been analyzed, there is a percentage of potential drug interactions of 9.76% consisting of major 11.72%, moderate 64.06% and minor 24.22%. From this study it is known that moderate drug interactions are higher than major and minor interactions, so the use of polypharmacy drugs in geriatric patients must be watched out so as not to cause a decrease in the patient's clinical status.ABSTRAKInteraksi obat-obat merupakan perubahan efektivitas atau toksisitas satu obat karena adanya obat lain yang diberikan secara bersamaan. Interaksi obat ini dapat menyebabkan beberapa masalah antara lain penurunan efek terapi, peningkatan toksisitas, atau efek farmakologis yang tidak diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya potensi interaksi obat dengan obat pada pasien geriatri studi rektrospektif dan untuk mengetahui berapa persentase potensi kejadian interaksi obat dengan obat pada pasien geriatri studi rektrospektif disalah satu Apotek kota Pontianak. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara rektrospektif yaitu penelitian yang dilakukan pada bulan januari 2022 sampai maret 2022 dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data diproses melalui www.drugs.com database atau Drug Interactions Checker. Dari total resep yang telah dianalisis terdapat persentase potensi interaksi obat sebesar 9,76% yang terdiri dari mayor 11,72%, moderat 64,06 %, dan minor 24,22 %.  Dari penelitian ini diketahui bahwa interaksi obat moderat lebih tinggi dibandingan dengan interaksi mayor dan minor, sehingga penggunaan obat polifarmasi pada pasien geriatri harus diwaspadai agar tidak menyebabkan penurunan status klinis pasien.
AKTIVITAS MUKOLITIK EKSTRAK ETANOL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) TERHADAP PUTIH TELUR BEBEK SECARA IN VITRO Inderiyani, Inderiyani; Herdaningsih, Sulastri; Muharami, Savitri
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.263

Abstract

                                                         ABSTRACT The long bean plant (Vigna sinensis L.) is a type of legume vegetable that is widely cultivated in Indonesia. This plant has secondary metabolites i.e alkaloids, flavonoids, saponins and tannins which are suspected to have activity as mucolytics. This study aims to find out whether ethanol extract of long beans with a concentration of 0.1%; 0.2% and 0.4% have activity as mucolytics. The research was carried out by processing seedless long beans into simplicia and then maceration with 96% ethanol solvent. Activity testing was carried out by mixing 100 mL of duck egg white with 100 mL of test solution (1:1). The test solution used was negative control (aquadest), positive control (acetylcysteine solution 0.2%), long bean ethanol extract solution with a concentration of 0.1%; 0.2% and 0.4%. Viscosity measurements were made using  the LVT230 Brookfield viscometer at minutes 0, 15, 30, 45 and 60. The results showed that the positive control group and all groups of long bean ethanol extract had a significant difference from the negative control group (p<0.05) so that it could be concluded that long bean ethanol extract with a concentration of 0.1%; 0.2% and 0.4% had mucolytic activity with a percentage of mucolytic effects respectively is 41.59%; 47.17% and 53.72%.                                                                                              ABSTRAKTanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) adalah jenis sayuran kacang- kacangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang diduga memiliki aktivitas sebagai mukolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kacang panjang dengan konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,4%  memiliki aktivitas sebagai mukolitik. Penelitian dilakukan dengan mengolah kacang panjang tanpa biji menjadi simplisia kemudian di maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas dilakukan dengan mencampurkan 100 mL putih telur bebek dengan 100 mL larutan uji (1:1). Larutan uji yang digunakan yaitu kontrol negatif berupa aquadest, kontrol positif berupa larutan asetilsistein 0,2%, larutan ekstrak etanol kacang panjang konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,4%. Pengukuran viskositas dilakukan dengan menggunakan viskometer Brookfield LVT230 pada menit ke 0, 15, 30, 45 dan 60. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol positif dan semua kelompok ekstrak etanol kacang panjang memiliki perbedaan yang bermakna terhadap kelompok kontrol negatif  (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan ekstrak etanol kacang panjang dengan konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,4% memiliki aktivitas mukolitik dengan aktivitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 0,4% yaitu  sebesar 53,72%.
UJI AKTIVITAS ANTELMINTIK SIRUP EKSTRAK ETANOL UMBI BATANG ROTAN (CALAMUS ROTANG L.) TERHADAP CACING GELANG (ASCARIDIA GALLI) SECARA IN VITRO Herdaningsih, Sulastri; Inderiyani, Inderiyani; Fauzan, Suhaimi; Aulia, Gina
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.278

Abstract

                                                   ABSTRACTAnthelmintics are drugs used to eradicate worms from the human or animal body. This study aims to determine whether ethanol extract of rattan stem tubers can be formulated as a syrup preparation and to determine how the physical evaluation of ethanol extract syrup preparation of rattan stem tubers. The research method used was laboratory experimental design. The test animals used were 75 heads, which were divided into 5 groups with 3 replications. The research was conducted with activity tests using Ascaridia galli worms soaked in rattan stem tuber extract syrup (Calamus rotang L.) with concentrations of 0.5%; 0.75%; and 1%. Piperazine citrate 0.9% was used as positive control and NaC1 0.9% physiological solution as negative control. Observations were made every 15 minutes by looking at whether lysis occurred in the worms. The results of testing the activity of rattan stem tuber extract showed that all concentrations of rattan stem tuber extract syrup (0.5%; 0.75%; and 1%) had a mortality percentage of 100%. Statistical results at concentrations of 0.75% and 1% are not significantly different from the positive control (> 0.05). This shows that rattan stem tuber extract syrup (Calamus rotang L.) has anthelmintic activity.                                       ABSTRAKABSTRAKAntelmintik merupakan obat yang digunakan untuk memberantas cacing dari dalam tubuh manusia atau hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol umbi batang rotan dapat diformulasikan sebagai sediaan sirup dan untuk mengetahui bagaimana evaluasi fisik sediaan sirup ekstrak etanol umbi batang rotan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimental laboratorium. Hewan uji yang digunakan sebanyak 75 ekor, yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan 3 replikasi. Penelitian dilakukan dengan uji aktivitas menggunakan cacing Ascaridia galli yang direndam dalam sirup ekstrak umbi batang rotan (Calamus rotang L.) dengan konsentrasi 0,5%; 0,75%; dan 1%. Pada kontrol positif digunakan Piperazine sitrat 0,9 % dan larutan fisiologis NaC1 0,9 % sebagai kontrol negatif. Pengamatan diakukan tiap 15 menit dengan cara melihat apakah terjadi lisis pada cacing. Hasil pengujian aktivitas ekstrak umbi batang rotan menunjukkan bahwa semua konsentrasi sirup ekstrak umbi batang rotan (0,5%; 0,75%; dan 1%) memiliki persentase mortalitas sebesar 100%. Hasil statistik pada kosentrasi 0,75% dan 1% tidak berbeda makna dengan kontrol positif (> 0,05). Hal ini menunjukan bahwa sirup ekstrak umbi batang rotan (Calamus rotang L.) memiliki aktivitas sebagai antelmintik.