Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA TEH BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack.) R.M.Sm ) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus Musculus) JANTAN DENGAN METODE TOLERANSI GLUKOSA Herdaningsih, Sulastri; Nurhafizah; Hairunnisa
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder caused by pancreatic dysfunction, characterized by elevated blood glucose levels due to decreased insulin production by pancreatic beta cells. This study aimed to evaluate the antihyperglycemic activity of torch ginger tea (Etlingera elatior (Jack.) R.M.Sm.) in male white mice (Mus musculus) using the glucose tolerance method. The mice were divided into control and treatment groups, receiving torch ginger tea at doses of 1,25 gram/KgBW, 2,5 gram/KgBW, and 5 gram/KgBW. The tea was administered orally, followed by glucose induction 30 minutes later. Blood glucose levels were measured over 4 hours at 30-minute intervals. Statistical analysis showed significant differences between the treatment groups and the negative control at all tested doses (p = 0.00; p < 0.05). These results indicate that torch ginger tea at doses of 1,25 gram/KgBW, 2,5 gram/ KgBW, and 5 gram/KgBW exhibits antihyperglycemic activity in male white mice (Mus musculus) based on the glucose tolerance method.
Antioxidant Screening and Sunscreen Activity of Nanocream of Purified Extract of Kenikir Leaves (ETDK) and Tampoi Fruit Peel Extract (EKBT): Skrining Antioksidan dan Aktivitas Tabirsurya Nanokrim Ekstrak Terpurifikasi Daun Kenikir (ETDK) dan Ekstrak Kulit Buah Tampoi (EKBT) Rahman, Ika Ristia; Kartikasari, Dian; Kurnianto, Erwan; Herdaningsih, Sulastri
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 7 No. 3 (2021): (December 2021
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2021.v7.i3.15663

Abstract

Background: UV lights are free radicals that can cause damage to the skin, such as redness, burning, pigmentation, and even cancer. Kenikir leaf purified extract (ETDK) and Tampoi fruit peel extract (EKBT) contain flavonoid compounds. Flavonoid compounds can be antioxidants and sunscreens due to the presence of chromophore groups that can absorb UV rays to reduce exposure to the skin. Objectives: This study aims to determine the antioxidant activity and the ability of sunscreen nano cream Purified extract of Kenikir leaves and Tampoi fruit peel extract. Material and metode: Nanocream is made with 3 ETDTK-EKBT combination formulas, II ETDK formulas, III EKBT formulas. The antioxidant activity test was carried out using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method and the sunscreen activity test using the UV-Vis spectrophotometric method to calculate the SPF value of the preparation (Mansur's method). Result: The results showed that the nano cream formula had a strong antioxidant activity with the per cent inhibition of formula I 78.28%, formula II 68.49%, and formula III 73.00%. The activity test results as a sunscreen formulation of purified extract nano cream from Kenikir leaves and nano cream from Tampoi fruit peel extract had extra protection ability with a sun-protecting factor value of 7 while the nano cream formula combined extract with an SPF value of 10 gave the maximum protection category. Conclusion: nano cream have potential as antioxidants and sunscreens.
UJI AKTIVITAS ANTELMINTIK SIRUP EKSTRAK ETANOL UMBI BATANG ROTAN (CALAMUS ROTANG L.) TERHADAP CACING GELANG (ASCARIDIA GALLI) SECARA IN VITRO Herdaningsih, Sulastri; Inderiyani, Inderiyani; Fauzan, Suhaimi; Aulia, Gina
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.278

Abstract

                                                   ABSTRACTAnthelmintics are drugs used to eradicate worms from the human or animal body. This study aims to determine whether ethanol extract of rattan stem tubers can be formulated as a syrup preparation and to determine how the physical evaluation of ethanol extract syrup preparation of rattan stem tubers. The research method used was laboratory experimental design. The test animals used were 75 heads, which were divided into 5 groups with 3 replications. The research was conducted with activity tests using Ascaridia galli worms soaked in rattan stem tuber extract syrup (Calamus rotang L.) with concentrations of 0.5%; 0.75%; and 1%. Piperazine citrate 0.9% was used as positive control and NaC1 0.9% physiological solution as negative control. Observations were made every 15 minutes by looking at whether lysis occurred in the worms. The results of testing the activity of rattan stem tuber extract showed that all concentrations of rattan stem tuber extract syrup (0.5%; 0.75%; and 1%) had a mortality percentage of 100%. Statistical results at concentrations of 0.75% and 1% are not significantly different from the positive control (> 0.05). This shows that rattan stem tuber extract syrup (Calamus rotang L.) has anthelmintic activity.                                       ABSTRAKABSTRAKAntelmintik merupakan obat yang digunakan untuk memberantas cacing dari dalam tubuh manusia atau hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol umbi batang rotan dapat diformulasikan sebagai sediaan sirup dan untuk mengetahui bagaimana evaluasi fisik sediaan sirup ekstrak etanol umbi batang rotan. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimental laboratorium. Hewan uji yang digunakan sebanyak 75 ekor, yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan 3 replikasi. Penelitian dilakukan dengan uji aktivitas menggunakan cacing Ascaridia galli yang direndam dalam sirup ekstrak umbi batang rotan (Calamus rotang L.) dengan konsentrasi 0,5%; 0,75%; dan 1%. Pada kontrol positif digunakan Piperazine sitrat 0,9 % dan larutan fisiologis NaC1 0,9 % sebagai kontrol negatif. Pengamatan diakukan tiap 15 menit dengan cara melihat apakah terjadi lisis pada cacing. Hasil pengujian aktivitas ekstrak umbi batang rotan menunjukkan bahwa semua konsentrasi sirup ekstrak umbi batang rotan (0,5%; 0,75%; dan 1%) memiliki persentase mortalitas sebesar 100%. Hasil statistik pada kosentrasi 0,75% dan 1% tidak berbeda makna dengan kontrol positif (> 0,05). Hal ini menunjukan bahwa sirup ekstrak umbi batang rotan (Calamus rotang L.) memiliki aktivitas sebagai antelmintik.
Program Edukasi Ekstrikasi dan Transportasi Korban untuk Anggota Palang Merah Remaja dengan SMA Negeri 1 Pontianak Fauzan, Suhaimi; Novikadarti, Gabby; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13094

Abstract

ABSTRAK Ekstrikasi merupakan konsep penyelamatan darurat, sementara transportasi merupakan proses untuk memindahkan korban dari tempat darurat ke tempat yang aman ada atau tidak disertai menggunakan alat. Pertolongan pertama di sekolah seringkali diberikan oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui pelatihan tentang cara ekstrikasi dan transportasi, sehingga, diharapkan mempunyai bekal untuk dapat menerapkan pada situasi-situasi kegawatdaruratan. Program Pegabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi kelompok. Hasil tingkat pengetahuan diukur sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. rataßrata tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan tindakan sebesar 77,5, sementara setelah dilakukan edukasi, tingkat pengetahuan peserta menjadi 87,5. Hasil y score uji wilcoxon menunjukkan -2,409. Program ini menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian edikasi kesehatan tentang ekstrikasi dan transportasi korban pada peserta PMR di SMA Negeri Pontianak. Kata Kunci: Ekstrikasi, PMR, Siswa, Transportasi ABSTRACT Extrication is an emergency rescue concept, while transportation is the process of moving victims from an emergency place to a safe place, whether or not accompanied by the use of tools. First aid at school is often provided by members of the Youth Red Cross (PMR). This community service activity aims to provide education through training on extraction and transportation methods, so that it is hoped that they will have the skills to be able to apply it to emergency situations. The Community Service Program (PKM) is carried out using lecture and group demonstration methods. The results of the level of knowledge were measured before and after being given health education. The average level of knowledge of participants before the action was carried out was 77.5, while after the education was carried out, the level of knowledge of participants was 87.5. The Wilcoxon test y score results show -2.409. This program shows that there is a significant effect of providing health education regarding extrication and transportation of victims to PMR participants at Pontianak State High School. Keywords: Extrication, PMR, Student, Transportation
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PALANG MERAH REMAJA SMA NEGERI 1 SUNGAI RAYA KUBURAYA Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Lili Neri, Ervina; Kholid Fahdi, Faisal; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3294-3299

Abstract

Serangan jantung mendadak menjadi penyebab utama kematian diluar rumah sakit dan di rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi meningkatkan kesiapan menolong korban bencana dan kecelakaan bagi para siswa terutama anggota PMR, salah satunya dengan edukasi. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 29 orang dengan teknik total sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan sebesar 43,67, kemudian edukasi rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 65,67. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatkan setelah diberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar pada siswa PMR SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kuburaya.
EDUKASI PENGGUNAAN TANDU PADA PALANG MERAH REMAJA SMA NEGRI 1 SUNGAI RAYA KUBURAYA Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Lili Neri, Ervina; Saputra, Dikki; Herdaningsih, Sulastri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1389-1395

Abstract

Pada situasi darurat terutama untuk memindahkan pasien yang mengalami cedera perlu pemahaman mengenai penggunaan tandu untuk menghindari cedera tambahan pada korban. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi meningkatkan kesiapan menolong korban bencana dan kecelakaan di situasi darurat bagi para siswa terutama anggota PMR, salah satunya dengan edukasi. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Sebelum diberikan edukasi peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan dan kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan edukasi. Hasirl nirlair prerterst sirswa PMR yairtu 58,33 dan serterlah dirberrirkan erdukasir penggunaan tandu olerh permaterrir merngalamir pernirngkatan mernjadir 91,33. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatkan setelah diberikan edukasi penggunaan tandu pada siswa PMR SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kuburaya.
Edukasi Dan Pendampingan Self Care Management Bagi Lansia Hipertensi Untuk Kemandirian Savitri, Elisabeth Wahyu; Kurniasih, Dwi; Herdaningsih, Sulastri; Angelina, Yusta; Selvi, Lucia Martisa
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 02 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v5i02.223

Abstract

Latar belakang: Lansia penderita hipertensi sering menghadapi keterbatasan dalam self-care management dimana hal tersebut merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian lansia melalui edukasi dan pendampingan self-care management berbasis kelompok. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama 8 minggu di mulai sejak Agustus 2025 sampai Oktober2025, melalui empat tahap, yaitu sosialisasi, edukasi (diet DASH, exercise/weight bearing exercise, gaya hidup sehat, terapi obat & herbal aman), penerapan teknologi monitoring kesehatan, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil: Sebanyak 20 lansia mengikuti program. Hasil pre-test menunjukkan hanya 40% peserta memahami prinsip self-care management, meningkat menjadi 87,5% pada post-test. Rerata tekanan darah sistolik turun dari 155 mmHg menjadi 145 mmHg, sedangkan diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 86,5 mmHg. Selain itu, 80% peserta rutin melakukan exercise ringan ≥3 kali/minggu, 100% mengikuti pola makan DASH, obat dan mengkonsumsi herbal dan 85% melakukan melakukan manajemen stress dan 85% melakukan activity daily living (ADL) serta melakukan pemantauan tekanan darah secara mandiri. Kesimpulan: Program edukasi dan pendampingan self-care management terbukti meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, serta kualitas hidup lansia hipertensi. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan di panti werdha maupun komunitas lansia dengan hipertensi lainnya. Kata kunci: hipertensi; lansia; self-care management; edukasi kesehatan
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN BUNI (Antidesma bunius L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) JANTAN Herdaningsih, Sulastri; Hertiani, Khizul
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperuricemia is a condition characterized by elevated levels of uric acid in the blood, which can lead to diseases such as gout arthritis. This study aims to evaluate the activity and effective dose of ethanolic extract of buni leaves as ananti-hyperuricemic agent in male white mice (Mus musculus L.) induced with potassium oxonate and chicken liver juice. A total of 25 mice were divided into five groups: positive control (allopurinol 100 mg/kgBW), negative control (0.5% Na-CMC), and three test groups receiving buni leaf extract at doses of 50 mg/kgBW, 75 mg/kgBW, and 100 mg/kgBW,respectively. Uric acid levels were measured over a period of 4 hours after treatment. The results showed that the positivecontrol group and all groups treated with buni leaf extract at doses of 50, 75, and 100 mg/kg BW exhibited antihyperuricemic activity, as indicated by a significant difference compared to the negative control group (p<0.05). Thepercentage of antihyperuricemic activity reached 100% in the positive control group and all buni leaf extract groups. It can thus be concluded that the ethanolic extract of buni leaves has potential as an antihyperuricemic agent. Keywords: Buni leaves (Antidesma bunius L.), anti-hyperuricemia, uric acid, mice (Mus musculus).
Edukasi Pertolongan Pertama pada Cedera Luka di Sekolah Dasar Daerah Perbatasan Kalimantan Barat Suhaimi Fauzan; Faisal Kholid Fahdi; Yoga Pramana; Mita; Sulastri Herdaningsih; Herman
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i02.2237

Abstract

Abstrak Background: Siswa merupakan seseorang yang sedang belajar dengan tingkat rasa ingin tahu dan mencoba hal baru yang tinggi. Karakteristik ini dapat berpotensi mengalami timbulnya kecelakaan baik ketika sedang bermain, belajar, atau olahraga. Hasil observasi kepada tenaga pengajar menunjukkan bahwa masih sering terjadi cedera di SDN 12 Entikong. Tingkat pengetahuan yang rendah berpotensi menimbulkan kesalahan saat memberikan pertolongan pertama. Metode: Program ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat guna memberikan edukasi kesehatan kepada siswa SDN 12 Entikong menggunakan metode ceramah dan pembekalan buku saku. Para siswa akan diberikan lembar evaluasi pre-post test. Hasil evaluasi akan diolah secara statistik (paired sample t test) guna mengetahui pengaruh edukasi kesehatan. Hasil: Rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi adalah 59,5, sementara setelah diberikan edukasi sebesar 78,0. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,000. Kesimpulan: PKM ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan pada kalangan pelajar tentang penanganan cedera luka. PKM ini secara tegas menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi pertolongan pertama pada cedera luka di SDN daerah perbatasan Kalimantan Barat. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan, Cedera, Pendidikan, Siswa
EDUKASI PENGETAHUAN DASAR BENCANA UNTUK KESIAPSIAGAAN ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA (PMR) DI SMA 1 SUNGAI RAYA Fauzan, Suhaimi; Saputra, Dikki; Tryono Parulian Rumapea, Costan; Herdaningsih, Sulastri; Pramana, Yoga
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di dunia. Kondisi ini menuntut keterlibatan aktif generasi muda dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Sungai Raya memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dan garda terdepan dalam membangun budaya siaga bencana di sekolah. Namun, hasil observasi awal menunjukkan sebagian anggota belum memiliki pengetahuan memadai mengenai jenis bencana lokal, terutama banjir dan kebakaran lahan gambut, serta prosedur evakuasi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dasar bencana melalui edukasi interaktif berbasis experiential learning dengan pendekatan partisipatif. Sebanyak 30 anggota PMR dilibatkan sebagai peserta. Efektivitas program diukur menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 7,27 menjadi 8,57, serta peningkatan kategori “Baik” dari 43,3% menjadi 73,3%. Kegiatan penyuluhan, studi kasus risiko lokal, dan simulasi bencana terbukti efektif dalam mentransfer pengetahuan menjadi keterampilan praktis. Pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas PMR sebagai pelopor kesiapsiagaan sekolah dan model edukasi kebencanaan berbasis konteks lokal.