Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SENGKUANG Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rolfe TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN GALUR SWISS WEBSTER inderiyani inderiyani; Sulastri Herdaningsih; Ihsanul Arief Arief
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a serious chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces. Sengkuang Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rofle has the potential as an alternative treatment for DM because it contains secondary metabolites in the form of alkaloids, tannins and flavonoids which have antihyperglycemic properties. This study aims to determine the antihyperglycemic activity of sengkuang stem bark against male white mice. Sengkuang bark is processed into simplicia and then macerated using 96% ethanol as a solvent. Then the extract was used to test antihyperglycemic activity by measuring initial glucose levels with a glucose test strip and given a test solution in the form of 0.5% Na.CMC suspension; glibenclamide 65 mg/kgbb; ethanol extract of sengkuang stem bark dose of 100 mg/kgbb; 200 mg/kgbb and 400 mg/kgbb. Then the test animals were induced with glucose 75 gram/kgbb and blood glucose levels were measured at 0, 30, 60, 90, 120, 150 and 180 minutes. The results showed that the ethanol extract of sengkuang bark at a dose of 400 mg/kgbb had activity as antihyperglycemic indicated by a significant difference with the negative control group. Keywords : Antihyperglycemia, diabetes mellitus, ethanol extract of sengkuang bark, Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rofle
UJI AKTIVITAS ANTHELMINTIK EKSTRAK UMBI BATANG ROTAN (Calamus Rotang L.) TERHADAP CACING GELANG AYAM ( Ascaridia Galli ) SECARA IN VITRO SULASTRI HERDANINGSIH; Mela Khofifah
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v1i1.168

Abstract

Umbi batang rotan ( Calamus Rotang L.) Antelmintik merupakan obat yang digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing dari dalam tubuh manusia atau hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antelmintik ekstrak umbi batang rotan ( Calamus Rotang L.) pada cacing Ascaridia galli secara in vitro. Hewan uji yang digunakan sebanyak 75 ekor, yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan 3 replikasi. Penelitian dilakukan dengan uji aktivitas menggunakan cacing Ascaridia galli yang direndam dalam ekstrak umbi batang rotan ( Calamus Rotang L.) dengan konsentrasi 0,5%; 0,75%; dan 1%. Pada kontrol positif digunakan  Piperazine sitrat 0,9 % dan larutan fisiologis NaCl 0,9 % sebagai kontrol negatif. Hasil pengujian aktivitas ekstrak umbi batang rotan menunjukkan bahwasemuakonsentrasi ekstrak yang digunakan mendapatkan hasil yang sama mortalitasnya pada Ascaridia galli dimana secara berturut-turut dari konsentrasi 0,5%; 0,75%; dan 1% menunjukkan rata-rata mortalitas sebesar 100%; 100%; dan 100%. Mortalitas Pada kontrol positif Piperazine sitrat 0,9 % sebesar 100 %. Pada kontrol negatif terdapat 1 cacing yang mengalami paralisis sehingga rata-rata mortalitas 6,66%. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Kemudian dilakukan skrining fitokimia. 
AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PEPTON 5% Sulastri Herdaningsih; Fenny Oktaviyeni; Ismi Utari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.70

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) yang telah diketahui memiliki senyawa flavonoid sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur wistar yang diinduksi pepton 5% serta menentukan konsentrasi yang paling baik terhadap aktivitas antipiretik ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.). Hewan uji yang digunakan sebanyak 20 ekor, yang dibagi menjadi 5 kelompok dengan 4 replikasi yaitu kontrol negatif (suspensi Na.CMC 1%), kontrol positif (suspensi parasetamol) dan kelompok uji ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dengan konsentrasi 0,018 g/ 200 g BB Tikus, 0,036 g/ 200 g BB Tikus, dan 0,072 g/ 200 g BB Tikus. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji anova dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,072 g/ 200 g BB Tikus ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) memiliki aktivitas antipiretik setara dengan suspensi parasetamol sebagai kontrol positif dengan persen daya antipiretik sebesar 80% dan nilai p value 0,703 (p>0,05).
PENGARUH MASSAGE VIRGIN COCONUT OIL TERHADAP PENCEGAHAN LUKA DEKUBITUS Fauzan, Suhaimi; Pramana, Yoga; Herdaningsih, Sulastri
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v15i1.331

Abstract

Pasien ICU memiliki beberapa kondisi seperti penggunaan alat supportif seperti ventilator, kondisi koma yang menyebabkan pasien bed rest dalam kondisi lama. Beberapa kondisi ini yang menyebabkan terjadinya imobilisasi dapat menjadi kofaktor terjadinya luka tekan atau dekubitus ulcer. Pencegahan yang terjadi pada fenomena pasien dirawat di ruang ICU adalah dengan mengurangi tekanan langsung antara kulit dengan kasur menggunakan basis pelumas. Salah satu yang dapat digunakan adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan VCO dalam melakukan terapi pijat terhadap penurunan risiko luka tekan dan jumlah koloni bakteri. Penelitian ini bersifat quasy experimental dengan pendekatan pre-post test dengan kelompok kontrol. Sampel diambil secara non-probability sampling dengan consecutive sampling. Jumlah sampel sebanyak 32 yang terbagi menjadi 2 kelompok. Hasil rata-rata skala braden sebesar 16,38 dan setelah dilakukan tindakan menurun sebesar 14,38. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna melakukan terapi pijat dengan menggunakan bahan VCO terhadap penurunan skala braden.
POTENSI INTERAKSI OBAT-OBAT POLIFARMASI PADA PASIEN GERIATRI: STUDI RETROSPEKTIF DI SALAH SATU APOTEK KOTA PONTIANAK Herdaningsih, Sulastri; Inderiyani, Inderiyani; Fauzan, Suhaimi; Hairunnisa, Hairunnisa; Aulia, Gina; Asmara, Ratna Dewi Lintang
Edu Masda Journal Vol 7, No 1 (2023): Edu Masda Journal Volume 7 Nomor 1
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v7i1.185

Abstract

Drug-drug interactions are changes in the effectiveness or toxicity of one drug due to the presence of other drugs that are given simultaneously. These drug interactions can cause several problems, including decreased therapeutic effect, increased toxicity, or unexpected pharmacological effects. The purpose of this study was to determine the potential for drug-drug interactions in geriatric patients in a retrospective study and to determine the percentage of potential drug-drug interactions in geriatric patients in a retrospective study at a Pontianak City Pharmacy. This research method was carried out in a retrospective way, namely research conducted from January 2022 to March 2022 with inclusion criteria and exclusion criteria. Data is processed through the www.drugs.com database or Drug Interactions Checker. Of the total prescriptions that have been analyzed, there is a percentage of potential drug interactions of 9.76% consisting of major 11.72%, moderate 64.06% and minor 24.22%. From this study it is known that moderate drug interactions are higher than major and minor interactions, so the use of polypharmacy drugs in geriatric patients must be watched out so as not to cause a decrease in the patient's clinical status.ABSTRAKInteraksi obat-obat merupakan perubahan efektivitas atau toksisitas satu obat karena adanya obat lain yang diberikan secara bersamaan. Interaksi obat ini dapat menyebabkan beberapa masalah antara lain penurunan efek terapi, peningkatan toksisitas, atau efek farmakologis yang tidak diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya potensi interaksi obat dengan obat pada pasien geriatri studi rektrospektif dan untuk mengetahui berapa persentase potensi kejadian interaksi obat dengan obat pada pasien geriatri studi rektrospektif disalah satu Apotek kota Pontianak. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara rektrospektif yaitu penelitian yang dilakukan pada bulan januari 2022 sampai maret 2022 dengan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data diproses melalui www.drugs.com database atau Drug Interactions Checker. Dari total resep yang telah dianalisis terdapat persentase potensi interaksi obat sebesar 9,76% yang terdiri dari mayor 11,72%, moderat 64,06 %, dan minor 24,22 %.  Dari penelitian ini diketahui bahwa interaksi obat moderat lebih tinggi dibandingan dengan interaksi mayor dan minor, sehingga penggunaan obat polifarmasi pada pasien geriatri harus diwaspadai agar tidak menyebabkan penurunan status klinis pasien.
UJI AKTIVITAS ANTIDIARE INFUSA KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN Inderiyani, Inderiyani; Herdaningsih, Sulastri; Pramana, Yoga; Olivia
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v7i1.1761

Abstract

Diarrhea is a disorder of defecation more than 3 times a day with a liquid stool consistency, which may be accompanied by blood and/or mucus. This plant has the potential to be used as an alternative treatment for diarrhea, one of which is cowpea (Vigna sinensis L.). Cowpea is a plant that has secondary metabolites in the form of flavonoids, sterols and tannins which are thought to have activity as antidiarrheal. This study aims to determine the activity and dose of cowpea as antidiarrheal against male white mice with oleum ricini-induced diarrhea protection. The test was carried out by inducing mice using 0,75 mL of Ricini oleum orally first, 1 hour later given a test solution in the form of 0,5% Na CMC suspension, 0,52 mg/kgBB loperamide test solution, cowpea infusa doses of 1,5 g/kgBB, 3 g/kgBB and 6 g/kgBB. Then observations were made on the weight of diarrhea feces and the diameter of water absorption every 30 minutes for 5 hours. The results showed that cowpea infusa with doses of 1,5 g/kgBB, 3 g/kgBB and 6 g/kgBB had activity as antidiarrheal indicated by a significant difference in the test group against the negative control group (p ≤0.05).
Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Perubahan Mean Arterial Pressure pada Pasien CHF Rumah Sakit Type A Kalimantan Barat Fauzan, Suhaimi; Novikadarti, RA Gabby; Lili Neri, Ervina; Ibnu Kahtan, Muhammad; Herdaningsih, Sulastri
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 16 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v16i2.1073

Abstract

Pemantauan hemodinamik memiliki peran penting dalam manajemen pasien dengan gagal jantung. Perubahan MAP (Mean Arterial Pressure) harus selalu dalam pemantauan. Penatalaksanaan keperawatan yang dapat dilakukan antara lain istirahatkan klien untuk mengurangi konsumsi oksigen, pantau tanda-tanda vital, edukasikan tentang keadaan yang terjadi pada klien agar tidak timbul kecemasan, atur posisi (positioning) yang nyaman bagi klien. Tujuan:  Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisa Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Perubahan Mean Arterial Pressure Pada Pasien CHF Rumah Sakit Type A Kalimantan Barat. Metode: penelitian memiliki desain quasy-experimental dengan kelompok kontrol berjenis non-equivalent. Pengukuran data dilakukan pre dan post test. Jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 80 orang yang terbagi atas 2 kelompok, kelompok kontrol akan diberikan posisi supinasi, sementara kelompok intervensi akan diberikan posisi semi-fowler. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t test terhadap penilaian nilai pre-post test, sementara menentukan efektivitas kedua kelompok, dilakukan pengujian menggunakan independent sample t test. Hasil : Uji statistik paired sample T, pada kelompok intervensi nilai MAP dari pre ke-post, terjadi perbedaan dengan significant  nilai P = 0,013, (P < 0.005),  sedangkan kelompok kontrol nilai MAP dari pre-post tidak terjadi perbedaan dengan  nilai P= 0,980, (P>0.005). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian reposisi pasien dengan semi-fowler  terhadap perubahan tekanan MAP.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN KELADI TIKUS (Typhonium flagelliiforme Lodd.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) JANTAN YANG DI INDUKSI ASAM ASETAT 1% Herdaningsih, Sulastri; Maulana, Iksan; Fauzan, suhaimi
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 4 No. 02 (2024): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pain is an unpleasant sensory and psychological feeling and is associated with tissue damage. With the chemical stimulation method, pain is an unpleasant sensory and emotional feeling associated with tissue damage. This study aims to determine the analgesic activity of ethanol extract of rat taro leaves (Typhonium flagelliforme Lodd.) on male white mice (Mus musculus L.) induced by 1% acetic acid and at what dose of ethanol extract of rat taro leaves (Typhonium flagelliforme Lodd.) has analgesic activity. The percentage results of the ethanol extract of rat taro leaves (Typhonium flagelliforme Lodd.) have analgesic activity which can be seen from the percentage results of Mefenamic Acid of (89.91%) and the ethanol extract of rat taro leaves (Typhonium flagelliforme Lodd.) with a dose of 100 mg/kgBW, 200 mg/kgBB, and 300 mg/kgBB respectively amounted to (52.13%, 60.34 % and 86.58 %). The percentage results of the positive control, extracts 1, 2, and 3 have a significant difference to the negative control of 0.000 (p<0.05). Keywords: Analgesic, ethanol extract of rat taro leaves (Typhonium flagelliforme Lodd.) Male white mice (Mus musculus L.)
POTENSI INTERAKSI OBAT-OBAT PADA RESEP POLIKLINIK PENYAKIT DALAM DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK Herdaningsih, Sulastri; inderiyani, inderiyani; fauzan, suhaimi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i2.501

Abstract

Interaksi obat merupakan salah satu drug related problems (DRP’s) yang bisa mempengaruhi outcome klinis pada pasien Banyaknya jumlah obat-obatan yang dikonsumsi dalam satu resep mempunyai kecenderungan terjadinya interaksi obat sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi antar obat dengan obat sehingga dapat mengetahui persentase potensi interaksi obat-obat pada resep poliklinik penyakit dalam di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif yang bertujuan untuk membuat gambaran dengan mengambil resep lampau yang dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022. Data diidentifikasi melalui literatur terpercaya dari website www.drugs.com atau Drug Interactions Checker. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan persentase potensi interaksi obat adalah sebesar  34,27%, untuk interaksi mayor sebesar 7,82%, moderat 79,78%, dan minor 12,40%.Kata Kunci : Interaksi Obat-Obat, Rumah Sakit, Penyakit Dalam
AKTIVITAS MUKOLITIK EKSTRAK ETANOL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) TERHADAP PUTIH TELUR BEBEK SECARA IN VITRO Inderiyani, Inderiyani; Herdaningsih, Sulastri; Muharami, Savitri
Edu Masda Journal Vol 9, No 1 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i1.263

Abstract

                                                         ABSTRACT The long bean plant (Vigna sinensis L.) is a type of legume vegetable that is widely cultivated in Indonesia. This plant has secondary metabolites i.e alkaloids, flavonoids, saponins and tannins which are suspected to have activity as mucolytics. This study aims to find out whether ethanol extract of long beans with a concentration of 0.1%; 0.2% and 0.4% have activity as mucolytics. The research was carried out by processing seedless long beans into simplicia and then maceration with 96% ethanol solvent. Activity testing was carried out by mixing 100 mL of duck egg white with 100 mL of test solution (1:1). The test solution used was negative control (aquadest), positive control (acetylcysteine solution 0.2%), long bean ethanol extract solution with a concentration of 0.1%; 0.2% and 0.4%. Viscosity measurements were made using  the LVT230 Brookfield viscometer at minutes 0, 15, 30, 45 and 60. The results showed that the positive control group and all groups of long bean ethanol extract had a significant difference from the negative control group (p<0.05) so that it could be concluded that long bean ethanol extract with a concentration of 0.1%; 0.2% and 0.4% had mucolytic activity with a percentage of mucolytic effects respectively is 41.59%; 47.17% and 53.72%.                                                                                              ABSTRAKTanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) adalah jenis sayuran kacang- kacangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini memiliki metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin yang diduga memiliki aktivitas sebagai mukolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kacang panjang dengan konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,4%  memiliki aktivitas sebagai mukolitik. Penelitian dilakukan dengan mengolah kacang panjang tanpa biji menjadi simplisia kemudian di maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas dilakukan dengan mencampurkan 100 mL putih telur bebek dengan 100 mL larutan uji (1:1). Larutan uji yang digunakan yaitu kontrol negatif berupa aquadest, kontrol positif berupa larutan asetilsistein 0,2%, larutan ekstrak etanol kacang panjang konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,4%. Pengukuran viskositas dilakukan dengan menggunakan viskometer Brookfield LVT230 pada menit ke 0, 15, 30, 45 dan 60. Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol positif dan semua kelompok ekstrak etanol kacang panjang memiliki perbedaan yang bermakna terhadap kelompok kontrol negatif  (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan ekstrak etanol kacang panjang dengan konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,4% memiliki aktivitas mukolitik dengan aktivitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 0,4% yaitu  sebesar 53,72%.