Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

OPTIMALISASI KESADARAN ORANG TUA TERKAIT IMUNISASI DASAR PADA BALITA DENGAN METODE HYBRID PADA MASA PANDEMI COVID 19 Mulya, Adelse Prima; Sujatmiko, Budi; Kosassy, Siti Mutia
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.46249

Abstract

Pelaksanaan imunisasi dasar balita banyak yang tertunda akibat pandemic Covid 19. Banyak orang tua di Desa Pangguh yang takut tertular covid 19 saat melakukan imunisasi dasar pada balitanya. Akibatnya keamuan untuk melakukan imunisasi dasar pada balita menurun. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran orang tua dengan anak balita untuk melakukan imunisasi dasar pada balita. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dari persiapan sampai pada pelaksanaan pendidikan kesehatan dilaksanakan secara hybrid. Analisis data menggunakan uji paired samples T test. Hasil kegiatan menunjukan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan rata rata nilai pengetahuan sebesar 3,61 dan setelah dilakukan meningkat menjadi 5,96 dengan nilai p sebesar 0,00. Terjadinya peningkatan pengetahuan merupakan awal yang baik bagi masyarakat dalam memahami pentingnya imunisasi dasar pada balita. Diharapkan masyarakat yang mengikuti kegiatan ini dapat berbagi informasi juga dengan masyarakat sekitar khususnya di daerah Desa Pannguh Kabupaten Bandung. 
GAMBARAN KEBIASAAN MEROKOK DI INDONESIA BERDASARKAN INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY 5 (IFLS 5) Salsabila, Nisa Nisrina; Indraswari, Noormarina; Sujatmiko, Budi
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The characteristics and patterns of smoking behavior are very important data to develop smoking control programs in Indonesia. However, until now there is no comprehensive and systematic data that represents all Indonesian people. This study aims to determine smokers, smoking habits, and smoking addiction in smoking habits in Indonesia based on IFLS 5. Using cross-sectional descriptive using IFLS 5 data. The research subjects are residents aged 15 years and over with a total of 12,591. The results show that smokers in Indonesia are mostly male (95%), only elementary school graduates (35%), work (80%), have a low economy (79%), and live in urban areas (57%). 46% started smoking as a teenager with the type of cigarette that is often used is filtered kretek cigarettes. The median value of cigarettes consumed is 12 cigarettes/day by spending Rp. 11,000.00/purchase and Rp.56,000.00/week. 46% of smokers smoke >60 minutes after waking up, 68% find it difficult to stop smoking in prohibited places, 37% of heavy smokers do not smoke in the morning, 21% smoke immediately after waking up and 22% of smokers will continue to smoke when sick. This condition shows the poor smoking behavior of Indonesian people. So, it is necessary to intervene in the form of comprehensive education both personal and/or community in groups with these demographics and characteristics.
Optimasi Enkripsi Teks Bahasa Tolaki Mekongga Menggunakan Vigenère Cipher dengan Pendekatan ASCII Budi Sujatmiko; Bilal, Mochamad
JISTech : Journal of Information Systems and Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/jistech.v2i1.55

Abstract

Keamanan informasi menjadi tantangan penting dalam era digital, terutama dalam perlindungan teks berbahasa daerah agar tetap terjaga dari akses yang tidak sah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan enkripsi teks bahasa Tolaki Mekongga menggunakan Vigenère Cipher dengan pendekatan ASCII, yang memperluas cakupan karakter hingga 256 nilai. Proses enkripsi dilakukan dengan mengonversi setiap karakter teks dan kunci ke dalam bilangan ASCII, kemudian menerapkan operasi modulo 256 untuk menghasilkan ciphertext yang lebih acak. Pengujian menggunakan kata "meambomena" dengan kunci "kolakabisa" menunjukkan bahwa ciphertext yang dihasilkan memiliki distribusi karakter yang sulit dikenali. Proses dekripsi berhasil mengembalikan teks ke bentuk aslinya tanpa kehilangan informasi, membuktikan efektivitas metode ini dalam menjaga integritas data. Evaluasi keamanan menunjukkan bahwa pendekatan ASCII mampu meningkatkan resistensi terhadap analisis kriptografi berbasis frekuensi. Dengan efisiensi waktu eksekusi yang tetap optimal, metode ini dapat digunakan dalam pengamanan informasi berbasis teks untuk menjaga keaslian dokumen berbahasa daerah.
Penguatan Program Trending (Pesantren Cegah Verbal Bullying) di Kabupaten Bandung Mulya, Adelse Prima; Kosassy, Siti Mutia; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18741

Abstract

ABSTRAK Perilaku verbal bullying sering terjadi dan berdampak buruk kepada santri yang berada di Pesantren. Dampak buruk tersebut dapat merugikan diri santri sendiri dan santri lain. Tujuan pengabdian ini adalah untuk Melakukan program trending (pesantren cegah verbal bullying) di Pesantren A. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dilakukan dengan metode edukasi kesehatan terkait pencegahan verbal Bullying pada santri dengan jumlah 52 santri. kegiatan penyuluhan diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pengerjaan pre-test, penyampaian materi, pengerjaan post-test, games, pembagian hadiah, dokumentasi, dan penutupan. Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Penyuluhan kedua dilakukan selama 1 hari di Pesantren A, kabupaten bandung. Rincian kegiatan yang dilaksanakan berupa pembukaan dilanjutkan dengan pengerjaan pre-test, penyampaian materi, pengerjaan post-test, games, pembagian hadiah, dokumentasi, dan penutupan. Hasil pre test dan post test dilakukan didapatkan nilai signifikansi < 0.05, terdapat perbedaan pengetahuan pada pre test dan post test pada santri yang mengikuti program trending. Santri di Pesantren A telah mengikuti kegiatan Program trending dengan baik. Kegiatan ini mendapatkan hasil, adanya peningkatan pengetahuan santri setelah diberikan edukasi kesehatan terkait dengan verbal bullying dan pencegahannya. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan ini, santri semakin memahami dampak dari verbal bullying baik bagi dirinya dan orang lain sehingga dapat mencegah terjadinya tindakan verbal bullying secara keseluruhan. Untuk kedepannya sangat diperlukan pengawasan, keterlibatan, dukungan dan contoh teladan dari para kiai (pengasuh pesantren), keterlibatan orang tua dirumah, dan masyarakat agar perilaku verbal bullying ini dapat dicegah secara bersama-sama. Kata Kunci: Pencegahan, Pesantren, Verbal Bullying  ABSTRACT Verbal bullying behavior often occurs and has a negative impact on students who are in pesantren. This bad impact can harm the students themselves and other students. The purpose of this service is to conduct a trending program (pesantren cegah verbal bullying) in Pesantren A. The implementation of Community Service activities (PPM) is carried out with health education methods related to the prevention of verbal bullying in students with a total of 52 students. counseling activities began with the opening followed by pre-test work, delivery of material, post-test work, games, prize distribution, documentation, and closing. The activity took place from 09.00 to 11.30 WIB. The second counseling was conducted for 1 day at Pesantren A, Bandung Regency. Details of the activities carried out in the form of opening followed by pre-test work, delivery of material, post-test work, games, prize distribution, documentation, and closing. The results of the pre-test and post-test were obtained a significance value of <0.05, there were differences in knowledge in the pre-test and post-test in students who participated in the trending program. Santri in Pesantren A have participated in the trending program activities well. This activity obtained results, an increase in santri knowledge after being given health education related to verbal bullying and its prevention. It is hoped that with this increase in knowledge, santri will increasingly understand the impact of verbal bullying both for themselves and others so that they can prevent verbal bullying as a whole. In the future, supervision, involvement, support and role models from kiai (pesantren caregivers), parents at home, and the community are needed so that verbal bullying behavior can be prevented together. Keywords: Islamic Boarding School, Prevention, Verbal Bullying 
PEPPA KID: PENYULUHAN PARU UNTUK KESEHATAN SEJAK DINI DI SDN TARUNA KARYA 153, KOTA BANDUNG Mayangsari, Marsha Putri Agung; Chandra, Paulus; Gustifante, Balsa Nobility; Ciptady, Angelica Jovita; Nur, Rafa Aisyah; Kusumawardani, Destin Vandyta; Hasna, Ferena Hawary; Haratua, Matthew Prima; Iffada, Nabira Irnadianis; Nezzar, Muhammad; Fachrina, Fajwa Fikla; Amin, Kartika Amelya; Arifin, Rizki Yazid; Andriani, Dini; Martini, Lilis; Sujatmiko, Budi
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 6, No 2 (2025): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v6i2.52498

Abstract

Salah satu jenis penyakit yang sering menyerang anak-anak adalah penyakit pernapasan. Kondisi sistem imunitas yang belum matang meningkatkan risiko penyebaran penyakit, seperti infeksi saluran napas. Asma dan alergi juga merupakan beberapa penyakit yang dialami oleh anak-anak secara luas. Pengetahuan mengenai penyakit tersebut dapat membantu anak mengidentifikasi tindakan yang perlu mereka lakukan ketika mengalami penyakit pernapasan atau menemukan seseorang dengan penyakit pernapasan, sehingga peningkatan pemahaman dan kesadaran akan penyakit pernapasan penting untuk dilakukan. Sasaran kegiatan adalah siswa-siswi kelas 4-6 SD Taruna Karya 153. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dalam bentuk permainan yang disertai dengan pre-test dan post-test. Dilihat dari hasil tes, siswa-siswi kelas 4-6 SD Taruna Karya 153 mengalami peningkatan nilai sebesar 118,12% setelah dilakukan penyuluhan. Hal ini menunjukkan mereka memahami materi yang diberikan. Kegiatan penyuluhan ini memberikan pengaruh terhadap pengetahuan mereka sehingga penting untuk dilaksanakan.
Keragaman diet pasien tuberkulosis paru berdasarkan IFLS-5 Luftimas, Dimas Erlangga; Putri, Raesya; Indraswari, Noormarina; Sujatmiko, Budi
FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Florona: Jurnal Ilmiah Kesehatan (In Progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/florona.v4i2.1734

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman makanan, serta makanan sumber makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak) pada pasien TB Paru berdasarkan data Indonesian Family Life Survey (IFLS-5). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang dengan data sekunder dari IFLS-5 tahun 2014-2015. Subjek penelitian adalah seluruh responden yang pernah terdiagnosisi TB, diperoleh melalui total sampling. Keragaman makanan dihitung menggunakan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) sesuai panduan FAO, dengan 10 kelompok pangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan SPSS. Sebanyak 273 responden dianalisis, dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (54,6%) dan median usia 38 tahun. Konsumsi makanan didominasi oleh karbohidrat, terutama nasi (88% dikonsumsi setiap hari). Konsumsi sumber protein terbanyak berasal dari ikan (23%), sedangkan konsumsi daging relatif rendah (6%). Sayuran hijau dikonsumsi harian oleh 32% responden. Sebagian besar responden (93%) memiliki skor DDS <6, dengan median skor 2. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa keragaman makanan pada pasien TB Paru masih rendah dan didominasi oleh karbohidrat. Diperlukan edukasi gizi dan intervensi berbasis pangan untuk meningkatkan kualitas diet pasien TB guna mendukung keberhasilan terapi.
Geographic Accessibility towards Primary Health Care in Karawang District Ramadina, Nabila; Ardisasmita, Mulya Nurmansyah; Sujatmiko, Budi
Kesmas Vol. 16, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health accessibility refers to the availability of health care services accessible to the community as required. However, the convenience of accessing such services vary throughout regions due to geography. Hence differences in geographic accessibility can be an obstacle to accessing health care. This study characterized the influence of geographic accessibility on primary health care (PHC) in Karawang District. A cross-sectional study was conducted in November 2019 in five sub-districts of Karawang District. Respondents were interviewed using questionnaires to collect geographic (mileage and travel time from respondents’ house to nearest PHC) and transportation (mode of transportation and transportation cost) data. In total, the study involved 513 randomly selected households, of which 11% had far to travel to the PHC, 22% had a long traveling time, and 23% had expensive transportation costs, with motorcycles being the most common means of transport. Therefore, PHCs in several sub-districts in Karawang District are less accessible due to geographic barriers.
Hubungan Perawakan Pendek dengan Obesitas pada Remaja Akhir di Kecamatan Jatinangor Nuraisyah, Salwa Mazaya; Hafsah, Tisnasari; Luftimas, Dimas Erlangga; Andriana, Novina; Dewi, Mia Milanti; Sujatmiko, Budi
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.48-53

Abstract

Latar belakang. Obesitas merupakan masalah yang harus menjadi perhatian pada remaja akhir. Obesitas memiliki berbagai dampak terhadap aspek kesehatan, psikologis dan sosial. Salah satu faktor risiko obesitas adalah perawakan pendek, tetapi hingga saat ini hubungannya masih belum diketahui secara jelas khususnya pada kelompok remaja akhir.Tujuan. Mengetahui hubungan perawakan pendek dengan obesitas pada remaja akhir di Kecamatan Jatinangor.Metode. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang secara luring dari bulan Agustus - September 2022 di 4 sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas dan sederajat di Kecamatan Jatinangor. Variabel independen adalah tinggi badan, karakteristik subjek, pola makan dan aktivitas fisik. Variabel dependen adalah obesitas, yang ditetapkan berdasarkan nilai Z-score Indeks Massa Tubuh menurut Umur >2 deviasi standar. Analisis dilakukan dengan uji chi-square, fisher exact dan korelasi spearman. Nilai p dianggap bermakna apabila p<0,05.Hasil. Penelitian melibatkan 208 subjek, 27(13%) subjek memiliki perawakan pendek dan 21(10,1%) subjek mengalami obesitas. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara perawakan pendek dan obesitas (p=0,323), tetapi terdapat korelasi positif tinggi badan dengan IMT (p=0,021, r=0,159). Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan obesitas pada remaja akhir adalah aktivitas fisik (p=0,017).Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan pada remaja akhir perawakan pendek tidak berhubungan dengan obesitas. Faktor yang memengaruhi obesitas pada remaja akhir adalah aktivitas fisik.
Program Pemeriksaan Fungsi Paru pada Atlet Indoor Hockey Jawa Barat dengan Peak Flow Meter di Kampus UPI Jawa Barat Laksita, Muhammad Naufal; Wijaya, Theo Elbert; Siringoringo, Birgita Natalia; Talenta, Diva Inzani; Navela, Tiara Ane; Ramadhan, Naufal Izzuddin Wahyu; Simangunsong, Yehezkiel Austincamry; Kamal, Nayla Hanifa; Issoedibyo, Kusuma Azzahra Antonia; Tambun, Joyce Stefany; Widyadhana, Ajril; Hendriaffalya, Raden Diva Adelia Nur; Hermawan, Irwan; Salman, Salman; Indriansah, Dian; Ramdhani, Yuda Kusmayadi; Muharam, Toni; Juliawan, Indra Agung; Andriani, Dini; Ayu Juliawan, Ayu; Saputri, Raden Ayu Hardianti; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.15456

Abstract

ABSTRAK Olahraga sering dikaitkan dengan peningkatan derajat dan fungsi kesehatan. Hoki merupakan olahraga dengan intensitas tinggi yang dipercaya dapat meningkatkan fungsi paru. Selama ini belum ada data terkait gambaran fungsi paru pada Atlet Hoki di Jawa Barat. Pengukuran Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) menggunakan Peak Flow Meter (PFM) bisa dijadikan metode penilaian kualitas dan fungsi paru. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi paru Atlet Hoki Universitas Pendidikan Indonesia. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pemeriksaan langsung menggunakan alat antropometri seperti timbangan berat badan digital, pita ukur, tensi meter, termometer, dan Peak Flow Meter (PFM). Hasil dari pemeriksaan menunjukan bahwa PEFR dari 31 atlet hoki dari Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Bandung, adalah 477,09 ± 114,22 dengan nilai PEFR laki - laki yang berjumlah 538,67 ±123,01 dan nilai PEFR perempuan yang berjumlah 419,38 ± 203,04. Kesimpulan yang didapatkan dari pemeriksaan ini adalah nilai PEFR altet hoki berada diatas rata-rata orang normal. PEFR laki - laki lebih tinggi dari nilai PEFR perempuan. Saran pemeriksaan fungsi paru rutin diperlukan untuk memantau dan mendeteksi kesehatan paru sedini mungkin. Kata Kunci : PEFR, Atlet Hoki, Fungsi Paru , Antropometri ABSTRACT Respiratory diseases continue to be a burden on Indonesian society, including adolescents and adults. Related diseases include asthma, COPD, and ARI.To prevent diseases from becoming more lethal, quality monitoring of the lungs should be done. The Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) can be used to measure the quality of the lungs. With regular monitoring, lung disease can be detected early so that treatment can be carried out as quickly as possible. This dedication is intended to describe the lung function of 31 Hockey Athletes of Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung The dedication was held by applying Anthropometry measurement using anthropometric instruments such as digital weight scales, measuring tapes, voltage metres, thermometers, and peak flow metres. (PFM). The results of the examination showed that the PEFR of 31 hockey athletes from the Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, was 477,09 ± 114,22 with a male score of 538,67 ± 123,01 and a female score of 419,38 ± 203,04. This is due to the difference in lung volume and lung physiological function. In addition, differences in the Body Mass Index (BMI), physical activity, race, place of residence, and age also affect a person's PEFR. Routine examination is required to monitor lung health in athletes - Sports Athletes Indonesia Keywords : PEFR, Hockey Athletes , Lung Function , Anthropometry
Program Pemeriksaan Fungsi Paru Dengan Peak Flow Meter pada Komunitas Olahraga Pernapasan Abhinaya di Kelurahan Antapani Kidul, Bandung Huda, Latifa Nurul; Zahrah, Najla Rafifah; Fatkhiyah, Khusnul; Fauziah, Syifa; Nuraya, Tabina Alaika; AR, Keisha Shafira; Reizaputra, Hafizh Al-Gazhali; Mangnga, Vanessa Angelica Grace; Nurfauzi, Najla Aulia Shafa'; Zakira, Adila Jihan; Rismansyah, Aishwarya Zahra Raissa; Maran, Novia Vina; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17601

Abstract

ABSTRAK Seiring bertambahnya usia, fungsi paru dapat menurun akibat penurunan imunitas serta perubahan dalam struktur dan elastisitas jaringan. Faktor risiko seperti riwayat penyakit, kebiasaan merokok, dan paparan polusi udara dapat memperburuk kesehatan paru pada lansia, sementara aktivitas fisik berperan penting dalam pemeliharaan fungsi paru. Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi paru pada lansia sangat penting untuk mengevaluasi kesehatan pernapasan sehingga intervensi yang tepat dapat dilakukan lebih awal guna meningkatkan kualitas hidup. Program pemeriksaan fungsi paru pada komunitas olahraga pernapasan Abhinaya ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak olahraga pernapasan terhadap fungsi paru anggota komunitas, serta mengidentifikasi hubungan antara usia, riwayat kesehatan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan paparan polusi dengan nilai peak expiratory flow rate (PEFR) sebelum dan setelah pelaksanaan olahraga pernapasan. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi penilaian PEFR menggunakan peak flow meter (PFM), serta pengukuran tekanan darah, saturasi oksigen, dan antropometri, disertai dengan pendataan riwayat kesehatan subjek melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan hubungan antara faktor risiko dan nilai PEFR. Hasil menunjukkan bahwa olahraga pernapasan memberikan dampak positif terhadap fungsi paru, dengan peningkatan rata-rata PEFR dari 309,15 L/menit (SD=73,65) sebelum olahraga menjadi 321,89 L/menit (SD=70,36) setelah olahraga. Selain itu, frekuensi aktivitas fisik yang lebih tinggi dan durasi aktivitas di luar rumah menunjukkan korelasi positif dengan hasil PEFR, sementara usia berpengaruh negatif terhadap nilai PEFR. Oleh karena itu, program pemeriksaan fungsi paru disarankan untuk dilakukan secara rutin guna memantau kesehatan paru dan mendeteksi potensi gangguan pernapasan pada lansia. Kata Kunci: Lansia, Pemeriksaan Fungsi Paru, Peak Flow Meter, Olahraga Pernapasan ABSTRACT As age increases, lung function may decline due to decreased immunity and changes in the structure and elasticity of lung tissue. Risk factors such as medical history, smoking habits, and exposure to air pollution can worsen lung health in the elderly, while physical activity plays a crucial role in maintaining lung function. Therefore, lung function assessments in older adults are essential for evaluating respiratory health, allowing for timely interventions to enhance quality of life. This lung function assessment program within the Abhinaya respiratory exercise community aims to evaluate the impact of respiratory exercise on the lung function of community members and to identify the relationship between age, health history, smoking habits, physical activity, and pollution exposure with peak expiratory flow rate (PEFR) values before and after respiratory exercises. The assessments included measuring PEFR using a peak flow meter (PFM), as well as evaluating blood pressure, oxygen saturation, and anthropometry, alongside gathering health history data from subjects through questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics to illustrate the relationship between risk factors and PEFR values. Results showed that respiratory exercises positively affected lung function, evidenced by an increase in average PEFR from 309.15 L/min (SD=73.65) before exercise to 321.89 L/min (SD=70.36) after exercise. Furthermore, higher frequencies of physical activity and longer durations of outdoor activity were positively correlated with PEFR results, while age negatively impacted PEFR values. Therefore, it is recommended that lung function assessment programs be conducted routinely to monitor lung health and detect potential respiratory disorders in older adults. Keywords: Elderly, Lung Function Examination, Peak Flow Meter, Respiratory Exercise
Co-Authors Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya, Adelse Amin, Kartika Amelya Andriana, Novina Andriani, Dini AR, Keisha Shafira Ari indra Susanti Arifin, Rizki Yazid Ayu Juliawan, Ayu Azizah - Muthiah Basyirasaniyanti, Belgia Chandra, Paulus Ciptady, Angelica Jovita Deni Kurniadi Sunjaya Dimas Erlangga Luftimas Dwi Agustian Dwi Utari Rahmiati Fachrina, Fajwa Fikla Fatkhiyah, Khusnul Fatma, Rifka Fauzan Nabil, Muhammad Gustifante, Balsa Nobility Haratua, Matthew Prima Hasna, Ferena Hawary Helni Mariani Hendriaffalya, Raden Diva Adelia Nur Huda, Latifa Nurul Husna, Nabila Iffada, Nabira Irnadianis Indriansah, Dian Iqbal Ainnun Azis Irvan Afriandi Irwan Hermawan Issoedibyo, Kusuma Azzahra Antonia Juliawan, Indra Agung Kamal, Nayla Hanifa Kosassy, Siti Mutia Kusumawardani, Destin Vandyta Kuswandewi Mutyara, Kuswandewi Laksita, Muhammad Naufal Mangnga, Vanessa Angelica Grace Maran, Novia Vina Martini, Lilis Mayangsari, Marsha Putri Agung Mia Milanti Dewi Mia Wahdini Mochamad Bilal, Mochamad Muharam, Toni Mulki, Siti Malikul Mulya Nurmansyah Ardisasmita Mulya, Adelse Prima Muthiah, Azizah Nabila Ramadina Navela, Tiara Ane Nezzar, Muhammad Nisa Nisrina Salsabila Nita Arisanti Nita Arisanti Nita Arisanti Noormarina Indraswari Noormarina Indraswari Noormarina Indraswari Noormarina Indraswari Nur, Rafa Aisyah Nuraisyah, Salwa Mazaya Nuraya, Tabina Alaika Nurfauzi, Najla Aulia Shafa' Okta Wismandanu Putri, Raesya Ramadhan, Naufal Izzuddin Wahyu Ramadina, Nabila Ramdhani, Yuda Kusmayadi Reizaputra, Hafizh Al-Gazhali Rismansyah, Aishwarya Zahra Raissa Rosaef, Jemimma Pamelasari Ruhiyat, Yayat Salman Salman Salsabila, Nisa Nisrina Samson CMS Saputri, Raden Ayu Hardianti Sharon Gondodiputro Shuffi Galuh Aditiyanti Simangunsong, Yehezkiel Austincamry Siringoringo, Birgita Natalia Siti Mutia Kosassy Syifa Fauziah Talenta, Diva Inzani Tambun, Joyce Stefany Tisnasari Hafsah, Tisnasari Trianing Tyas Anggaeni Trianing Tyas Kusuma Anggaeni Tyas Anggaeni, Trianing Widyadhana, Ajril Wijaya, Theo Elbert Wulan Mayasari Yulia Sofiatin Zahrah, Najla Rafifah Zakira, Adila Jihan