Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Eksagerasi animasi god toon dalam cerita Alkitab: Kisah Daniel dalam konteks historis dan kultural Darmawan, Andreas James; Arimbawa, I Made Gede; Marajaya, I Made
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.729

Abstract

Exaggeration is a solution to attract attention again when conveying a message, especially when the message is an old, repeated message. This exaggeration is needed to provide novelty to the target's boredom with old, repetitive messages. This research examines a Bible story film with a bold novelty value with the scientific knife of romantic hermeneutics. The episode that is the scope of the research is the story of Daniel in the Lion's Cage, from a Korean animation studio called God Toon. This research uses a descriptive qualitative method, which describes historical and cultural contexts obtained from several literary sources, interviews, and researcher interpretations. The research results are a study of exaggeration in Biblical characterizations, which gives rise to reference implications for research that addresses similar topics. The impact of the research is to encourage similar efforts that try to make a breakthrough in the target's boredom of receiving Bible stories that are visually relatively the same, as well as trying to generate story messages so that they continue to gain interest and a place in the hearts of Christians. AbstrakEksagerasi merupakan solusi untuk menarik atensi kembali dalam menyampaikan sebuah pesan, apalagi pesan yang hendak disampaikan adalah pesan lama yang berulang; eksagerasi ini diperlukan sebagai solusi dalam upaya memberikan kebaruan pada kejenuhan target pada pesan lama yang berulang. Penelitian ini mengkaji sebuah film cerita Alkitab dengan nilai kebaruan yang berani dengan pisau keilmuan hermeneutik romantisme. Episode yang menjadi lingkup penelitian adalah cerita Daniel di Kandang Singa, dari studio animasi korea bernama God Toon. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang menggambarkan kedua konteks baik historis maupun kultural, yang didapatkan dari beberapa sumber literatur, wawancara, dan tafsiran peneliti. Hasil penelitian berupa sebuah kajian tentang eksagerasi pada penokohan Alkitab, yang melahirkan implikasi acuan bagi penelitian yang mengangkat topik yang serupa. Dampak penelitian adalah mendorong upaya serupa yang mencoba melakukan terobosan bagi kejenuhan target menerima cerita Alkitab yang secara visual relatif sama, serta berupaya mengenerasi pesan cerita agar tetap mendapatkan minat dan tempat dalam hati umat Kristiani.
KEMBARA SIMULASI MASA DEPAN DALAM FILM CERITA BERBINGKAI Pandet, Putu Radiya; Arimbawa, I Made Gede; Darmawan, I Dewa Made
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa depan merupakan suatu keadaan yang belum dapat dipastikan. Sehingga apapun yang diperkirakan akan terjadi hanyalah sebuah prediksi. Penyebaran virus Covid-19 pada masa kini (tahun 2020) menghasilkan banyak prediksi tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Penyebaran virus ini juga menghasilkan banyak pemikiran tentang konspirasi tentang adanya senjata biologis pemusnah masal yang diciptakan untuk menyiapkan terjadinya perang dunia ketiga. Virus ini juga diduga akan menimbulkan permasalahan sosial seperti kerusuhan masal yang bisa menjadi pemicu terjadinya perang saudara maupun kudeta terhadap pihak penguasa. Berdasarkan hal tersebut, pencipta ingin mengangkat fenomena prediksi masa depan dalam sebuah karya film. Karya film ini bukan hanya ditujukan sebagai media hiburan, namun juga sebagai bentuk pemikiran atas apa yang mungkin terjadi di masa depan. Karya film ini mengambil bentuk film fiksi dengan teknik bertutur cerita berbingkai dengan judul Kembara. Film Kembara mengambil genre post apocalypse sebagai konsep utama penggarapannya dengan teori utama menggunakan teori Simulakra oleh Jean Baudrillard dan beberapa teori pendukung yaitu teori film fiksi, teori cerita berbingkai, teori konflik dan anarkisme. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode penciptaan film yang terdiri atas Praproduksi, Produksi, Pasca Produksi dan Distribusi. Penciptaan film Kembara dilakukan dengan mencoba mengerjakan tujuh mayor dalam film secara tunggal. Sehingga produksi film Kembara bisa dilakukan dengan konsep low budget production. Wujud karya film Kembara berupa film dengan format digital standar sinema 2K (2048x858) dengan aspek rasio 1:2,39. Format film digital ini sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk penayangan di bioskop. Bentuk simulasi dalam film Kembara memasukkan fakta-fakta di lapangan sebagai dasar cerita imaji yang disampaikan. Sehingga simulasi ini mempu memengaruhi pola pikir penontonnya untuk memprediksi keadaan di masa depan.
Amerta: Ucapan Syukur Suku Tengger Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Fesyen Dinata, I Gusti Agung Ayu Diva; Arimbawa, I Made Gede; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 3 No. 1 (2023): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v3i1.2232

Abstract

Penciptaan karya fesyen merupakan suatu aktivitas kompleks yang di dalamnya melalui beberapa tahap, seperti eksplorasi ide untuk memperoleh sumber inspirasi dalam penciptaan karya. Kasada merupakan salah satu intangible heritage berupa tradisi melarungkan sesajen ke kawah Gunung Bromo yang dilakukan oleh masyarakat Suku Tengger. Kasada merupakan peristiwa unik yang masih eksis, dilakukan sebagai simbol rasa syukur dan doa agar Gunung Bromo selalu memberi kedamaian dan hasil bumi yang berlimpah. Kasada dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya fesyen ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture dengan menggunakan trend fesyen 2023/2024 Rural dan style quirky bohemian dalam gaya ungkap metafora yang didasari dengan kata kunci terpilih, didukung dengan metode penciptaan Frangipani dan konsep fesyen berkelanjutan. Koleksi busana ini diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan mengenai Kasada serta dapat memperkenalkan salah satu tradisi Nusantara kepada masyarakat sehingga budaya Nusantara tidak luput dari perhatian masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Bhumi Tejasuini Analogi Lukisan Pasar Bali Maestro Anak Agung Gede Sobrat Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Busana Berkolaborasi Dengan Tudisign Adhyrama, Anak Agung Istri Sri; Arimbawa, I Made Gede; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 1 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i1.3554

Abstract

Penciptaan karya fesyen merupakan suatu aktivitas kompleks yang di dalamnya melalui beberapa tahap penciptaan, seperti eksplorasi ide hingga nantinya mempromosikan karya fesyen. Lukisan Pasar Bali, 1955, merupakan salah satu mahakarya dari maestro seni lukis Anak Agung Gede Sobrat yang dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pemciptaan karya fesyen. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mewujudkan dan mengetahui proses penciptaan karya busana dengan ide pemantik lukisan Pasar Bali sebagai inspirasi karya busana dengan berkolaborasi dengan Tudisign. Penciptaan karya didukung oleh metode penciptaan busana yang terinspirasi dari tahapan penciptaan Frangipani yang disusun oleh Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana. Lukisan Pasar Bali mengalami transformasi melakui gaya ungkap analogi ke dalam karya busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture, dengan gaya busana exotic edgy. Koleksi busana Bhumi Tejasuini menghasilkan busana ready to wear pria dengan tiga potong busana, yaitu atasan, outer, dan celana; busana ready to wear deluxe wanita dengan tiga potong busana, yaitu dress, outer, dan rok lilit; serta busana semi couture wanita dengan tiga potong busana, yaitu kemeja, dress, dan rok obi. Koleksi busana Bhumi Tejasuini ini diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan dan memperkenalkan salah satu maestro seni lukis nasional, Anak Agung Gede Sobrat, kepada khalayak umum.
Penggunaan Lensa Prime Dalam Portfolio Foto Dokumentasi Projek Wita Media Pramana, I Nyoman Putra; Arimbawa, I Made Gede; Saryana, I Made
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.3466

Abstract

Dalam dinamika industri fotografi, Selain kemampuannya dalam mengatasi kondisi pencahayaan minim, lensa prime juga dikenal karena kemampuannya menciptakan efek blur atau bokeh yang mengesankan. Pemahaman mendalam tentang penggunaan lensa prime dalam penciptaan portofolio foto dokumentasi sangatlah penting. Seiring dengan lingkungan industri fotografi yang dinamis, penggunaan lensa prime menjadi tidak hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga sebuah keharusan. Tujuan dari penulisan ini adalah (1) mengidentifikasi kemampuan khusus lensa prime dalam menangkap detail pada kondisi minim cahaya untuk meningkatkan kualitas portfolio foto dokumentasi; (2) mengevaluasi kontribusi seni bokeh dari lensa prime dalam meningkatkan kualitas portfolio dokumentasi foto event; (3) menemukan dan mengatasi tantangan utama yang dihadapi dalam penggunaan lensa prime untuk dokumentasi acara guna memaksimalkan keunggulan teknisnya. Metode dilakukan dengan lensa prime dengan efek bokeh dan menghasilkan lima belas karya foto pada kondisi dengan minim cahaya dan momen yang berbeda serta memberikan kontribusi yang substansial terhadap pemahaman penulis mengenai penggunaan lensa prime dalam proses pembuatan portfolio foto event. Kesimpulan yang diambil adalah melalui eksplorasi dan pengalaman dalam magang di WITA MEDIA, telah terbukti bahwa penggunaan lensa prime memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas dokumentasi acara, terutama dalam kondisi minim cahaya. Lensa prime memiliki kemampuan unggul dalam menangkap detail yang halus dan mempertahankan kejelasan gambar, menghasilkan foto yang lebih tajam dan jernih dibandingkan dengan lensa lain dalam kondisi pencahayaan yang minim.
HARNESSING AI IMAGE GENERATOR PROMPT ENGINEERING FOR ACADEMIC EXCELLENCE Darmawan, Andreas James; Arimbawa, I Made Gede; Heptariza, Anita; Brayen, Hosea
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 4 (2024): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v4i1.478

Abstract

This study explores the role of prompt engineering in visual communication design education, specifically examining its application with AI image generators. With the rise of AI technologies, prompt engineering has become an essential skill for creative professionals to maximize the potential of AI tools in generating high-quality visuals. The purpose of this research is to assess the effectiveness of prompt engineering skills among visual communication design students and identify factors that contribute to successful prompt formulation. Research methods include case study analysis, surveys, prompt formulation experiments, interviews, and visual output analysis using AI tools such as DALL-E, MidJourney, and Stable Diffusion. Findings show that students’ prompt engineering proficiency varies widely, with language skills, creativity, and technological understanding being key determinants. Effective prompt engineering significantly enhances the quality and creativity of generated visuals. The study concludes that integrating prompt engineering into design curricula can improve students' technical skills and creative problem-solving. Educators should focus on practical applications and provide training in AI tools to ensure that students are prepared for the evolving design landscape.
Dithley’s Hermeneutical Interpretation on ‘Heaven and Smile’ Episode of Digital Comic ‘Banggaber’ Hidayat, Syarip; Arimbawa, I Made Gede
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.5962

Abstract

Digital comics spread with WebToon and social media platforms such as Instagram, like Banggaber digital comics, and digital comics are distributed on the internet via computers and mobile devices. The appeal of Banggaber Digital Comics can be seen in one frame and still conveys a strong message; the purpose of this research is to show the message. This research is qualitative in nature using Dilthey's hermeneutics with the visual art method in comics. Data on digital comics is proud on Instagram, a way to collect data that includes visual research and observation. The results show that individual experience directs from a historical and social perspective, showing from the visualization of comics has the message that this mother is an important part of one's life and also that past experiences can present acceptance that mothers are figures who provide peace and hope.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) MELALUI FINANCIAL SELF EFFICACY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KOTA SURABAYA Putri, Mutiara Pradina; Arimbawa, I Gede; Artaya, I Putu; Nilowardono, Sengguruh
E-Jurnal SPIRIT PRO PATRIA Vol 9 No 2: September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat / Narotama University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/spirit.v9i2.2627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan terhadap kinerja usaha mikro kecil dan menengah melalui financial selft effecacy sebagai variable intervening di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Populasi dalam penenlitian ini adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di wilayah kota Surabaya. Jumlah sampel sebesar 100, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner.Teknik analisa data menggunakan SEM – PLS. Literasi keuangan dan inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial self efficacy pelaku UMKM di Kota Surabaya, hal ini berarti semakin tinggi literasi keuangan dan inklusi keuangan maka semakin tingggi pula tingkat kepercayaan diri pelaku UMKM dalam mengelola keuangannya. Literasi keuangan dan inklusi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pelaku UMKM di kota Surabaya, hal ini menunjukkan semakin tinggi literasi keuangan dan inklusi keuangan maka semakin tinggi kenerja keuangan pelaku UMKM di kota Surabaya. Financial selft efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan pelaku UMKM di kota Surabaya, hal ini dapat diartikan semakin tinggi keyakinan diri dalam mengelola keuangan maka semakin meningkat pula kinerja keuangan pelaku UMKM di kota Surabaya. Penelitian ini hanya dilakukan di wilayah kota Surabaya, oleh karena itu untuk penelitian selanjutnya cakupan wilayah penelitian agar diperluas mencakup seluruh kawasan di Negara Republik Indonesia