Claim Missing Document
Check
Articles

FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata) DAN JENGGER AYAM (Celosia plumosa) Ratnawati, Rhenny; Fatmasari, Risna Dwi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2018): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v3i2.333

Abstract

Soil is a very influential medium of human survival. One of the parameters affecting soil quality is heavy metal concentration in soil, especially heavy metal of lead (Pb). High concentrations of Pb in the soil can treated with phytoremediation techniques. The aims of this research are: 1. To investigate the reduction of heavy metal Pb in the soil by phytoremediation, 2. To investigate the effectiveness of plants to absorb heavy metal Pb in the soil, and 3. To investigate the distribution of Pb concentration in the plant parts. The study variables used in this research are species variation of plants Sansevieria trifasciata and Celosia pulmosa. Phytoremediation test of Pb heavy metal contaminated soil was carried out for 4 weeks with sampling time on days 0, 7, 14, 21, and 28. The parameters analyzed of this research is Pb concentrations on soil and plant parts, namely roots, stems, leaf. Physical observations of plants were also carried out to support this research. The results show that the reactor with Sansevieria trifasciata had a higher effectiveness of removal of Pb in 81.08% (112 mg/kg) than Celosia pulmosa in 59.63% (293 mg/kg). The effectiveness of the absorption of Sansevieria trifasciata was higher 70.50% (418 mg/kg) than Celosia pulmosa 52.40% (311 mg/kg). The distribution of Pb concentrations in the plant of Sansevieria trifasciata and Celosia pulmosa is almost the same, with the most concentration being in the root part and at least scattered in the leaves of the plant. Keywords: Celosia pulmosa, Soil, Lead, Phytoremediation, Sanseviera trifasciata.
POTENSI BAKTERI SEDIMEN MANGROVE DALAM MENDEGRADASI PLASTIK MENGGUNAKAN METODE KOLOM WINOGRADSKY Ni'am, Achmad Chusnun; Ainiyah, Siti Irhayatul; Ratnawati, Rhenny
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.1-10

Abstract

Plastik merupakan suatu material industri dengan banyak kelebihan ekonomis sehingga diproduksi dan digunakan meluas hampir di seluruh aspek kehidupan manusia. Namun, plastik memiliki kekurangan yaitu sulit terurai di lingkungan karena ikatan rantai karbon yang panjang. Akibatnya, diperlukan lebih dari satu dekade agar plastik terdegradasi dan termineralisasi ke lingkungan. Peningkatan jumlah konsumsi plastik tentu menambah dampak akibat sampah plastik yang dibuang ke lingkungan. Biodegradasi adalah salah satu upaya untuk mengelola sampah plastik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi bakteri yang diisolasi dari sedimen Mangrove Wonorejo Surabaya dalam mendegradasi plastik Polyethylene, Polypropylene, dan Polystyrene menggunakan metode Kolom Winogradsky. Substrat yang digunakan adalah pasir dan tanah, dengan Bushnell-Haas broth sebagai media tumbuh bakteri, dan plastik uji ukuran 10x3 cm. Besar persen degradasi dihitung berdasarkan selisih berat kering sebelum dan sesudah masa inkubasi selama 12 minggu. Sebanyak 17 isolat bakteri berhasil diisolasi dari masing-masing sumber sampel. Persen degradasi terbesar ditemukan pada sampel sedimen mangrove titik 3 substrat pasir sebesar 82.3% pada plastik PP. Sedangkan plastik PS diperoleh persen degradasi sebesar 34.1% pada sedimen mangrove titik 5 substrat tanah.
COMBINED TREATMENT OF LANDFILL LEACHATE USING COAGULATION-FLOCCULATION AND ANAEROBIC-AEROBIC BIOFILTER WITH BIOBALL Sugito, Sugito; Ratnawati, Rhenny; Laba, Vinsensius Fereri
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.5756

Abstract

Piles of waste in landfills can produce leachate that smells bad and contains organic and inorganic materials as well as some pathogenic bacteria. A biofilter is a simple method that can be used to degrade pollutant parameters dissolved in leachate. This research aims to determine the efficiency value of Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solid (TSS) concentrations in the leachate of Blandongan Landfill, Pasuruan City. The leachate treatment process uses the coagulation method as pretreatment with aluminum sulfate coagulants (Al2(SO4)3) and Ferric Chloride (FeCl3) followed by biofilter using bioball media. The variables in this research were the differences in the concentration of the coagulant used and the bioball media with a height of 15 cm. The results show that in bioball me-dia the value of reduction efficiency is better in reducing COD levels by 77.73%, BOD by 79.40%, and TSS by 81.48%. This research combines leachate treatment technol-ogy, where the coagulation-flocculation method becomes the pre-treatment of the leachate before continuing with an anaerobic-aerobic biofilter.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI ADHESIVE TAPE MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI Wahid, Ahmad; Sugito, Sugito; Widyastuti, Sri; Ratnawati, Rhenny
Purifikasi Vol 24 No 2 (2025): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/purifikasi.v25i2.469

Abstract

Limbah cair dari hasil industri adhesive tape mengandung kadar COD, TSS, amonia total, minyak lemak dan pH yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi tegangan dan waktu kontak saat proses elektrokoagulasi terhadap penurunan kadar COD, TSS, amonia total, minyak lemak dan pH pada limbah adhesive tape. Pengujian dilakukan menggunakan reaktor berukuran 20 cm x 20 cm x 14 cm. Tegangan yang digunakan adalah 8V, 14V dan 20V, sedangkan waktu kontak terdiri dari 40 menit dan 70 menit. Elektroda yang digunakan adalah plat Seng (Zn) dengan ukuran 10 cm x 4 cm dengan jumlah total 8 plat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan yang paling efektif adalah 20V dengan waktu pengolahan selama 70 menit. Efisiensi penurunan kadar COD sebesar 99,12% TSS sebesar 89,61% amonia total sebesar 93,14% dan minyak lemak sebesar 97,38%.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Fly Ash dan Bottom Ash dari Proses Produksi Energi Listrik PLTU Pacitan Abidin, Minhajul; Auvaria, Shinfi Wazna; Ratnawati, Rhenny
Composite: Journal of Civil Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/cjce.v4i2.16210

Abstract

Konsumsi energi listrik yang meningkat mengakibatkan Pembangkit tenaga listrik yang didirikan semakin banyak. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) termasuk pemasok listrik terbesar yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Limbah yang dihasilkan akan berpotensi mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Pengelolaan limbah harus dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan FABA PLTU Pacitan dan membandingkan dengan peraturan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dibutuhkan berasal dari studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil uji karakteristik ini menunjukkan terdapat parameter SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, dan Na2O yang kurang memenuhi standar kualitas pozzolan. Namun pada Bottom Ash, SiO2 telah memenuhi standar. Proses pengelolaan limbah yang diterapkan dinilai telah memenuhi standar atau regulasi yang berlaku untuk mendukung kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Analisis Pembentukan Sludge Granular dari Lumpur Anaerobik Pengolahan Limbah di Effluent Treatment Plant PT XYZ Ratnawati, Rhenny; Agustin, Dewi; Auvaria, Shinfi Wazna; Arida, Vera
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.395

Abstract

Limbah cair dari proses produksi minyak sawit mengandung bahan organik yang tinggi sehingga pengolahan yang tepat untuk menghilangkan bahan organik adalah dengan proses anaerobik. Di PT XYZ pada proses anaerobik digunakan beberapa jenis reaktor, diantaranya Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), Expanded Granular Sludge Blanket (EGSB), Internal Circulation (IC) Tank, dan Super Internal Circulation Tank. Bakteri yang digunakan umumnya berbentuk granular yang lebih cepat mengendap, tetapi pada kondisi lapangan bakteri yang digunakan untuk UASB adalah sludge powdering dimana cenderung washing out. Hal tersebut dapat menurunkan efisiensi pengolahan air limbah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembentukan sludge granular dari sludge powdering pada reaktor UASB. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan reaktor dari gelas beker dengan pengoperasian selama 6 minggu. Digunakan prinsip koagulasi flokulasi dengan penambahan urea 0,3 gr/L/hr sebagai nutrisi bagi bakteri dan FeCl3 sebagai bahan pengikat. Tahapan penelitian ini diantaranya pengambilan sampel, operasi reaktor, pengamatan, dan pemberian perlakuan kemudian analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor UASB tidak terbentuk sludge granular, karena sludge yang dihasilkan berbentuk flok halus. Penambahan bahan FeCl3 dan urea membuat nilai pH reaktor naik turun dan cenderung basa mengakibatkan terciptanya kondisi yang tidak optimal bagi aktivitas bakteri pembentuk granular. Sehingga belum didapatkan sludge granular dari percobaan menggunakan sludge powdering UASB dengan reaktor gelas beker.
EVALUASI KUALITATIF OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI RUMAH SAKIT X Sularto, Danang Juniztyo; Nilandita, Widya; Auvaria, Shinfi Wazna; Ratnawati, Rhenny
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.22469

Abstract

Rumah sakit menghasilkan limbah padat, cair, dan gas yang berpotensi mengandung mikroorganisme penyebab penyakit, bersifat infeksius, serta mengandung bahan kimia berbahaya maupun zat radioaktif dalam kadar kecil yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Pengolahan limbah berperan penting dalam mengurangi sifat berbahaya serta memastikan kualitasnya sesuai standar sebelum dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem operasional serta pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit X, berdasarkan Buku 3 Pedoman SOP UPTD Pengelola Air Limbah Domestik Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Metode yang digunakan adalah dengan cara melakukan observasi, wawancara dengan pengawas operator dan juga melakukan dokumentasi unit pengolahan di IPAL. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem pengolahan limbah telah berjalan sesuai prosedur, di mana efisiensi penyisihan parameter pencemar untuk kadar BOD, COD, TSS, dan mikroorganisme patogen memenuhi baku mutu. Pengelolaan IPAL secara rutin dan pencatatan parameter harian juga telah dilakukan dengan baik. Kesimpulannya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian operasional IPAL terhadap Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 mencapai 100%. Berdasarkan dengan Buku 3 SOP Aset Operasi UPTD, tingkat kesesuaian operasional tercatat sebesar 93,3% dengan 28 dari 30 parameter terpenuhi, sedangkan tingkat kesesuaian pemeliharaan sebesar 89,65% dengan 26 dari 29 parameter terpenuhi.
Analisis Pembentukan Sludge Granular Dari Lumpur Anaerobik Pengolahan Limbah Di Effluent Treatment Plant PT XYZ Agustin, Dewi; Arida, Vera; Auvaria, Shinfi Wazna; Ratnawati, Rhenny
JURNAL TECHLINK Vol 9 No 2 (2025): Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59134/jtnk.v9i2.734

Abstract

Wastewater from the palm oil production process contains high levels of organic matter, so the appropriate treatment to remove organic matter is anaerobic processing. At PT XYZ, several types of reactors are used in the anaerobic process, including Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB), Expanded Granular Sludge Blanket (EGSB), Internal Circulation (IC) Tank, dan Super Internal Circulation Tank. The bacteria used are generally granular in shape, which settle more quickly, but in field conditions, the bacteria used for UASB are sludge powdering, which tends to wash out. This can reduce the efficiency of wastewater treatment. The purpose of this study is to analyze the formation of granular sludge from sludge powdering in UASB reactors. The method used was experimental using a beaker glass reactor operated for 6 weeks. The principle of coagulation flocculation was used with the addition of 0.3 g/L/hr of urea as nutrients for bacteria and FeCl3 as a binding agent. The stages of this study included sampling, reactor operation, observation & treatment, and data analysis. The results showed that the UASB reactor did not form granular sludge, because the sludge produced was in the form of fine flocs. The addition of FeCl3 and urea caused the pH value of the reactor to fluctuate and tend to be alkaline, resulting in conditions that were not optimal for the activity of granular-forming bacteria. Therefore, granular sludge was not obtained from the experiment using UASB sludge powdering with a glass beaker reactor.