Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PERANAN POLA PENGAIRAN DAN METODE PENGENDALIAN HAMA TIKUS (Rattus argentiventer)TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Elda Sari Siregar; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 4, No 2 (2019): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v4i2.1006

Abstract

Tujuan dari panelitian ini adalah untuk mengetahui produksi padi sawah akibat peranan pola pengairan dan metode pengendalian hama tikus. Penelitian ini dilaksanakan di desa Singali, kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan, dengan ketinggian tempat lebih kurang dari 500 m diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Plot Desain yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan dengan Faktor peranan pola pengairan dan metode pengendalian hama tikus, parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, intensitas serangan tikus, berat gabah per rumpun dan per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengairan menunjukkan pengaruh nyata pada pengamatan intensitas serangan pada umur 9 mst, 10 mst, 11 mst, 12 mst dan 13 mst dan pada pengamatan berat gabah per rumpun dan per plot. Pola pengairan yang menunjukkan pengaruh tidak nyata pada pengamatan tinggi tanaman pada setiap umur pengamatan yaitu 3 mst, 5 mst. Pada perlakuan pola pengairan paling tinggi intensitas serangannya adalah P3 (pengairan berselang). Pada perlakuan metode pengendalian hama tikus menunjukkan pengaruh yang nyata pada pengamatan berat gabah per plot dan intensitas serangan pada semua umur pengamatan mulai dari 9 mst, 10 mst, 11 mst, 12 mst dan 13 mst. Metode pengendalian tikus menunjukkan pengaruh tidak nyata pada pengamatan tinggi tanaman pada setiap umur pengamatan berat gabah per rumpun. Perlakuan metode pengendalian hama tikus yang paling tinggi intensitas serangannya adalah M2 (perangkap). Pada interaksi perlakuan pola pengairan dan metode pengendalian menunjukkan pengaruh tidak nyata pada setiap pengamatan.Kata Kunci : Pengairan, Hama Tikus, Padi
RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KARET (Havea Brasiliensis) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK CAIR LENGKAP PETROVITA DAN PUPUK NPK 15-7-8 BINTANG KUDA LAUT Eka Nurwani Ritonga; Elda Sari Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v5i1.1646

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif tanaman tanaman karet (Havea Brasiliensis) dengan memberikan pupuk cair lengkap petrovita dan pupuk npk 15-7-8 Bintang Kuda Laut. Dengan menggunakan rancangan acak kelompok (Rak) yang dilaksanakan di lahan percobaan pertanian, parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, diameter batang dan luas daun. Dari analisis secara statistik pada perlakuan pupuk petrovita tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, sedangkan pada analisa statistik perlakuan pupuk npk 15-7-8 bintang kuda laut tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tangkai daun dan luas daun. Dan interaksi kedua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati.
PENGARUH PENGELOLAAN LAHAN DAN PEMBERIAN PUPUK PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STRUT) Elda Sari Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i2.418

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan lahan dan pemberian pupuk pellet terhadap pertumbuhan dan produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Strut). Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Kelurahan Batang Ayuni Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, ketinggian tempat 500 meter dari permukaan laut. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Februari 2017 dan penelitian selesai pada bulan Juli 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pengelolaan lahan disimbolkan (PL) terdiri dari 3 taraf yaitu PL0, PL1, PL2 dan Faktor penggunaan pupuk Pellet disimbolkan (PP) dengan 3 taraf yaitu PP0,. PP1, PP2, PP3. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pengelolaan lahan menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada umur 6 mst, umur berbunga, panjang tongkol dan bobot 100 biji, tetapi pada parameter tinggi tanaman umur 3, 4 dan 5 mst, jumlah daun, tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap perlakuan pengelolaan lahan. Pengaruh perlakuan pupuk Pellet terhadap parameter tinggi tanaman pada umur 3 mst, dan panjang tongkol tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata, tetapi pada parameter tinggi tanaman umur 4, 5 dan 6 mst, jumlah daun umur 4, 5 dan 6 mst, umur berbunga dan bobot 100 biji menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap perlakuan pemberian pupuk Pellet. Dari hasil analisa secara statistik menunjukkan bahwa interaksi antara kedua perlakuan tidak berpengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati.
PENGARUH CARA PEMUPUKAN NPK 15-7-8 BINTANG KUDA LAUT DAN PUPUKSUPERNASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) Elda Sari Siregar; Suryanto Anto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v4i1.1007

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan pada lokasi Kelurahan Sihitang Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Cara Pemupukan NPK 15-7-8 Bintang Kuda Laut dan Pupuk Supernasa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu Faktor Cara Pemupukan (C) Terdiri Dari 3 Taraf yaitu Menaburkan pupuk sekitar batang tanaman (C1),Dengan cara menugal (C2),Dengan Cara Larikan (C3). Faktor Pemberian Pupuk Supernasa (S) terdiri dari empat taraf yaitu : Kontrol (tanpa pupuk)S0,1,5gr/tanaman(S1), 2 gr/ tanaman (S2)dan 2,5 gr/ tanaman(S3). Dari hasil analisa secara statistik perlakuan cara pemupukan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap terhadap tinggi tanaman umur 3, 5, dan 6 mst, jumlah daun umur 3 mst, tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 4 mst, jumlah daun umur 4, 5, dan 6 mst, produksi per sampel dan produksi per plot, perlakuan pupuk Supernasa menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 3, dan 6 mst, jumlah daun umur 4 mst, diameter batang umur 3, 4, 5 dan 6 mst, umur berbunga, produksi per sampel dan produksi per plot tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 4, dan 5 mst, jumlah daun umur 5 dan 6 mst, interaksi kedua perlakuan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 4, 5 dan 6 mst, jumlah daun umur 3 mst, tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 3 mst, jumlah daun umur 4, 5, dan 6 mst, produksi per sampel dan produksi per plot. Kata Kunci : Pemupukan, bintang kuda laut supernasa, jagung manis
Pengaruh Pengelolaan Lahan dan Pemberian Pupuk Kandang Ayam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Elda Sari Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal AGROHITA OKTOBER 2018 – MARET 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v3i1.966

Abstract

The purpose of this study was to determine the growth and production response of Shallots (Allium ascalonicum L.) to the types of mulch and chicken manure. This research was conducted at the location of Batang Ayumi Julu Village, Padangsidimpuan City. The experimental design used in this study was a factorial Randomized Block Design (RCBD), with two factors, namely the treatment of mulch (without mulch, silver black plastic mulch, rice straw mulch). Factors Provision of chicken manure (control, 1 kg / plot, 2 kg / plot, 3 kg / plot). The results showed that the treatment of mulch gave no significant effect on plant height parameters, the number of tillers, tuber weight per sample and tuber weight per plot. The treatment of giving chicken coop fertilizer also had no significant effect on the parameters of plant height, number of tillers, tuber weight per sample and tuber weight per plot. The interaction between the two treatments also gave no significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, number of tillers, tuber weight per sample, tuber weight per plot. Keywords: mulch, shallots, chicken manure, production.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KOTORAN KELELAWAR (GUANO) DAN PUPUK ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALANICUM L.) Samsinar Harahap; Elda Sari Siregar; Amir Mahmud
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.9332

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos kotoran kelelawar (guano) dan pupuk ZA terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalanicum L.), penelitian ini dilaksakan di Siabu, Kabupaten Mandailing Natal dengan ketinggian tempat + 550 m dpl pada bulan Juli sampai September 2022. Dari hasil analisis statistik diperoleh bahwa perlakuan kompos kotoran keielawar memberikan pengaruh yang nyata pada semua pengamatan yaitu pengamatan Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Anakan, Berat Umbi Per Sampel dan Berat Umbi Per Plot. Menurut hasil anaiisis secara statistik bahwa perlakuan pemberian pupul ZA menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pengamatan, yaitu pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat umbi per sampel, dan berat umbi per plot. Menurut hasil analisis secara statistik bahwa interaksi kompos kotoran kelelawar (Guano) dan pupuk ZA mampu memberikan pengaruh yang nyata pada hasil tanaman yaitu berat umbi per sampel dan berat umbi per plot. Sedangkan factor  pertumbuhannya yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan pada setiap umur pengamatan memberikan pengaruh tidak nyata. 
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PETROBIO DAN BEBERAPA VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L) Elda Sari Siregar; Samsinar Harahap; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i2.10651

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Petrobio dan Beberapa Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Nopember 2020 sampai bulan Februari 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua factor yaitu : Faktor pemberian pupuk Organik Petrobio disimbolkan (N) terdiri dari 4 taraf yaitu : N0 = Kontrol, N1(1,5 cc /liter), N2 (2 cc /liter), N3 (2,5 cc/liter). Faktor beberapa varietas disimbolkan (V) ada  3 Taraf yaitu : V1(Varietas Bintang Asia), V2(Varietas Matahari), V3( Varietas Hijau Super). Dari hasil analisa secara statistik pada perlakuan pupuk organik petrobio tidak menunjukan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang pada umur 2 - 4 minggu setelah tanam, berat polong per sampel dan berat polong per plot pada pengamatan panen 1, tetapi berpengaruh nyata pada pengamatan panen 2 dan 3. Sedangkan  perlakuan beberapa varietas tidak menunjukan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang pada umur 2 - 4 minggu setelah tanam, berat polong per sampel pada pengamatan panen 1 dan 2, tetapi berpengaruh nyata pada panen 3 berat polong per plot. Dari hasil analisa secara statistik kedua perlakuan tidak menunjukan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter yang diamati. Namun hasil terbaik dalam penelitian ini terdapat pada perlakuan pupuk organik petrobio yaitu pada berat polong per plot.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN SALAK SIDIMPUAN (Salacca sumatrana Becc) PADA ELEVASI YANG BERBEDA Elda Sari Siregar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14470

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) di dataran tinggi, ntuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran medium, Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran sedang. Hasil penelitian ini adalah: Hasil penelitian tanaman salak pada 3 elevasi di tapanuli selatan dengan elevasi yang berbeda tidak berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat tidak berpengaruh terhadap morfologi tanaman salak di buktikan dari dendogram yang telah di buat membuktikan bahwa tidak banyak didapatkan keragaman morfologi, yang membedakan hanya pada panjang pelepah,panjang tangkai daun, bentuk buah, dan rasa buah. Hasil penelitian di 3 elevasi terdapat beberapa aksesi yang memilki kemiripan AS1 dan AS2 semua morfologi mirip hanya saja yang membedakan pada bentuk buah, AB1 dan AB7 semua morfologi sama yang membedakan hanya pada warna buah, bentuk buah, dan warna biji, AB2 dan AT6 semua morfologi mirip tidak ada yang membedakan, dan AB2 dan AT5 memiliki kemiripan hanya saja yang membedakannya hanya bentuk buah dan rasa buah.
RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK POS DAN PUPUK GANDASIL Elda Sari Siregar; Fery Endang Nasution
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.17139

Abstract

ABSTRAK Pada Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu pupuk Organik POS dan pupuk gandasil. Pada parameter tinggi tanaman umur 4, 6, 8, 10, 12 mst, parameter diameter batang pada umur 4, 6, 10 dan 12 mst, parameter jumlah daun pada umur 4, 6, 8, dan 10 mst, dan para meter luas daun pada umur 4, 8, 10 dan 12 mst menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap pemberian pupuk organik tetapi, pada parameter diameter batang saat umur tanaman 8 mst dan parameter luas daun pada umur 6 mst tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Pada parameter tinggi tanaman umur 4, 6, 8, 10, 12 mst, parameter diameter batang pada umur 4 dan 6 mst, parameter jumlah daun pada umur 6 dan 8 mst, dan parameter luas daun pada umur 8, 10 dan 12 mst menunjukkan adanya pengaruh yang nyata terhadap pemberian pupuk gandasil, tetapi pada pengamatan diameter batang pada umur 8, 10 dan 12 mst, pengamatan di jumlah daun di umur 4 juga 10 mst, pengamatan luas daun pada umur 4 dan 6 mst tidak menunjukkan pengaruh yang nyata dengan pemberian Gandasil. Tidak berpengaruh nyata terhadap interaksi pemberian Pupuk Organik dan pupuk gandasil terhadap parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun pada umur 4, 6, dan 8, tetapi pada pengamatan luas daun di umur 10 dan 12 mst berpengaruh nyata untuk interaksi kedua pupuk tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pemberian pupuk organik POS dalam dosis 150 gr/polybag dan pemberian pupuk gandasil dalam dosis 6 gr/liter air memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman Kakao
IDENTIFIKASI KEBERAGAMAN DAN DOMINANSI GULMA DI AREAL PEKEBUNAN KOPI (Coffea arabica) PADA KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA Mamud, Amir; Siregar, Elda Sari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.20320

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan dominansi gulma pada perkebunan kopi di Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatra Utara Pada ketinggian tempat berbeda.Penelitian ini di laksanakan pada bulan April sampai bulan Juni tahun 2024. Penelitian dilakukan dengan mengamati langsung gulma pada perkebunan kopi pada 3 lokasi di Kabupaten Tapanuli Selatan Yaitu 800 mdpl di daerah Sipirok, 900 mdpl di daerah Sitaratoit, dan 1.000 mdpl di daerah Aek Sabaon. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Kuadrat dengan petak sampel (1 m2) pada setiap lokasi pengamatan. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian diolah menggunakan secara kuantitatif untuk menilai dominansi gulma dan keberagaman gulma dalam komunitas berdasarkan parameter Frekuensi Mutlak (FM), Frekuensi Relatif (FR), Kerapatan Mutlak (KM), Kerapatan Relatif (KR), Dominansi Mutlak (DM), Dominansi Relatif (DR), Berat Basah (BB), Berat Kering (BK), Indek Nilai Penting (INP), Summed Dominance Ratio (SDR). Hasil penelitian terdapat 25 famili gulma budidayah kopi arabica yang terdiri dari 14 jenis gulma Berdaun Lebar, 9 jenis gulma Rumput-rumputan, 1 jenis gulma Teki-tekian, 1 jenis gulma Paku-pakuan. Gulma yang dominan pada perkebunan kopi di kabupaten Tapanuli Selatan adalah Agratum Conyzoides (Babandotan) dan Browallian Americana (Bunga Violet Buch). Gulma golongan Teki-tekian dan Paku-pakuan yaitu gulma Clidemia Hirta (Senduduk Bulu) dan Selagi Nella (Cakar Ayam) gulma ini gulma ini hanya tumbuh dan  mendominansi di ketinggian  800 Mdpl.