Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Fenomena Bunuh Diri (Studi Kasus di Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo) Rahmatiah; Hatu, Dewinta Rizky R.; Thalib, Rahmatia S.
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.99

Abstract

Penelitian ini secara khusus menganalisis fenomena bunuh diri dari perspektif sosiologi di Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang bertujuan untuk memahami fenomena ini dalam konteks sosial yang lebih luas. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: Pertama, fenomena bunuh diri seringkali terkait dengan perasaan isolasi sosial yang menyebabkan individu merasa terputus dari hubungan sosial yang berarti, menciptakan rasa kesepian dan kekosongan. Kedua, integrasi sosial yang kuat dapat memengaruhi pandangan terhadap hubungan asmara, namun kurangnya dukungan dan komunikasi dalam lingkungan keluarga mempersulit pemahaman tentang kondisi psikososial pelaku/korban. Temuan ini menyoroti pentingnya peran komunikasi keluarga dalam mencegah risiko bunuh diri. Ketiga, norma-norma sosial yang kuat dalam masyarakat menunjukkan bahwa individu sering kali mendapat tekanan dari hubungan asmara yang mungkin memiliki sifat temperamental. Hal ini menunjukkan kompleksitas dinamika sosial dalam masyarakat yang perlu dipahami lebih lanjut dari sudut pandang sosiologi.
Optimalisasi tata kelola desa melalui pembuatan buku profil desa di masyarakat Desa Bulangita Hatu, Rauf A.; Hatu, Dewinta Rizky R.; Lemba, Halid
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.157

Abstract

Penguatan kelembagaan desa merupakan elemen penting dalam membangun ketahanan komunitas, terutama dalam menghadapi tantangan sosial yang kompleks. Salah satu hal yang mendasari proses tersebut adalah data yang akurat sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. Desa Bulangita, sebagai desa pemekaran dari Desa Teratai, belum memiliki buku profil desa yang menyajikan data kependudukan yang lengkap dan terorganisir dengan baik. Permasalahan ini berpotensi menyebabkan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan sosial, sebagaimana yang telah ditemukan pada penelitian sebelumnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk menyusun buku profil desa Bulangita sebagai upaya untuk mengoptimalkan tata kelola desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi, dokumentasi, penyebaran kuisioner kepada masyarakat, serta Forum Group Discussion (FGD) dengan masyarakat dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Desa Bulangita terlibat dalam sektor pertanian dan pertambangan emas, dengan banyak warga yang memiliki profesi ganda. Buku profil desa ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang valid dalam pengambilan kebijakan dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan desa.
Reproduksi trotoar sebagai ruang sosial: Studi kasus depan Universitas Negeri Gorontalo Hatu, Dewinta Rizky R.; Rahmatiah; Pohontu, Rusdi
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i4.158

Abstract

Perubahan peran trotoar sebagai jalur pejalan kaki kini mencerminkan praktek ruang sosial yang menggambarkan budaya dan interaksi di Kota Gorontalo. Menggunakan kerangka teori ruang sosial dari Henri Lefebvre, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana trotoar lebih dari sekadar jalur pejalan kaki, melainkan menjadi arena sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling untuk pengambilan data, di mana data dikumpulkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan penelitian. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini berhasil mengungkapkan makna dan peran trotoar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penyalahgunaan ruang untuk parkir sembarangan hingga interaksi antara mahasiswa, penduduk lokal, dan pengguna lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trotoar, yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki, sering disalahgunakan untuk aktivitas lain seperti berdagang dan parkir, terutama pada sore dan malam hari. Fenomena ini disebabkan oleh faktor ekonomi dan lokasi strategis, namun menyebabkan kemacetan dan mengganggu fungsi utama trotoar sebagai ruang publik bagi pejalan kaki.
Strategi Bertahan Hidup Pekerja Seks Komersial dalam Menghadapi Marginalisasi Sosial: Adipu, Rahmat; Ibrahim, Ridwan; Hatu, Dewinta Rizky R.
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v2i3.283

Abstract

Penelitian ini menganalisis keberadaan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Desa Sukamakmur, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo yang sejak 2015 telah menjadi fenomena sosial dan memunculkan beragam respons masyarakat. Kehadiran PSK kerap diiringi marginalisasi sosial berupa stigma negatif, pengucilan, serta penolakan dalam berbagai aspek kehidupan. Para PSK bekerja di tempat karaoke sebagai sumber penghidupan utama, namun tetap dipandang menyimpang secara moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSK menghadapi marginalisasi dalam bentuk pengucilan, penolakan, dan diskriminasi baik verbal maupun simbolik. Untuk bertahan, mereka menerapkan strategi seperti menjaga sikap, menyesuaikan cara berpakaian, serta membangun interaksi dengan masyarakat guna meminimalisasi konflik dan tekanan sosial. Analisis dengan teori Interaksionisme Simbolik mengungkap bahwa marginalisasi muncul dari proses interaksi sosial dan konstruksi makna negatif terhadap identitas PSK. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai dinamika sosial antara PSK dan masyarakat serta menekankan pentingnya pendekatan yang lebih terbuka dan inklusif.
Potret Kehidupan Sosial Mahasiswa Pengamen di Kota Gorontalo: Studi Kasus Mahasiswa UNG Asal Kabupaten Buol Saputra, Gunawan; Rahmatiah; Hatu, Dewinta Rizky R.
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v3i1.309

Abstract

This study examines the phenomenon of students from Buol Regency who migrate to Gorontalo City and work as buskers to support themselves while pursuing their education at the Universitas Negeri Gorontalo (UNG). The aim of this study is to analyze the social life portrait of busker students, including their motivations, challenges, and interactions with their surrounding environment. The research adopts a descriptive qualitative approach, with data collection techniques involving observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that most of the busker students come from families with a lower-middle economic background. The primary factors driving them to busk include economic limitations, the desire for independence, and the outlet for their musical talents. Busking provides them with flexible working hours but is often accompanied by negative stigma from the community. Despite this, they demonstrate strong social resilience and are able to balance their roles as students and income earners. This phenomenon reflects the existence of an educated marginal group that requires attention in social planning and public policy.
Dampak Perbedaan Pilihan Politik Pilkada terhadap Hubungan Masyarakat dan Pemerintah Desa Mooat Paputungan, Dwi Yanti; Hatu, Rauf A.; Hatu, Dewinta Rizky
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3765

Abstract

Penelitian ini membahas dampak perbedaan pilihan politik dalam Pilkada 2024 terhadap hubungan masyarakat dan pemerintah di Desa Mooat, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh munculnya polarisasi sosial yang menyebabkan perpecahan dan ketegangan di tengah masyarakat setelah pemilihan berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan pilihan politik memengaruhi dinamika sosial antarwarga, hubungan antara masyarakat dan pemerintah desa, serta bagaimana kondisi tersebut berdampak pada pelayanan publik di tingkat desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi untuk memperoleh data secara menyeluruh dan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pilihan politik memicu renggangnya hubungan sosial, munculnya prasangka antarkelompok, serta terjadinya diskriminasi yang dialami sebagian warga. Ketegangan sosial ini terlihat dari sikap saling menjaga jarak, menurunnya interaksi sosial, hingga berkurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan desa. Selain itu, dampak politik juga terlihat pada pergantian aparat desa yang diduga berkaitan dengan janji politik kepada tim sukses pasangan calon tertentu. Pergantian ini menyebabkan ketidakstabilan birokrasi dan menghambat pelayanan publik, termasuk keterlambatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta pelaksanaan program pembangunan desa lainnya. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan pilihan politik dalam Pilkada memiliki dampak signifikan terhadap struktur sosial, hubungan masyarakat, dan tata kelola pemerintahan desa. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemulihan sosial, peningkatan komunikasi, serta kebijakan yang inklusif dan netral untuk mengembalikan keharmonisan serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Partisipasi Kelas Menengah Dalam Pilkada Wali Kota Di Kelurahan Padebuolo Kota Gorontalo laginta, iskawati; Hatu, Rauf A.; Hatu, Dewinta Rizky R.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3783

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi politik kelas menengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Gorontalo dengan menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi rasionalitas dalam menentukan pilihan politik. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik utama dalam pengumpulan data. Informan penelitian dipilih dari kelompok kelas menengah yang memiliki latar belakang pendidikan, kondisi ekonomi, serta keterlibatan sosial yang relatif baik, sehingga mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai pola partisipasi politik mereka serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam dinamika politik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi politik kelas menengah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi semata, tetapi juga oleh tingkat pendidikan, status sosial, serta kekuatan jaringan sosial yang mereka miliki. Dalam menentukan pilihan politik, kelompok ini cenderung mempertimbangkan visi dan misi kandidat, rekam jejak, integritas personal, serta manfaat rasional yang dapat diperoleh, sesuai dengan kerangka teori pilihan rasional. Selain itu, jaringan sosial seperti organisasi keagamaan, komunitas profesional, lingkungan pertemanan, dan ruang diskusi informal turut memberikan pengaruh signifikan dalam membentuk orientasi politik mereka, termasuk dalam proses pertukaran informasi dan penilaian terhadap kandidat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kelompok kelas menengah memiliki akses informasi yang lebih luas melalui media digital dan aktivitas sosial sehari-hari, sehingga memungkinkan mereka melakukan evaluasi politik secara lebih kritis. Dengan karakteristik tersebut, kelas menengah di Kota Gorontalo memainkan peran strategis dalam dinamika Pilkada karena tidak hanya berpartisipasi secara aktif, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kualitas demokrasi lokal.
Dinamika Sosial dalam Pembentukan Identitas Homoseksual (Gay) di Kota Gorontalo Djiluwa, Aldi; Hatu, Dewinta Rizky R.; Tanipu, Funco
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika sosial yang mempengaruhi proses pembentukan identitas homoseksual (gay) di Kota Gorontalo. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif serta studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dokumentasi, dan telaah literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas homoseksual tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui proses panjang yang melibatkan interaksi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi orientasi seksual, proses refleksi diri, kesadaran identitas, serta kemampuan individu dalam menerima kondisi dirinya. Sementara itu, faktor eksternal mencakup tekanan sosial, norma budaya yang kuat, nilai-nilai religius yang dominan, serta tingginya stigma dan diskriminasi yang masih melekat dalam masyarakat Kota Gorontalo. Kompleksitas lingkungan sosial ini membuat banyak individu homoseksual memilih untuk menyembunyikan identitas mereka demi menghindari penolakan sosial. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya komunitas-komunitas tersembunyi yang berperan sebagai ruang aman (safe space) bagi individu gay untuk saling berbagi pengalaman, membangun solidaritas, memperoleh dukungan emosional, dan memperkuat identitas seksual mereka. Keberadaan ruang seperti ini membantu mereka mengembangkan strategi adaptif dalam menghadapi tekanan sosial sekaligus mempertahankan eksistensi diri. Temuan ini menegaskan bahwa identitas seksual, khususnya homoseksualitas, merupakan konstruksi sosial yang terbentuk melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, serta struktur budaya yang mengelilingi individu. Dalam konteks Kota Gorontalo yang masih didominasi nilai religius dan patriarki, proses pembentukan identitas homoseksual menjadi perjalanan yang kompleks tetapi tetap menunjukkan adanya dinamika resistensi, negosiasi, dan penerimaan diri.
Judi Online sebagai Gejala Sosial di Kalangan Pemuda di Desa Saripi Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Nono, Nurkhalid; Ibrahim, Ridwan; Hatu, Dewinta Rizky R.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3849

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena maraknya praktik judi online di kalangan pemuda Desa Saripi yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini dipengaruhi oleh tekanan ekonomi, pengaruh lingkungan sosial, serta kemudahan akses terhadap teknologi digital yang mempermudah pemuda untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala awal munculnya praktik judi online, bentuk-bentuk permainan yang populer di kalangan pemuda, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan moral masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap beberapa informan yang terdiri dari pemuda, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Saripi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam judi online berawal dari rasa penasaran, dorongan untuk mendapatkan uang secara cepat, serta pengaruh pergaulan teman sebaya. Jenis permainan yang paling banyak diminati adalah slot karena dianggap mudah dimainkan dan menjanjikan keuntungan instan. Dampak dari praktik ini meliputi kerugian finansial, munculnya perilaku konsumtif, menurunnya produktivitas, hingga rusaknya hubungan sosial dan keharmonisan keluarga. Pemerintah desa telah berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi, penyuluhan, serta pemberdayaan pemuda melalui pelatihan kerja, namun hasilnya belum maksimal karena kurangnya minat dan pengawasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena judi online bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga merupakan cerminan dari lemahnya kontrol sosial, rendahnya kesadaran moral, serta kurangnya kegiatan positif bagi generasi muda di Desa Saripi.
Penguatan Home Industri Kayu Desa Woloan melalui Pemetaan Masalah Sosial untuk Pengembangan Usaha Lokal Dewinta Rizky. R Hatu; Sabrina Nadia; Rauf A. Hatu; Rahmatiah; Funco Tanipu
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2921

Abstract

Home industri kayu di Desa Woloan merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang berkembang berbasis keterampilan turun-temurun dan kearifan lokal masyarakat. Meskipun telah dikenal luas, keberlanjutan usaha ini masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan teknologi produksi, pola pemasaran yang masih konvensional, lemahnya kerja sama antar pengerajin, serta minimnya regenerasi pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan permasalahan sosial yang memengaruhi perkembangan home industri kayu serta mendorong penguatan usaha lokal secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, diskusi kelompok, dan lokakarya partisipatif dengan para pengerajin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemetaan sosial mampu mengidentifikasi hambatan utama sekaligus potensi pengembangan, terutama dalam penguatan hubungan sosial, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Pengabdian ini berkontribusi dalam menumbuhkan sikap keterbukaan dan kolaborasi antar pengerajin guna mendukung keberlanjutan industri kayu Desa Woloan.