Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analysis of Coal Seam Identification Based on Drilling Data in Nunukan Regency, North Kalimantan Mukarramah, A. Aenul Tul; Anshariah2, Anshariah; Budiman, Agus Ardianto
Journal of Geology and Exploration Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Geology and Exploration, December 2024
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jge.v3i2.187

Abstract

Coal deposition results in the formation of continuous layers with specific thicknesses and slopes. This study aimed to determine coal seams based on drilling data. The method involved correlating the rocks flanking the coal seams using AutoCAD 2014 software. The findings revealed that points BC-054, BC-045, and BC-038 belong to the same coal seam based on the associated flanking rocks. Similarly, points BC-029, BC-022, BC-004, and BC-087 were also found to be interconnected within a coal seam, sharing similar thicknesses and clamping rock layers. However, the third layer at BC-087 does not correspond with other boreholes and is categorized as a separate seam. Correlation analysis identified three coal seams with an average thickness ranging from 0.6 m to 1.7 m.
Pembersihan Sumur Gas Pada Produksi Gas Alam: Cleaning Of Gas Wells in Natural Gas Production Agus Ardianto Budiman; Nurul Magfirah; Jamal Rauf Husain
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v1i1.71

Abstract

Natural gas is an alternative energy source in current industrial development, so the demand for natural gas is increasing. The purpose of this research is to activate the function of the well so that it can resume production. The healthy cleaning method used is the clean-up method. This method is a method of removing pressure shut-off fluid in wells by using chokes of various sizes. The type of choke used is a fixed choke. The completeness of the data used is in the form of well testing data on the well, gas composition, and the amount of dead liquid included as a comparison. From the results of research on each well, it is known that in the Walanga#1 well, with 30 barrels of liquid raised and a pressure of 1,080 psi, Walanga#2, with 14 barrels of liquid lifted and a force of 1,080 psi, Walanga#3 with 38 barrels of liquid lifted and a pressure of 1,078 psi, Sampi-sampi # 1 with 80 barrels of liquid raised and a pressure of 1,050 psi. Therefore, based on the results of this study, it can be concluded that the dead liquid was not lifted to its maximum. Still, the pressure in the wells had reached its maximum value and returned to normal conditions so that the four wells could resume production.
Analisis Kualitas Air Terkait Potensi Air Asam Tambang pada Bekas Pit Penambangan Batubara Kabupaten Barru Yusuf, Firman Nullah; Budiman, Agus Ardianto; Urfiana, Iftah
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 2 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i2.295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air pada bekas pit tambang batubara di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, guna mengidentifikasi potensi terbentuknya air asam tambang (AAT). Pengujian dilakukan terhadap parameter pH, TSS, TDS, DO, BOD, COD, serta kandungan logam Fe, Mn, dan Al menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TSS, TDS, DO, Fe, Mn, dan Al masih berada di bawah ambang batas baku mutu sesuai PP RI No. 22 Tahun 2021. Namun, parameter BOD, COD, dan pH melebihi batas yang ditentukan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya potensi sedang terbentuknya AAT, karena tingginya nilai BOD dan COD mencerminkan kebutuhan oksigen yang besar untuk menguraikan zat organik yang pada prosesnya menghasilkan asam sulfat dan senyawa asam lainnya yang dapat menurunkan pH air. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan berkala dan upaya pengelolaan kualitas air pada kolam bekas tambang batubara untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih serius
Studi Perbandingan Bahan Penetral Air Asam Tambang pada PT Pasir Walannae Desa Massenrengpulu Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan Nurwaskito, Arif; Budiman, Agus Ardianto; Triono, Laode Muhammad Agus
Jurnal of Mining Insight Vol 3 No 3 (2025): Journal of Mining Insight
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jmi.v3i3.305

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan permasalahan utama pada kegiatan pertambangan batubara yang ditandai dengan nilai pH rendah dan kandungan logam berat tinggi, seperti Fe, Mn, dan Al, yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua bahan penetral, yaitu kapur tohor (CaO) dan abu soda (Na₂CO₃), dalam menetralkan air asam tambang pada skala laboratorium. Sampel air diambil dari tiga titik settling pond di area tambang PT Pasir Walannae, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pengujian dilakukan dengan variasi dosis bahan penetral sebesar 0,5 g, 1 g, dan 1,5 g per 500 ml air asam tambang, kemudian diukur perubahan pH setiap hari selama lima hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahan mampu menaikkan pH air hingga mencapai kisaran 6–7 yang sesuai dengan baku mutu lingkungan (pH 6–9). Namun, kapur tohor menghasilkan kenaikan pH rata-rata yang lebih tinggi (4,73; 4,63; dan 4,65) dibandingkan abu soda (4,61; 4,61; dan 4,61). Dengan demikian, kapur tohor dinyatakan lebih efektif dibandingkan abu soda dalam menetralkan air asam tambang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan tambang dengan pendekatan kimiawi yang efisien, ekonomis, dan sesuai dengan standar nasional pengolahan limbah tambang.
Karakteristik Mineralogi Batubara Desa Tiktok Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang: Mineralogical Characteristics of Coal in Tiktok Village, Baraka District, Enrekang Regency Firaldy S; Budiman, Agus Ardianto; Thamsi, Alam Budiman
Journal of Engineering Science and Technology Applications Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Engineering Science and Technology Applications
Publisher : CV Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/jesta.v3i2.297

Abstract

Coal is a solid, combustible sedimentary rock formed from the decay of ancient plants. Coal is brown to black in color and undergoes physical and chemical changes that increase its carbon content. The purpose of this study was to determine the mineral composition of the coal in the area. The sampling method used channel sampling, based on research conducted using XRD, obtained results: the upper sample was composed of quartz (69.8%), graphite (30.2%), the middle sample was composed of quartz (37.6%), graphite (33.8%), and albite (28.8%), and the lower sample was composed of albite (41.2%), quartz (30.0%), and graphite (28.8%).
Pemetaan potensi bahan galian mangan sebagai langkah awal menuju geowisata inovatif Firdaus, F; Bakri, Suriyanto; Budiman, Agus Ardianto; Aulia, Rizky Nurul
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i3.22490

Abstract

Keberadaan bahan galian mangan di Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan memberikan peluang besar untuk dikembangkan sebagai geowisata yang edukatif. Bahan galian mangan yang dapat diamati langsung di lapangan memiliki potensi besar sebagai sarana pendidikan bagi siswa SMK Geologi-Pertambangan, mahasiswa Teknik Pertambangan dan Teknik Geologi, serta masyarakat umum. Pemetaan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi geowisata berbasis geologi, yang tidak hanya akan berdampak positif pada perekonomian lokal, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pelestarian alam dan pentingnya pendidikan geologi. Metode yang digunakan yaitu observasi lapangan untuk memetakan lokasi dan potensi bahan galian mangan, serta menilai aksesibilitas jalur transportasi menuju lokasi yang dapat dikembangkan menjadi geowisata. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa lokasi bahan galian mangan memiliki luas 18.775 m² (18,775 ha) dan dapat dijangkau dengan jarak 1,44 km dari kantor Desa Pattappa menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, atau berjalan kaki. Dengan pengembangan yang tepat, geowisata ini berpotensi memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa dan memperkuat kesadaran tentang pemanfaatan serta pelestarian sumber daya alam secara berkelanjutan.
PEMETAAN SUMBERDAYA BAHAN GALIAN PASIR SILIKA DI DESA PATTAPPA KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU UNTUK MASTERPLANE GEOWISATA Bakri, Suriyanto; Adrianto Budiman, Agus; Harwan, Harwan; Asmiani, Nur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31757

Abstract

Pengabdian ini mengeksplorasi potensi pengembangan geowisata di Desa Pattapa Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Indonesia dengan fokus khusus pada pemetaan sumber daya Pasir Silika di daerah tersebut. Studi ini mengkaji ketersediaan, permintaan, dan pertumbuhan ekonomi yang terkait dengan sumber daya Pasir Silika, serta potensi dampak pertambangan Pasir Silika terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. Pemanfaatan data penginderaan jauh dan survei lapangan, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai potensi Pasir Silika di daerah tersebut dan kesesuaiannya untuk master plan geowisata. Temuan pengabdian ini dapat memberikan informasi kepada pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan strategi pariwisata berkelanjutan yang menyeimbangkan pertimbangan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Ruang lingkup kegiatan terkait dengan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini ialah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, mensurvei titik-titik ditemukannya potensi bahan galian Pasir Silika, mengambil data koordinat Pasir Silika, mengambil sampel Pasir Silika, dan menganalisis sampel Pasir Silika di laboratorium untuk mengetahui kadar dari Pasir Silika tersebut serta membuat peta sebaran bahan galian Pasir Silika. Luaran dari kegiatan ini yakni informasi kepada pemerintah setempat terkait area sebaran Pasir Silika untuk masterplan geowisata.