Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : WACANA

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika; Mahardika Supratiwi; Fadjri Kirana Anggarani; Rini Setyowati
Wacana Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.239 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v9i2.115

Abstract

PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI BENTUK PROMOTIF NILAI ANTI KORUPSI ANAK USIA DINI Pratista Arya Satwika, Mahardika Supratiwi, Fadjri Kirana Anggarani, Rini Setyowati Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret   ABSTRAK Perilaku korupsi telah menjadi budaya dan memberikan dampak kerugian di masyarakat. Promosi nilai anti korupsi seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, berani, peduli, kerja keras, sederhana, mandiri, dan adil perlu diberikan sejak dini serta berkelanjutan, sehingga menampakkan dampak nyata di masa mendatang. Permainan tradisional dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan dan tanpa alat. Permainan tradisional menggunakan alat yang akan diberikan adalah Dakon, Benthik, dan Main Kelereng, sedangkan permainan tanpa alat adalah Becak-becakan, Gobak Sodor, dan Kontrakol. Permainan tradisional dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan model pembelajaran pendekatan taktis (teaching games for understanding) agar anak memahami apa dan mengapa tujuan permainan dilakukan. Pendampingan permainan tradisional diberikan kepada siswa taman kanak-kanak usia empat sampai tujuh tahun di Surakarta. Hasil pengabdian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pendampingan pemberian permainan tradisional siswa taman kanak-kanak terbukti telah meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai anti korupsi.   Kata kunci : permainan tradisional, nilai antikorupsi, anak usia dini
MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI HARDINESS, IKLIM SEKOLAH, DAN PERSEPSI TENTANG HARAPAN ORANG TUA (STUDI PADA SISWA OLIMPIADE DI SMA N 3 SEMARANG) Rini Setyowati; Rifqi Charis Pratama; Tsoraya Dina Taufiq
Wacana Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.694 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i1.141

Abstract

ABSTRAKDunia pendidikan di Indonesia beberapa tahun belakangan telah mengalami perkembangan pesat. Pendapat pemerintah mengenai penurunan tajam pendidikan di tanah air, sehingga program olimpiade dibuat sebagai upaya peningkatan mutu. Adanya program olimpiade, meningkatkan motivasi berprestasi pada siswa. Motivasi berprestasi dipengaruhi secara internal dan eksternal. Faktor yang mempengaruhi di antaranya adalah hardiness, iklim sekolah, dan persepsi tentang harapan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness, iklim sekolah, dan persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi; hubungan antara hardiness dengan motivasi berprestasi; hubungan antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi; hubungan antara persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi pada siswa kelas olimpiade di SMA N 3 Semarang.Sampel pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas olimpiade sejumlah 54 siswa dengan merujuk pada penelitian populasi. Instrumen yang digunakan adalah skala hardiness (r=0,823), skala iklim sekolah (r=0,862), skala persepsi tentang harapan orang tua (r=0,915), dan skala motivasi berprestasi (r=0,920). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara hardiness, iklim sekolah, dan persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi (Fhitung=6,094 > Ftabel=3,18, p=0,001<0,05; r=0,517). Uji parsial pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan positif antara hardiness dengan motivasi berprestasi (r= 0,319, p= 0,021 < 0,05), terdapat hubungan signifikan positif antara iklim sekolah dengan motivasi berprestasi (r= 0,484, p= 0,000 < 0,05), dan tidak terdapat hubungan signifikan antara persepsi tentang harapan orang tua dengan motivasi berprestasi (r= 0,067, p= 0,637 < 0,05). Nilai koefisien determinasi R2= 0,268 artinya hardiness, iklim sekolah, persepsi tentang harapan orang tua secara bersama-sama memberi sumbangan 26,8% terhadap motivasi berprestasi dengan sumbangan 6,04% dari hardiness, 19,97% dari iklim sekolah, dan 0,79% dari persepsi tentang harapan orang tua. Hipotesis keempat pada penelitian ini tidak terbukti karena adanya pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Kata kunci: hardiness, iklim sekolah, persepsi tentang harapan orang tua, motivasi berprestasi, siswa olimpiade