Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU PEMANFAATAN LOLOH CEMCEM SEBAGAI OBAT HERBAL DI DESA PENGLIPURAN Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Gde Palguna Reganata
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 4 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol4iss8pp113-120

Abstract

The world of health is starting to realize that there are hidden dangers behind the excessive use of synthetic drugs, so people's attention is now turning to hereditary medicine. One of them is the use of traditional herbal lolo cemcem. Preliminary studies found that 9 out of 10 residents of Penglipuran Village prefer loloh cemcem as herbal medicine because it has many benefits for treatment. The purpose of this study was to determine the behavior of using loloh cemcem as an herbal medicine in the Penglipuran village community. The research method used is a qualitative approach with an ethnographic study design and data collection techniques by means of interviews. The results showed that loloh cemcem had been used for generations, the community knew the benefits of loloh cemcem, and the personal experience felt by the community regarding the use of loloh cemcem, had the same processing method, and there were differences in how to use it in the dosage section and how many times a day to drink it , and the utilization of lolo cemcem is supported from a family perspective. Based on the research findings, knowledge about loloh cemcem has been passed down from generation to generation and the public has the view that loloh cemcem is not just a traditional refreshing drink but can be used as herbal medicine. The benefits of loloh cemcem are believed by the people of Penglipuran Village in medicine and health, namely to overcome constipation (difficulty defecating), heartburn, bleeding gums and can increase appetite.
PERBANDINGAN PENGARUH E-BOOKLET, VIDEO ANIMASI, DAN WEBINAR TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU DI PUSKESMAS: Manik Partha Sutema, Ida Ayu; Reganata, Gde Palguna; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Andani, Cokorda Istri Ratih; Ratih, Andrinia
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Kryonaut
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v3i2.99

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Ketidakpatuhan menjadi tantangan bagi pasien TBC karena lamanya masa pengobatan. Pada masa pandemi COVID-19, upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam menangani pasien TBC dapat dilakukan dengan memberikan edukasi berbasis digital. Ebooklet, video animasi, dan webinar memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas tiga jenis media pendidikan dalam mempengaruhi perilaku pasien TBC. Metode: Jenis penelitian pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest yang dilakukan di Puskesmas Kota Denpasar pada bulan Juli sampai September 2022. Intervensi dilakukan dengan memberikan edukasi melalui e-booklet, video animasi, dan webinar. Kuesioner yang divalidasi digunakan untuk survei menggunakan Google Forms. SPSS 24.0 digunakan untuk menganalisis data. Dengan nilai 33,10 poin, video animasi mempunyai pengaruh paling tinggi terhadap perilaku, disusul e-booklet dengan nilai 9,93 poin, dan webinar dengan nilai 4,97 poin (p=0,00). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pendidikan ebooklet dan webinar (p=0,140). Ada perbedaan antara pemberian video animasi dengan e-booklet dan video animasi dengan webinar (p=0,000). Kesimpulan: e-booklet, video animasi, dan webinar dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi untuk meningkatkan perilaku pasien TBC, dimana video animasi memberikan peningkatan perilaku lebih baik dari webinar dan ebooklet.
Development of Digital Transformation Instruments and Partnership For MSMEs in Denpasar City Yudha, Bagus Arista; Reganata, Gde Palguna
Journal of Economics and Public Health Vol 2 No 4 (2023): Journal of Economics and Public Health: December 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jeph.v2i4.2533

Abstract

SMEs are a type of industry that is more customer focused and have better opportunities if supported by the use of digitalization transformation and collaboration with partnerships that can provide support for the development of an SME. This research was conducted to analyze the digital transformation and partnership questionnaire in SMEs. Method: The questionnaire will be analyzed using validity and reliability tests, where validity tests include content validity, face validity, Focus Group Discussion and construct validity. The number of respondents in the validity test was 5 respondents and 30 respondents in the reliability test. The results of the questionnaire analysis in the content validity analysis test were declared valid with an items content validity index (1-CVI) value of ≥ 0.78. In the results of face validation, it was found that the statement items in the questionnaire described the construct well. The results obtained after the focus group discussion process were that the majority of panelists agreed on the statements made with a minimum value of 2 which means "easy to understand" and a maximum value of 3 which means "very easy to understand". The number who got a score of 2 (easy to understand) was 25% and the number who got a score of 3 (very easy to understand) was 75%. The reliability test obtained a Cronbach alpha value of 0.940; So according to table 4 above, this value means Very Reliable and suitable to be distributed to respondents. From the results of the table analysis, all question items are reliable. The instruments analyzed in this research, namely the digitalization transformation and partnership instruments, can be categorized as valid and reliable instruments so they can be used as research tools.
Pemberdayaan Pemasaran Digital Guna Meningkatkan Penjualan Hasil Panen Kelompok Agro Pertiwi: Upaya Mendukung Program Ekonomi Hijau dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Richadinata, Kadek Riyan Putra; Aryanata, Nyoman Trisna; Reganata, Gde Palguna; Mannan, Alif Naufal Anyuri; Tresia, Ni Wayan Budi Artiva
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4838

Abstract

Kelompok Tani Agro Pertiwi adalah kelompok tani yang berlokasi di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Kelompok Tani Agro Pertiwi menghadapi tantangan dalam pemasaran dan distribusi hasil panen mereka. Data penjualan yang terdokumentasi menunjukkan bahwa penjualan hasil panen masih rendah dan tidak konsisten setiap tahunnya. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Agro Pertiwi dalam pemasaran digital guna meningkatkan penjualan hasil panen mereka serta mendukung program Ekonomi Hijau dan ketahanan pangan di Desa Ubung Kaja. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian edukasi dalam bentuk pelatihan pemasaran digital kepada 38 orang peserta. Alasan pemilihan metode ini adalah karena anggota Kelompok Tani Agro Pertiwi berusia di atas 40 tahun. Kegiatan pelatihan edukasi memberikan kesempatan bagi Kelompok Tani Agro Pertiwi untuk mempelajari dampak positif dari pemasaran digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan perubahan paradigma positif terkait Pemasaran Digital.
Rasionalitas dalam swamedikasi vitamin c pada masa pandemi covid - 19 di kota denpasar: Rationality in self-medication of vitamin c during the covid-19 pandemic in denpasar city Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Reganata, Gde Palguna; Sutema, Ida Ayu Manik Partha; Putri, Dhiancinantyan Windydaca Brata
Bali Medika Jurnal Vol 8 No 2 (2021): Bali Medika Jurnal Vol 8 No 2 Juli 2021
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v8i2.187

Abstract

Background The pandemic we can call Coronavirus Disease (COVID-19) has a significant impact in all sectors of human life.Indonesia reported its first cases of COVID-19 on March 2,2020 totalin two cases (WHO, 2020). World Health Organization (WHO) recommends to consumption healthy foods and increase immunity with more vitamin that during the pandemic COVID-19.Vitamin C is an alternative to boost the immune system. Increasing consumption of vitamin C needs to be seen by the rationality of using self-medicated vitamin C during the COVID-19 pandemic. Inappropriate or excessive use of vitamins can result in damage to organs such as the kidneys. The purpose of this study was to describe the rationality of Samedication vitamin C during the pandemic COVID-19 in the Denpasar City. Methods: The design of this study is descriptive using a descriptive design that uses non-probability sampling t. The instrument used is a questionnaire. The sample population is 100 respondents in the community in Denpasar. Results: The results of the study show the rationality of using swamedication vitamin C during the pandemic COVID- 19 in Denpasar amounting to 84.73% rational and irrationally of 15.27%, the rationality were measured from the right indication of  the drug, the right way of administration. medication, proper dosage, proper storage and side effect alert.
Evaluation of Antibiotic Use in Children's Respiratory Tract Infections at Primary Health Center in Tabanan Bali Putri, Kadek Sephia Adiana; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Sutema, Ida Ayu Manik Partha; Reganata, Gde Palguna; Saputra, I Wayan Agus Gede Manik
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 19 No. 1 (2025): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v19i1.11673

Abstract

Background: Respiratory Tract Infections are among the most common health problems affecting children globally, with a particularly high prevalence in Southeast Asia, including Indonesia. Inappropriate antibiotic use in treating respiratory tract infections can lead to antibiotic resistance. This study evaluates the rationality of antibiotic use in pediatric respiratory tract infections cases and assesses prescribing patterns based on established guidelines. Method: A descriptive observational study with a cross-sectional approach was conducted using purposive sampling. Data collected from 130 medical records of pediatric patients with respiratory tract infections (from January to March 2024) at a primary health care center in Tabanan, Bali were analyzed. The Gyssens method evaluated antibiotic rationality based on dosage, duration, and clinical indications. Data were analyzed descriptively to determine antibiotic prescribing patterns and compared with national antibiotic use guidelines. Results: The results showed that 46.1% of antibiotic use was included in the rational category (Category 0), while 43.1% were included in the use without clear indications (Category V). Amoxicillin is the most widely prescribed antibiotic (90.8%). These findings indicate a tendency to use antibiotics not by clinical guidelines. Conclusion: The use of antibiotics in pediatric patients with respiratory tract infections is mostly suboptimal. Interventions are needed to improve compliance with rational antibiotic use guidelines, including education for healthcare workers and ongoing monitoring of antibiotic prescribing patterns
Persepsi dan Perilaku Masyarakat Desa Suwug Terhadap Tanaman Kitolod Sebagai Obat Konjungtivitis (Studi Kualitatif) Dewi, Kadek Lina Mariana; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Reganata, Gde Palguna
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 4 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v4i7.1794

Abstract

Insidensi konjungtivitis di Indonesia saat ini menduduki tempat kedua dari 10 penyakit mata utama. Beragam pengobatan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit ini dari yang obat konvesional hingga herbal. Studi pendahuluan yang dilakukan pada masyarakat Desa Suwug menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan tanaman kitolod sebagai obat tetes mata.Mengetahui persepsi dan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman kitolod terhadap konjungtivitis.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu studi etnografi. Wawancara dilakukan pada 5 masyarakat Desa Suwug. Coding data dilakukan menggunakan aplikasi NVIVO. Thema dibangun dari perspektif informan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber berupa member checking.Pengetahuan tanaman kitolod sebagai obat tradisional sudah di lakukan secara turun temurun oleh masyarakat di Desa Suwug. Tanaman kitolod sendiri dapat tumbuh liar di halaman rumah. Berdasarkan pengalaman pribadi, masyarakat meyakini bahwa tanaman kitolod tersebut dapat mengobati konjungtivitis. Masyarakat memiliki cara pengolahan yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama. Tanaman kitolod merupakan tanaman liar yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini sudah digunakan secara turun temurun oleh masyarakat di Desa Suwug. Terdapat cara pengolahan yang berbeda yaitu tanaman kitolod dan daun sirih hanya direndam pada wadah yang berisi air panas
GAMBARAN PERILAKU PEMANFAATAN LOLOH CEMCEM SEBAGAI OBAT HERBAL DI DESA PENGLIPURAN Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri; Ni Putu Aryati Suryaningsih; Gde Palguna Reganata; Nyoman Trisna Aryanata
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol5iss1pp28-37

Abstract

Abstrak : Dunia kesehatan mulai menyadari adanya bahaya-bahaya yang tersembunyi di belakang penggunaan obat-obatan sintetik secara berlebihan, maka perhatian masyarakat sekarang berbalik kepada pengobatan turun-temurun. Salah satunya penggunaan herbal tradisional loloh cemcem. Studi pendahuluan ditemukan bahwa 9 dari 10 warga masyarakat Desa Penglipuran lebih memilih loloh cemcem sebagai pengobatan herbal karena memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku pemanfaatan loloh cemcem sebagai obat herbal di masyarakat desa penglipuran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi etnografi dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukan loloh cemcem sudah digunakan secara turun-temurun, masyarakat mengetahui manfaat loloh cemcem, dan pengalaman pribadi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap penggunaan loloh cemcem, memiliki cara pengolahan yang sama, dan ada perbedaan pada cara penggunaan dibagian takaran dan interval minum berapa kali sehari, dan pemanfaatan loloh cemcem didukung dari pandangan keluarga. Berdasarkan temuan penelitian bahwa pengetahuan mengenai loloh cemcem yang diperoleh secara turun-temurun dan masyarakat memiliki pandangan bahwa loloh cemcem ini bukan hanya sekedar minuman tradisional untuk menyegarkan saja namun dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal. Manfaat loloh cemcem yang diyakini masyarakat Desa Penglipuran dalam pengobatan dan kesehatan yaitu untuk mengatasi sembelit (susah buang air besar), panas dalam, gusi berdarah dan bisa menambah nafsu makan Kata Kunci : Loloh Cemcem, Obat Herbal, Perilaku Abstract : The world of health is starting to realize that there are hidden dangers behind the excessive use of synthetic drugs, so people's attention is now turning to hereditary medicine. One of them is the use of traditional herbal lolo cemcem. Preliminary studies found that 9 out of 10 residents of Penglipuran Village prefer loloh cemcem as herbal medicine because it has many benefits for treatment. The purpose of this study was to determine the behavior of using loloh cemcem as an herbal medicine in the Penglipuran village community. The research method used is a qualitative approach with an ethnographic study design and data collection techniques by means of interviews. The results showed that loloh cemcem had been used for generations, the community knew the benefits of loloh cemcem, and the personal experience felt by the community regarding the use of loloh cemcem, had the same processing method, and there were differences in how to use it in the dosage section and how many times a day to drink it , and the utilization of lolo cemcem is supported from a family perspective. Based on the research findings, knowledge about loloh cemcem has been passed down from generation to generation and the public has the view that loloh cemcem is not just a traditional refreshing drink but can be used as herbal medicine. The benefits of loloh cemcem are believed by the people of Penglipuran Village in medicine and health, namely to overcome constipation (difficulty defecating), heartburn, bleeding gums and can increase appetite. Keywords: Loloh Cemcem, Herbal medicine, behavior
Perbandingan Potensi Medication Error Pada Rawat Inap dan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Ganesha Gianyar Jaya, I Wayan Mahendra; Maharianingsih, Ni Made; Reganata, Gde Palguna; Widowati, I Gusti Ayu Rai
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17283

Abstract

Medication error adalah kesalahan pengobatan yang dapat dicegah yang menyebabkan pemakaian obat yang tidak sesuai atau membahayakan pasien. Medication error dapat terjadi pada 4 fase yaitu prescribing, transcribing, dispensing dan administration. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi kejadian medication error pada rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional, yang dilakukan pada bulan April 2023. Sampel penelitian ini adalah 50 resep pasien rawat inap, 50 resep pasien rawat jalan. Penilaian potensi medication error pada fase prescribing sebanyak 14 parameter, fase transcribing sebanyak 8 parameter, fase dispensing sebanyak 6 parameter dan fase administration sebanyak 5 parameter. Kejadian medication error pada prescribing yang terjadi paling banyak pada rawat inap dan rawat jalan yaitu tidak ada berat badan pasien (100%), fase transcribing yang terjadi paling banyak yaitu tidak jelas bentuk sediaan, pada rawat inap sebanyak (40%), dan pada rawat jalan sebanyak (42%), pada fase dispensing dan administration tidak ditemukan medication error. Perbandingan medication error rawat inap dan rawat jalan mendapatkan hasil pada fase prescribing (P=0,000), fase transcribing (P=0,961), fase dispensing (P=1.000), dan fase administration (P=1.000). Simpulan penelitian yaitu adanya perbedaan yang signifikan potensi medication error antara pasien rawat inap dan pasien rawat jalan pada fase prescribing, dimana potensi lebih banyak terjadi di rawat inap. Sehingga diperlukan perbaikan medication error dengan cara melakukan penambahan tenaga kerja dan pengetahuan kefarmasian di Instalasi Farmasi, hal ini dilakukan agar dapat mengurangi potensi kejadian medication error di RSU Ganesha Gianyar.
Pelatihan Aplikasi Sehat Tanpa Tuberkulosis (SENTER) TB pada Penderita Tuberkulosis di Kota Denpasar I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi; Ida Ayu Manik Partha Sutema; Gde Palguna Reganata; Ni Ketut Sari Mertadewi; Rajdev Dhillon; Ayu Dyahsavira Setyartini
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2541

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam melakukan pengobatan yang berbasis aplikasi digital karena metode home visit masih dirasa kurang efektif sehingga menyebabkan risiko munculnya TB RO. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pelatihan, dimana aplikasi yang dikembangkan oleh tim akan diberikan pada pasien dan dilakukan pelatihan untuk membiasakan pasien menggunakan aplikasi tersebut. Hasil evaluasi diperoleh bahwa seluruh aspek intrinsik telah berada di atas 75%, selain itu dari tabel silang pre post diperoleh hasil yang cukup efektif, karena terdapat 75% pasien yang berubah status dari positif ke negatif pada ranah bakteriologis. Praktek serta pendampingan pasien dinyatakan 83,4% dengan sangat mudah menggunakan aplikasi Senter TB sehingga dapat membantu pasien TB dalam mengingatkan jadwal minum obat menggunakan notifikasi bernuansa budaya Bali.