Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Ketahanan Lightweight Audio Spectrogram Transformer pada Identifikasi Pembicara Kondisi Berderau I Kadek Arya Sugianta; Gde Palguna Reganata
JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Vol. 11 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiska.6170

Abstract

The use of deep learning models for speaker identification on devices with limited computational resources requires significant architectural optimization. This study evaluates the performance and robustness of the Lightweight Audio Spectrogram Transformer (AST) architecture, which has been extremely compressed to 570,536 parameters. The proposed method uses low-resolution Mel-Spectrogram representations (64x64 pixels) as input for a global self-attention mechanism. Testing was conducted using a 5-Fold Cross Validation scheme on a dataset injected with non-stationary environmental noise from the ESC-50 corpus at various Signal-to-Noise Ratio (SNR) levels. Experimental results show that under ideal conditions, the model achieves a solid average validation accuracy of 70.86% ± 2.69% with a Macro Average F1-score of 0.68 ± 0.03. However, the model’s performance degrades sharply to 17.61% at an SNR of 5 dB and drops to 9.21% under extreme conditions at an SNR of 0 dB. These findings reveal a critical trade-off where radical parameter compression leads to the loss of spectral feature redundancy that acts as an implicit noise filter. This study concludes that while lightweight Transformer mechanisms are highly efficient for Edge AI, the integration of pre-processing modules or noise-robust training strategies is an absolute necessity to maintain identification integrity in noisy real-world environments.
Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Terhadap Pemeriksaan Laboratorium dalam Penegakan Diagnosis Infeksi Menular Seksual di Provinsi Bali Ni Made Sri Dwijastuti; Ni Putu Senshi Septiasari; IGAA Satwikha Dewi; I Wayan Tanjung Aryasa; Gde Palguna Reganata; Aprilia Rakhmawati
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.23041

Abstract

Background: Enhancing laboratory-based early detection of sexually transmitted infections (STIs) is a critical element of STI control strategies. The effectiveness of diagnostic systems relies not only on technical capacity but also on population knowledge and acceptance of laboratory testing. Objective: To examine high school students’ knowledge and attitudes toward STI laboratory examinations according to respondent characteristics, serving as indicators of diagnostic literacy among adolescents. Methods: This observational analytical study employed a cross-sectional design. The sample comprised high school and vocational high school students selected by their schools to participate in data collection and complete the questionnaire fully. Data were gathered using a structured questionnaire assessing knowledge and attitudes toward STI laboratory testing. Analyses evaluated differences by school type, region, and gender. Results: No significant differences in knowledge or attitudes were identified by school type or geographic location. A significant difference emerged only in attitudes by sex, exhibiting a small effect size. Conclusion: The distribution of knowledge and attitudes indicates comparable levels of diagnostic literacy across schools and regions. Variation in attitudes by sex suggests differences in acceptance of laboratory examinations. Diagnostic literacy constitutes a critical component in enhancing laboratory-based early detection systems for STIs.
Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Terhadap Pemeriksaan Laboratorium dalam Penegakan Diagnosis Infeksi Menular Seksual di Provinsi Bali Ni Made Sri Dwijastuti; Ni Putu Senshi Septiasari; IGAA Satwikha Dewi; I Wayan Tanjung Aryasa; Gde Palguna Reganata; Aprilia Rakhmawati
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.23041

Abstract

Background: Enhancing laboratory-based early detection of sexually transmitted infections (STIs) is a critical element of STI control strategies. The effectiveness of diagnostic systems relies not only on technical capacity but also on population knowledge and acceptance of laboratory testing. Objective: To examine high school students’ knowledge and attitudes toward STI laboratory examinations according to respondent characteristics, serving as indicators of diagnostic literacy among adolescents. Methods: This observational analytical study employed a cross-sectional design. The sample comprised high school and vocational high school students selected by their schools to participate in data collection and complete the questionnaire fully. Data were gathered using a structured questionnaire assessing knowledge and attitudes toward STI laboratory testing. Analyses evaluated differences by school type, region, and gender. Results: No significant differences in knowledge or attitudes were identified by school type or geographic location. A significant difference emerged only in attitudes by sex, exhibiting a small effect size. Conclusion: The distribution of knowledge and attitudes indicates comparable levels of diagnostic literacy across schools and regions. Variation in attitudes by sex suggests differences in acceptance of laboratory examinations. Diagnostic literacy constitutes a critical component in enhancing laboratory-based early detection systems for STIs.
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penggunaan obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara: The relationship between knowledge level and self-medication behavior in the use of analgesic drugs in Banjar Baluk II, Negara District Putu Negia Suci Cahyani Buana; Ni Putu Wintariani; Gde Palguna Reganata; Ida Ayu Manik Partha Sutema
Widya Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/v6kdej02

Abstract

Latar belakang: Pengobatan sendiri adalah praktik lokal untuk menyelesaikan perawatan kesehatan untuk diri sendiri tanpa berkonsultasi dengan ahli kesehatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara tingkat informasi dan perilaku pengobatan sendiri obat penghilang rasa sakit di Banjar Baluk II, Wilayah Negara, dan hubungan sosiodemografi antara tingkat informasi dan pengobatan sendiri. Penelitian menggabungkan pendekatan cross-sectional untuk penyelidikan kuantitatif. Metode: Penelitian ini termasuk kuantitatif jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. 95 responden dijadikan sebagai contoh penelitian. Lokasi penelitian ini dilakukan di Banjar Baluk II Kecamatan Negara dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Mei tahun 2023. Analisis statistik menggunakan pengujian analisis korelasi pada uji Spearmen’s Rank. Hasil: Terdapat 42 (44,2%) responden yang memiliki informasi kurang, 46 (48,4%) yang memiliki informasi cukup, dan 7 (7,4%) yang memiliki informasi sangat baik. Ada 57 responden (60,0%) yang berperilaku baik saat menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk pengobatan sendiri, dan 38 responden (40,0%) berperilaku baik. Tingkat pengetahuan terhadap perilaku terdapat nilai Spearmen’s Rank yang positif sebesar 0,514 termasuk dalam kategori sedang dengan signifikansi sebesar 0,000 (0,000<0,05). Terdapat hubungan antara usia (r=0, 0,334), pendidikan (r= 0,443) dan pekerjaan (r= 0,303) (p-value= 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi obat analgesik di Banjar Baluk II Kecamatan Negara adalah cukup baik serta terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan dan pekerjaan.
Perbandingan Potensi Medication Error Pada Rawat Inap dan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Ganesha Gianyar I Wayan Mahendra Jaya; Ni Made Maharianingsih; Gde Palguna Reganata; I Gusti Ayu Rai Widowati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.17283

Abstract

Medication error adalah kesalahan pengobatan yang dapat dicegah yang menyebabkan pemakaian obat yang tidak sesuai atau membahayakan pasien. Medication error dapat terjadi pada 4 fase yaitu prescribing, transcribing, dispensing dan administration. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan potensi kejadian medication error pada rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional, yang dilakukan pada bulan April 2023. Sampel penelitian ini adalah 50 resep pasien rawat inap, 50 resep pasien rawat jalan. Penilaian potensi medication error pada fase prescribing sebanyak 14 parameter, fase transcribing sebanyak 8 parameter, fase dispensing sebanyak 6 parameter dan fase administration sebanyak 5 parameter. Kejadian medication error pada prescribing yang terjadi paling banyak pada rawat inap dan rawat jalan yaitu tidak ada berat badan pasien (100%), fase transcribing yang terjadi paling banyak yaitu tidak jelas bentuk sediaan, pada rawat inap sebanyak (40%), dan pada rawat jalan sebanyak (42%), pada fase dispensing dan administration tidak ditemukan medication error. Perbandingan medication error rawat inap dan rawat jalan mendapatkan hasil pada fase prescribing (P=0,000), fase transcribing (P=0,961), fase dispensing (P=1.000), dan fase administration (P=1.000). Simpulan penelitian yaitu adanya perbedaan yang signifikan potensi medication error antara pasien rawat inap dan pasien rawat jalan pada fase prescribing, dimana potensi lebih banyak terjadi di rawat inap. Sehingga diperlukan perbaikan medication error dengan cara melakukan penambahan tenaga kerja dan pengetahuan kefarmasian di Instalasi Farmasi, hal ini dilakukan agar dapat mengurangi potensi kejadian medication error di RSU Ganesha Gianyar.
Co-Authors A A Ngr Bagus Aristayudha Agus Mahardiananta, I Made Andani, Cokorda Istri Ratih Aprilia Rakhmawati Ayu Dyahsavira Setyartini Ayunda Deva Rinata Dewi, Kadek Lina Mariana Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri I Gede Karang Komala Putra I Gede Wahyu Surya Dharma I GUSTI AGUNG AYU SATWIKHA DEWI - I Gusti Made Ngurah Desnanjaya I Gusti Ngurah Made Yudhi Saputra I Made Aditya Nugraha I Nengah Laba I Nyoman Ari Yuda I Wayan Mahendra Jaya I Wayan Tanjung Aryasa IGAA Satwikha Dewi Kadek Dwi Cahaya Putra Kartika Dewi, Ni Made Umi Khadijah Febriana Rukhmanti Udhayana Made Rudiartha, I Gusti Lanang Mannan, Alif Naufal Anyuri Ni Kadek Winda Patriani Ni Ketut Sari Mertadewi Ni Luh Mia Jasmiantini Ni Luh Putu Surya Astitiani Ni Made Maharianingsih Ni Made Maharianingsih Ni Made Sri Dwijastuti Ni Made Sudiari Ni Nyoman Dwi Sutrisnawati Ni Putu Aryati Suryaningsih Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri Ni Putu Ayu Meilla Kartika Putri Nyoman Trisna Aryanata Putri, Kadek Sephia Adiana Putu Negia Suci Cahyani Buana Rajdev Dhillon Rajdev Dillon Ratih, Andrinia Ratmaya, Ketut Anom Richadinata, Kadek Riyan Putra Saputra, I Wayan Agus Gede Manik Saraswati, Anak Ayu Sri Septiasari, Ni Putu Senshi Sri Saraswati, Anak Ayu Suandari, Putu Vierda Lya Suasnawa , I Gede Sugianta, Kadek Arya Sutema, Ida Ayu Manik Partha Tresia, Ni Wayan Budi Artiva Virawan, Made Koen Vitalia Fina Carla Rettobjaan Widnyani, Ni Made Widowati, I Gusti Ayu Rai - Wintariani, Ni Putu Yudha, Bagus Arista Yudhi Saputra, I Gusti Ngurah Made Zainal Firdaus Wardhana