Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Tinjauan Literatur: Peran Tempat Sampah Rumah Tangga sebagai Habitat Perindukan Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Perkotaan Padat Penduduk Effendi, Muhammad Andy; Ramadhanti, Karenina Dwi; Ernyasih, Ernyasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10884

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius di lingkungan perkotaan berpenduduk padat. Nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi pembawa virus dengue, sering kali berkembang biak di tempat-tempat penampungan air, termasuk tempat sampah rumah tangga yang terbuka. Di daerah dengan kepadatan tinggi, minimnya pengelolaan limbah domestik dan rendahnya kesadaran warga menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya sarang nyamuk. Studi ini bertujuan untuk meninjau peran tempat sampah rumah tangga sebagai lokasi perindukan nyamuk Aedes aegypti melalui metode tinjauan literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti Google Scholar, Perpusnas, dan PubMed. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa limbah rumah tangga, terutama wadah yang dapat menampung air hujan, memegang peran penting dalam proses perindukan nyamuk. Oleh karena itu, strategi pengendalian berbasis perilaku masyarakat melalui program 3M Plus dan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk menurunkan risiko penularan DBD di kawasan perkotaan yang padat.
Hubungan antara Pengaruh Sampah Rumah Tangga Tidak Terkelola Terhadap Populasi Vektor Penyakit di Lingkungan Kota Putri, Lutfiah Kurnia; Hasanah, Donita Lutfia; Ernyasih, Ernyasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.11103

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara pengaruh sampah rumah tangga yang tidak terkelola terhadap populasi vektor penyakit di lingkungan kota. Sampah rumah tangga yang terdiri dari limbah organik dan anorganik dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti nyamuk, lalat, dan tikus, yang berpotensi menyebarkan berbagai penyakit menular. Data nasional menunjukkan bahwa volume sampah di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 33,79 juta ton, dengan lebih dari 50% berasal dari rumah tangga. Pengelolaan sampah yang buruk berdampak negatif terhadap pencemaran air, udara, tanah, serta kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan risiko penyakit menular dan gangguan pernapasan. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif melalui partisipasi masyarakat, penerapan teknologi, kebijakan yang mendukung, dan edukasi lingkungan. Program 4R (Reduce, Reuse, Replace, Recycle) dianjurkan sebagai strategi pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan. Solusi yang diusulkan meliputi pengelolaan sampah yang efisien, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, program daur ulang dan kompos, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat.
Hubungan perubahan iklim (suhu udara, curah hujan, dan kelembapan) terhadap kejadian ISPA: Tinjauan literatur Pramudita, Rekyanisa; Ernyasih, Ernyasih
FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Florona: Jurnal Ilmiah Kesehatan (In Progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/florona.v4i2.1581

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Perubahan iklim yang ditandai dengan fluktuasi suhu udara, curah hujan, dan kelembapan udara telah diidentifikasi sebagai faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kejadian ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau literatur terkait hubungan antara perubahan unsur iklim terhadap kejadian ISPA di berbagai wilayah, khususnya di daerah tropis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menyeleksi artikel dari berbagai database ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020-2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu udara ekstrem (baik panas maupun dingin) dapat meningkatkan risiko ISPA, kelembapan tinggi berkontribusi terhadap pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi, dan curah hujan memengaruhi kondisi lingkungan yang memperburuk kualitas udara dalam ruangan. Namun, hubungan antara unsur-unsur iklim tersebut dengan kejadian ISPA bersifat kompleks dan bervariasi antar lokasi, tergantung pada kondisi geografis, lingkungan fisik rumah, serta perilaku masyarakat. Studi ini memberikan wawasan penting bagi upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam konteks pengendalian ISPA yang berbasis lokal.
Analisis Kepuasan Kerja Pegawai Direktorat Keuangan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih SG, Hardiman; Andryani, Andryani; Fauziah, Munaya; Ernyasih, Ernyasih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2460

Abstract

Kepuasan karyawan akan meningkatkan produktivitas kerja dan pada akhirnya meningkatkan kinerja perusahaan. Mengoptimalkan kepuasan karyawan merupakan kunci untuk mencapai sukses perusahaan. Karyawan puas cenderung bekerja dengan kualitas yang lebih tinggi, bekerja lebih produktif, cenderung bertahan lebih lama, dan cenderung dapat menciptakan pelanggan yang puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan struktur organisasi, kepemimpinan, kompensasi, dan pelatihan dengan kepuasan kerja pegawai. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode analitik, jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel Quota sampling. Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan analisis Univariat, Bivariat (Chi Square), Multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi (nilai p = 0,002), kepemimpinan (nilai p = 0,004), kompensasi (nilai p = 0,000) dan pelatihan (nilai p = 0,000) dalam kategori baik dan secara signifikan berhubungan dengan kepuasan kerja pegawai. Pelatihan (niali p< 0,054) merupakan variabel yang paling dominan terhadap kepuasan kerja pegawai Direktorat Keuangan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.
Analisis Kepuasan Kerja Pegawai Direktorat Keuangan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih SG, Hardiman; Andryani, Andryani; Fauziah, Munaya; Ernyasih, Ernyasih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i01.2460

Abstract

Kepuasan karyawan akan meningkatkan produktivitas kerja dan pada akhirnya meningkatkan kinerja perusahaan. Mengoptimalkan kepuasan karyawan merupakan kunci untuk mencapai sukses perusahaan. Karyawan puas cenderung bekerja dengan kualitas yang lebih tinggi, bekerja lebih produktif, cenderung bertahan lebih lama, dan cenderung dapat menciptakan pelanggan yang puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan struktur organisasi, kepemimpinan, kompensasi, dan pelatihan dengan kepuasan kerja pegawai. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode analitik, jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel Quota sampling. Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan analisis Univariat, Bivariat (Chi Square), Multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi (nilai p = 0,002), kepemimpinan (nilai p = 0,004), kompensasi (nilai p = 0,000) dan pelatihan (nilai p = 0,000) dalam kategori baik dan secara signifikan berhubungan dengan kepuasan kerja pegawai. Pelatihan (niali p< 0,054) merupakan variabel yang paling dominan terhadap kepuasan kerja pegawai Direktorat Keuangan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Disabilitas Fisik di Unit Fisioterapi RSI Jakarta Pondok Kopi Putri, Linda Wahyuni; Purnamawati, Dewi; Permatasari, Tria Astika Endah; Ernyasih, Ernyasih; Sepriyanti, Yuke
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 2 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i2.667

Abstract

Abstract Patient satisfaction is one indicator of a hospital's success in providing optimal services. As many as 33% of patients with physical disabilities stated that they were not satisfied with the comfort in the waiting room of the physiotherapy unit and as many as 20% admitted that the physiotherapist was not responsive to patient questions. This study was conducted to analyze the factors that affect the satisfaction of patients with physical disabilities in the physiotherapy of RSI Jakarta Pondok Kopi. This study used a cross-sectional approach and purposive sampling technique with a total sample of 120 patients with physical disabilities who received health services at the physiotherapy unit of RSI Jakarta Pondok Kopi. Self-reported questionnaires are used to collect demographic characteristic data. The patient perception questionnaire on physiotherapist skills was developed referring to the Physiotherapist Competency Standard. Patient satisfaction was measured using the Bahasa Indonesia version of the questionnaire from Measuring Patient Satisfaction with Physical Therapy Care (MRPS/MedRisk). The majority of patients with physical disabilities are ≥ 65 years old (50.83%), female (63.3%), high school education background (49.17%), unemployed (80.8%), have insurance (97.5), and have low income (75%). There is no relationship between age, gender, education, occupation, income, and insurance to the satisfaction of patients with physical disabilities. There was a relationship between patients' perception of physiotherapist skills (p = 0.011; OR: 5,045; 95%CI : 1,450-17,561) with satisfaction of patients with physical disabilities after being controlled by education and income. The factor that affects the satisfaction of patients with physical disabilities is the patient's perception of the physiotherapist's skills after being controlled by education and income. Keyword: satisfaction factors, patient satisfaction, physical disability, physiotherapy Abstrak Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator kesuksesan rumah sakit dalam memberikan layanan yang optimal. Sebanyak 33% pasien disabilitas fisik menyatakan kurang puas terhadap kenyamanan di ruang tunggu unit fisioterapi serta sebanyak 20% mengaku terapis tidak responsif terhadap pertanyaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien disabilitas fisik di unit fisioterapi RSI Jakarta Pondok Kopi. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan total sampel 120 pasien disabilitas fisik yang memperoleh layanan kesehatan di unit fisioterapi RSI Jakarta Pondok Kopi. Kuesioner yang dilaporkan sendiri digunakan untuk mengumpulkan data karakteristik demografi. Kuesioner persepsi pasien terhadap keterampilan fisioterapis dikembangkan sendiri dengan merujuk pada Standar Kompetensi Fisioterapis. Kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner versi Bahasa Indonesia dari Measuring Patient Satisfaction with Physical Therapy Care (MRPS/MedRisk). Mayoritas pasien disabilitas fisik berusia ≥ 65 tahun (50,8%), berjenis kelamin perempuan (63,3%), latar belakang pendidikan SLTA (49,2%), tidak bekerja (80,8%), memiliki asuransi (97,5), dan memiliki pendapatan yang rendah (75,0%). Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan asuransi terhadap kepuasan pasien disabilitas fisik. Ada hubungan antara persepsi pasien terhadap keterampilan fisioterapis (p = 0,01; OR: 5,05; 95%CI : 1,45-17,56) dengan kepuasan pasien disabilitas fisik setelah dikontrol oleh pendidikan dan pendapatan. Faktor yang memengaruhi kepuasan pasien disabilitas fisik adalah persepsi pasien terhadap keterampilan fisioterapis setelah dikontrol oleh pendidikan dan pendapatan. Kata Kunci: faktor-faktor kepuasan, kepuasan pasien, disabilitas fisik, fisioterapi