Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Faktor Risiko Pasien Chronic Kidney Disease Yang Sedang Menjalani Hemodialisis Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Rasyid, Aureliany Aulia; Purwaningrum, Ratna; Hutasuhut, Arti Febriyani; Kriswiastiny, Rina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.20522

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara bertahap dan permanen. Keadaan ini terjadi Ketika ginjal tidak lagi mampu membuang limbah metabolik tubuh atau menjalankan fungsinya secara normal. Zat-zat yang sebaiknya dikeluarkan melalui kemih terjadinya penumpukan didalam cairan tubuh akibat gangguan pada sekresi ginjal, sehingga mengakibatkan gangguan pada fungsi endokrin, metabolisme, serta keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa tubuh. Tujuan Penelitian : mengetahui gambaran faktor-faktor risiko pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang sedang menjalani hemodialisis di rumah sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif menggunakan data sekunder dari 76 pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RS Bintang Amin Bandar Lampung tahun 2024. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan deskriptif, adapun data yang dipakai berasal dari data sekunder yang diolah secara kuantitatif deskriptif. Hasil Penelitian : Faktor-faktor risiko Predisposisi yang dialami pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Bintang Amin Bandar Lampung meliputi usia >35 tahun (91%), jenis kelamin perempuan (55%), Tingkat pendidikan mayoritas pasien berada pada jenjang SMA (59%), yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap pengelolaan Chronic Kidney Disease (CKD).Faktor-faktor risiko biomedis yang dialami pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Bintang Amin Bandar Lampung riwayat hipertensi (70%), serta riwayat keluarga dengan CKD (66%). Selain itu, faktor lain seperti diabetes melitus (43%), kadar asam urat tinggi (82%), dan batu ginjal (13%) . Kesimpulan : faktor predisposisi dan faktor biomedis memiliki permasalahan dan menjadi faktor penyebab terjadinya Chronic Kidney Disease (CKD).
Faktor Resiko Pasien Rheumatoid Arthritis Noviyanti, Fadhila; Kriswiastiny, Rina; Sani, Nopi; Wiranti, Irda; Kumala, Indra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3403

Abstract

RA adalah penyakit reumatik autoimun yang merupakan penyakit inflamasi kronik bersifat progresif yang dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen. Data Dinkes Provinsi Lampung, RA termasuk 10 penyakit paling banyak diderita masyarakat Lampung, tahun (2014) 17.571 kasus (5,24%) menempati peringkat kedelapan, tahun berikutnya menjadi urutan keempat 50.671 kasus (7,85%). Tujuan: Mengetahui faktor resiko pasien Rheumatoid Arthritis di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2023. Metode Penelitian: Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan data primer dari lembar observasi. Hasil: Dari 53 sampel didapatkan usia dewasa akhir (36-45 tahun) 9 orang (17,0%), lansia awal (46-55 tahun) 11 orang (20,8%), lansia akhir (56-65 tahun) 12 orang (22,6%). Jenis kelamin perempuan 48 orang (90,6%), laki-laki 5 orang (9,4%). IMT normal (18.5-22.9 kg/m2) 14 orang (26,4%), overweight (23-24.9 kg/m2) 10 orang (18,9%), obesitas I (25-29.9 kg/m2) 23 orang (43,4%). Pekerjaan tidak bekerja 7 orang (13,2%), IRT 31 orang (58,5%), PNS 7 orang (13,2%). Pendidikan SD 21 orang (39,6%), SMA 16 orang (30,2%), Perguruan Tinggi 15 orang (28,3%). Obat-obatan metotreksat + methylprednisolone 29 orang (54,7%). Status pernikahan belum menikah 6 orang (11,3%), sudah menikah 47 orang (88,7%). Suku Lampung 10 orang (18.9%), Jawa 23 orang (43,4%), dan Palembang 7 orang (13,2%). Kesimpulan: Kejadian RA di RSUD Dr. H Abdul Moeloek Bandar Lampung periode Januari-Februari 2024 didominasi lansia akhir (56-65 Tahun) 12 orang (22,6%), perempuan 48 orang (90,6%), IMT yaitu Obesitas I (25 - 29,9 kg/m2) 23 orang (45,5%), pekerjaan IRT 31 orang (58,5%), pendidikan SD 21 orang (39,6%), obat-obatan Metotreksat + Methylprednisolone 29 orang (54,7%), status pernikahan sudah menikah 47 orang (88,7%), dan suku Jawa 23 orang (43,4%).
Seluang Fish (Rasbora sp.) Oil Improves Interleukin-17 Levels and Disease Activity in Rheumatoid Arthritis Partan, Radiyati Umi; Mikhael, Rodry; Adinata, Triawan; Darma, Surya; Reagan, Muhammad; Kriswiastiny, Rina; Kusnadi, Yulianto; Salim, Eddy Mart
The Indonesian Biomedical Journal Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v15i1.2085

Abstract

BACKGROUND: Vitamin D has a role in downregulating the proinflammatory cytokines as well as promoting the antiinflammatory pathway in rheumatoid arthritis (RA). Seluang fish (Rasbora sp.) has potency as a new source of vitamin D. Previous study had proven Seluang fish oil efficacy in systemic lupus erythematosus. However, there are no trials that prove its efficacy in RA yet. Hence, this study was conducted to find out the ability of Seluang fish oil to improve proinflammatory cytokines, vitamin D levels, and disease activity in RA.METHODS: A clinical trial with a randomized and double-blind method was done in two groups, each one consisting of 17 RA subjects. One group was given 500 mL of a Seluang fish oil capsule (contains 665 IU cholecalciferol), while the other group was given a placebo daily, for 12 consecutive weeks. Measurements of the RA disease activity score 28 erythrocyte sedimentation rate (DAS28-ESR) and DAS28 C-reactive protein (DAS28-CRP), as well as measurement of interleukin (IL)-6, IL-17, and vitamin D levels by using immunoassay method were performed before and after the supplementation.RESULTS: Significant alterations in the lower levels of IL-17 were observed in the Seluang fish oil group (p=0.031), but not in the placebo group (p=0.320). Reduction of DAS28-ESR (p=0.000) and DAS28-CRP (p=0.000) score demonstrated that the Seluang fish oil supplementation was useful in reducing RA disease activity. No significant shift was observed in either vitamin D (p=0.967) or IL-6 levels (p=0.076) after Seluang Fish Oil supplementation.CONCLUSION: Seluang fish oil is effective in lowering IL-17 levels, DAS28-ESR, and DAS28-CRP, but not in improving vitamin D level or lowering IL-6 level in RA patients.KEYWORDS: rheumatoid arthritis, seluang fish oil, interleukin-6, interleukin-17, vitamin D, DAS28
HUBUNGAN C-REACTIVE PROTEIN DENGAN DERAJAT AKTIVITAS RHEUMATOID ARTHRITIS DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK TAHUN 2023 Saputra, Juli; Kriswiastiny, Rina; Hutasuhut, Arti Febriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27276

Abstract

Rheumatoid Arthritis adalah kondisi autoimun reumatik yang paling umum terjadi dan ditandai oleh peradangan kronis yang terus berlanjut, menyebabkan kerusakan permanen pada sendi. Penyakit rheumatoid arthritis  sering disertai dengan peningkatan  C-Reaktif Protein (CRP) sehingga dapat menimbulkan kerusakan jaringan. Pengukuran CRP merupakan gambaran umum untuk pemantauan derajat penyakit RA. Pemantauan menggunakan DAS28 untuk melihat pengobatan agar penyakit lebih terkendali atau terkontrol secara terus-menerus, adapun kreteria penilaian DAS28 adalah menghitung jumlah sendi yang nyeri, jumlah sendi yang bengkak, visual analog scale, dan kadar CRP. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan c-reactive protein dengan derajat aktivitas rheumatoid arthritis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 53 orang. Analisis data menggunakan uji statistik uji korelasi spearman’s. Hasil penelitian diketahui   Sebagian besar pasien rheumatoid arthritis memiliki kadar C-RP  di atas 6 (tinggi) sebanyak 45 orang (84.9%). memiliki derajat aktivitas Rheumatoid Arthritis derajat tinggi sebanyak 30 orang (56.6%). Ada korelasi yang signifikan antara kadar CRP dengan derajat aktivitas rheumatoid arthritis (p-value= 0.009 :r=0.356. Kesimpulannya yaitu ada Hubungan C-Reactive Protein dengan derajat aktivitas rheumatoid arthritis.