Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Laporan Kasus : Perempuan 44 Tahun Dengan Perdarahan Uterus Abnormal Et Causa Polip Endometrium Shariff, Fonda Octarianingsih; Pinky, Anastasya Agusetyani; Ayu, Lis Awang Sega; Aulia, Winneke Rizki; Fitrihanny, Leona Ferda; Nurfauzi, M Rizal; Dewi, Azzah Kurnia; Yuswanita, Ajeng; Nugraha, Rezha Wahyu
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.20601

Abstract

Perdarahan uterus abnormal (PUA) merupakan masalah ginekologi yang sering terjadi pada wanita usia reproduktif akhir hingga perimenopause. Salah satu penyebab struktural PUA adalah polip endometrium, yaitu pertumbuhan jinak pada lapisan endometrium yang dapat menimbulkan perdarahan berkepanjangan dan anemia. Dilaporkan kasus seorang perempuan usia 44 tahun (P3A0) yang datang dengan keluhan perdarahan menstruasi terus-menerus selama tiga bulan, disertai nyeri perut bawah dan gejala anemia. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan ginekologi, pemeriksaan laboratorium, ultrasonografi (USG), serta pemeriksaan histopatologi jaringan hasil kuretase. Pasien menunjukkan tanda anemia dengan kadar hemoglobin 8,6 g/dL dan ditemukan massa bertangkai di kavum uteri. Penatalaksanaan meliputi transfusi darah, dilatasi dan kuretase, serta ekstirpasi polip endometrium. Kondisi pasien pasca tindakan stabil, perdarahan berhenti, dan tidak ditemukan komplikasi. Hasil histopatologi menunjukkan polip endometrium dengan endometrium fase proliferatif. Polip endometrium perlu dipertimbangkan sebagai penyebab PUA pada wanita usia reproduktif akhir. Diagnosis yang tepat dan penatalaksanaan yang cepat dan adekuat dapat menurunkan morbiditas serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Antara Obesitas Dengan Durasi Menstruasi Pada Mahasiswa Angkatan 2021, 2022, Dan 2023 Prodi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung Rahmaningtyas, Azahra Nurul Fitri; Shariff, Fonda Octarianingsih; Fitriani, Dita; Anggraeni, Marisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21192

Abstract

Obesitas merupakan kondisi kelebihan lemak tubuh yang dapat mengganggu keseimbangan hormonal, termasuk hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, sehingga berpotensi memengaruhi durasi menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan durasi menstruasi pada mahasiswi angkatan 2021, 2022, dan 2023 Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 170 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengisian kuesioner durasi menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,4% responden tergolong obesitas, dan 34,7% mengalami durasi menstruasi yang memanjang. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas dan durasi menstruasi (p = 0,007) dengan korelasi positif lemah (rho = 0,205), yang mengindikasikan bahwa peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) cenderung diikuti oleh durasi menstruasi yang lebih panjang. Temuan ini menegaskan bahwa obesitas berperan dalam memengaruhi keseimbangan hormonal yang berdampak pada durasi menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk menjaga berat badan ideal guna mendukung kesehatan reproduksi perempuan.